Pengertian Seni Budaya Lokal

Pengertian Seni Budaya Lokal

Pengertian Seni Budaya Lokal

Pengertian Seni

Seni adalah penggunaan imajinasi manusia secara kreatif untuk menikmati keindahan. Selain itu, ada juga yang mengartikan sebagai hasil ciptaan manusia yang mengandung unsur indah, lembut, halus serta memesona, indah dilihat, indah dipandang, dan indah pula jika dihayati dan dirasakan.

 Dilihat dari bentuknya, karya seni dapat dibagi menjadi lima kategori.

1).  Seni rupa meliputi seni lukis, seni patung, seni dekorasi dan seni pahat.
2).  Seni sastra meliputi novel, cerita pendek, puisi.
3).  Seni suara meliputi seni musik, seni calung dan seni wayang.
4).  Seni drama meliputi ketoprak dan sandiwara.
5).  Seni gerak meliputi seni tari, pencak silat, loncat indah dan sebagainya.

Pengertian Budaya Lokal

Budaya lokal adalah budaya asli suatu kelompok masyarakat tertentu. Menurut J.W ajawali budaya lokal ini adalah ciri khas budaya kelompok masyarakat lokal. Sebagai contoh budaya sewen taun di Cicadas, Cisolok di Sukabumi, Nyangkut di panjalu Ciamis.

Ciri khas budaya ini merupakan kebiasaan yang diwariskan secara turun temurun, walaupun dalam perjalanannya mengalami perkembangan/perubahan nilai. Perubahan ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain percepatan migrasi dan penyebaran media komunikasi secara global sehingga tidak ada budaya lokal atau kelompok yang masih asli atau juga dikarenakan masyarakat sudah tidak memperhatikan lagi budaya lokal tersebut.

Dalam masyarakat primitif, proses perubahan budaya juga pasti terjadi dan disesuaikan dengan perkembangan zaman. Hal ini dikarenakan budaya adalah merupakan sesuatu yang dapat berkembang dan dapat dipelajari. Dengan kata lain, kebudayaan tidak bersifat statis (diam) tetapi dinamis (berkembang terus).

Ciri budaya lokal

Ciri budaya lokal dapat dikenal dalam bentuk kelembagaan sosial yang dimiliki oleh suatu suku bangsa. Kelembagaan sosial ini merupakan ikatan sosial bersama di antara anggota-anggota masyarakat. Dalam lembaga sosial, hubungan sosial di antara anggota sangat bersifat pribadi dan didasari loyalitas yang tinggi terhadap pemimpin dan gengsi sosial yang dimiliki. Sebagai contoh dalam sistem gotong royong di Jawa dan di dalam sistem bujur dan ikatan adat Bali. Gotong royong merupakan ikatan hubungan tolong menolong didalam masyarakat desa. Di wilayah pedesaan budaya gotong royong masih melekat dan bahkan menjadi tradisi yang mengikat persaudaraan. Contohnya dalam mendirikan rumah, setiap individu berbondong-bondong memberikan bantuan materi seperti (nasi, makanan, dan banyak lagi) maupun melalui tenaga. Contoh lain ketika ada Kenduri, masyarakat turut menyumbangkan baik berupa materi atau pun tenaganya. Hal inilah yang menjadi ciri penentu jalinan kerja sama yang akan memberikan nilai kerjasama yang indah di tengah-tengah masuknya budaya modern.

Sumber : https://www.sekolahbahasainggris.co.id/