Mengenal Membuat Tulisan Dalam Kritik Tari

Mengenal Membuat Tulisan Dalam Kritik Tari

Mengenal Membuat Tulisan Dalam Kritik Tari
Mengenal Membuat Tulisan Dalam Kritik Tari

a. Deskripsi

Banyak orang yang menduga bahwa bekal seorang kritik adalah hanya pengetahuan . kepekaan estetis merupakan sarana yang terpenting bagi seorang kritikus tari dalam melakukan tugasnya. Seorang kritikus seni harus dapat menulis dari hasil pengamatnnya secara langsung apa yang terjadi di atas panggung atau pentas. Jika tidak maka tidak dapat disebut kritik tari, melainnya hanya sebuah esai atau artikel tari.

Deskripsi adalah suatu proses pengumpulan data karya seni yang tersaji langsung kepada pengamat. Dalam mendeskripsikan karya seni, kritikus dituntut menyajikan keterangan secara objektif yang bersumber pada fakta yang terdapat dalam karya seni. Dalam seni tari, kritikus akan menguraikan bagaimana aspek penari, gerak, ekspresi, dan ilustrasi musik yang mengiringinya.

b. Analisis

Pada tahap analisis, tugas kritikus adalah menguraikan kualitas elemen seni. Paada seni tari akan menguraikan mengenai gerak, ruang, waktu, tenaga dan ekspresi pada karya seni tari tersebut.

c. Interpretasi

Interpretasi dalam kritik seni adalah proses mengemukakan arti atau makna karya seni dari hasil deskripsi dan analisis yang cermat. Kegiatan ini tidak bermaksud menemukan nilai verbal yang setara dengan pengalaman yang diberikan karya seni. Juga bukan dimaksudkan sebagai proses penilaian.

d. Evaluasi

Evaluasi karya seni dengan metode kritis berarti menetapkan rangking sebuah karya dalam hubungannya dengan karya lain yang sejenis, untuk menentukan kadar artistik dan faedah estetiknya.

Pendekatan Formalistik Membuat Tulisan Dalam Kritik Tari

Kriteria kritik formalis untuk menentukan ekselensi karya seni adalah significant form, yakni kapasitas bentuk seni yang melahirkan emosi estetik bagi pengamat seni.

a. Pendekatan Ekspresivisme

Kritik seni ekpresivisme menentukan kadar keberhasilan seni atas kemampuannya membangkitkan emosi secara efektif, intensif, dan penuh gairah. Intensitas pengalaman mengandung makna, bahwa karya seni yang baik dapat menggetarkan perasaan yang lebih kuat daripada perasaan keseharian pada saat kita melihat relitas yang sama.

b. Pendekatan Instrumentalistik

Para kritikus instrumentalis berpendapat bahwa kreasi artistik tidak terletak pada kemampuan seniman untuk mengelolah material seni ataupun pada masalah internal karya seni.

Dapat dikatakan bahwa teori seni instrumentalistik menganggap seni sebagai sarana untuk memajukan dan mengembangkan tujuan moral, agama, politik, dan berbagai tujuan psikologis dalam kesenian. Seni dipandang sebagai instrumen untuk mencapai tujuan tertentu, nilai seni terletak pada manfaat dan kegunaannya bagi masyarakat.

Buatlah kelompok diskusi, yang terdiri dari dua orang dalam satu kelompok. Amatilah sebuah pagelaran karya seni tari yang ada di sekitar daerahmu, lalu buat tulisan mengenai pagelaran tari tersebut.

 

(Sumber: https://pengajar.co.id/)

Mengenal Tentang Contoh Kritik Seni Lukis

Mengenal Tentang Contoh Kritik Seni Lukis

Mengenal Tentang Contoh Kritik Seni Lukis
Mengenal Tentang Contoh Kritik Seni Lukis

1. Deskripsi Karya

Karya lukis oleh Gunarso yang berjudul “Ironi dalam Sarang” masih divisualisasikan dengan metaforanya yang khas yaitu bulu-bulu walaupun tidak sebagai figure sentralnya. Material subjeknya adalah gambar mengenai semut-semut yang mengerumuni sarang burung dan diatasnya dilapisi lembaran koran, didalamnya terdapat bermacam-macam macam makanan seperti, beras putih, yang diberi alas daun pisang di atasnya terdapat seekor semut, bungkusan kertas seolah dari koran bertuliskan ulah balada tradisi, potongan dari sayuran kol, satu butir telur dan juga makanan yang dibungkus plastik bening, disampingya juga terdapat nasi golong, seperti ingin menggambarkan makanan untuk kenduri. Selain itu di dalam sarang juga terdapat kerupuk dan jajanan tradisional yang juga dibungkus plastik bening, dan entah mengapa diantara sejumlah makanan yang berbau tradisional juga terdapat sebuah apel merah, minuman soda bermerek coca-cola yang tentunya bukan menggambarkan produk dalam negeri. Tumpahan coca-cola menjadi pusat krumunan semut yang datang dari segala penjuru.

Medium lukisan Gunarso adalah cat akrilik yang dikerjakan di atas kanvas berukuran 140 cm x 180 cm dengan kombinasi pensil pada backgroundnya membentuk garis vertikal. Teknik yang digunakan dominan ialah dry brush yaitu teknik sapuan kuas kering. Bentuk atau form dari karya Gunarso ialah realistik dengan gaya surealisme. Proses penciptaannya terlihat penuh persiapan dan cukup matang tercermin dari hasil karyanya yang rapi, rumit, dan tertata. Gunarso sepertinya asyik bermain-main dengan komposisi.bagaimana dia mencoba menyampaikan kegelisahanya dalam bentuk karya dua dimensi yang menyiratkan segala kegelisahan melalui torehan kuas di kanvas dengan pilihan warna- warna yang menjadi karakter dalam karya lukisnya.

2. Analisis

Makna atau isi karya seni selalu disampaikan dengan bahasa karya seni, melalui tanda atau simbol. Ungkapan rupa dan permainan simbol atau tanda tentu tidak datang begitu saja, ada api tentu ada asap. Begitu juga saat kita menganalisis sebuah karya, perlu tahu bagaimana asap itu ada, dengan kata lain, bagaimana kejadian yang melatarbelakangi penciptaan karya. Pada dasarnya tahapan ini ialah menguraikan kualitas unsur pendukung ‘subject matter’ yang sudah dihimpun dalam deskripsi.

Representasi vsual ditampilkan dengan bentuk realis yang terencana, tertata dan rapi, sesuai dengan konsep realis yang menyerupai bentuk asli suatu objek.Permainan garis pada background dengan kesan tegak, kuat berbanding terbalik dengan bulu-bulu yang entah disadarinya atau tidak. Penggunaan gelap terang warna juga sudah bisa memvisualisasikan gambar sesuai nyata, tetapi Gunarso tidak memainkan tekstur disana. Kontras warna background dengan tumpahan coca-cola yang justru jadi pusat problem justru tidak begitu terlihat jelas agak mengabur, begitu juga dengan kerumunan semut-semut sedikit terlihat mengganggu, tetapi secara keseluruhan komposisi karya Gunarso terlihat mampu sejenak menghibur mata atau pikiran kita untuk berfikir mengenai permasalahan negri ini.

3. Intepretasi

Setiap karya seni pasti mengandung makna, membawa pesan yang ingin disampaikan dan kita membutuhkan intepretasi/ penafsiran untuk memaknainya yang didahului dengan mendeskripsikan. Dalam mendeskripsikan suatu karya seni, pendapat orang membaca karya seni boleh saja sama tetapi dalam menafsir akan berbeda sebab diakibatkan oleh perbedaan sudut pandang atau paradigma.

Gunarso tidak pernah lepas dari hubunganya pada kegelisahan sosial, yang selalu menjadi isu sosial bangsa ini. Dengan bulu-bulunya yang divisualkan dalam lukisan sebagai simbol subjektif, yaitu menyimbolkan sebuah kelembutan, kehalusan, ketenangan, kedamaian atau bahkan kelembutan, kehalusan itu bisa melenakan dan menghanyutkan, sebagai contoh kehidupan yang kita rasakan di alam ini. Inspirasi bulu-bulu itu didapatnya saat dia sering melihat banyak bulu-bulu ayam berserakan.

Dalam karya ini, Gunarso mengibaratkan manusia seperti semut, yang selalu tidak puas dengan apa yang didapat, menggambarkan mengenai seorang atau kelompok dalam posisi lebih (misalnya pejabat) yang terlena oleh iming-iming negara asing, sehingga mereka sampai mengorbankan bahkan menjual “kekayaan” negerinya kepada negara asing demi kepentingan pribadi atau golonganya. Divisualkan dengan semut sebagai gambaran orang atau manusia (subjek pelaku) yang mana ia mengkerubuti tumpahan coca-cola sebagai idiom atau gambaran negeri asing. Gunarso ingin mengatakan mengenai ironi semut yang mengkerubuti makanan, gula, sekarang mengkerubuti sesuatu yang asing baginya, walaupun cukup ganjal sebab semut memang sudah biasa dengan mengekerubuti soft drink coca-cola yang rasanya manis. Mungkin Gunarso mengibaratkan semut tadi sebagai semut Indonesia yang sebelumnya belum mengenal soft drink, sedangkan sarang burung sebagai gambaran rumah tempat kita tinggal (negeri ini), yang ironisnya lagi dalam sarang terdapat makanan gambaran sebuah tradisi yang bercampur dengan produk asing yang nyatanya lebih diminati.

Dalam berkarya gunarso mampu mengemas karyanya hingga mempunyai karakter tersendiri yang mencerminkan bagian dari kegelisahan, latar belakang serta konflik yang disadurkan kepada audiens, bagaimana ia mampu menarik dan memancing audiens untuk berinteraksi secara langsung dan mencoba mengajak berfikir mengenai apa yang dirasakan olehnya mengenai issu yang terjadi di dalam negerinya, kegelisahan mengenai segala sesuatu yang lambat laun berubah.

Perkembangan zaman yang begitu cepat, menuntut kita untuk beradaptasi dan menempatkan diri untuk berada di tengahnya , namun itu semua secara tidak kita sadari baik itu karakter sosial masyarakat, gaya hidup dan lain sebagainya dari barat tentunya, masuk tanpa filter di tengah-tengah kita, seperti contoh, pembangunan gedung dan Mall oleh orang asing di negeri kita ini begitu juga dengan minimarket, café yang berbasis franshise dari luar negri sebenarnya adalah gerbang pintu masuk untuk menjadikan rakyat Indonesia semakin konsumtif dan meninggalkan budayanya sendiri. Hal itu berakibat pada nasib kehidupan makhluk di sekeliling kita atau lingkungan di sekitar kita. Gunarso seolah ingin memberi penyadaran kepada kita, untuk memulai menyelamatkan dan melestarikannya, siapa lagi kalau tidak dimulai dari kita?

4. Penilaian

Penilaian sebuah karya seni bukan berbicara tentang baik atau buruk, salah atau benar melainkan tentang pemaknaan itu meyakinkan atau tidak. Karya seni dapat dinilai dengan bermacam-macam kriteria dan aspek, Barret, menyederhanakan penilaian karya seni ke dalam 4 kategori yaitu realisme, ekspresionisme, formalism, dan instrumentalisme. Untuk karya Gunarso kali ini, penilaian yang akan digunakan ialah paham ekspresionisme, yang besifat subyektif, penialaian keindahan suatu karya seni tidak hanya berdasar objek yang dilukis tetapi juga menyangkut isi dan makna.

Karya seni tidak lahir dari begitu saja, selalu berkaitan, berdasar pengalaman-pengalaman yang pernah dirasakan sebagai sumber inspirasi potensial , yang dimaknai sebagai pengalaman estetik. Hasil karya sebagai representasi dari emosi-emosi modern seperti karya Gunarso, yang ingin merepresentasikan kemelut yang terjadi dalam perkembangan negeri ini, termasuk keresahannya tentang hal itu.

Coca-cola tidak selamanya manis, dan yang manis tidak selamanya dirasakan manis oleh orang yang berbeda. Semut yang pada dasarnya menyukai sesuatu yang bersifat manis sehingga menjadi hal yang sangat wajar apabila semut-semut itu lebih suka mengerumuni tumpahan coca-cola dibandingkan makanan lain yang berada dalam sarang itu meskipun masih ada satu dua semut yang mengerumuni beras dan bungkusan kerupuk.Seperti halnya manusia yang oleh Gunarso dalam karya ini digambarkan seperti semut lebih menyukai hal-hal yang yang menyenangkan dan menguntungkan untuk mereka tanpa mempedulikan akibat negatifnya walaupun itu asing untuk mereka. Akan tetapi tidak semua orang ingin merasakan hal yang sama sebab masih ada orang-orang yang tetap mempertahankan sesuatu yang sejak dulu sudah menjadi miliknya.

Dalam pembuatan karya-karyanya Gunarso seolah tidak ingin meninggalkan bulu-bulu yang menjadi metafornya walaupun dia sudah bereksperiman dengan bermacam-macam media dan tema yang berbeda ,seperti yang dilakukan para seniman-seniman ekspresionis yang menciptakan bentuk-bentuk baru tanpa meninggalkan keunikan dan individualitas mereka. Gunarso melukiskan tumpahan coca-cola sebagai pusat kerumunan semut untuk menghadirkan penekanan emosional. Penempatan coca-cola diantara makanan-makanan dalam negeri juga dibuat untuk membangkitkan emosi yang melihatnya.Kelebihan dari karya Gunarso adalah bahwa karyanya ini mempunyai komposisi warna dan penempatan objek yang enak dilihat mata, dengan warna-warna yang ditampilkannya sangat serasi dengan ide lukisan yang dia angkat.

Tetapi salah satu yang menjadi kekurangan karyanya adalah adanya bulu dalam lukisannya sepertinya sedikit menganggu, alangkah lebih baik jika Gunarso menghilangkan salah satu idiom yang terdapat dalam lukisannya, apakah itu semut-semutnya atau bulu-bulunya. Hal itu dikarenakan dengan keberadaan semut-semut sedikit menghilangkan/menutupi bulu-bulu dalam lukisannya yang menjadi ciri khas dalam setiap lukisan yang dia ciptakan.

 

(Sumber: https://thesrirachacookbook.com/)

Pangdam III/Siliwangi Telusuri Sungai Citarum

Pangdam III/Siliwangi Telusuri Sungai Citarum

Pangdam III Siliwangi Telusuri Sungai Citarum
Pangdam III Siliwangi Telusuri Sungai Citarum

BANDUNG-Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Besar Harto Karyawan

, dengan menggunakan perahu Katamaran melakukan peninjauan langsung Sungai Citarum di Sektor 6 Posko Satgas Citarum Harum di Desa Dayeuhkolot Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Selasa (18/09).

Menurut Harto, progres kegiatan Citarum yang saat ini berlangsung sudah berjalan dalam waktu 6 bulan, dari pagi siang dan malam prajurit–prajurit Maung Siliwangi bersama dengan masyarakat bahu membahu mereka melaksanakan revitalisasi kembalinya sungai Citarum

“Kita lihat perubahan dinamika kehidupan di sepanjang

Sungai Citarum sudah mengalami perubahan, kalau kita lihat di latar belakang ini masyarakat sudah mulai banyak beraktivitas diantaranya memancing atau mencari ikan. Mindset yang kita tanamkan untuk menjadikan Sungai sebagai serambi depan rumah kita ini sudah berjalan dengan baik,” katanya.

Menurut Harto, kesadaran masyarakat sekitar bantaran sungai sudah cukup baik, ini terlihat dari sekitar 500 unit rumah yang berada di bantaran sungai mereka bongkar dengan kesadaran tanpa ada paksaan dan sekarang sepanjang bantaran menjadi terbuka, dan digunakan sebagai tempat bermain, tempat olah raga dan sarana hiburan masyarakat.

“Setelah dibongkar, kita lihat dinding sepanjang ini sedang kita percantik

menjadi lukisan mural yang indah nantinya ikut mendampingi dari keindahan sepanjang sungai Citarum,” ucapnya.

Harto berharap, sesuai Keppres 15 tentang Citarum yang berlaku 7 tahun, pihaknya berharap dalam 2 tahun ke depan sungai Citarum lebih baik, karenanya dirinya mengajak masyarakat kompak, semangat, serta meminta kesadaran para pelaku industri untuk  bisa mengendalikan limbahnya.

“Berbagai upaya terus dilakukan agar  sungai Citarum lebih baik, salah satunya secara paksa kita lakukan pengecoran saluran-saluran pembuangan limbah pabrik jika terbukti mereka membuang limbah tanpa melalui proses IPAL dengan baik,” tegasnya.

 

Baca Juga :

 

 

 

Perluas Pasar Perkeretaapian di 47 Negara, Menteri Rini Sertai Penandatanganan Kerjasama Len dengan 5 Perusahaan Eropa

Perluas Pasar Perkeretaapian di 47 Negara, Menteri Rini Sertai Penandatanganan Kerjasama Len dengan 5 Perusahaan Eropa

Perluas Pasar Perkeretaapian di 47 Negara, Menteri Rini Sertai Penandatanganan Kerjasama Len dengan 5 Perusahaan Eropa
Perluas Pasar Perkeretaapian di 47 Negara, Menteri Rini Sertai Penandatanganan Kerjasama Len dengan 5 Perusahaan Eropa

BANDUNG – Menteri BUMN RI Rini Soemarno dalam lawatannya ke Eropa menghadiri acara penandatanganan kerjasama strategis di bidang perkeretaapian antara PT Len Industri (Persero) dengan perusahaan asal Kroasia, Altpro di Innotrans 2018, Berlin, Jerman (20/09). Kolaborasi Len-Altpro memiliki tujuan untuk memperluas pasar kedua pihak di 47 negara. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Len Industri, Zakky Gamal Yasin dan CEO Altpro, Zvonimir Viduka.

“Kerjasama strategis ini merupakan langkah perusahaan untuk

memperluas pasar internasional di bidang perkeretaapian. Ada 7 penandatanganan kerjasama di Innotrans 2018 oleh Len Industri, dua diantaranya kemarin sudah. Saat ini kami sedang meyelesaikan proyek pekerjaan modifikasi persinyalan di Bangladesh. Beberapa tahun sebelumnya juga pernah kami kerjakan di Malaysia dan Singapura,” ujar Zaki melalui siaran pers Len, Jumat (21/09/2018).

Kolaborasi Len-Altpro sudah berjalan sejak tahun 2010 untuk pasar dalam negeri, dan sekarang akan diperluas ke level internasional. Selain 2 kerjasama yang sudah ditandatangani kemarin dengan Thales Perancis dan HIMA Jerman, Len Industri juga menjadwalkan penandatangan dengan empat perusahaan lainnya.

Yaitu kerjasama dengan VRS dari Belanda di bidang elektrik Point Machine

dan Level Crossing serta spare part lainnya. Selanjutnya kerjasama dengan Wabtec dari Amerika di bidang Sistem Freight Solution di Indonesia, Teltronic dari Spanyol di bidang telekomunikasi untuk segmen pasar kereta cepat. Dan terakhir kerjasama dengan Schnoor dari Jerman untuk Tetra Radio Onboard yang telah digunakan di LRT Jakarta.

Len Industri bersama INKA, Waskita Karya dan KAI hadir tergabung dalam IRDC

atau Indonesia Railway Development Company di Innotrans 2018,. IRDC menawarkan total solution untuk proyek pembangunan perkeretaapian dari EPC hingga pendanaan proyek, baik untuk jalur utama (mainline) maupun urban transport. IRDC juga akan meberikan inovasi dan teknologi melalaui kerjasama yang erat dengan para pelanggan.

Dalam Innotrans 2018, Len Industri mengusung tema “Providing Total Solution for Railway Projects” dengan dua misi penting. Pertama, yaitu sebagai Regional Total Railway System Integrator yang memiliki keunggulan kompetitif dalam engineering dan produk yang telah terbukti. Kedua, Len Industri sebagai mitra strategis untuk menyediakan solusi sistem perkeretaapian di pasar regional. (Jo)

 

Sumber :

http://bkpsdm.pringsewukab.go.id/blog/anatomi-kulit-dan-rambut/

Hadapi Persaingan Global, Telkomsel Gelar IndonesiaNEXT 2018

Hadapi Persaingan Global, Telkomsel Gelar IndonesiaNEXT 2018

Hadapi Persaingan Global, Telkomsel Gelar IndonesiaNEXT 2018
Hadapi Persaingan Global, Telkomsel Gelar IndonesiaNEXT 2018

BANDUNG – Dalam rangka menyiapkan generasi muda Indonesia  menghadapi persaingan global, Telkomsel kembali menggelar IndonesiaNEXT 2018 dengan tema “Yes, Im The Next” ini akan digelar di 8 kota besar  yakni di kota Bogor, Padang, Lampung, Bandung, Makassar, Pontianak, Semarang dan Malang.

Direktur Human Capital Management Telkomsel Irfan Tachrir mengatakan pada tahun ketiga penyelenggarannya, program yang menyasar peningkatan keahlian mahasiswa di bidang profesional ini menghadirkan berbagai seminar dan talkshow inspiratif, program sertifikasi, pelatihan communication skill dan digital marketing, sebelum akhirnya diadakan bootcamp sebagai tahapan akhir untuk memilih peserta terbaik IndonesiaNEXT 2018.

Penyelengaraan Indonesia NEXT di UNPAD Bandung

juga menghadirkan Talkshow bersama tokoh Inspiratif, Menteri Pariwisata RI Arief Yahya dan Menteri Komunikasi dan Informasi RI Rudiantara dalam Talkshow Digital Innovation Summit 2018.

Menurutnya, sebagai perusahaan yang turut bertanggung jawab dalam memajukan generasi muda Indonesia, kami berupaya untuk mendukung pengembangan kemampuan dan pengetahuan mahasiswa dalam rangka meningkatkan daya saing di tingkat internasional.

“Melalui IndonesiaNEXT, kami berharap generasi muda kita semakin cakap dan kompeten untuk bersaing secara global,”katanya kepada wartawan di Kampus Unpad Bandung, Sabtu (22/9/2018)

Irfan menjelaskan tahun ini IndonesiaNEXT digelar di lebih banyak

perguruan tinggi di Indonesia, sehingga makin banyak mahasiswa yang dapat berpartisipasi dan mendapatkan kesempatan untuk menajamkan kompetensinya.

Pada tahap awal IndonesiaNEXT 2018 melibatkan 500 peserta yang merupakan mahasiswa dari berbagai jurusan dan jenjang pendidikan perguruan tinggi akan berpartisipasi dalam seminar inspiratif dan pelatihan digital marketing.

Sedangkan, seminar inspiratif yang menghadirkan para pembicara

dari praktisi bisnis yang telah sukses di bidangnya ini diharapkan akan memberikan gambaran tentang persaingan di industri, serta wawasan tentang peningkatan mutu dan kompetensi sumber daya manusia agar dapat berkompetisi dengan tenaga kerja berkelas dalam skala global. (Jo)

 

Sumber :

http://bkpsdm.pringsewukab.go.id/blog/nama-latin-dan-manfaat-tumbuhan-paku/

 

Monyet Mencuri Bayi, Menggigit Lalu Menjatuhkan dari Atap

Monyet Mencuri Bayi, Menggigit Lalu Menjatuhkan dari Atap

Monyet Mencuri Bayi, Menggigit Lalu Menjatuhkan dari Atap
Monyet Mencuri Bayi, Menggigit Lalu Menjatuhkan dari Atap

 

 

Tidak hanya orang jahat saja yang perlu diwaspadai

akan mencuri bayi yang baru dilahirkan. Bahkan monyet pun berpotensi untuk mencuri bayi, seperti yang terjadi di Malaysia.

Tragedi ini terjadi pada Rabu (6/10) pukul 13.15 waktu setempat. Seekor monyet masuk ke ruang tamu, mengambil bayi berusia 4 hari, lalu membawanya kabur ke atap rumah. Tak lama kemudian, bayi merah itu jatuh ke tanah dan tewas. Demikian dilansir The Star, Kamis (7/10/2010).

 

Saat kejadian, ibu bayi itu, V Revathty (26)

meninggalkan bayi di ruang tamu rumah berlantai satu yang terletak di dekat Taman Happy Garden itu untuk ke toilet. Sedangkan ayah mertuanya, A Valayutham  (70), juga sedang pergi mengambil segelas air minum.

Mayat bayi itu  ditemukan di luar rumah dengan wajah dan leher penuh gigitan. Bayi perempuan itu lalu dilarikan ke RS Tuanku Ja’afar, namun nyawanya tak tertolong.

“Kami mencari bayi itu dengan panik di penjuru rumah dan melihat mayatnya penuh darah tergeletak di luar rumah,” ujar Valayutham. Dia menyaksikan sejumlah monyet berada di sekitar rumah saat itu.

Mereka memang menetap di daerah yang diapit dua kompleks perumahan yang dipenuhi pepohonan. Pepohonan itu banyak dihuni monyet.

Direktur Taman Nasional Negri Sembilan

Ishak Muhamad, menyatakan, monyet itu telah ditembak mati pukul 16.00 waktu setempat. “Kami menduga monyet itu mengaduk-aduk makanan di dalam rumah. Dia lalu mengambil bayi ke atap karena berpikir bayi baru lahir adalah makanan,” duganya.

Ishak menuturkan, bayi itu tewas setelah jatuh ke tanah. “Monyet itu tiba-tiba melepas bayi itu mungkin setelah mendengar teriakan orangtuanya,” ujar Ishak. Kejadian tragis ini baru pertama kali terjadi di kawasan itu. Kejadian ini membuat keluarga yang semula bersuka setelah mendapatkan bayi, menjadi berdukacita.

Baca Juga :