Sygenta Segera Pasarkan Benih Jagung Bioteknologi

Sygenta Segera Pasarkan Benih Jagung Bioteknologi

Sygenta Segera Pasarkan Benih Jagung Bioteknologi
Sygenta Segera Pasarkan Benih Jagung Bioteknologi

Usaha untuk memproduksi benih jagung bioteknologi terus dilakukan. Salah satunya diupayakan PT Sygenta Indonesia.

 

Perusahaan global yang berbasis di Swiss itu kini sedang mengembangkan benih jagung bioteknologi di sejumlah laboratorium riset miliknya. Riset yang sudah dilakukan sejak 5-6 tahun lalu kini sudah memasuki tahap akhir.

Head of Corporate Affairs Sygenta Indonesia Midzon Johannis mengatakan, benih jagung bioteknologi itu sudah lulus tahap uji keamanan lingkungan, keamanan pangan, dan keamanan pakan. Pihaknya tinggal menunggu regulasi lanjutan dari pemerintah berupa panduan pasca uji atau post-monitoring guidelines sebelum menjalani pengujian multiarea hingga kemudian sampai ke peluncuran varietas baru.

“Kami targetkan dua tahun lagi bisa segera dipasarkan. Setelah mendapatkan guidelines, baru kami akan melakukan ujicoba

melihat adaptasi varietas ini terhadap Indonesia. Kita sebenarnya sudah tertinggal karena Filipina 95 persen petani jagung sudah berbasis bioteknologi dan Vietnam sudah memulainya dua tahun lalu,” kata Midzon kepada redaksi, Sabtu (17/6).

Keunggulan dari benih jagung bioteknologi tersebut selain memicu produktivitas jagung lebih tinggi, juga punya ketahahan terhadap herbisida dan pestisida. Dengan demikian, penggunaan herbisida untuk menangkal gulma penganggu padi dan pestisida untuk menghalau serangga penggerek buah dan batang jagung tidak akan ikut menurunkan produksi jagung.

Sembari menunggu benih jagung bioteknologi bisa dipasarkan, Sygenta juga meluncurkan bibit hibrida jagung terbaru. Upaya itu dilakukan demi mendukung program swasembada jagung yang ditargetkan pemerintah tercapai pada 2018. Bibit hibrida tersebut diberi nama NK Perkasa yang diklaim tahan atas penyakit bulai yang mematikan benih jagung.

“Tapi permintaan untuk bibit ini cukup tinggi, sedangkan produksi kita belum mencapai level permintaan tersebut sejak

diluncurkan pada Maret lalu. Target kami, akhir tahun ini, semua permintaan untuk bibir hibrida NK Perkasa bisa terpenuhi. Kami akan kejar terus produksinya,” jelas Midzon.

Di samping itu, pelatihan manajemen usaha tani juga terus dilakukan Syngenta terhadap sejumlah kelompok petani jagung. Salah satunya di Dompu, Nusa Tenggara Barat selama tiga tahun terakhir. Kolaborasi bersama Bank Perkreditan Rakyat, pemda setempat dan asuransi pertanian itu mampu meningkatkan produksi individual petani dari sebelumnya 5 ton menjadi 7,5 ton

 

Baca Juga :