Bjb Perbaiki Fungsi Intermediasi Perbankan

Bjb Perbaiki Fungsi Intermediasi Perbankan

Bjb Perbaiki Fungsi Intermediasi Perbankan
Bjb Perbaiki Fungsi Intermediasi Perbankan

BANDUNG – Seiring dengan meningkatnya laba, total aset bank bjb per 30 Juni 2015

lalu juga mengalami kenaikan sebesar 22.1% y-o-y hingga mencapai Rp 95,9 Triliun yang dikontribusi oleh kenaikan Dana Pihak Ketiga bank bjb sebesar 32.4% sehingga total Dana Pihak Ketiga yang berhasil dihimpun oleh bank yang tercatat di IDX dengan ticker BJBR ini tercatat sebesar Rp 82,7 Triliun.

Dirut bank bjb Ahmad Irfan mengatakan kemampuan bank bjb dalam meningkatkan profitabilitas juga tidak terlepas dari pengelolaan biaya operasional yang sehat serta kenaikan fee based income yang tumbuh sebesar 29.3%.

“Fungsi perbankan sebagai lembaga intermediasi pun dilaksanakan dengan baik seiring

dengan pertumbuhan kredit secara konsolidasi yang mencapai 11% atau berada diatas pertumbuhan kredit perbankan yang hanya tumbuh 10.5% ,” ujarnya.

Meskipun pertumbuhan ekonomi melambat, bank bjb akan senantiasa berupaya menciptakan pertumbuhan profit yang tinggi dan berkelanjutan sehingga diharapkan hal tersebut akan membawa bank bjb pada posisi yang lebih kokoh dan memberikan value added yang optimal bagi para shareholder maupun stakeholder.

Adapun kredit konsumer masih mendominasi portofolio kredit yang disalurkan bank bjb

sepanjang triwulan kedua tahun 2015. Dari total kredit yang disalurkan pada periode tersebut atau sebanyak Rp 52,2 triliun, komposisi kredit konsumer mencapai 69% dari total kredit.

Strategi dan kebijakan bank bjb di tahun 2015 tetap fokus memperkuat pondasi yang kokoh khususnya yang berkaitan dengan infrastruktur IT serta SDM dalam rangka menunjang ekspansi bisnis di tahun-tahun mendatang. Bank bjb juga fokus meningkatkan kualitas layanan dengan peningkatan e-banking serta meningkatkan cross selling dan integrated marketing guna meningkatkan market share Dana Pihak Ketiga. Jo

 

Sumber :

https://oneworldherald.com/2019/05/28/rees-mogg-receives-criticism-for-his-new-book/