Di Balik Penderitaan

Di Balik Penderitaan

Di Balik Penderitaan
Di Balik Penderitaan

Suatu ketika, sebuah kapal yang tengah berlayar

mengarungi lautan luas mengalami sebuah kecelakaan dan lalu tenggelam. Dari sekian banyak penumpang yang ada, hanya satu orang saja berhasil menyelamatkan diri dan kemudian terdampar di sebuah pulau yang tidak berpenghuni dengan keadaan pingsan.

 

Keesokan harinya saat tersadar

ia terus memandangi lautan luas yang terbentang di hadapannya sambil berteriak meminta pertolongan. Ia berharap kalau-kalau ada kapal yang melintas di sekitar pulau itu dapat mengetahui keberadaannya lalu memberikan pertolongan. Tapi setelah beberapa hari melakukan hal itu, tak ada satu pun kapal melintasi pulau itu. Ia pun menjadi lelah melakukan hal itu terus-menerus, maka didirikannyalah sebuah gubuk kecil sebagai tempat berlindung dari panas dan dinginnya cuaca.

 

Hari terus berganti, tanpa terasa kini sudah lebih satu tahun

ia berada di pulau itu. Ia sudah terbiasa hidup di di sana dan mulai melupakan harapan untuk dapat keluar dari pula itu. Hari-hari yang ia lalui, dihabiskannya dengan rutinitas yang sama, yaitu untuk terus dapat bertahan hidup.

 

Suatu hari sepulang dari mengumpulkan bahan makanan

ia mendapati gubuknya terbakar dengan asap yang membumbung tinggi ke angkasa. Dalam keadaan itu ia merasa sangat marah, “Tuhan, mengapa Engkau lakukan ini kepadaku?” teriaknya.

Keesokan paginya, ia terbangun dan dikejutkan oleh suara keras. Dengan perasaan yang hampir tidak percaya, dilihatnya sebuah kapal berlabuh di pantai pulau itu untuk menyelamatkan dirinya. Ia pun lalu menghampiri kapal itu dan bertanya kepada orang yang ada di sana. “Bagaimana kalian tahu bahwa aku ada disini?”

“Kemarin kami melihat tanda asap tebal yang telah kau kirimkan.” jawab mereka.

***

Kawan, terkadang keberuntungan itu datang di balik apa yang kita sebut dengan musibah. Maka tetaplah sabar dan cobalah untuk selalu berpikiran terbuka dalam menghadapi setiap cobaan itu. Mungkin saja di balik itu semua terdapat sebuah anugerah yang diperuntukkan Tuhan kepada kita, bukankah sering kali keberuntungan itu datang dari hal yang tidak kita duga?… Kawan, dalam hidup ini kita tidak pernah benar-benar tahu apa yang menjadi rahasia Tuhan kepada kita.

Baca Juga : 

Panduan Memilih Sepeda Gunung

Panduan Memilih Sepeda Gunung

 

Panduan Memilih Sepeda Gunung

Apakah Anda berencana membeli sepeda gunung?

Jika ya, ketahuilah bahwa desain, frame, bahan dan suspensi sepeda gunung memang dibuat untuk keperluan khusus, sehingga keputusan untuk membelinya bukan sekedar berdasarkan warna dan ukuran. Pertama-tama cobalah mengunjungi toko-toko sepeda yang menjual banyak jenis dan merk sepeda. Pastikan bahwa penjual atau stafnya adalah orang yang mengerti sepeda. Bertanyalah soal sepeda yang cocok untuk Anda, sekaligus berikan jawaban jujur jika penjual menanyakan kebiasaan Anda bersepeda.

Bila memungkinkan cobalah sebanyak mungkin sepeda dengan jenis yang berbeda sebelum membelinya

Ingat bahwa setiap toko ingin Anda belanja di situ, sehingga mereka akan mencocokkan kebutuhan Anda dengan sepeda yang mereka jual. Oleh karenanya bandingkanlah dengan toko lain, terutama ke tempat di mana banyak pesepeda datang. Penjual yang benar biasanya akan bertanya: Bagaimana dan di mana Anda akan bersepeda?

Untuk pertanyaan ini Anda sebaiknya berterus terang karena jawaban Anda akan menentukan jenis sepeda gunung apa yang cocok. Anda tidak perlu melebih-lebihkan kemampuan agar terdengar hebat. Kalau Anda tidak terlalu suka bersepeda di jalur menanjak, katakanlah. Atau kalau jalur turunan yang kencang membuat Anda takut, sampaikan juga. Bila Anda tidak yakin dengan jawaban Anda, katakanlah jalur seperti apa yang Anda sukai dan seberapa cepat Anda ingin melaluinya. Hal itu cukup untuk memberi rekomendasi. Bila Anda benar-benar belum pernah mencoba sepeda gunung sebelumnya, ada baiknya mencari informasi lewat internet atau media lain. Untuk memudahkan pencarian itu, berikut jenis-jenis sepeda gunung yang paling banyak dijual. Yang jelas, kita harus mulai dari pertanyaan: Ke mana dan bagaimana kita akan bersepeda.

Menurut Zack Vestal

Marketing manager di pabrikan sepeda Scott, bila Anda adalah pengendara biasa yang tidak berencana bersepeda di jalur yang sulit atau bukan pesepeda yang agresif, maka pilihlah sepeda jenis hard tail, sepeda gunung yang hanya memiliki suspensi depan, tanpa suspensi belakang. Hard tail biasanya menjadi pilihan bagi pengendara pemula atau mereka yang tidak ingin membelanjakan teralu banyak uangnya untuk sepeda. “Bila Anda belum pernah memiliki sepeda gunung sebelumnya, sepeda hard tail adalah pilihan awal yang baik. Sepeda ini simpel namun tangguh, selain juga harganya terjangkau,” ujar Vestal. “Selain itu hard tail juga masih nyaman digunakan di jalur pedesaan, kampus, atau kota.”

Sepeda XC dengan ban ukuran 29 inci cocok untuk kecepatan tinggi(inigofotografia) Bila Anda suka berkompetisi dan selalu ingin menjadi yang pertama sampai di puncak bukit atau garis finish, maka pilihan yang tepat adalah sepeda cross country (XC). “Sepeda XC bobotnya ringan dan kayuhannya efisien sehingga cocok untuk mereka yang suka mendaki atau bersepeda jarak jauh dengan kecepatan tinggi,” kata Vestal. “Meski begitu sepeda ini kurang cocok untuk menuruni jalur curam, sehingga pengendaranya harus memilih jalur yang lebih mudah.” Para pengguna sepeda XC kebanyakan memilih jenis hard tail karena lebih ringan dan lebih efisien. Namun ada juga yang menggunakan sepeda full suspension, yakni dengan suspensi depan di fork dan suspensi belakang dengan travel yang pas agar bisa melalui turunan lebih cepat, namun tetap bisa mendaki tanpa ngos-ngosan.

Sepeda full suspension

Bila Anda bukan penggila kecepatan namun menginginkan sepeda yang memiliki kemampuan seimbang antara tanjakan dan turunan, pilihlah sepeda gunung jenis trail bike. Sepeda full suspension ini memiliki travel lebih tinggi dari sepeda XC, sehingga lebih nyaman digunakan di jalur turunan atau berbatu. Namun travel itu sekaligus tidak terlalu tinggi sehingga tidak membuatnya terasa berat atau lamban di tanjakan, meski tidak seringan XC. “Sepeda trail adalah jenis yang paling cocok untuk menanjak sekaligus melalui jalur turunan,” kata Vestal. “Kita masih tetap bisa mengayuhnya ke atas bukit, sekaligus mudah dikendalikan saat menuruninya.”   Sepeda gunung(Thomas Northcut) Jika pilihan Anda adalah mendapatkan adrenalin sekaligus melatih kemampuan aerobik, dan tidak peduli berapa lama Anda harus mendaki bukit, tapi ingin menjadi yang tercepat menuruninya, pilihlah sepeda Enduro.

“Sepeda Enduro biasanya dipilih untuk jalur yang banyak turunan, untuk mereka yang ingin ngebut di jalur seperti itu,” kata Vestal. Sepeda Enduro ini memiliki travel lebih tinggi dibanding sepeda trail atau cross country, sekaligus lebih berat. “Anda masih bisa mengayuhnya di tanjakan, namun perlu usaha lebih keras. Meski begitu, di jalur turunan, sepeda ini bisa melibas medan-medan yang sangat menantang.” Sebagai pengetahuan, beberapa pabrikan menawarkan sepeda jenis All Mountain yang memiliki travel di antara sepeda Trail dan sepeda Enduro. Seperti namanya, sepeda ini bisa digunakan untuk semua medan bukit dan gunung. Bila Anda menjumpai jenis ini, tanyakanlah apakah sepeda ini cenderung ke Trail atau Enduro.

Selanjutnya, bila Anda pecinta gravitasi dan tidak ingin mengayuh sepeda Anda ke bukit, hanya ingin menuruninya, pilihannya adalah sepeda downhill. Sepeda jenis ini terlalu berat untuk dikayuh di tanjakan sehingga banyak orang membawanya dengan mobil ke atas bukit. Dengan travel yang lebih tinggi dibanding sepeda jenis lain, downhill dirancang untuk menuruni bukit secepat mungkin, menerabas segala rintangan di depannya. Sepeda ini membuat posisi pengendaranya lebih mendongak dibanding sepeda lain.

 

Sumber : https://merkterbaik.com/

Mengenal 10 Orang Yang Mengaku Pernah Dibawa Ke Neraka

Mengenal 10 Orang Yang Mengaku Pernah Dibawa Ke Neraka

Mengenal 10 Orang Yang Mengaku Pernah Dibawa Ke Neraka
Mengenal 10 Orang Yang Mengaku Pernah Dibawa Ke Neraka

Neraka belum pernah dilihat oleh manusia yang masih hidup. Namun ada beberapa orang yang mengaku dibawa ke neraka. Inilah orang-orang yang mengaku pernah dibawa ke neraka :

1. PDT. PHILLIP MANTOFA

Dibawa ke neraka oleh Tuhan tanggal 1 Januari 2000. Di sana beliau melihat bagaimana orang-orang yang tidak mengenal Tuhan disiksa oleh iblis terus menerus tanpa berhenti. Dia melihat jurang api tanpa dasar dan melihat wanita yang suka berselingkuh serta cowok yang suka masturbasi sedang disiksa.

2.`JENNIFER PEREZ

Dibawa Tuhan ke neraka pada tanggal 2 Mei 1997. Waktu itu umurnya baru 15 tahun. Di neraka dia melihat setan-setan menyiksa jiwa-jiwa yang belum diselamatkan. Ada yang dipancung, ada yang ditusuk-tusuk badannya. Pulang dari neraka dia langsung bertobat.

3. BILL WIESE

Beliau pernah ada di neraka selama 23 menit. Di sana dia merasa sendirian, ketakutan melihat setan sedang menyiksa orang-orang yang tidak percaya pada Tuhan, melihat daging terbakar dan bagaimana baunya yang membuat mual. Pengalamannya di neraka ditulis dalam buku “23 Minutes in Hell.”

4. ELIZABETH

September 2001 pada saat sedang doa syafat di gerejanya, Elizabeth dibawa Tuhan ke neraka. Di sana dia melihat bagaimana orang-orang minta tolong supaya dilepaskan dari penderitaan abadi (penderitaan selama-lamanya) di neraka, tapi sudah terlambat. Kebanyakan dari mereka digerogoti ulat yang makan daging mereka dan ada pula yang dibakar oleh api

5. MARY KATRIN BAXTER

Seorang hamba Tuhan yang sering dikunjungi Tuhan ini dibawa ke neraka tahun 1976. Di sana di melihat ada lembah berbentuk mangkuk yang berisi api yang tidak pernah padam . Di dalam api itu ada orang-orang yang tidak percaya pada Tuhan. Mereka dihukum disana selamanya. Kesaksian itu dibuat buku yang diberi judul “A Divine Revelation Of Hell.”

6. IAN MCCORMACK

Ian McCormack memang suka berenang. Suatu hari bulan Mei 1982, waktu sedang berenang di pantai dia disengat ubur-ubur. Dia langsung dibawa ke rumah sakit. Waktu dalam perjalanan ke rumah sakit itu, rohnya dibawa ke neraka. Neraka itu benar-benar gelap, tidak ada cahaya sedikitpun dan tidak bisa melihat apa-apa di sana. Tapi dia tahu, dari suara-suara yang ada di sekitarnya kalo dia sedang berada di neraka. Puji Tuhan, Tuhan mengeluarkan dia dari kegelapan dan membangkitkannya kembali.

7. (ALM) PDT. KENNETH HAGIN

Salah seorang hamba Tuhan yang pernah meninggal dan dibawa Tuhan ke neraka sampe 3 kali. Di neraka dia sempat mau dibawa masuk ke bagian terdalam oleh satu roh jahat, untungnya ada Tuhan (atau malaikat-Nya) yang mencegah Pdt. Hagin masuk. Kesaksiannya bisa dibaca di bukunya “Aku Pernah ke Neraka.”

8. P.S. DANIEL EKECHUKWU
Hamba Tuhan dari Nigeria ini mengalami kecelakaan mobil dan sudah dinyatakan meninggal. Tapi 3 hari kemudian dibangkitkan lagi oleh Reinhard Bonke. Selama 3 hari itulah beliau dibawa Tuhan ke neraka. Disana dia melihat orang-orang yang makan dagingnya sendiri, terus dimakan lagi. Terus begitu sampai selamanya.
9. REV. CHOO THOMAS

Hamba Tuhan ini terkenal dengan bukunya, “Heaven Is So Real”. Selain pernah ke surga, dia juga pernah dibawa Tuhan ke neraka sebanyak dua kali. Di neraka dia melihat orang-orang yang disiksa sampai mukanya tidak berbentuk lagi. Malahan dia tidak bisa mengenali neneknya sendiri.

10. BERNADA FERNANDEZ
Wanita latin yang tinggal di New York ini dibawa Tuhan ke neraka dan melihat proses penyiksaan abadi di sana. Yang membuat dia kaget adalah bahwa banyak orang Kristen yang dia kenal ternyata ada di neraka.

Baca Artikel Lainnya:

Monyet Mencuri Bayi, Menggigit Lalu Menjatuhkan dari Atap

Monyet Mencuri Bayi, Menggigit Lalu Menjatuhkan dari Atap

Monyet Mencuri Bayi, Menggigit Lalu Menjatuhkan dari Atap
Monyet Mencuri Bayi, Menggigit Lalu Menjatuhkan dari Atap

 

 

Tidak hanya orang jahat saja yang perlu diwaspadai

akan mencuri bayi yang baru dilahirkan. Bahkan monyet pun berpotensi untuk mencuri bayi, seperti yang terjadi di Malaysia.

Tragedi ini terjadi pada Rabu (6/10) pukul 13.15 waktu setempat. Seekor monyet masuk ke ruang tamu, mengambil bayi berusia 4 hari, lalu membawanya kabur ke atap rumah. Tak lama kemudian, bayi merah itu jatuh ke tanah dan tewas. Demikian dilansir The Star, Kamis (7/10/2010).

 

Saat kejadian, ibu bayi itu, V Revathty (26)

meninggalkan bayi di ruang tamu rumah berlantai satu yang terletak di dekat Taman Happy Garden itu untuk ke toilet. Sedangkan ayah mertuanya, A Valayutham  (70), juga sedang pergi mengambil segelas air minum.

Mayat bayi itu  ditemukan di luar rumah dengan wajah dan leher penuh gigitan. Bayi perempuan itu lalu dilarikan ke RS Tuanku Ja’afar, namun nyawanya tak tertolong.

“Kami mencari bayi itu dengan panik di penjuru rumah dan melihat mayatnya penuh darah tergeletak di luar rumah,” ujar Valayutham. Dia menyaksikan sejumlah monyet berada di sekitar rumah saat itu.

Mereka memang menetap di daerah yang diapit dua kompleks perumahan yang dipenuhi pepohonan. Pepohonan itu banyak dihuni monyet.

Direktur Taman Nasional Negri Sembilan

Ishak Muhamad, menyatakan, monyet itu telah ditembak mati pukul 16.00 waktu setempat. “Kami menduga monyet itu mengaduk-aduk makanan di dalam rumah. Dia lalu mengambil bayi ke atap karena berpikir bayi baru lahir adalah makanan,” duganya.

Ishak menuturkan, bayi itu tewas setelah jatuh ke tanah. “Monyet itu tiba-tiba melepas bayi itu mungkin setelah mendengar teriakan orangtuanya,” ujar Ishak. Kejadian tragis ini baru pertama kali terjadi di kawasan itu. Kejadian ini membuat keluarga yang semula bersuka setelah mendapatkan bayi, menjadi berdukacita.

Baca Juga :