Kembangkan Keunggulan Lokal Mulai dari Sekolah

Kembangkan Keunggulan Lokal Mulai dari Sekolah

 

Kembangkan Keunggulan Lokal Mulai dari Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat

Ahmad Hadadi menekankan pentingnya membangun jiwa kewirausahaan di sekolah. Hal tersebut merupakan salah satu langkah sebagai tindak lanjut  Inpres Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK untuk Peningkatan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia.

Persiapan menghadapi Revolusi Industri 4.0 merupakan fokus utama dalam revitalisasi SMK. Seperti yang dikutip dari psmk.kemdikbud.go.id ada empat potensi wilayah prioritas pembangunan nasional, yaitu Kemaritiman, Pariwisata, Pertanian, dan Industri Kreatif, menjadi prioritas garapan untuk mendongkrak keunggulan lokal ini menjadi daya saing bangsa di tingkat global.

Dirjen Dikdasmen

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen Dikdasmen) Hamid Muhammad menyebutkan empat poin yang menjadi fokus revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang diamanatkan dalam Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2016.

Keempat poin tersebut melingkupi revitalisasi kurikulum

pendidik dan tenaga kependidikan, kerjasama, dan lulusan. Hadadi mengatakan lulusan SMK kini tidak hanya dituntut menjadi pekerja yang handal, akan tetapi menjadi wirausahawan yang dapat membuka lapangan kerja.

“Tentu tidak hanya menyiapkan tenaga handal untuk lulusan SMK, akan tetapi kami menghendaki lulusan SMK harus jadi wirausahawan.

Mengembangakan kewirausahaan dengan inovasi-inovasi dan kreatifitas tinggi,” ujar Hadadi.

Hadadi mengatakan, untuk mendapatkan keunggulan-keunggulan lokal yang memiliki daya saing, bisa digali dari hal terkecil, misalnya membiasakan bisnis di sekolah. Jiwa bisnis bisa ditumbuhkan di sekolah. Menurutnya banyak peluang yang bisa dijadikan bisnis.

Anak melenial harus punya bisnis kreatif

Saya sangat mendorong bisnis siswa di sekolah. Mungkin saja itu berpeluang menjadi bisnis besar. Kita bisa buat dilevel sekolah terlebih dahulu, kalau punya prospek bagus, bisa kita jadikan pameran untuk mengapresiasi mereka. Saya ingin Industri Kreatif harus menjadi komoditas unggulan dari SMK. Jangan hanya jadi tukang, akan tetapi jadilah wirausaha baru yang memiliki keunggulan dalam sisi teknis dan unggul pula dalam keilmuannya. Sehingga bisa SMK lebih berkembang,” ujar Hadadi menjelaskan.

 

Artikel Terkait: