Buah Manis Proses Pendidikan adalah Sikap dan Karakter Baik

Buah Manis Proses Pendidikan adalah Sikap dan Karakter Baik

Buah manis proses pendidikan adalah sikap dan karakter Baik – Hasil manis berasal dari buah pendidikan di sekolah maupun di lingkungan keluarga adalah sikap dan perilaku baik. Di sekolah, seluruh mata pelajaran menyelipkan nilai-nilai karakter dan kepribadian di samping nilai akademis yang dapat tercantum terhadap buku rapor siswa.

Program wajib belajar 9 tahun dianggap sudah mencapai sasaran sehingga dilanjutkan dengan program wajib belajar 12 tahun. Itu artinya, anak Indonesia minimal harus mendapatkan pendidikan minimal tamat sekolah menengah atas (SMU/K/Sederajat). 2.Relevansi pendidikan Pada awalnya, pembelajaran di lembaga sekolah dinilai tidak relevan dengan tuntutan dalam dunia kerja. Lowongan kerja yang dibutuhkan tidak terpenuhi oleh lulusan sekolah. Oleh sebab itu, khususnya tingkat SMU/K/Sederajat diadakan program pilihan sesuai minat peserta didik. Usaha itu juga dibuktikan dengan penyempurnaan kurikulum pendidikan di lembaga sekolah. 3.Kualitas pendidikan Kualitas pendidikan menjadi hal yang tak dapat ditawar-tawar. Berbagai inovasi dalam teknologi pendidikan semakin disempurnakan. Salah satu yang paling anyar adalah pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Mengarahkan siswa pada proses bagaimana memperoleh ilmu pengetahuan. 4.Efisiensi pendidikan Proses pendidikan yang efisien dinilai akan meningkatkan kualitas pendidikan. Oleh sebab itu inovasi pendidikan harus berorientasi pada bagaimana pelaksanaan pembelajaran di sekolah. Pembelajaran efektif dan efisien menjadi tuntutan agar efisiensi pendidikan dapat diwujudkan.

Siswa mesti mampu menuai buah manis itu bersama perlihatkan karakter yang baik kepada sesama teman, guru dan orang tua di rumah. Siswa dikatakan udah gagal memanen buah manis pendidikan jikalau tidak mampu perlihatkan karakter baik kendati nilai akademisnya bagus.

Nilai akademis (intelektual) berbentuk pas dan manfaatnya sangat terbatas. Dikatakan terbatas, dikarenakan nilai itu diperlukan terhadap pas atau saat-saat spesifik saja. Misalnya, untuk menentukan juara di sekolah dan kriteria untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Toh, nilai akademis itu tidak diperlukan lagi pas mencari pekerjaan, mencari jodoh, menempuh rumah tangga, dan lain sebagainya. Adakah kenyataannya orang yang mempunyai nilai rapor semasa sekolah saat mereka mencari pekerjaan, jodoh, menempuh rumah tangga? Mungkin tidak ada!

Buah manis pendidikan yang bertahan lama dan mampu dipergunakan seumur hidup adalah sikap dan karakter baik. Mencari pekerjaan tidak cuma perlu ijazah sebagai kriteria administratif, tapi kepribadian seseorang sangat menentukan diterima atau tidaknya oleh pengguna jasa.

Pihak pengguna jasa dapat enggan menerima calon pegawai baru yang tidak berprilaku baik kendati memiliki ijazah sarjana dan pengalamannya segudang.

Mungkin ijazah tetap ditanyakan orang tatkala mencari jodoh, sarjana atau tidak, berpendidikan atau tidak. Namun sikap dan tingkah laku seseorang tak dapat dulu lupa dipertimbangkan orang.

Saat menjalani kehidupan berumah tangga, sikap dan karakter baik dapat mewarnai perjalanan hidup di dalam keluarga.

Kesimpulannya, sikap dan karakter yang baik sebagai buah manis pendidikan dapat berlaku seumur hidup. Semoga siswa mampu menuai buah manis pendidikan dan menikmatinya sehabis selesaikan pendidikannya.

Sumber : https://www.ruangguru.co.id/download-contoh-surat-penawaran-harga-yang-benar/