Para Santri Diharapkan Bisa Bersaing di Era Industri 4.0

Para Santri Diharapkan Bisa Bersaing di Era Industri 4.0

Para Santri Diharapkan Bisa Bersaing di Era Industri 4.0
Para Santri Diharapkan Bisa Bersaing di Era Industri 4.0

Dalam menyongsong revolusi industri 4.0, menyiapkan sumber daya manusia generasi muda

yang mumpuni adalah keharusan. Pesantren, misalnya, tak lagi sekadar tempat memperdalam ilmu agama, namun perlu didorong menjadi lembaga yang memberdayakan ekonomi umat.

Oleh karena itu, kata Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Soetrisno Bachir, sinergitas pesantren dengan kewirausahaan menjadi penting untuk membangun ekonomi umat. Di samping tempat memperdalam ilmu agama, pesantren bagaimana pun juga bisa memberdayakan masyarakat menghadapi industri 4.0.

“KEIN, pemerintah dan pesantren bisa bersinergi menyiapkan generasi muda termasuk santri

untuk bersaing dalam revolusi industri 4.0,” kata Soetrisno ketika menjadi pembicara dalam “Dialog Ekonomi Umat, Penguatan Peranan Pesantren Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0” di Ponpes Annur 1 Bululawang, Malang, Jawa Timur, Sabtu (27/4/2019).

Baca Juga:

DPR Kritisi Praktik Manipulasi Domisili Demi Zonasi PPDB
634 PAUD di Daerah 3T Difasilitasi Media Audio Pembelajaran

Di Ponpes pimpinan Kyai Ahmad Fahrur Rozi itu, Soetrisno menuturkan

, organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah merupakan pilar penting dalam membangun negeri.

“Apalagi kedua Ormas ini sangat berkomitmen menjaga stabilitas negara dan berperan dalam pembangunan. NU, misalnya, dengan kekuatan pesantrennya harus diperkuat perannya di bidang ekonomi. Pesantren harus banyak menghasilkan wirausahawan baru yang berperan signifikan dalam menciptakan lapangan kerja,” ucap Soetrisno.

Dengan demikian, lanjutnya, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berkualitas semakin menguat. Juga menciptakan kesempatan kerja yang lebih luas sehingga mampu meningkatkan daya saing industri.

 

Baca Juga :