Sinyal Tersangkut Truk, Perjalanan KA Sempat Mandek

Sinyal Tersangkut Truk, Perjalanan KA Sempat Mandek

Sinyal Tersangkut Truk, Perjalanan KA Sempat Mandek
Sinyal Tersangkut Truk, Perjalanan KA Sempat Mandek

BANDUNG–Sebuah truk dengan muatan yang tinggi

telah membuat kabel persinyalan KA terputus. Peristiwa insiden terjadi di perlintasan KA Cicalengka.

Manager Humas PT KAI Daop 2 Bandung

Franoto Wibowo menjelaskan KA Majalaya jika sebuah truk bernomor polisi BK 8898 SS, yang melaju dari Majalaya melebihi batas muat, sekitar pukul 18.05 Kamis malam lalu.

“Truk itu menabrak kabel persinyalan sehingga terputus,” ujarnya.

Akibat insiden itu kawat persinyalan dan wesel di Stasiun

Cicalengka terputus yang membuat sejumlah perjalanan KA tertahan menunggu antrean masuk dan berangkat dari Stasiun Cicalengka. Keterlambatan terjadi selama 30 menit.

“Alhamdulillah, penanganan berlangsung lancar. Pada Jumat (22/7) dinihari, sekitar pukul 00.45, penanganan tuntas. Perjalanan kembali normal sekitar pukul 01.00,” tutupnya. jo

 

Baca Juga :

 

 

Pangdam Siliwangi Menjadi Komandan PON Jabar

Pangdam Siliwangi Menjadi Komandan PON Jabar

Pangdam Siliwangi Menjadi Komandan PON Jabar
Pangdam Siliwangi Menjadi Komandan PON Jabar

BANDUNG – Tim PON Jabar XIX/2016 semakin percaya diri s

etelah Pangdam III Siliwangi didaulat menjadi komandan tim.

Ketua Umum KONI Jawa Barat H Ahmad Saefudi menyebutkan kian optimistis karena Kontingen Jabar akan dikomandani oleh Pangdam III Siliwangi yang untuk kedua kalinya menjadi komantan kontingen bagi Kontingen “Maung Siliwangi”.

Pada PON XVIII/2012 di Riau, Pangdam III Siliwangi kala itu, Mayjen TNI Sony Wijaya juga menjadi Komandan Kontingen Jabar yang mana saat itu Jabar naik ke peringkat kedua klasemen perolehan medali.

“Kami kian reugreug dan makin optimistis untuk meraih target juara umum.

Dari pemetaan peluang dan kekuatan atlet, target Jabar masih di’on the track,” kata Ahmad Saefudin.

KONI Jawa Barat saat ini telah melakukan tahapan ‘aklimatisasi’ dan menciptakan kondisi atlet menjelang pertandingan sesungguhnya melalui program latihan yang telah dirancang oleh Satlak Prestasi Jabar Kahiji.

“Saat ini atlet dari 20 cabang olahraga sedang ditempa

dalam latihan intensif di luar negeri, dan mereka akan kembali menjelang PON XIX/2016 nanti tentunya dengan kondisi siap tempur,” katanya.

Sedangkan atlet lainnya tetap berlatih di pemusatan latihan masing-masing melahap program latihan yang tidak kalah intensifnya. Bahkan beberapa cabang olahraga telah melakukan latihan di venue atau tempat pertandingan yang akan dipergunakan untuk PON XIX/2016 Jabar.

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/147702851/pengembangan-ide-kreatif-dan-inovatif/

5 BUMN Jabar seleksi Siswa untuk dikirim ke Sulut

5 BUMN Jabar seleksi Siswa untuk dikirim ke Sulut

5 BUMN Jabar seleksi Siswa untuk dikirim ke Sulut
5 BUMN Jabar seleksi Siswa untuk dikirim ke Sulut

BANDUNG-Lima BUMN di Jawa Barat yakni PT Bio Farma

, PTPN III, PTPN VII, Perum Jasa Tirta II (PJT II) dan PT Pupuk Kujang akan kirim 20 Siswa SMA/SMK berprestasi dari Kabupaten/Kota Jawa Barat Ke Sulawesi Utara, untuk mengikuti pertukaran pelajar dengan siswa dari Sulawesi Utara dalam Program Siswa Mengenal Nusantara 2016 (SMN 2016) yang diprakarsai oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dengan proses seleksi sinergi dengan Dinas Pendidikan Jawa Barat.

Seleksi yang diselenggarakan pada tanggal 23 Juli 2016 di Aula Mohamad Yamin, Dinas Pendidikan Jawa Barat diikuti oleh 54 peserta yang berasal dari 10 SMA dan 10 SMK yang berada di seluruh Kota / Kabupaten di Jawa Barat.

Menurut Kordinator Dewan Juri SMN 2016,Tedi Hidayat

, kriteria penilaian SMN 2016 terdiri dari 3 aspek antara lain Prestasi Akademik, Wawasan Nusantara, Pengetahuan umum mengenai Jawa Barat seperti kesenian Jawa Barat, pariwisata, pemerintahan Jawa Barat dan faktor penunjang seperti pertujukan seni dan budaya.

“Kami tentu akan memilih siswa yang memiliki prestasi akademik yang baik,yang ditunjang dengan pengetahuan mereka mengenai wawasan nusantara dan pengetahuan mereka tentang Jawa Barat termasuk kultur dan kecakapan dalam berbahasa sunda, karena mereka akan mewakili Jawa Barat di Sulawesi Utara”,” katanya Sabtu.

Tedi menambahkan, setiap siswa seleksi diharuskan

untuk mengirim tulisan artikel yang telah ditentukan oleh dewan juri kemudian harus dipresentasikan di hadapan tim dewan juri.

Kordinator SMN Jawa Barat, N. Nurlaela Arief mengatakan program Siswa Mengenal Nusantara di Jawa Barat ini mengambil tema menggali potensi keanekaragaman hayati & budaya Jawa Barat, yang akan diberangkatkan pada 30 Juli – 6 Agustus 2016.

“Selain mengirim siswa Jabar ke Sulut, kami juga akan menerima siswa Sulut untuk mendapatkan pembelajaran dari 5 BUMN mengenai pengenalan aktivitas dan produk BUMN, Sosialisasi kontribusi BUMN kepada masyarakat, juga penerimaan dari Gubernur / Wagub Jabar dan dinas pariwisata tentang wawasan budaya, potensi wisata, ekonomi di Jawa Barat,” tambahnya. jo

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/147702863/manfaat-gotong-royong/

4 Masalah Pokok di dalam Pendidikan Nasional

4 Masalah Pokok di dalam Pendidikan Nasional

4 Masalah pokok di dalam pendidikan nasional – Pendidikan merupakan tidak benar satu segi yang pilih kualitas sumberdaya manusia (human resources). Semakin tinggi kualitas pendidikan suatu bangsa jadi tinggi pula kualitas sumberdaya manusianya

Oleh dikarenakan itu, titik bidik pengelolaan pendidikan oleh pemerintah berasal dari jaman ke jaman mengacu pada peningkatan kualitas pendidikan di semua jenjang pendidikan.

Untuk mewujudkan sasaran tersebut, pemerintah telah melakukan beragam inovasi di dalam proses dan proses pendidikan nasional. Hal itu perihal bersama dengan masalah pokok di dalam pendidikan nasional Indonesia.

Ada 4 masalah penting yang melatarbelakangi inovasi proses dan proses pendidikan nasional:

1.Pemerataan pendidikan
Upaya pemerintah untuk mengadakan gedung sekolah dan unit gedung baru, terutama jenjang pendidikan basic menengah dapat dikatakan telah rampung. Namun pemerataan beroleh kesempatan pendidikan masih kudu dikembangkan secara bertahap.

Program kudu belajar 9 tahun dianggap telah menggapai sasaran agar dilanjutkan bersama dengan program kudu belajar 12 tahun. Itu artinya, anak Indonesia sedikitnya kudu beroleh pendidikan sedikitnya tamat sekolah menengah atas (SMU/K/Sederajat).

2.Relevansi pendidikan
Pada awalnya, pembelajaran di instansi sekolah dinilai tidak relevan bersama dengan tuntutan di dalam dunia kerja. Lowongan kerja yang dibutuhkan tidak terpenuhi oleh lulusan sekolah.

Oleh dikarenakan itu, terutama tingkat SMU/K/Sederajat diadakan program pilihan cocok minat peserta didik. Usaha itu termasuk dibuktikan bersama dengan penyempurnaan kurikulum pendidikan di instansi sekolah.

3.Kualitas pendidikan
Kualitas pendidikan jadi hal yang tak dapat ditawar-tawar. Berbagai inovasi di dalam teknologi pendidikan jadi disempurnakan. Salah satu yang paling anyar adalah pendekatan saintifik di dalam pembelajaran. Mengarahkan siswa pada proses bagaimana beroleh ilmu pengetahuan.

4.Efisiensi pendidikan
Proses pendidikan yang efektif dinilai bakal tingkatkan kualitas pendidikan. Oleh dikarenakan itu inovasi pendidikan kudu berorientasi pada bagaimana pelaksanaan pembelajaran di sekolah. Pembelajaran efektif dan efektif jadi tuntutan agar efisiensi pendidikan dapat diwujudkan.

Sumber : https://www.lele.co.id/panduan-lengkap-7-cara-menanam-hidroponik-sederhana-di-pekarangan/

Buah Manis Proses Pendidikan adalah Sikap dan Karakter Baik

Buah Manis Proses Pendidikan adalah Sikap dan Karakter Baik

Buah manis proses pendidikan adalah sikap dan karakter Baik – Hasil manis berasal dari buah pendidikan di sekolah maupun di lingkungan keluarga adalah sikap dan perilaku baik. Di sekolah, seluruh mata pelajaran menyelipkan nilai-nilai karakter dan kepribadian di samping nilai akademis yang dapat tercantum terhadap buku rapor siswa.

Program wajib belajar 9 tahun dianggap sudah mencapai sasaran sehingga dilanjutkan dengan program wajib belajar 12 tahun. Itu artinya, anak Indonesia minimal harus mendapatkan pendidikan minimal tamat sekolah menengah atas (SMU/K/Sederajat). 2.Relevansi pendidikan Pada awalnya, pembelajaran di lembaga sekolah dinilai tidak relevan dengan tuntutan dalam dunia kerja. Lowongan kerja yang dibutuhkan tidak terpenuhi oleh lulusan sekolah. Oleh sebab itu, khususnya tingkat SMU/K/Sederajat diadakan program pilihan sesuai minat peserta didik. Usaha itu juga dibuktikan dengan penyempurnaan kurikulum pendidikan di lembaga sekolah. 3.Kualitas pendidikan Kualitas pendidikan menjadi hal yang tak dapat ditawar-tawar. Berbagai inovasi dalam teknologi pendidikan semakin disempurnakan. Salah satu yang paling anyar adalah pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Mengarahkan siswa pada proses bagaimana memperoleh ilmu pengetahuan. 4.Efisiensi pendidikan Proses pendidikan yang efisien dinilai akan meningkatkan kualitas pendidikan. Oleh sebab itu inovasi pendidikan harus berorientasi pada bagaimana pelaksanaan pembelajaran di sekolah. Pembelajaran efektif dan efisien menjadi tuntutan agar efisiensi pendidikan dapat diwujudkan.

Siswa mesti mampu menuai buah manis itu bersama perlihatkan karakter yang baik kepada sesama teman, guru dan orang tua di rumah. Siswa dikatakan udah gagal memanen buah manis pendidikan jikalau tidak mampu perlihatkan karakter baik kendati nilai akademisnya bagus.

Nilai akademis (intelektual) berbentuk pas dan manfaatnya sangat terbatas. Dikatakan terbatas, dikarenakan nilai itu diperlukan terhadap pas atau saat-saat spesifik saja. Misalnya, untuk menentukan juara di sekolah dan kriteria untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Toh, nilai akademis itu tidak diperlukan lagi pas mencari pekerjaan, mencari jodoh, menempuh rumah tangga, dan lain sebagainya. Adakah kenyataannya orang yang mempunyai nilai rapor semasa sekolah saat mereka mencari pekerjaan, jodoh, menempuh rumah tangga? Mungkin tidak ada!

Buah manis pendidikan yang bertahan lama dan mampu dipergunakan seumur hidup adalah sikap dan karakter baik. Mencari pekerjaan tidak cuma perlu ijazah sebagai kriteria administratif, tapi kepribadian seseorang sangat menentukan diterima atau tidaknya oleh pengguna jasa.

Pihak pengguna jasa dapat enggan menerima calon pegawai baru yang tidak berprilaku baik kendati memiliki ijazah sarjana dan pengalamannya segudang.

Mungkin ijazah tetap ditanyakan orang tatkala mencari jodoh, sarjana atau tidak, berpendidikan atau tidak. Namun sikap dan tingkah laku seseorang tak dapat dulu lupa dipertimbangkan orang.

Saat menjalani kehidupan berumah tangga, sikap dan karakter baik dapat mewarnai perjalanan hidup di dalam keluarga.

Kesimpulannya, sikap dan karakter yang baik sebagai buah manis pendidikan dapat berlaku seumur hidup. Semoga siswa mampu menuai buah manis pendidikan dan menikmatinya sehabis selesaikan pendidikannya.

Sumber : https://www.ruangguru.co.id/download-contoh-surat-penawaran-harga-yang-benar/

Mengurai Makna Peringatan Hari Pendidikan Nasional

Mengurai Makna Peringatan Hari Pendidikan Nasional

Mengurai makna peringatan hari pendidikan nasional – Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) jatuh pada tanggal 2 Mei setiap tahun. Peringatan Hardiknas mengenai dengan hari lahir Ki Hadjar Dewantara.

Beliau adalah seorang tokoh pelopor pendidikan Indonesia dan pendiri instansi pendidikan Taman Siswa. Pada zaman kolonial, tidak semua anak bangsa yang bisa mengenyam bangku pendidikan.

Yang boleh bersekolah sekedar anak spesifik saja dari golongan tertentu. Nah, beliau gigih memperjuangkan sehingga semua anak beroleh kesempatan beroleh pendidikan.

Sampai sementara ini, tanggal 2 Mei bukanlah hari libur nasional. Namun segenap insan pendidikan, lebih-lebih instansi pendidikan di negeri ini memperingatinya dengan bermacam acara.

Acara pokok adalah pelaksanaan upacara bendera di setiap instansi pendidikan yang dipusatkan di tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi sampai tingkat nasional. Biasanya dalam upacara disertai dengan penyampaian sambutan (tertulis) pejabat terkait.

Peringatan Hardiknas sesungguhnya tidak hanya punya nilai seremonial belaka. Yang paling penting adalah bagaimana peserta upacara bendera bisa menghayati makna perjuangan Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hadjar Dewantara.

Pemerintah Indonesia mempunyai komitmen tinggi pada pendidikan di negeri ini. Program harus studi menjadi tidak benar satu bukti komitmen tersebut. Segenap insan pendidikan harus membantu program berikut sehingga sesuai dengan perjuangan tokoh nasional, Ki Hadjar Dewantara.

Guru sebagai insan pendidikan berperan sebagai ujung tombak pendidikan di lapangan. Seyogyanya pahlawan pembangun insan cendikia bisa memberikan service paling baik pada anak bangsa yang tengah ikuti proses pendidikan.

Perjuangan guru dalam mencerdaskan anak bangsa tidak bakal percuma gara-gara jasa para pendidik, anak bangsa menjadi cerdas dan berbudaya. Ujung-ujungnya adalah negara ini bakal maju dan setara dengan bangsa lain yang lebih duluan maju.

Di segi lain, peserta didik hendaknya juga mengerti kalau proses pendidikan yang mereka jalani adalah untuk kepentingan peserta didik sendiri. Ikuti proses pendidikan di instansi sekolah dengan baik.

Tentu saja, peserta didik bakal menuai buah manis pendidikan yang berlangsung. Hasil pendidikan itu sesungguhnya tidak bisa dinikmati dalam sementara dekat, tetapi harus sementara yang lumayan panjang sekian th. yang bakal datang.

Baca Juga :

BJB Buka Kantor di Dago

BJB Buka Kantor di Dago

BJB Buka Kantor di Dago
BJB Buka Kantor di Dago

BANDUNG-PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk

alias bank bjb terus meningkatkan pelayanan dengan menambah kantor.

Direktur bank bjb Ahmad Irvan mengatakan penambahan kantor juga untuk meningkatkan pendapatan.

“Pada periode 2016, kami mencatat pertumbuhan kredit 15,7% lebih baik dari pada pencapaian periode 2015. Kami pun berhasil menurunkan rasio kredit bermasalah (NPL) menjadi 1,7%. Begitu pula dalam hal sisi permodalan, rasio kecukupan modal (CAR) naik menjadi 18,1%,” ujarnya.

Dalam acara yang juga dihadiri Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Kantor Regional 2 Jabar, Sarwono, Deputi Direktur Bank Indonesia (BI) Jabar, Mikael Budi Satrio. Ahmad Irfan mengatakan, kehadiran Kantor Wilayah I, yang sebelumnya berlokasi di Jalan Ahmad Yani 414 Bandung, memiliki peran penting dalam menunjang kinerja perbankan yang berkantor pusat di Jalan Naripan Bandung. Ahmad Irfan meneruskan, sejauh ini, pihaknya mengoperasikan lima kantor wilayah.

Diantara ke-5 kantor wilayah itu, ungkapnya, Kantor Wilayah

I adalah kontributor laba terbesar diantara wilayah lainnya. Secara aset pun, lanjutnya, sekitar 40% merupakan kontribusi Wilayah I. “Kami merelokasi agar mempermudah dan lebih nyaman para nasabah saat bertransaksi,” jelasnya. jo

 

Baca Juga :

 

 

Ketua Persit KCK PD III Siliwangi Ajak Bersyukur

Ketua Persit KCK PD III Siliwangi Ajak Bersyukur

Ketua Persit KCK PD III Siliwangi Ajak Bersyukur
Ketua Persit KCK PD III Siliwangi Ajak Bersyukur

BANDUNG-Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) PD III/Siliwangi

Ny. Metty M. Herindra beserta Pengurus melaksanakan Kunjungan Kerja Ke Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XLV Yonif 301 Korcab Rem 062 Garut di Conggeang, Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (30/1).

Pada kesempatan tersebut Ny. Metty M. Herindra juga memberikan pengarahan

kepada seluruh anggota Persit KCK XLV Yonif 301 Korcab Rem 062 PD III/Siliwangi dan berbagi pengalaman serta mengajak anggota persit untuk selalu bertakwa kepada Tuhan YME, rajin beribadah selalu taat kepada agamanya.

Selanjutnya Ketua Persit KCK PD III Siliwangi mengatakan bahwa peran dan tugas kita sebagai istri prajurit sesungguhnya memiliki peran besar dalam mengarungi kehidupan ini, baik sebagai pendamping suami, ibu rumah tangga, anggota organisasi dan anggota organisasi kemasyarakatan. Setiap peran tersebut harus dapat berjalan seiring dan selaras satu dengan yang lainnya, sehingga upaya

memilih dan memilah waktu untuk menjalankan peran tersebut

harus benar-benar dapat dilakukan sebaik mungkin. Diakhir sambutannya Ketua Persit mengharapkan Anggota Persit bisa selalu bersyukur atas semua yang diperoleh, dan selalu berupaya berbuat yang terbaik bagi keluarga, satuan dan negara.

Pada acara tambahan Ketua Persit menyempatkan untuk meninjau Taman Kanak-Kanak serta PAUD, yang dikelola oleh Persit KCK XLV Yonif 301 Korcab Rem 062 PD III/Siliwangi. (Pun)

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/147702837/gelombang-elektromagnetik/

Keberlanjutan Program USAID Prioritas

Keberlanjutan Program USAID Prioritas

Keberlanjutan Program USAID Prioritas
Keberlanjutan Program USAID Prioritas

BANDUNG–Beragam praktik yang baik dalam bidang pembelajaran, manajemen sekolah, budaya baca, partisipasi masyarakat, dan tatakelola pendidikan di daerah kab/kota mitra USAID PRIORITAS diyakini sebagai kemajuan penting bidang pendidikan.

Menjelang program USAID berakhir, menjadi tekad segenap pemangku kepentingan pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk merawat dan mengembangkannya lebih lanjut. Untuk itu, sejumlah upaya strategis untuk menjamin sustainabilitas praktik baik itu sudah mulai dipikirkan dan dirancang.

Hal demikian mengemuka pada rapat koordinasi para pemangku kepentingan pendidikan

Jawa Barat di Bandung, Selasa (24/1).

Hadir pada kesempatan ini perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Barat, Biro Pemerintahan dan Kerjasama Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jawa Barat, Biro Pelananan dan Pengembangan Sosial Dasar (Yanbangsos) Setda Jabar, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Barat, Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag, Balai Diklat Kemenag (BDK) Jabar, Bappeda Jawa Barat, dan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ilmu Pengetahuan Alam (P4TK-IPA).

Kepala Seksi Bina PAUDNI dan Dikdas Disdikbud Jabar Aang Karyana mengatakan

, Disdik Jabar masih memfasilitasi BOS untuk SD dan SMP sampai pada tahun 2017, masih memfasilitasi murid mutasi, dan masih memfasilitasi UAN. Ini semua memungkinkan Disdik Jabar turut mengamankan kesinambungan praktik yang baik warisan USAID PRIORITAS.
Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan Disdikbud Jabar Hendra Kusuma Sumantri mengaku, pihaknya sedang mengajukan regulasi agar pemerintah daerah di tingkat provinsi juga bisa berkontribusi dalam pembinaan pendidikan dasar di tingkat kabupaten dan kota. Dengan demikian, pemerintah provinsi bisa turut andil secara langsung menjamin keberlanjutan praktik pendidikan yang baik dampak program USAID PRIORITAS.

Erna Irnawati, Koordinator USAID PRIORITAS Jawa Barat, menyambut baik

niat kuat para pemangku kepentingan pendidikan Jawa Barat untuk memelihara praktik pendidikan yang baik. “Saat peran kami berkurang dan kemudian berakhir, peran pemerintah provinsi dengan segenap pemangku kepentingan pendidikan seyogianya semakin kuat dan dominan untuk memelihara dan mengembangkan lebih lanjut dampak program ke daerah dan sekolah/madrasah yang belum mendapatkan manfaat program,” katanya. [DS]

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/reedcooper/blog/entry/147950987/how-to-learn-more-about-business

Menteri Kelautan dan Perikanan Berikan Kuliah Umum di Sabuga

Menteri Kelautan dan Perikanan Berikan Kuliah Umum di Sabuga

Menteri Kelautan dan Perikanan Berikan Kuliah Umum di Sabuga
Menteri Kelautan dan Perikanan Berikan Kuliah Umum di Sabuga

BANDUNG-Menteri Kelautan dan Perikanan RI,

Susi Pudjiastuti hadir ditengah para mahasiswa baru ITB, memberikan kuliah umum di Sabuga, Jalan Taman Sari Bandung, Jumat (18/8).

Kegiatan ini merupakan bagian dari penerimaan mahasiswa baru ITB tahun 2017 dimulai dengan kegiatan seleksi penerimaan mahasiswa baru, baik program sarjana maupun pascasarjana, mulai bulan Januari 2017 hingga bulan Juli 2017.

Sekitar 4.000 orang mahasiswa baru ITB program Sarjana telah

resmi diterima melalui Sidang Terbuka yang diselenggarakan pada tanggal 7 Agustus 2017. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya ITB melalui Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa (OSKM) memperkenalkan kepada mahasiswa baru tentang kemahasiswaan dan studi di lingkungan kampus ITB. OSKM sendiri berisi rangkaian penyambutan dan pengenalan ITB yang diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa (KM).

Tahun 2017, bertepatan dengan hari ulang tahun Republik Indonesia ke-72

, acara OSKM 2017 dibuka oleh Rektor ITB di Lapangan Sarana Olah Raga Ganesa. Acara OSKM 2017 akan diselenggarakan empat hari sampai tanggal 19 Agustus 2017 dan Open House Unit tanggal 26 Agustus 2017.

Hari ini, tanggal 18 Agustus 2017, Menteri Susi Pudjiastuti hadir ditengah mahasiswa baru ITB di Gedung Sabuga dengan memberikan kuliah umum tentang Realitas Bangsa di Bidang Karya Sosial Masyarakat dan Sosial Politik.

Kedatangan Susi mendapatkan tepuk tangan meriah dari mahasiswa angkatan baru yang hadir di Sabuga. Jo

 

Baca Juga :