Prinsip Penilaian Menurut Kurikulum 2013

Prinsip Penilaian Menurut Kurikulum 2013

 

Prinsip Penilaian Menurut Kurikulum 2013

Perlu kita ketahui bahwa dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 perlu diperha

tikan prinsip-prinsip, pendekatan-pendekatan, dan karakteristik-karakteristik penilaian yang diamanahkan oleh Kurikulum 2013.

Prinsip Penilaian Menurut Kurikulum 2013

Adapun prinsip-prinsip yang harus diperhatikan oleh guru pada saat melaksanakan penilaian untuk implementasi Kurikulum 2013 baik pada jenjang pendidikan dasar (SD/MI) maupun pada jenjang pendidikan menengah (SMP/MTs, SMA/MA dan SMK/MAK) adalah:
  • Sahih

Penilaian yang dilakukan haruslah sahih, maksudnya penilaian didasarkan pada data yang memang mencerminkan kemampuan yang ingin diukur.
  • Objektif

Penilaian yang objektif adalah penilaian yang didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas dan tidak boleh dipengaruhi oleh subjektivitas penilai (guru).
  • Adil

Penilaian yang adil maksudnya adalah suatu penilaian yang tidak menguntungkan atau merugikan siswa hanya karena mereka (bisa jadi) berkebutuhan khusus serta memiliki perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender.
  • Terpadu

Penilaian dikatakan memenuhi prinsip terpadu apabila guru yang merupakan salah satu komponen tidak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran.
  • Terbuka

Penilaian harus memenuhi prinsip keterbukaan di mana kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan yang digunakan dapat diketahui oleh semua pihak yang berkepentingan.

  • Menyeluruh dan berkesinambungan

Penilaian harus dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan oleh guru dan mesti mencakup segala aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai. Dengan demikian akan dapat memantau perkembangan kemampuan siswa.
  • Sistematis

Penilaian yang dilakukan oleh guru harus terencana dan dilakukan secara bertahap dengan mengikuti langkah-langkah yang baku.
  • Beracuan kriteria

Penilaian dikatakan beracuan kriteria apabila penilaian yang dilakukan didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan.
  • Akuntabel

Penilaian yang akuntabel adalah penilaian yang proses dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi teknik, prosedur, maupun hasilnya.
  • Edukatif

Penilaian disebut memenuhi prinsip edukatif apabila penilaian tersebut dilakukan untuk kepentingan dan kemajuan pendidikan siswa.

Pendekatan Penilaian Menurut Kurikulum 2013

Menurut Kurikulum 2013, penilaian yang dilakukan harus menggunakan pendekatan-pendekatan berikut:
  • Acuan Patokan

Dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 pada aspek penilaiannya, maka semua kompetensi perlu dinilai dengan menggunakan acuan patokan berdasarkan pada indikator hasil belajar. Sekolah terlebih dahulu harus menetapkan acuan patokan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.
  • Ketuntasan Belajar

Ketuntasan belajar menurut kurikulum 2013 ditentukan sebagai berikut:
Ketuntasan belajar dan konversi nilai menurut Kurikulum 2013
  • Untuk KD pada KI-3 dan KI-4, siswa dapat dikatakan belum tuntas belajar untuk menguasai KD yang dipelajarinya bila menunjukkan indikator nilai < 2.66 dari hasil tes formatif.
  • Untuk KD pada KI-3 dan KI-4, siswa dinyatakan sudah tuntas belajar untuk menguasai KD yang dipelajarinya apabila menunjukkan indikator nilai ≥ 2.66 dari hasil tes formatif.
  • Untuk KD pada KI-1 dan KI-2, ketuntasan siswa dilakukan dengan memperhatikan aspek sikap pada KI-1 dan KI-2 untuk seluruh matapelajaran, yakni jika profil sikap siswa secara umum berada pada kategori baik (B) menurut standar yang ditetapkan satuan pendidikan yang bersangkutan.

Adapun implikasi dari adanya persyaratan ketuntasan belajar tersebut adalah sebagai berikut.

  • Untuk KD pada KI-3 dan KI-4: diberikan remedial individual sesuai dengan kebutuhan kepada peserta didik yang memperoleh nilai kurang dari 2.66;
  • Untuk KD pada KI-3 dan KI-4: diberikan kesempatan untuk melanjutkan pelajarannya ke KD berikutnya kepada peserta didik yang memperoleh nilai 2.66 atau lebih dari 2.66; dan
  • Untuk KD pada KI-3 dan KI-4: diadakan remedial klasikal sesuai dengan kebutuhan apabila lebih dari 75% peserta didik memperoleh nilai kurang dari 2.66.
  • Untuk KD pada KI-1 dan KI-2, pembinaan terhadap peserta didik yang secara umum profil sikapnya belum berkategori baik dilakukan secara holistik (paling tidak oleh guru matapelajaran, guru BK, dan orang tua).

Karakteristik Penilaian Menurut Kurikulum 2013

  • Belajar Tuntas

Untuk kompetensi pada kategori pengetahuan dan keterampilan (KI-3 dan KI-4), siswa tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan berikutnya, sebelum mampu menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur yang benar dan hasil yang baik. Asumsi yang digunakan dalam belajar tuntas adalah siswa dapat belajar apapun, hanya waktu yang dibutuhkan yang berbeda. Siswa yang belajar lambat perlu waktu lebih lama untuk materi yang sama, dibandingkan siswa pada umumnya.
  • Otentik

Memandang  penilaian  dan  pembelajaran  secara  terpadu. Penilaian otentik harus mencerminkan masalah dunia nyata, bukan dunia sekolah. Menggunakan berbagai cara dan kriteria holistik (kompetensi utuh merefleksikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap). Penilaian otentik tidak hanya mengukur apa yang diketahui oleh siswa, tetapi lebih menekankan mengukur apa yang dapat dilakukan oleh siswa.
  • Berkesinambungan

Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran yang utuh mengenai perkembangan hasil belajar siswa, memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil terus menerus dalam bentuk penilaian proses, dan berbagai jenis ulangan secara berkelanjutan (ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, atau ulangan kenaikan kelas).
  • Berdasarkan acuan kriteria

Kemampuan siswa tidak dibandingkan terhadap kelompoknya, tetapi dibandingkan terhadap kriteria yang ditetapkan, misalnya ketuntasan minimal, yang ditetapkan oleh satuan pendidikan masing-masing.
  • Menggunakan  teknik penilaian yang bervariasi

Teknik penilaian yang dipilih dapat berupa tertulis, lisan, produk, portofolio, unjuk kerja, projek, pengamatan, dan penilaian diri.

Baca Juga :

Cara dan Panduan Menanam Buah Jeruk Bali

Cara dan Panduan Menanam Buah Jeruk Bali – Buah jeruk sendiri memiliki tidak sedikit sekali jenis dan macamnya tergantung dari ukuran dan rasa. Ada jeruk berukuran kecil sekecil bola bekel sampai jeruk berukuran sebesar bola basket. Ada pula jenis jeruk dengan rasa paling asam sampai jeruk manis dan bertolak belakang jika kamu melihat Cara Penanaman Aquaponik, urusan ini tentunya pun mempengaruhi harga jeruk tersebut.

 

Cara Menanam Jeruk Bali dalam Pot

Langkah kesatu dalam teknik menanam jeruk bali dalam pot yang tepat yakni menyiapkan bibit tumbuhan jeruk bali. Ada tidak sedikit cara yang bisa kamu lakukan guna mendapatkan bibit jeruk bali yang berbobot | berbobot | berkualitas dan pantas tanam :

  • Pertama kamu bisa mendapat  bibit secara langsung dari biji jeruk bali. Jika kamu ingin mendapatkannya dari biji bertolak belakang dengan Cara Budidaya Ikan Aquaponik, maka keringkan biji terlebih dahulu dengan teknik menjemurnya selama tidak cukup lebih 2 sampai 3 hari.
  • Setelah biji kering, angin- anginkan sekitar 5 menit dan rendam dalam air selama tidak cukup lebih 4 sampai 7 jam.
  • Buatlah media semai memakai wadah tray ataupun polybag, campurkan tanah, sekam dan pupuk dengan komparasi 2: 1: 1 dan masukkan ke dalam wadah tersebut.
  • Sebarkan biji jeruk bali pada wadah dan tutup biji dengan tanah gabungan yang sama. Setelah tersebut lembabkan tanah dengan menyiramnya memakai metode spray.
  • Lakukan proses perawatan hingga embrio menjadi bibit dengan elevasi mencapai 10 cm.
  • Di samping itu, kamu juga dapat memperoleh bibit dengan teknik vegetative yaitu mengerjakan proses stek dan cangkok.
  • Untuk mendapat  bibit dari stek dan cangkok, kamu tentunya butuh memilih indukan yang unggul, tidak berpenyakit ataupun cacat.
  • Adapun teknik paling gampang dar efektif yakni dengan melakukan pembelian bibit jeruk bali secara langsung ataupun online. Untuk menemukan bibit unggulan kamu perlu menyaksikan review ataupun bertanya terlebih dahulu untuk penjualnya.
  • Jika kamu membeli bibit, usahakan bibit adalahjenis bibit yang telah siap tanam dengaan elevasi sekitar 30 sampai 40 cm.

Media Tanam Bibit Jeruk Bali

Setelah kamu menyiapkan bibit jeruk bali yang bertolak belakang dengan Cara Mengatasi Penyakit Busuk Akar pada Tanaman Padi, tahapan selanjutnya dalam teknik menanam jeruk bali dalam pot yaitu menciptakan media tanam. Media tanam yang dimaksud pastinya media dengan wadah pot, dan inilah pejelasan singkatnya :

  • Pertama pilih jenis pot yang kamu sukai, kamu bisa memilih jenis pot plastik laksana pada umumnya, ataupun pot porselen. Tapi bakal lebih praktis dan gampang jika kamu memilih pot plastik, selain gampang didapat pun ringan bila kamu ingin memindahkannya.
  • Setelah tersebut jangan tak sempat untuk menyimak ukuran pot, sangat urgen bagi kamu untuk memilih ukuran pot yang sesuai. Karena jeruk bali bisa tumbuh besar dan tinggi, disarankan kamu memilih pot dengan ukuran besar dengan diameter lebih dari 30 cm.
  • Selain tersebut perhatikan unsur bawah pot, usahakan pot mempunyai lubang kecil- kecil untuk menangkal terjadinya busuk akar.
  • Setelah kamu menyiapkan pot, tahapan berikutnya yakni menyiapkan media tanah berupa pupuk kandang ataupun kompos dan tanah.
  • Campur tanah dan pupuk dengan komparasi 2 : 1 dan masukkan ke dalam pot, untuk menangkal tumpahnya tanah ketika kamu memindahkan pot maka sediakan ruang kososng pada media di unsur atas dengan elevasi 5 cm.
  • Buatlah lubang tanam dengan kedalaman selama 10 cm pada pot. Untuk masing-masing pot yang ada, kamu hanya dapat menyediakan 1 buah lubang tanam.

Pemindahan Bibit Jeruk Bali

Proses pemindahan dilaksanakan ketika bibit telah benar- benar siap tanam, dan berikut keterangan singkatnya:

  • Setelah kamu membuat lubang tanam, siapkan bibit jeruk bali yang akan kamu tanam.
  • Pisahkan bibit dari media semai secara perlahan dan tidak boleh sampai akar ataupun struktur tanamannya rusak.
  • Setelah tersebut masukkan bibit pada lubang tanam, untuk masing-masing lubang tanam, kamu hanya dapat memasukkan 1 bibit jeruk bali saja.
  • Setelah tersebut tutup lubang tanam dengan tanah gabungan dan tidak boleh lupa tidak banyak padatkan supaya bibit bisa berdiri kokoh.
  • Siram dengan air guna melembabkan tanah pada media tanam dan pindahkan tumbuhan pada tempat dengan penyinaran cukup.
  • Langkah selanjutnya yaitu kerjakan proses perawatan dengan mengerjakan penyiraman, pemupukan lanjutan dan tidak boleh lupa guna menjaga kesucian tanaman serta mengerjakan pengobatan andai terjangkit hama ataupun penyakit.

Inilah cara menanam jeruk bali yang tepat, semoga bermanfaat. Sumber : www.faunadanflora.com/

PENELITIAN KUALITATIF : GROUNDED THEORY APPROACH

PENELITIAN KUALITATIF : GROUNDED THEORY APPROACH

PENELITIAN KUALITATIF A
PENELITIAN KUALITATIF A
  1. Pendahuluan
Grounded Theory Approach adalah metode penelitian kualitatif yang menggunakan sejumlah prosedur sistematis guna mengembangkan teori dari kancah. Pendekatan ini pertama kali disusun oleh dua orang sosiolog Barney Glaser dan Anselm Strauss, yang menghasilkan karya buku, yaitu: The Discovery of Grounded Theory (1967); Theoritical Sensitivity (1978); Qualitative Analysis for Social Scientists (1987); dan Basics of Qualitative Research: Grounded Theory Procedures and Techniques (1990). Menurut Glaser dan Strauss, pendekatan grounded theory merupakan metode ilmiah, karena prosedur kerjanya yang dirancang secara cermat sehingga memenuhi keriteria metode ilmiah. Keriteria dimaksud adalah adanya signifikansi, kesesuaian antara teori dan observasi, dapat digeneralisasikan, dapat diteliti ulang, adanya ketepatan dan ketelitian, serta dapat dibuktikan.

Sesuai dengan nama yang disandangnya, tujuan dari grounded theory approach adalah teoritisasi data. Teoritisasi adalah sebuah metode penyusunan teori yang berorientasi tindakan/interaksi, karena itu cocok digunakan untuk penelitian terhadap perilaku. Penelitian ini tidak bertolak dari suatu teori atau untuk menguji teori (seperti paradigma penelitian kuantitatif), melainkan bertolak dari data menuju suatu teori. Untuk maksud itu, yang diperlukan dalam proses menuju teori itu adalah prosedur yang terencana dan teratur (sistematis). Selanjutnya, metode analisis yang ditawarkan Grounded Theory Approach adalah teoritisasi data (grounded theory).
Grounded theory pada dasarnya dapat diterapkan pada berbagai disiplin ilmu-ilmu sosial, namun demikian seorang peneliti tidak perlu ahli dalam bidang ilmu yang sedang ditelitinya. Hal yang lebih penting adalah bahwa dari awal peneliti telah memiliki pengetahuan dasar dalam bidang ilmu yang ditelitinya, supaya ia paham jenis dan format data yang dikumpulkannya.


  1. Perumusan Masalah Penelitian
Paradigma kualitatif mengasumsikan bahwa di dalam kehidupan sosial selalu ditemukan regulasi-regulasi yang relatif sudah terpola. Pola-pola regulasi yang ditemukan melalui penelitian itulah yang dirumuskan menjadi teori. Asumsi ini dipertegas dalam grounded theory, dengan menyatakan bahwa; (a) semua konsep yang berhubungan dengan fenomena belum dapat diidentifikasi; dan (b) hubungan antarkonsep belum terpahami atau belum tersusun secara konseptual. Oleh sebab itu, tidak mungkin bagi seorang peneliti untuk mengajukan masalah yang sangat spesifik seperti yang dituntut dalam metode kuantitatif, baik variabel maupun tipe hubungan antarvariabelnya.
Substansi rumusan masalah dalam pendekatan grounded theory masih bersifat umum, yaitu dalam bentuk pertanyaan yang masih memberi kelonggaran dan kebebasan untuk menggali fenomena secara luas, dan belum sampai menegaskan mana saja variabel yang berhubungan dengan ruang lingkup masalah dan mana yang tidak. Demikian pula tipe hubungan antarvariabelnya belum perlu dieksplisitkan dalam rumusan masalah yang dibuat.

Bertolak dari dasar asumsi dan kemungkinan yang diutarakan di atas, rumusan masalah dalam grounded theory disusun secara bertahap. Pada tahap awal, sebelum pengumpulan data, dikemukan rumusan masalah yang bersifat luas (tetapi tidak terlalu terbuka), yang kemudian nanti setelah data yang bersifat umum dikumpulkan, rumusan masalahnya semakin dipersempit dan lebih difokuskan sesuai dengan sifat data yang dikumpulkan. Intinya adalah bahwa rumusan masalah dalam grounded theory disusun lebih dari satu kali. Rumusan masalah yang diajukan pada tahap pertama dimaksudkan sebagai panduan dalam mengumpul data, sedangkan rumusan masalah yang diajukan pada tahap berikutnya dimaksudkan sebagai panduan untuk menyusun teori.
Perumusan masalah yang disebut terakhir ini inheren dengan perumusan hipotesis penelitian. Seperti lazimnya pada setiap penelitian, rumusan masalah yang disusun pada tahap awal adalah yang memiliki substansi yang jelas serta diformulasikan dalam bentuk pertanyaan. Ciri rumusan masalah yang disarankan dalam grounded theory adalah: (a) berorientasi pada pengidentifikasian fenomena yang diteliti; (b) mengungkap secara tegas tentang obyek (formal dan material) yang akan diteliti, serta (c) berorientasi pada proses dan tindakan.

Contoh rumusan masalah awal pada grounded theory; “Bagaimanakah wanita yang berpenyakit kronis mengatasi kehamilan?”. Pertanyaan yang diajukan dalam rumusan masalah ini bermaksud untuk: (a) mengenali secara tepat dan mendalam perilaku wanita yang sedang berpenyakit kronis dalam mengatasi kehamilannya; (b) obyek formal penelitian adalah wanita yang berpenyakit kronis yang sedang hamil, sedangkan obyek materialnya adalah cara-cara yang dilakukan oleh wanita itu dalam mengatasi persoalan kehamilan dalam kondisi sakit; dan (c) orientasi utama yang disoroti adalah tahapan tindakan si wanita dan jenis-jenis atau bentuk-bentuk tindakan yang dipilih.
  1. Penggunaan Teori Terdahulu
Sebagaimana penelitian kualitatif pada umumnya, pendekatan grounded theory sama sekali tidak bermaksud untuk menguji teori, dan bahkan tidak bertolak dari variabel-variabel yang direduksi dari suatu teori. Sungguh tidak relevan jika penelitian dengan grounded theory dimulai dengan teori atau variabel yang telah ada, karena akan menghambat pengembangan rumusan teori baru. Oleh sebab itu, penelitian grounded theory tidak perlu terlalu terpangaruh oleh literatur karena akan menutupi kreativitas dalam mengumpul, memahami dan menganalisis data. Inilah yang dimaksudkan dalam pendekatan grounded theory, bahwa sesungguhnya peneliti belum memiliki pengetahuan tentang obyek yang diteliti, termasuk jenis data dan kategori-kategori yang mungkin ditemukan.
Pendekatan grounded theory, teori yang sudah ada harus diletakkan sesuai dengan maksud penelitian yang dikerjakan. Penelitian yang bermaksud menemukan teori dari dasar:

  1. Jika peneliti menghadapi kesulitan dalam hal konsep ketika merumuskan masalah, membangun kerangka berpikir, dan menyusun bahan wawancara, maka konsep-konsep yang digunakan oleh teori terdahulu dapat dipinjam untuk sementara sampai ditemukan konsep yang sebenarnya dari kancah,
  2. Jika penelitian dengan grounded theory menemukan teori yang memiliki hubungan dengan teori yang sudah dikenal, maka temuan baru itu merupakan sumbangan baru untuk memperluas teori yang sudah ada. Demikian pula, jika ternyata teori yang ditemukan identik dengan teori yang sudah ada, maka teori yang ada dapat dijadikan sebagai pengabsahan dari temuan baru itu,
  3. Jika peneliti sudah menemukan kategori-kategori dari data yang dikumpulkan, maka ia perlu memeriksa apakah sistem kategori serupa telah ada sebelumnya. Jika ya, maka peneliti perlu memahami tentang apa saja yang dikatakan oleh peneliti lain tentang kategori tersebut, tetapi bukan untuk mengikutinya. Penelitian yang bermaksud memperluas teori,
  4. Jika penelitian bermaksud untuk memperluas teori yang telah ada, maka penelitian dapat dimulai dari teori tersebut dengan merujuk kerangka umum teori itu. Dengan kata lain, kerangka teoritik yang sudah ada bisa digunakan untuk menginterpretasi dan mendekati data. Namun demikian, penelitian yang sekarang harus dikembangkan secara tersendiri dan terlepas dari teori sebelumnya. Dengan demikian, penelitian dapat dengan bebas memilih data yang dikumpulkan, sehingga memungkinkan teori awalnya dapat diubah, ditambah, atau dimodifikasi,
  5. Jika penelitian sekarang bertolak dari teori yang sudah ada, maka ia dapat dimanfaatkan untuk menyusun sejumlah pertanyaan atau menjadi pedoman dalam pengamatan /wawancara untuk mengumpul data awal,
  6. Jika temuan penelitian sekarang berbeda dari teori yang sudah ada, maka peneliti dapat menjelaskan bagaimana dan mengapa temuannya berbeda dengan teori yang ada.
  1. Analisis Data
Esensi kegiatan pengumpulan dan analisis data dalam grounded theory adalah proses yang saling berkaitan erat, dan harus dilakukan secara bergantian (siklus). Karena itu kegiatan analisis yang dibicarakan pada bagian berikut telah dikerjakan pada saat pengumpulan data sedang berlangsung. Kegiatan analisis dalam penelitian ini dilakukan dalam bentuk pengkodean (coding). Pengkodean merupakan proses penguraian data, pengonsepan, dan penyusunan kembali dengan cara baru. Tujuan pengkodean dalam penelitian grounded theory adalah untuk: (a) menyusun teori; (b) memberikan ketepatan proses penelitian; (c) membantu peneliti mengatasi bias dan asumsi yang salah; dan (d) memberikan landasan, memberikan kepadatan makna, dan mengembangkan kepekaan untuk menghasilkan teori.
Terdapat dua prosedur analisis yang merupakan dasar bagi proses pengkodean, yaitu: (a) pembuatan perbandingan secara terus-menerus (the constant comparative methode of analysis); dan (b) pengajuan pertanyaan. Konteks penelitian grounded theory, hal-hal yang diperbandingkan itu cukup beragam, yang intinya berada pada sekitar: (a) relevansi fenomena atau data yang ditemukan dengan permasalahan pokok penelitian; dan (b) posisi dari setiap fenomena dilihat dari sifat-sifat atau ukurannya dalam suatu tingkatan garis kontinum.

Sumber : Ngelag.Com

8 Teknologi yang Berpengaruh dan Patut di Pertimbangkan

8 Teknologi yang Berpengaruh dan Patut di Pertimbangkan

Perkembangan teknologi kini mempengaruhi strategi, manajemen dan model bisnis perusahaan. Tidak seluruh teknologi miliki pengaruh yang serupa untuk perusahaan, tetapi bergantung terhadap lini bisnis masing masing. Teknologi.id akan mengulas teknologi yang miliki pengaruh lintas industri dan international paling besar selama bertahun-tahun yang akan datang.

8 Teknologi yang Berpengaruh dan Patut di Pertimbangkan

Artificial Intelligence (AI)

AI adalah Kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh manusia bersama dengan algoritma perangkat lunak sehingga sebuah benda bisa melakukan tugas-tugas yang biasanya membutuhkan kecerdasan manusia layaknya persepsi visual, pengenalan suara, pengambilan keputusan, terjemahan bahasa, berpikir logis dan mengomputasi suatu perintah. Teknologi ini berkembang seiring bersama dengan terdapatnya pc dan inovasi untuk memudahkan berbagai sistem tanpa wajib bergantung kepada manusia. Selain itu merupakan suatu konsep yang terdiri dari banyak subbidang layaknya pembelajaran mesin yang berfokus kepada pengembangan program yang bisa mengajarkan diri untuk belajar, memahami, alasan, berencana dan bertindak lebih cerdas dikala beroleh data baru.

Augmented Reality (AR)

AR adalah integrasi Info digital bersama dengan lingkungan pengguna secara real time atau penambahan informasi/visual ke dunia fisik lewat grafik dan atau overlay audio untuk menambah pengalaman pengguna untuk suatu tugas atau produk. Perbedaaannya bersama dengan Virtual Reality adalah AR memakai dunia nyata bersama dengan beri tambahan benda-benda semu baru di atas nya. Salah satu umpama dari teknologi ini adalah Microsoft HoloLens, sebuah perangkat yang berfokus terhadap penggabungan hologram tiga dimensi yang berwujud augmented reality bersama dengan dunia nyata.

Blockchain

Blockchain adalah susunan data yang tidak bisa diubah hanya bisa ditambahkan saja atau bisa dikenal bersama dengan buku besar elektronik terdistribusi yang memakai algoritma perangkat lunak untuk mencatat dan mengkonfirmasi transaksi bersama dengan keandalan dan anonimitas. Setiap data dari blockchain mengakses di mana seandainya terjadi pergantian akan mempengaruhi data selanjutnya.

Drone

Perangkat berwujud kendaraan udara atau air yang terbang tanpa dioperasikan oleh awak atau pilot. Drone terjadi secara independent bersama dengan kendali lewat pc on-board atau lewat remote control. Tidak hanya digunakan di bidang militer tetapi waktu ini drone digunakan oelh banyak pihak untuk berbagai keperluan layaknya memotret dari jarak yang memadai jauh, mengantarkan barang hingga hiburan.

Internet of Things (IoT)

Sebuah konsep jaringan yang memungkinkan suatu objek miliki kekuatan untuk mentransfer data tanpa membutuhkan interaksi manusia ke manusia atau manusia ke komputer. IoT merupakan komunikasi antara mesin ke mesin di bidang manufaktur dan listik, perminyakan dan gas. Untuk pengertian biasanya bisa disimpulkan sebagai infrastruktur jaringan international yang menghubungkan benda-benda fisik dan virtual lewat eksploitasi data capture dan kekuatan komunikasi.

Robot

Agen virtual atau mesin elektro-mekanis yang mengotomatisasi, menambah atau menolong kegiatan manusia cocok bersama dengan instruksi atau secara otonom bersama dengan instruksi yang udah ditetapkan lewat program komputer.

Virtual Reality (VR)

Teknologi yang bisa berinteraksi bersama dengan suatu lingkungan yang disimulasikan oleh pc dari gambar tiga dimensi atau lingkungan lengkap. Teknologi ini membutuhkan peralatan yang paling umum adalah helm atau headset. Contoh dari VR adalah Google Cardboard.

Pencetakan 3D

Teknik pembuatan suatu objek padat tiga dimensi atau bentuk apa pun dari model digital. Berdasarkan model digital berikut sebuah mesin akan mencetak dari sebuah layer atau lapisan yang masing-masing dicetak di atas tiap tiap lapisan lainnya. Percetakan 3D ini bergantung terhadap “tinta” inovatif juga plastik, logam, kaca dan kayu.

5 Kemajuan Medis Luar Biasa yang Diharapkan di 2018

5 Kemajuan Medis Luar Biasa yang Diharapkan di 2018

Saat ini kami terhitung bisa memandang perusahaan teknologi merasa menjadi pemain yang mutlak di dunia fasilitas kesehatan dan menjadi mirip pentingnya layaknya perusahaan farmasi. Terobosan teknologi dalam segala perihal merasa dari pemantauan pasien hingga sleep apnea berasal dari Silicon Valley dan bisa secara dramatis merubah paradigma sementara ini.

5 Kemajuan Medis Luar Biasa yang Diharapkan di 2018

Klinik Cleveland, sepanjang 10 tahun terakhir, telah menyusun daftar tahunan inovasi medis yang dikehendaki untuk tahun-tahun mendatang.

Untuk menyebabkan prediksi, mereka mewawancarai lebih dari 150 dokter, 30 hingga 40 pemodal ventura dan beberapa media yang meliput industri medis untuk memperoleh analisis kolektif mereka berkenaan apa yang bakal terjadi. Daftar itu lantas diasah, menghilangkan kandidat yang telah lama ditembak, dan menjalani pemungutan suara ganda di antara para dokter dan pemodal ventura.

Dan inilah beberapa dari apa yang dikehendaki oleh banyak orang berkenaan inovasi medis ditahun ini.

Terapi gen untuk penyakit retina yang diturunkan
Dalam sebuah cara bersejarah, FDA telah menyetujui terapi gen untuk penyakit retina yang diturunkan. Persetujuan itu tandanya jaman baru untuk terapi gen, yang mengalami kemunduran sepanjang bertahun-tahun. Perawatan yang dibuat oleh Therapeutics Spark ini disebut Luxturna. Ini disuntikkan ke mata dan manfaatkan virus jinak untuk menambahkan salinan gen yang sehat ke retina. Meskipun bukan obat, Luxturna bisa tingkatkan penglihatan secara substansial. Luxturna dilabel harga: $850.000 untuk per perawatan sekali pakai.

Penurunan besar kolesterol LDL
Kolesterol jahat, yang dikenal sebagai low-density lipoprotein (LDL), merupakan faktor utama dalam penyakit jantung. Dan paduan obat baru khusus bisa menurunkan tingkat LDL hingga 75 persen. Inhibitor PCSK9, bersama bersama statin, terbukti terlalu kuat dalam mengurangi angka kolesterol jahat. Selain itu, penemuan ini terhitung bisa membantu orang terlalu merubah jenis hidup mereka untuk lebih fokus terhadap hidup sehat.

Jenis baru dalam pemantauan pasien
“Lebih dari 80 prosen pasien pasca operasi di Klinik Cleveland saat ini menemui dokter bedah mereka tiap tiap hari melalui sebuah aplikasi di iPhone, di mana mereka bisa membuktikan lukanya dan berkata bersama dokter,” ujar Roizen, Chief Wellness Office Klinik Cleveland. “Ini adalah kemudahan kenyamanan agar pasien tidak perlu singgah untuk pengecekan satu minggu. Sebaliknya, mereka bisa diamati tiap tiap hari.” Dan teknologi layaknya ini dikehendaki bisa diterapkan dimanapun.

Tidur malam yang lebih baik
Sleep apnea memengaruhi 22 juta orang dan bisa menyebabkan tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan stroke. Perawatan-perawatan populer, layaknya mesin CPAP, bisa saja efektif, namun mereka tetap menyebabkan sukar tidur bagi orang-orang yang mengalami sleep apnea. Neuromodulasi adalah cara baru untuk membuat sembuh apnea. Anggap saja sebagai alat pacu jantung untuk orang yang tidak cukup tidur. Implan ini dikendalikan oleh patch yang bisa dipakai sepanjang tidur yang merangsang pasien dan memastikan gelombang hawa utama tetap terbuka sepanjang tidur. Tes klinis telah mendorong, dan mereka pasti lebih nyaman untuk pasien daripada perangkat CPAP.

Pankreas buatan
Diabetes membunuh lebih banyak orang Amerika tiap tiap tahun daripada AIDS dan kanker payudara. Teknologi pankreas buatan dikehendaki menjadi lebih luas tahun ini gara-gara lebih banyak pasien menuntut teknologi dan lebih banyak perusahaan asuransi mengganti sistem. Pankreas buatan manfaatkan algoritma pc untuk secara otomatis dan terus menerus menambahkan pasokan insulin yang memadai ke tubuh. Disetujui oleh FDA, teknologi ini memungkinkan komunikasi langsung antara perangkat pemantauan glukosa dan pompa insulin untuk menstabilkan tingkat glukosa darah seseorang.

sumber : https://www.caraflashandroid.com/cara-download-video-youtube-di-android/

Penyebab Munculnya Rasa Khawatir Secara Tiba-Tiba Pada Manusia

Salah satu urusan yang sering hadir di benak kita ialah khawatir. Mungkin tidak sedikit dari anda yang telah sering merasakan apa tersebut khawatir, dan tersebut pertanda baik, karena artinya kamu hidup, terdapat aktivitas. Tetapi cemas berlebihan juga dapat melumpuhkan.

Apa sih cemas itu? Mengapa khawatir? Dan bagaimana teknik mengatasinya?

Lalu mengapa insan sering dan gampang terjebak dengan rasa khawatir?

1. Karena tidak mempunyai prioritas yang benar dalam hidupnya

Terkadang tidak sedikit dari anda yang bingung dalam memilih barang yang anda mau beli, antara merk dengan fungsi, sebab bersangkutan dengan gengsi, hendak terlihat baik, canggih dan mewah. Saat kamu mempunyai prioritas yang benar dalam hidup, kamu tidak akan gampang dikhawatirkan dengan hal-hal lain.

2. Tidak mempunyai gambar diri yang benar

Pada saat insan hidup kesatu kali, urusan yang mesti di bina dengan baik dan benar ialah gambar diri yang baik. Gambar diri dapat dibangun oleh orangtua dan lingkungan. Gambar diri ini menilai cerminan kehidupan seseorang di masa mendatang, andai gambar diri buruk maka besar bisa jadi kehidupannya pun akan buruk.

Dalam sejumlah kasus, www.pelajaran.id/ biasanya orang yang mempunyai gambar diri buruk memakai topeng dengan barang mewah dan segala format dandanan yang paling baik, dengan destinasi untuk menetralkan rasa khawatirnya. Sehingga merk dan brand menjadi lebih urgen daripada fungsinya.

Mari perbaiki 2 urusan ini dalam hidup kita, tentukan prioritas saat kamu merasa khawatir. Serta biasakan mempunyai gambar diri yang sehat, supaya keseharian anda bebas dan lepas dari khawatir. Memang, cemas tidak membunuh manusia, tetapi paling mengganggu kehidupan.

Pentingnya Pendidikan Karakter Yang Harus Dipahami semenjak Dini

Pendidikan yang diterapkan di sekolah-sekolah pun menuntut guna memaksimalkan kemampuan dan keterampilan kognitif. Dengan pemahaman laksana itu, sebetulnya ada hal beda dari anak yang tak kalah urgen yang tanpa anda sadari sudah terabaikan.Yaitu menyerahkan pendidikan karakterb pada anak didik. Pendidikan karakter penting dengan kata lain sebagai penyeimbang kemampuan kognitif. Beberapa fakta yang tidak jarang kita jumpai bersama, seorang pengusaha kaya raya malah tidak dermawan, seorang politikus justeru tidak peduli pada tetangganya yang kelaparan, atau seorang guru malah tidak prihatin menyaksikan anak-anak jalanan yang tidak mendapatkan peluang belajar di sekolah. Itu ialah bukti tidak adanya ekuilibrium antara edukasi kognitif dan edukasi karakter.

Ada suatu kata arif mengatakan “ ilmu tanpa agama buta, dan agama tanpa ilmu ialah lumpuh”. Sama juga dengan kata lain bahwa edukasi kognitif tanpa edukasi karakter ialah buta. Hasilnya, sebab buta tidak dapat berjalan, berlangsung pun dengan asal nabrak. Kalaupun berlangsung dengan memakai tongkat tetap bakal berjalan dengan lambat. Sebaliknya, pengetahuan karakter tanpa pengetahuan kognitif, maka bakal lumpuh sehingga gampang disetir, dimanfaatkan dan dikendalikan orang lain. Bagi itu, penting dengan kata lain untuk tidak melalaikan pendidikan karakter anak didik.

Pendidikan karakter ialah pendidikan yang menekankan pada pembentukan nilai-nilai karakterpada anak didik. Saya mengutip empat ciri dasar edukasi karakter yang dirumuskan oleh seorang pencetus edukasi karakter dari Jerman yang mempunyai nama FW Foerster:

Pendidikan karakter menekankan masing-masing tindakan berpedoman terhadap nilai normatif. Anak didik memuliakan norma-norma yang terdapat dan berpedoman pada norma tersebut.
Adanya koherensi atau membina rasa percaya diri dan keberanian, dengan demikian anak didik bakal menjadi individu yang teguh pendirian dan tidak gampang terombang-ambing dan tidak fobia resiko masing-masing kali menghadapi kondisi baru.
Adanya otonomi, yakni anak didik menghayati dan melaksanakan aturan dari luar hingga menjadi nilai-nilai untuk pribadinya. Dengan begitu, anak didik dapat mengambil keputusan berdikari tanpa diprovokasi oleh tekanan dari pihak luar.
Keteguhan dan kesetiaan. Keteguhan ialah daya tahan anak didik dalam mewujudkan apa yang di anggap baik. Dan kesetiaan marupakan dasar penghormatan atas komitmen yang dipilih.
Pendidikan karakter penting untuk pendidikan di Indonesia. Pendidikan karakter bakal menjadi basic atau dasar dalam pembentukan karakter berbobot | berbobot | berkualitas bangsa, yang tidak melalaikan nilai-nilai sosial laksana toleransi, kebersamaan, kegotongroyongan, saling menolong dan mengormati dan sebagainya.Pendidikan karakter akan mencetuskan pribadi unggul yang tidak melulu memiliki keterampilan kognitif saja tetapi mempunyai karakter yang dapat mewujudkan kesuksesan. Berdasarkan riset di Harvard University Amerika Serikat, ternyata kesuksesan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh pengetahuan dan keterampilan teknis dan kognisinyan (hard skill) saja, namun lebih oleh keterampilan mengelola diri dan orang beda (soft skill).

Penelitian ini mengungkapkan, kesuksesan melulu ditentukan selama 20 persen hard skill dan sisanya 80 persen oleh soft skill. Dan, kemampuan soft skill ini terbentuk melewati pelaksanaan edukasi karater pada anak didik. Berpijak pada empat ciri dasar edukasi karakter di atas, kita dapat menerapkannya dalam polapendidikan yang diserahkan pada anak didik. Misalanya, menyerahkan pemahaman hingga mendiskusikan mengenai hal yang baik dan buruk, memberikan peluang dan kesempatan untuk mengembangkan dan mengeksplorasi potensi dirinya serta menyerahkan apresiasi atas potensi yang dimilikinya, memuliakan keputusan dan mendukung anak dalam memungut keputusan terhadap dirinya, menanamkan pada anakdidik akan makna keajekan dan bertanggungjawab dan berkomitmen atas pilihannya. Kalau menurut keterangan dari saya, sebetulnya yang terpenting bukan pilihannnya, namun keterampilan memilih anda dan pertanggungjawaban anda terhadap opsi kita tersebut, yaitu dengan teknik berkomitmen pada opsi tersebut.

Pendidikan karakter hendaknya dirumuskan dalam kurikulum, diterapkan cara pendidikan, dan dipraktekkan dalam pembelajaran. Di samping itu, di lingkungan family dan masyarakat sekitar pun usahakan diterapkan pola edukasi karakter. Dengan begitu, generasi-generasi Indonesia nan unggul akan dicetuskan dari sistem edukasi karakter.

ANATOMI PROBLEM KURIKULUM DI PTAI

ANATOMI PROBLEM KURIKULUM DI PTAI

ANATOMI PROBLEM KURIKULUM DI PTAI
ANATOMI PROBLEM KURIKULUM DI PTAI
H. Arief Furqan, MA, PhD.
Pendahuluan
Dari beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas lulusan suatu lembaga pendidikan, barangkali kurikulumlah yang bisa dianggap menjadi prioritas utama untuk diperhatikan. Hal ini tidak lain karena kurikulum merupakan rencana pendidikan yang akan diberikan kepada mahasiswa. Bahkan dalam pengertian lebih luas, keberadaan kurikulum tidak saja terbatas pada materi yang akan diberikan di dalam ruang kuliah, melainkan juga meliputi apa saja yang sengaja diadakan atau ditiadakan untuk dialami mahasiswa di dalam kampus. Oleh karena itu, posisi kurikulum menjadi mata rantai yang urgen dan tidak dapat begitu saja dinafikan dalam konteks peningkatan kualitas perguruan tinggi.
Karena ibarat orang membangun, kurikulum adalah ‘blue print’ (gambar cetak biru) nya. Blue print ini harus jelas bagi semua fihak yang terkait, meliputi; arsitek yang menggambar, pemilik rumah yang akan membiayai proyek pembangunan rumah tersebut, dan pemborong serta para tukang yang akan membangun rumah. Tidak boleh ada perbedaan persepsi di antara fihak-fihak terkait mengenai bagaimana bentuk akhir rumah tersebut berdasarkan blue print itu. Apabila terjadi perbedaan persepsi di antara fihak fihak tersebut, pastilah akan terjadi kesalahfahaman dan kekecewaan, terutama di fihak pemilik rumah yang telah mengeluarkan uang untuk proyek tersebut.

Dari sudut pandang ekonomi, lembaga pendidikan yang memungut biaya (berupa SPP atau lainnya) dapat dianggap sebagai lembaga penjual jasa, yaitu jasa layanan pendidikan. Dalam hal ini, kurikulum itulah yang ditawarkan untuk ‘dijual’ kepada masyarakat. Apabila pengelola lembaga pendidikan tersebut menginginkan agar lembaga pendidikannya diminati masyarakat, maka mereka harus membuat kurikulum yang menarik dan dianggap dapat memenuhi harapan dan kebutuhan masyarakat. Tentu saja, kurikulum bukanlah satu-satunya daya tarik. Karena apalah artinya kurikulum yang baik, par exellence kalau dosennya (tukangnya) kurang mampu mewujudkan kurikulum tersebut dalam lapangan empiric (kenyataan). Begitupula kurikulum akan tidak banyak mempunyai arti (meaningless) kalau sarana pendidikannya (alat pertukangannya) juga kurang memadai. Namun, tanpa kurikulum yang baik dan jelas, dosen dan sarana sebaik apapun tidak akan menghasilkan lulusan yang bagus.

Seperti diuraikan di atas, kurikulum harus disusun dengan baik dan harus jelas bagi semua fihak yang berkepentingan, dalam kasus perguruan tinggi adalah Tri Civitas akademika dan masyarakat. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa kurikulum kebanyakan perguruan tinggi di Indonesia masih tidak demikian. Banyak di antara perguruan tinggi yang kurikulumnya “meniru” perguruan tinggi lain yang sejenis tanpa mengerti landasan filosofis yang ada di balik kurikulum tersebut. Demikian pula halnya dengan IAIN dan STAIN, apalagi PTAIS. Kurikulum nasional mereka dibuat oleh Departemen Agama di Jakarta dan hanya berupa daftar matakuliah. Silabusnya pun dibuat seragam dan berupa deretan topik inti yang kadang-kadang tumpang tindih (over laping) satu sama lain. Celakanya lagi kurikulum dan silabus buatan orang lain ini dianggap sakral (untouchables) dan tak dapat diubah lagi. Padahal sebagai lembaga pendidikan tinggi seharusnya mereka menyadari sifat otonomi keilmuan yang mereka miliki. Kurikulum lokal yang menjadi hak penuh mereka pun diisi dengan matakuliah yang dulu ada dan dalam kurikulum baru sengaja dihilangkan. Akibatnya, kurikulum baru 1997 tidak ada bedanya dengan kurikulum 1995 sebelumnya. Hanya posisi matakuliahnya saja yang berbeda.

Dengan membaca kurikulum yang tertulis dalam buku pedoman kebanyakan PTAI, kita masih belum dapat memperoleh gambaran tentang hal-hal penting. Gambaran tersebut antara lain berisi apakah yang akan dibentuk oleh PTAI melalui kurikulum itu? (Kalaupun ada ungkapan seperti ‘ulama yang intelek dan intelektual yang ulama’ di kalangan civitas akademika, hal itu juga masih belum kongkrit dan terukur. Bagaimanakah profil lulusan PTAI yang diidamkan itu: bagaimana sikap hidup mereka, pengetahuan dan ketrampilan apa yang akan mereka peroleh sebagai hasil belajar mereka di PTAI?) Bagaimana cara PTAI untuk mewujudkan lulusan seperti itu? Aspek-aspek apakah yang akan dikembangkan melalui kurikulum itu? Bagaiman cara PTAI untuk mengembangkan aspek-aspek tersebut? Bagaimana PTAI akan mengevaluasi apakah mahasiswa telah menguasai aspek-aspek tersebut? Bagaimana cara PTAI memastikan bahwa tujuan kurikulum yang telah mereka nyatakan itu telah tercapai atau belum? Apa standar kelulusan (standar kualitas) yang dipedomani oleh PTAI?
Yang lebih memprihatinkan lagi adalah bahwa kurikulum tersebut bukan saja tidak jelas bagi masyarakat yang ingin mengetahui apa isi kurikulum PTAI, melainkan juga tidak jelas (setidaknya tidak ada jaminan bahwa hal itu sudah jelas) bagi sebagian (mungkin sebagian besar) dosen yang secara langsung mendidik mahasiswa di ruang kuliah. Kalau diibaratkan PTAI sebagai developer yang berusaha menjual rumah kepada masyarakat, maka dalam hal ini masih terdapat ketidak samaan visi antara arsitek (pembuat kurikulum) dengan pemborong (pimpinan PTAI) dengan para tukangnya (dosen) mengenai bagaimana gambar akhir dari rumah (lulusan) yang akan dihasilkan oleh proyek pembangunan rumah (pendidikan mahasiswa) itu. Masing-masing fihak memiliki visi masing-masing mengenai kualitas lulusan dan apa yang seharusnya dilakukan untuk menghasilkan lulusan seperti itu.

Bagaimanakah seharusnya kurikulum suatu perguruan tinggi?

Mengingat kurikulum adalah program layanan pendidikan yang ditawarkan atau ‘dijual’ kepada masyarakat, maka seharusnya kurikulum dipandang sebagai jati diri perguruan tinggi yang bersangkutan. Kurikulum perguruan tinggi harus mencerminkan identitas lembaga tersebut sebagai perguruan tinggi yang bermutu (melakukan pendidikan, pengembangan ilmu/penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat). Di samping itu ia harus mencerminkan misi dan visi perguruan tinggi tersebut sebagai lembaga. Kurikulum juga harus memberikan gambaran yang jelas tentang lulusan yang ingin dihasilkan dan bagaimana lembaga pendidikan tersebut akan mewujudkan lulusan yang diharapkan itu melalui berbagai program studi (jurusan) yang ada di perguruan tinggi tersebut. Ia juga harus menunjukkan keistimewaan perguruan tinggi tersebut jika dibandingkan dengan perguruan tinggi sejenis. Sumber : www.gurupendidikan.co.id

Cara Menanam Kangkung Darat Organik Terbukti Berhasil

Cara Menanam Kangkung Darat Organik Terbukti Berhasil

Kangkung menjadi sayuran yang banyak dicari masyarakat. Mulai dari warteg sampai rumah makan mewah seringkali sedia kan menu kangkung. Kangkung itu sendiri terkandung dua jenis, yakni kangkung air dan darat. Sekarang ini kangkung darat lebih banyak ditemukan di pasar-pasar komersial jikalau dibandingkan bersama kangkung air. Pasalnya, permohonan kangkung darat lebih tinggi daripada kangkung air. Hal ini menjadi ide petani untuk membudidayakannya. Cara menanam kangkung darat ini pun mudah dilakukan.

Cara Menanam Kangkung Darat Organik Terbukti Berhasil

Sayuran kangkung ini bersiklus panen cepat dan terhitung relatif tahan hama supaya mudah dibudidayakan. Dengan alasan itulah, harga kangkung darat di pasaran relatif tidak mahal jikalau dibandingkan model sayuran lain. Untuk kamu yang dambakan meningkatkan nilai tambah, kamu mampu jalankan budidaya kangkung darat secara organik. Harga kangkung darat organik terbilang lebih tinggi dibandingkan kangkung yang ditanam biasa. Cara menanam kangkung darat secara organik ini mampu dilakukan oleh siapapun, tak jikalau pemula.

Cara Menanam Kangkung Darat
Telah banyak tehnik menanam kangkung darat yang dibagikan oleh para petani inspiratif. Hal yang membedakan pada penanaman kangkung darat secara organik dan penanaman biasa ialah bahan kimia yang digunakan. Penanaman kangkung darat secara organik tidak mengfungsikan bahan kimia berbeda. Untuk lebih jelasnya, liat saja cara menanam kangkung darat secara organik tersebut ini.

Pemilihan Bibit Berkualitas
Ciri-ciri bibit kangkung darat yang berkualitas ialah perkembangan kangkung tumbuh tegak dan kekuatan tumbuhnya hampir 100%. Anda mampu jalankan 2 cara untuk pembibitannya yakni tehnik stek dan mengfungsikan benih bersama situasi bagus serta kering. Kedua cara tersebut mampu kamu jalankan untuk memperoleh bibit kangkung darat yang berkualitas.

Persiapan Lahan
Tanah yang akan dijadikan lahan tanam kangkung darat kudu diolah terutama dahulu. Adapun caranya yakni bersama mencangkulnya supaya gembur dan dibikin bedengan selebar 1 meter. Jarak pada bedengan 30-40 cm. Setelah itu, siapkan pupuk basic yang berasal dari model pupuk organik. Anda mampu mengfungsikan pupuk kandang atau pupuk kompos. Untuk kamu yang mengfungsikan pupuk kandang, lumayan mendiamkannya sampai kering sebelum akan digunakan. Ada baiknya kamu memilih kotoran ayam daripada kotoran kambing atau sapi. Kotoran ayam lebih cepat terurai. Tebarkan pupuk organik tersebut di atas bedengan sekitar 10 ton per hektar. Diamkan sepanjang 2-3 hari.

Penanaman
Dalam menanam kangkung darat, kamu akan dihadapkan bersama 2 cara penanaman yakni ditebar dan ditugal. Penanaman kangkung darat bersama cara ditebar memang lebih cepat tapi membutuhkan benih yang lebih banyak dan kerapatan populasinya pun kurang optimal. Sementara untuk kamu yang dambakan jalankan penanaman kangkung darat bersama cara ditugal mampu memasukkan 2-3 benih ke lubang tanam. Cara ini membutuhkan saat yang lebih lama, tapi kerapatan populasinya amat optimal supaya hasil panennya pun tinggi.

Pemeliharaan
Setelah sayuran kangkung darat ditanam, kamu kudu jalankan pemeliharaan sampai kangkung darat tersebut siap panen. Adapun pemeliharaan yang mampu kamu jalankan meliputi pemupukan tambahan, penyiraman, penyiangan, dan terhitung pemberantasan hama maupun penyakit tanaman. Anda mampu jalankan pemupukan lagi jikalau kangkung darat keluar kurang subur, akan tapi jalankan secukupnya saja kegunaan jaga pH tanahnya.

Panen
Budidaya sayuran kangkung darat sejak awal sebar sampai panen tiba memakan saat sekitar 30-45 hari. Cara memanen kangkung darat ini mampu dilakukan bersama cara dicabut. Sayuran kangkung darat yang bagus mempunyai warna hijau fresh dengan sebutan lain tidak menguning gara-gara kekurangan ataupun berlebihan air.

sumber : https://www.budidayaternak.com/

Petani Waluh Di Banyuwangi Ini Sukses Raup Omzet 2 Miliar Lebih

Petani Waluh Di Banyuwangi Ini Sukses Raup Omzet 2 Miliar Lebih

Waluh adalah buah dari tumbuhan yang tumbuh secara merambat. Waluh ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan layaknya halnya sup, kue, bubur, dan banyak lagi lainnya. Banyaknya faedah waluh berikut jadi gagasan petani untuk lakukan budidaya waluh. Telah banyak petani waluh yang sukses beroleh keuntungan berlipat ganda dalam kala yang cepat. Hal ini didapat dengan langkah lakukan budidaya waluh yang pas dan mengetahui syarat tumbuhnya.

Petani Waluh Di Banyuwangi Ini Sukses Raup Omzet 2 Miliar Lebih

Banyak petani inspiratif yang sudah membagikan beraneka info mengenai syarat tumbuh waluh yang sanggup anda pahami lebih mendalam. Untuk anda yang menginginkan mencoba berprofesi sebagai petani waluh, anda sanggup merasa menanam waluh terhadap tempat dengan ketinggian 800-1.200 mdpl. Waluh sanggup tumbuh dengan baik terhadap curah hujan 700-1000 mm/tahun dengan kelembapan hawa kurang lebih 75%. Untuk beroleh hasil panen waluh yang memuaskan, anda sanggup lakukan budidaya waluh di lahan aluvial berhumus, andosol, tanah gembur kering bekas rawa, tanah merah dan termasuk grumosol.

Kisah Petani Waluh Banyuwangi
Petani di wilayah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, beberapa besar lakukan budidaya waluh. Para petani waluh di Banyuwangi berikut menanam waluh terhadap kala musim kemarau. Para petani di Desa Tegalrejo, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, sudah sukses mengembangkan budidaya waluh tersebut. Budidaya waluh ini dikerjakan di atas lahan seluas 119 hektare dari total 2.293 hektare lahan persawahan di Tegalrejo.

Tiap kali panen, para petani waluh di Banyuwangi sanggup beroleh hasil panen sebesar 10 ton biji kering waluh. Hasil panen waluh berikut nantinya diekspor ke luar negri oleh sebuah perusahaan penampung. Tiap 1 kg biji waluh dibeli dengan harga Rp. 294 ribu. Dengan hasil panen 10 ton, petani sanggup beroleh keuntungan sebesar Rp. 2,49 miliar. Keuntungan berikut dihitung dari Rp. 249 ribu dikali 10 ton (10.000 kg). Budidaya waluh sesungguhnya benar-benar menjanjikan, tak kecuali untuk pemula.

Waluh termasuk tumbuhan yang gampang ditanam. Selain itu, waluh termasuk cepat panen. Pasalnya, waluh sudah siap dipanen saat umurnya baru 3 bulan. Saat dipanen, waluh disimpan khususnya dahulu hingga benar-benar masak kurang lebih selama 10-15 hari untuk disita bijinya. Buah waluh banyak dimanfaatkan warga kurang lebih untuk makan ternak. Arief Setiawan selaku Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Banyuwangi memiliki rencana dengan beberapa dinas mengenai guna mengembangkan daging waluh ini jadi product olahan, layaknya halnya keripik dan jenang.

Aspek Budidaya Waluh
Waluh kaya akan vitamin A, vitamin C, mineral, dan karbohidrat. Selain itu, buah waluh ini termasuk mengandung zat yang berkhasiat bagi kesehatan, layaknya zat karotenoid dalam bentuk betakaroten. Kandungan betakaroten ini berfungsi untuk merawat mata dari serangan katarak, cacing pita, serangan kanker, diabetes, disentri, jantung, ginjal, demam, diare, dan penawar racun. Waluh berkembang biak secara generatif. Meski begitu, tak sanggup dipungkiri bahwa waluh termasuk sanggup berkembang biak secara vegetatif.

Dalam lakukan budidaya waluh, anda harus merawat kesuburannya dengan memberi tambahan dosis pupuk yang direkomendasikan yakni 100 kg/ha N, 40 kh/ha P, serta 80 kg/ha K. Panen pertama sanggup dikerjakan terhadap usia 50-60 hari sesudah tanam. Sementara untuk berikutnya sanggup dikerjakan dengan interval 2-3 kali tiap tiap minggu. Dalam hal keperluan benih sanggup anda lakukan dengan langkah memanen saat waluh merasa menguning serta tangkai buahnya mengering. Pembuatan benih ini dikerjakan dengan langkah memotong secara melintang. Setelah itu, bijinya dicuci hingga bersih. Selanjutnya, biji dikeringkan di bawah sinar matahari kurang lebih 3 hari hingga kadar airnya meraih 8-10%.