Mendikbud: Tidak Berarti Siswa Belajar 8 Jam di Dalam Kelas

Mendikbud: Tidak Berarti Siswa Belajar 8 Jam di Dalam Kelas

Mendikbud Tidak Berarti Siswa Belajar 8 Jam di Dalam Kelas
Mendikbud Tidak Berarti Siswa Belajar 8 Jam di Dalam Kelas

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi menilai sudah ada persepsi yang salah di tengah masyarakat.

Yakni terkait rencana penerapan sekolah lima hari seminggu dengan durasi waktu delapan jam sehari atau yang disebut penguatan pendidikan karakter (PPK).

Kata dia, delapan jam tidak berarti para siswa nantinya selama itu berada di dalam kelas untuk mengikuti pelajaran. “Saya tegaskan, delapan jam itu tidak berarti anak ada di kelas,” lugasnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/6).

Pelajaran pun lanjut dia, tetap mengacu pada kurikulum 2013

. Hanya saja nanti diperbanyak dengan kegiatan kokurikuler. Itu sebagai pemenuhan dari visi presiden yang menetapkan bahwa pada level pendidikan dasar sampai SMP diperkuat atau diperbanyak pada pembentukan karakter dan penanaman budi pekerti.

Artinya, ada kegiatan belajar mengajar di luar kelas. “Bahkan di luar sekolah. Yang penting tetap menjadi tanggung jawab sekolah,” jelas Muhadjir.

Dia menerangkan, kegiatan kokurikuler itu diusahakan mencapai 60 hingga 70 persen. Sehingga kegiatan transfer pengetahuan yang dilakukan guru sekitar 30 persen saja. “Sisanya hanya aktivitas murid di dalam membentuk karakter yang bersangkutan,” tutur mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu.

Salah satu upaya membentuk karakter siswa yakni membantu orang tua.

Termasuk membantu orang tua di sawah.

Namun, tanggung jawab penilaian tetap dilakukan oleh guru. “Iya (itu) bagian dari proses pembentukan karakter bersangkutan, nilai bagian yang dipantau guru.

Ya, guru sebagai pengajar menurut Muhadjir juga berperan sebagai katalisator. Dia harus bisaa menggali potensi anak atau kemampuan anak secara spesifik.

“Siapa tahu itu bisa bibit pengusaha besar. Bisa diarahkan anak sejak dini. Menggali potensi anak sejak dini,” imbuhnya.

Sementara Muhadjir menambahkan, program PPK sudah menetapkan 5 karekter prioritas dari 18 karakter yang ada. “Masalah keagamaan atau religiusitas, gotong royong, integritas, pribadi atau jujur, toleransi,” pungkasnya

 

Sumber :

https://articles.abilogic.com/372235/chemical-periodic-table-system.html