Hari Disabilitas, Ada Kesempatan yang Sama bagi Disabilitas

Hari Disabilitas, Ada Kesempatan yang Sama bagi Disabilitas

 

Hari Disabilitas, Ada Kesempatan yang Sama bagi Disabilitas

 

KOTA BANDUNG, DISDIK JABAR

Hari Disabilitas Internasional atau International Day of People with Disability diperingati setiap 3 Desember. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi mengatakan bertepatan dengan hari tersebut, ia mengharapkan ada kesempatan yang sama bagi para disabilitas untuk hidup dengan layak. Hal tersebut disampaikan dalam apel pagi yang dilaksanakan di Halaman Dinas Pendidikan Jawa Barat, Jalan Dr. Radjiman, Kota Bandung, Senin 3 Desember 2018.

Pada bidang pendidikan

Kadisdik mengatakan akan fokus menyelenggarakan pendidikan bagi disabilitas. Pendidikan tersebut tidak hanya dilakukan di sekolah luar biasa saja, tetapi akan terus dikembangkan pada penyelenggaraan sekolah inklusi. Hal tersebut diupayakan agar siswa berkebutuhan khusus dapat menikmati pendidikan yang sama.

“Sekarang ini, telah dilakukan program khusus pelatihan dari master trainer untuk membina para kepala sekolah dan guru-guru untuk mengembangkan sekolah inklusi tersebut. Diharapkan dengan penyelenggaraan sekolah inklusi dapat berjalan lebih efektif dan efisien,” ujar Kadisdik.

Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Barat

Firman Adam mengatakan saat ini Indonesia sudah jauh lebih baik dalam pemenuhan hak-hak disabilitas, dengan diterbitkan UU No. 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas. Hak-hak penyandang disabilitas tentunya harus selalu diperhatikan. Salah satunya adalah mendapatkan pelayanan yang sama dan setara, serta tidak ada diskriminasi.

“Harapan kita pada sektor pendidikan tentunya mereka dapat terlayani, dapat mengenyam pendidikan sama dengan anak-anak yang lain. Tentunya, ketika mereka selesai sekolah,  mereka mendapatkan penerimaan yang sama di masyarakat,” ujar Sekdisdik.

Sekdisdik juga mengharapkan para penyandang disabilitas dapat hidup mandiri, tanpa diskriminasi. Misal, ketika melamar pekerjaan perusahaan-perusahaan akan memyediakan lowongan minimal 1% untuk penyandang disabilitas. Perusahaan dapat berperan sama dalam mendorong dan membangkitkan pemenuhan hak-hak disabilitas. Di masa yang akan datang para penyandang disabilitas perlu terlibat juga dalam melaksanakan pembangunan dari berbagai sektor di Indonesia, khususnya di Jawa Barat.

Selain itu, Sekdisdik menjelaskan Provinsi Jawa Barat sudah lama menjadi provinsi yang mendukung kegiatan inklusi. Sudah banyak sekolah-sekolah yang menerapkan program sekolah inklusi tersebut, mulai SD, SMP, hingga SMA/SMK. Jawa Barat termasuk kedalam provinsi terbaik yang telah menerapkan pendidikan inklusi.

Untuk mendukung pendidikan inklusi tentunya harus disiapkan

Tidak hanya gurunya, tetapi sarana dan prasarana mendukung, termasuk metode pembelajarannya pun harus yang terbaik. Akan terus kita dorong, untuk perkemangan sekolah inklusi. Idealnya semua sekolah dapat menyediakan sekolah inklisif, tetapi tentu tidak mudah butuh proses dan kesiapan,” ujar Sekdisdik.

 

Artikel Terkait: