Dukung TK Akbar di LSS Nasional 2018

Dukung TK Akbar di LSS Nasional 2018

 

Dukung TK Akbar di LSS Nasional 2018

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendukung TK Akbar yang berlokasi di jalan Pandu Raya

Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Nasional 2018. Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, Taman kanak-kanak ini berhasil meraih juara pertama tingkat Provinsi Jawa Barat.

Alhamdulillah TK Akbar menjadi sekolah TK yang mewakili Jawa Barat di tingkat nasional

Saya minta untuk dikoordinasikan dengan dinas terkait,” kata Bima saat mengunjungi TK Akbar didampingi Ketua TP PKK Kota Bogor Yane Ardian dan jajaran Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Selasa (30/01/2018).

Untuk kebutuhan penilaian LSS tingkat Nasional 2018 Pemkot Bogor melalui dinas terkait akan membantu sesuai dengan syarat dan penilaian. “Secara keseluruhan saya bangga karena sistemnya sudah berjalan dengan baik, yang penting nyambung antara sekolah dengan keluarga, orang tua dengan guru,” tuturnya.

Kepala Sekolah TK Akbar Ari Nur Lestari

Kepala Sekolah TK Akbar Ari Nur Lestari menuturkan, pihaknya akan berupaya maksimal untuk memperoleh hasil yang terbaik di LSS tingkat nasional ini demi mengharumkan nama Kota Bogor dan Jawa Barat.

“Saat ini kami sedang mengedukasi anak-anak mengenai karakter sehat dan bersih, meski mereka sudah dibiasakan sejak kecil. Tapi secara fisik semuanya Insya Allah siap, termasuk guru dan orang tua murid yang mendukung serta dinas terkait,” tuturnya.

TK Akbar

Dia menjelaskan program unggulan TK Akbar anak-anak menjadi duta untuk mengedukasi temannya dan orang lain, seperti duta tanaman obat, duta jentik, dokter kecil dan duta sampah.  Anak-anak juga dikenalkan jenis sampah organik dan anorganik. “Duta-duta ini sudah langsung praktek dengan kegiatan belajar sehari-hari,” ujarnya.

Ia menyebutkan di TK Akbar ada 180 siswa

TK A (3 Kelas) dan TK B (5 Kelas). Menurutnya prestasi dari anak didiknya cukup menonjol, tidak hanya di Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) saja, tetapi juga potensi lain, seperti di bidang kesenian, olahraga, keterampilan menggambar. “Tidak lupa kami menanamkan anak-anak untuk cinta kepada pencipta-Nya,” pungkasnya.

Artikel terkait: