Memahami Proses Morfofonemik Awalan ber-

Memahami Proses Morfofonemik Awalan ber-

Memahami Proses Morfofonemik Awalan ber-
Memahami Proses Morfofonemik Awalan ber-

Pengertian Morfofonemik

Morfofonemik adalah perubahan fonem yang terjadi sebagai akibat pertemuan morfem dengan morfem lain.

Pengertian Morfofonemik Menurut Para Ahli

Proses morfofonemik adalah proses berubahnya suatu fonem menjadi fonem lain sesuai dengan fonem awal kata yang bersangkutan ( Zainal Arifin, 2007:8).

Morfofonemik adalah subsistem yang menghubungkan morfoligi dan folonogi. Didalamnya dipelajari bagaimana morfem direalisasikan dalam tingkat fonologi. ( Kridalaksana, 2007:183).

Peristiwa morfofonemik dalam bahasa indonesia dapat di lihat misalnya pada prefiks me-. Dalam proses afiksasi, prefiks me- tersebut akan berubah menjadi mem-, meny-, meng-, menge-, atau tetap me-, menurut aturan – aturan fonologis tertentu. Istilah” morfofonemik” menunjukkan kaidah yang menyesuaikan bentuk – bentuk alomorf – alomorf yang bersangkutan secara fonemis.

Jenis morfofonemik dalam bahsa indonesia

Kridalaksana memberikan perubahan- perubahan fonem yang terjadi akibat pertemuan morfen itu dapat digolongkan dalam se[uluh proses, yaitu:

  1. Pemunculan fonem
  2. Pengekalan fonem
  3. Pemunculan dan pengekalan fonem
  4. Pergeseran fonem
  5. Perubahan dan pergeseran fonem
  6. Pelepasan fonem
  7. Peluluhan fonem
  8. Penyisipan fonem secara historis
  9. Pemunculan fonem berdasarkan  poa bahasa asing
  10. Variasi fonem bahasa sumber

Sedangkan Abdul Chaer membagi fonem dalam proses morfofonemik ini dalam lima wujud, yaitu :

  1. Pemunculan fonem
  2. Pelepasan fonem
  3. Peluluhan fonem
  4. Perubahan fonem
  5. Pergeseran fonem

contoh teks ulasan drama – Berbeda dengan kedua ahli bahasa sebelumnya, Zaenal Arifin dan Junaiyah memaparkan peristiwa morfofonemik dari afiks – afiks dan kata bentuk pada afiksasi tersebut. Sehingga munculah morfofonemik pada prefiks meng-, per-, ber- dan ter berserta morfofonemik yang terjadi akibat pertemuan afiks-afiks tersebut dengan fonem tertentu pada dasarnya.

Pada sinopsis novel “Kemarau” kalian tentu menemukan beberapa kata yang berawalan ber-, seperti berputus asa, berharap, berusaha, bermain, dan sebagainya. Tahukah kalian, bahwa awalan ber- juga mengalami perubahan fonem atau morfofonemik?

Morfofonemik adalah perubahan fonem yang terjadi sebagai akibat pertemuan hubungan morfem dengan morfem lain.

 

Awalan ber- mengalami morfofonemik berikut ini.

1. Awalan ber- berubah menjadi be- jika bertemu dengan kata dasar yang berawalan dengan fonem /r/.

Contoh:
ber- + ranting → beranting
Pohon cemara beranting banyak dan berdaun kecil-kecil.

2. Awalan ber- berubah menjadi be- jika ditambahkan pada kata yang suku pertamanya berakhir
dengan /er/.

Contoh:
ber- + kerja → bekerja
Ayah bekerja di sawah sejak matahari belum muncul.

3. Awalan ber- berubah menjadi bel- jika ditambahkan pada dasar tertentu.

Contoh:
ber- + ajar → belajar
Adik belajar bahasa Indonesia di teras.

4. Awalan ber- tidak berubah bentuknya bila digabungkan dengan dasar di luar kaidah 1 – 3.

Contoh:
ber- + harap → berharap
Ia berharap agar para petani di desanya mengikuti perbuatan yang ia lakukan.