Runtuhnya Kekuasaan VOC

Table of Contents

Runtuhnya Kekuasaan VOC

Runtuhnya Kekuasaan VOC
Kaisar Napoleon Bonaparte dari Prancis menyerbu & menempati Belanda pada Desember 1794. Kemudian ia, membentuk pemerintahan boneka & mengangkat adiknya, Louis Bonaparte, sebagai Raja Belanda. Sedangkan Raja Belanda sendiri, Willem V, sudah sukses melarikan diri ke Inggris & menetap di Istana Kew. Dan selama menetap di Kew, Willem V mengeluarkan sejumlah surat & instruksi untuk negari Belanda maupun daerah-daerah jajahannya, dikenal sebagai “surat-surat Kew”. Isinya berbentuk dokumen-dokumen yang intinya memerintahkan kepada para pejabat di lokasi jajahan Belanda untuk menyerahkan lokasi mereka kepada Inggris, supaya tidak jatuh ke tangan Prancis.

Dokumen Kew termasuk berikan keterangan yang intinya Inggris punya lebih banyak pasukan, kapal, & senjata, ketimbang VOC (Belanda), Inggris termasuk sukses merebut & mendapatkan lebih dari satu pos Belanda di Nusantara.

Di th. 1795 Inggris menempati Padang & lantas Ambon di th. 1796, dan juga setahun lantas ia menjadi menuntut penyerahan semua lokasi Maluku.

Di selagi itu termasuk keadaan VOC dalam keadaan yang tidak baik, yakni di bidang militer ataupun ekonomi, nampaknya tengah mengalami krisis yang berat. Hal ini gara-gara faktor Perang Inggris IV (1780-1784), sudah memperburuk keadaan VOC, gara-gara semakin terpisah dari negeri Belanda. Karena keadaan berikut untuk menjaga Batavia dari ancaman Inggris, VOC pun meminjam sekitar 2.300 prajurit Surakarta & Yogyakarta, samasekali para prajurit itu hanya “nongkrong” & tidak pernah bertempur, gara-gara nampaknya Inggris tidak melaksanakan serangan.

Di bidang keuangan VOC punya hutang yang melebihi kapital & asetnya, supaya keadaan terlampau terpuruk. Dari th. 1781 VOC tidak mampu membagikan deviden kepada pemegang sahamnya, supaya penduduk & dunia bisnis di negeri Belanda mempertanyakan perihal itu.

Dalam keadaan berikut restrukturisasi di pucuk pimpinan VOC menjadi ditunaikan pemerintah Belanda, yakni bersama membubarkan Manajemmen VOC, de Haren XVII yang selama nyaris 2 abad mengontrol perusahan ini & digantikan bersama sebuah komite yang melakukan tindakan sebagai direksi sekaligus menjalankan manajemen perusahaan yang sebenarnya sudah sekarat. Hal itu gara-gara sejak Mei 1795 Staaten Generaal mengusulkan kepada pemerintah Belanda supaya di reksi VOC, de Heren XVII, diganti bersama sebuah komite yang nama adalah Komite Urusan Dagang & Pendudukan Hindia Timur (Committee tot de Zaken van den Oost Indischen Handel en Bezettingen) & Komite berikut diusulkan beranggotakan 28 orang.

Selanjutnya pada akhir Desember 1799 pemerintah Belanda lantas mengambil keputusan untuk tidak memperpanjang kembali hak oktroi VOC yang pada kelanjutannya berakhir pada tanggal 31 Desember 1799. Kemudian di tanggal 1 Januari 1800 VOC dibubarkan secara resmi, dan juga untuk semua aktiva & pasivanya, berikut daerah kekuasaan beserta pemerintahannya di daerah-daerah jajahan, seterusnya di ambil alih pemerintah Belanda. https://materisekolah.co.id/contoh-teks-eksplanasi-pengertian-ciri-struktur-kaidah-kebahasaan-dan-contoh-lengkap/

Jadi bersama begitu riwayat VOC yang nyaris 2 ratus th. beroperasi di Nusantara pada kelanjutannya berakhir & menyisahkan sejarah, bahwa di Maluku VOC beroperasi dari th. 1607-1800.

Demikianlah ulasan yang kiranya pada kesempatan ini, mampu bahas, dan untuk kuranglebihnya mohon maaf. Semoga bermanfaat & semoga anda jadi orang yang sukses!

Baca Juga :