Astronomi Semakin Populer, Bukti Anak Indonesia Cinta Sains

Astronomi Semakin Populer, Bukti Anak Indonesia Cinta Sains

Astronomi Semakin Populer, Bukti Anak Indonesia Cinta Sains
Astronomi Semakin Populer, Bukti Anak Indonesia Cinta Sains

 

Bidang lomba astronomi pada ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) terus mengalami

peningkatan jumlah peserta sejak dilombakan pada 2007 hingga saat ini. Ilmu yang mempelajari tentang benda langit serta fenomena alam yang terjadi di luar atmosfer bumi ini semakin populer di kalangan generasi muda. Hal ini merupakan satu dari bukti anak Indonesia mencintai sains.

Tak hanya itu, minat siswa melanjutkan pendidikan tinggi di jurusan astronomi pun semakin meningkat. Misalnya, daya tampung mahasiswa jurusan astronomi di Institut Teknologi Sumatra tahun ini yang tergolong baru yakni sebanyak 30 mahasiswa, tetapi calon mahasiswa yang mendaftar mencapai 384 orang.

Pakar astronomi Institut Teknologi Bandung, Hakim Luthfi Malasan mengungkapkan, meski di kurikulum sekolah saat ini tidak ada muatan astronomi secara utuh, akan tetapi siswa dapat mengenal dan mempelajari astronomi dari sumber-sumber lain yang terpercaya. Generasi muda saat ini, kata dia, tidak hanya belajar di sekolah saja.

 

“Mata mereka terbuka melihat astronomi tidak sekadar penelitian dan edukasi

, tetapi ada aspek enterpreneur yang bisa dikembangkan ke depan,” ujar Hakim saat diwawancarai usai tes praktik bidang lomba astronomi OSN 2019 di Manado Independent School, Manado, Sulawesi Utara, Rabu (3/7/2019).

Hakim mengatakan, kualitas peserta OSN khususnya bidang lomba astronomi semakin tahun semakin signifikan membaik, termasuk upaya sekolah dalam mempersiapkan siswanya berlaga di ajang tingkat nasional ini. Pada ajang bergengsi itu, kata dia, para peserta dituntut memahami dinamika langit, evolusi langit, kepentingan langit bagi kehidupan sehari-hari, dan lainnya.

Selanjutnya, kata Hakim, mereka juga harus terampil menggunakan alat-alat seperti halnya astronom mengamati benda langit. Kemudian mereka juga dituntut mampu melakukan analisis serta membuat kesimpulan ilmiah dalam waktu singkat yakni sekitar 20 menit.

 

“Sains akan mengembangkan pola pikir mereka (siswa,-). Kemampuan analisis

disediakan oleh sains, jika siswa punya kemampuan sains cukup tinggi kemudian dia masuk perguruan tinggi bidang apapun yang dia dalami akan bermanfaat banyak bagi masyarakat,” tutur satu dari juri bidang lomba astronomi OSN 2019 itu.

Satu dari peserta OSN 2019 bidang lomba astronomi, Nur Husna Sandy Pangestuti mengungkapkan, ketertarikan terhadap astronomi didapatnya sejak kecil saat membaca ensiklopedia tentang astronomi. Sekolahnya, kata dia, memberikan dukungan dan pembinaan dalam mempersiapkan lomba ini, bahkan sekolah menyediakan teleskop baru untuk praktik.

“Hampir setiap malam melihat langit di luar rumah, sampai disuruh masuk oleh ibu karena larut malam,” ucap siswi Kelas XII SMA Negeri 3 Malang, Jawa Timur, itu. (

 

Sumber :

http://devitameliani.blog.unesa.ac.id/pengertian-akhlak-tercela