SINONIM DAN ANTONIM

Sinonim dan Antonim – Materi sinonim dan antonim dalam Bahasa Indonesia merupakan materi yang sangat populer, mudah dan sudah mulai dikenalkan sejak duduk di Sekolah Dasar. Saking populernya materi ini, bahkan sempat dijadikan dagelan atau humor dari daerah banyumasan. Hampir semua kata yang ada di dunia ini memiliki sinonim dan antonim. Tapi tidak ada salahnya pada kesempatan ini Kelas Bahasa Indonesia akan mengulas tentang sinonim dan antonim.

SINONIM DAN ANTONIM
SINONIM DAN ANTONIM

 

A. SINONIM
Yang di maksud dengan sinonim adalah suatu kata yang memiliki bentuk yang berbeda namun memiliki pengertian yang sama atau mirip. Sinomin bisa disebut juga dengan persamaan kata atau padanan kata.
Contoh Sinonim :
– Ganteng = tampan
– cantik = ayu
– binatang = fauna
– bohong = dusta
– teman = sahabat
– haus = dahaga
– masalah = problema
– melihat = memandang
– pakaian = baju
– ragu = bimbang
– bertemu = berjumpa
– dan sebagainya.

B. ANTONIM
Yang di maksud dengan Antonim adalah suatu kata yang memiliki arti berlawanan satu sama lain. Antonim disebut juga dengan lawan kata.
Contoh Antonim :
– halus >< kasar
– keras >< lembek
– kurus >< gemuk
– naik >< turun
– besar >< kecil
– kaya >< miskin
– surga >< neraka
– laki-laki >< perempuan
– atas >< bawah
– tua >< muda
– cinta >< benci
– madu >< racun
– dan sebagainya.


MAKNA DENOTASI DAN KONOTASI

Makna Denotasi dan Konotasi – Dalam bahasa Indonesia, sebuah kata dapat memiliki dua makna yang berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh konteks dan tujuan penggunaanya. Semua kata pasti memiliki makna. Tetapi terkadang sebuah kata tidak bisa kita artikan secara langsung, karena dalam penggunaan kata terkadang penulis memiliki maksud yang berbeda-beda. Secara umum kita bisa mencari definisi atau arti semua kata yang terdapat dalam Bahasa Indonesia dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Pada kesempatan ini Kelas Bahasa Indonesia, akan membahas ragam makna kata, yaitu Makna Denotasi dan Konotasi.

MAKNA DENOTASI DAN KONOTASI
MAKNA DENOTASI DAN KONOTASI

MAKNA DENOTASI
Makna denotatif adalah makna sebenarnya atau makna yang memang sesuai dengan pengertian yang dikandung oleh kata tersebut. Makna denotatif disebut juga makna umum. Contoh kata makan artinya  memasukkan sesuatu ke dalam mulut, dikunyah, dan ditelan. Arti kata makan tersebut adalah makna denotatif.

MAKNA KONOTOSI
Makna konotatif  ialah bukan makna sebenarnya. Dengan kata lain, makna kias atau makna tambahan. Contoh kata putih bisa bermakna suci atau tulus tapi juga dapat bermakna menyerah atau polos. Penggunaan kata bermakna konotatif juga berkaitan dengan nilai rasa, baik nilai rasa rendah maupun tinggi.  Contoh kata gerombolan dan kumpulan secara denotatif bermakna sama, yaitu kelompok manusia. Dua pasang kata tersebut meskipun bermakna denotasi sama, namun secara konotasi mempunyai nilai rasa yang berbeda. Kata gerombolan mempunyai nilai rasa yang rendah, sedangkan kata kumpulan bernilai rasa tinggi.

CONTOH MAKNA DENOTASI DAN KONOTASI

Makna Denotatif (referensial)
1. Merah “warna  dasar yang serupa dengan warna darah”
2. Babi “binatang menyusui bermoncong panjang, berkulit tebal dan berbulu kasar”
3. Ular ” binatang melata tidak berkaki, tubuhnya agak bulat memanjang. kulitnya bersisik, hidup di tanah atau di air, memiliki bisa, aja juga yang tidak”

Makna Konotatif (evaluatif / emotif)

Makna Dasar                              Makna Tambahan
1. Merah = Warna                      Berani, dilarang
2. Babi    = Binatang                  Haram, najis
3. Ular    = Binatang                   Menakutkan, berbahaya
4. Mampus = Mati                      Kasar, jelek

Kata-kata yang bermakna denotatif digunakan dalam karya ilmiah, sedangkan kata-kata bermakna konotatif sering digunakan dalam menulis karya sastra.

Demikian postingan tentang Makna Denotasi dan Konotasi Semoga bermanfaat.

Selamat Belajar…!!! 🙂


Baca Juga Tentang : Konjungsi

Jaringan Tumbuhan : Jaringan Dewasa

Jaringan Tumbuhan : Jaringan Dewasa

 

Jaringan Dewasa

  • Jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah berhenti melaukakan totipotensi
  • Jaringan ini hanya membelah tetapi tidak melakukan defrensiasi membentuk jaringan lain

 

Jaringan Epidermis

  • Jaringan yang letaknya paling luar
  • Jaringan epidermis tersusun atas sel-sel hidup berbentuk pipih selapis yang berderet rapat tanpa ruang antar sel.
  • Tidak mengandung khlorofil kecuali pada epidermis tumbuhan Bryophita dan Pterydophyta serta sekitar epidermis pada sel penutup stomata
  • Bentuk sel jaringan epidermis seperti balok
  • Mengalami modifikasi membentuk aneka ragam sel yang sesuai dengan fungsinya
  • Pada tumbuhan yang sudah mengalami pertumbuhan sekunder, akar dan batangnya sudah tidak lagi memiliki jaringan epidermis.

Fungsi jaringan epidermis antara lain :

  • Pelindung / Proteksi jaringan didalamnya
  • Tidak dapat ditembus air dari luar, kecuali akar yang muda, bisa kemasukan air karena osmosis
  • Peresap air dan mineral pada akar yang muda.
  • Oleh karena itu akar-akar yang muda epidermisnya diperluas dengan tonjolan-tonjolan yang disebut bulu akar.
  • Untuk penguapan air yang berlebihan. Bisa melalui evaporasi atau gutasi
    – Tempat difusi O2 dan CO2 sewaktu respirasi, terjadi pada epidermis yang permukaannya bergabus
    Epidermis memiliki beberapa struktur khas sebagai berikut :

MODIFIKASI EPIDERMIS

bisa membentuk aneka ragam bentuk menyesuaikan perannya di Organ tempat keberadaan epidermis

  1. Stomata (mulut daun)
  2. Trichoma
  3. Bulu-bulu akar
  1. Stomata (mulut daun),
  • Stoma yaitu lubang pada lapisan epidermis daun.
  • Sekitar stomata terdapat sel yang berklorofil disebut sel penutup.
  • Stomata berfungsi sebagai tempat masuknya CO2 dan keluarnya O2 sewaktu berfotosintesis.
  • Selain itu stomata juga berfungsi untuk penguapan air
  • Pada semua tumbuhan yang berwarna hijau, lapisan epidermis mengandung stomata paling banyak pada daun.
  • Stomata terdiri atas bagian-bagian yaitu sel penutup, bagian celah, sel tetangga, dan ruang udara dalam
  • Sel tetangga berperan dalam perubahan osmotik yang menyebabkan gerakan sel penutup yang mengatur lebar celah
  • Sel penutup dapat terletak sama tinggi dengan permukan epidermis (panerofor) atau lebih rendah dari permukaan epidermis (kriptofor) dan lebih tinggi dari permukaan epidermis (menonjol)
  • Pada tumbuhan dikotil, sel penutup biasanya berbentuk seperti ginjal bila dilihat dari atas.
  • Sedangkan pada tumbuhan rumput-rumputan memiliki struktur khusus dan seragam dengan sel penutup berbentuk seperti halter dan dua sel tetangga terdapat masing-masing di samping sebuah sel penutup.
  • Untuk memahami struktur stomata,

 

 Trichoma

  • Trikoma yaitu rambut-rambut yang tumbuh pada permukaan luar dari epidermis daun dan batang.
  • Trikoma terdiri atas sel tunggal atau banyak sel.
  • Struktur yang menyerupai trikoma, tetapi tidak besar dan terbentuk dari jaringan epidermis atau di bawah epidermis disebut emergensia,
  • sedangkan apabila terbentuk dari jaringan stele disebut spina.

Peranan trikoma bagi tumbuhan, antara lain sebagai berikut.

  • Trikoma yang terdapat pada epidermis daun berfungsi untuk mengurangi penguapan.
  • Menyerap air serta garam-garam mineral.
  • Mengurangi gangguan hewan.

Sumber : Jaringan Tumbuhan

 

Kurang Antusias Tanggapi Pertalit

Kurang Antusias Tanggapi Pertalit

Kurang Antusias Tanggapi Pertalit
Kurang Antusias Tanggapi Pertalit

BANDUNG-PT Pertamina merealisasikan rencananya

memproduksi sekaligus merilis produk terbarunya, Pertalite. Pada Jumat (24/7), bahan bakar
minyak (BBM) jenis baru yang memiliki tingkat oktan 90 atau lebih tinggi daripada premium, yang tingkat oktannya 88 itu, remsi hadir.
Namun kehadirannya ternyata kurang mendapat antusiasme bagus dari masyarakat.

Pantauan menunjukkan pemilik kendaraan Kota Bandung

belum merespon baik hadirnya Pertalite. Seperti di SPBU COCO 31 40601 Jalan Soekarnohatta Bandung, respon masyarakat masih biasa-biasa. Penjualan masih terbanyak untuk jenis premium.

Mulyana, seorang petugas SPBU itu mengatakan hanya sedikit yang mengisi pertalite dan itupun hanya coba-coba saja. Ia juga harus menjelaskan tentnag produk baru itu kepada pembeli.

“Yang saya jelaskan kepada konsumen terlebih dahulu

adalah perbedaan yang paling mencolok antara Pertalite dan Premium, yaitu kadar oktannya. Pertalite punya kadar oktan lebih tinggi daripada Premium, yaitu 90, tetapi lebih rendah daripada Pertamax, yang kadar oktannya
92, serta Pertamax Plus, yang berkadar oktan 94. Sedangkan kadar oktan Premium adalah 88, Jadi memang culup lama,” tandasnya.

Konsumen sekedar ingin mencoba efek terhadap mesin. Mereka ingin menegtahui apaah penggunaan pertalite lebih baik dibandingkan dengan bensin. jo

 

Baca Juga :

 

 

Prediksi Penambahan Anggaran Di APBD Perubahan Tahun 2015 Capai Rp. 2,5 Miliar

Prediksi Penambahan Anggaran Di APBD Perubahan Tahun 2015 Capai Rp. 2,5 Miliar

Prediksi Penambahan Anggaran Di APBD Perubahan Tahun 2015 Capai Rp. 2,5 Miliar
Prediksi Penambahan Anggaran Di APBD Perubahan Tahun 2015 Capai Rp. 2,5 Miliar

BANDUNG-Pemprov. Jabar bersama DPRD Jabar pada pertengahan tahun 2015

sedang mempersiapkan rancangan Perubahan APBD Provinsi Jabar tahun 2015.

Berkenaan dengan rencana tersebut, diprediksi penambahan volume APBD pada perubahan APBD Perubahan tahun 2015 mencapai Rp. 2,5 triliun.

Hal demikian, diungkapkan Kepala Bappeda Jabar, Deny Juanda d

alam keterangannya kepada wartawan, Senin (27/7).

Deny, lebih lanjut memaparkan dalam rancangan APBD Perubahan Provinsi Jabar tahun 2015, penambahan dana dialokasikan untuk mendanai berbagai program.

Adapun program yang menjadi skala prioritas mempercepat diantaranya program-program yang menunjang persiapan PON tahun 2016.

Program berikutnya, program dukungan penyelesaian Bandara

Kertajati yaitu pembebasan lahan untuk runway. Seluas 1.200 meter di desa sukamulya. Di perubahan APBD Perubahan tahun 2015, tidak ada kegiatan baru.

Jika ada kegiatan baru, ujar Deny egiatan tersebut merupakan kegiatan dengan kategori genting dan penting. (NR)

 

Sumber :

https://susansblog.kinja.com/how-to-become-expert-via-online-learning-platform-and-e-1835176218

Bjb Perbaiki Fungsi Intermediasi Perbankan

Bjb Perbaiki Fungsi Intermediasi Perbankan

Bjb Perbaiki Fungsi Intermediasi Perbankan
Bjb Perbaiki Fungsi Intermediasi Perbankan

BANDUNG – Seiring dengan meningkatnya laba, total aset bank bjb per 30 Juni 2015

lalu juga mengalami kenaikan sebesar 22.1% y-o-y hingga mencapai Rp 95,9 Triliun yang dikontribusi oleh kenaikan Dana Pihak Ketiga bank bjb sebesar 32.4% sehingga total Dana Pihak Ketiga yang berhasil dihimpun oleh bank yang tercatat di IDX dengan ticker BJBR ini tercatat sebesar Rp 82,7 Triliun.

Dirut bank bjb Ahmad Irfan mengatakan kemampuan bank bjb dalam meningkatkan profitabilitas juga tidak terlepas dari pengelolaan biaya operasional yang sehat serta kenaikan fee based income yang tumbuh sebesar 29.3%.

“Fungsi perbankan sebagai lembaga intermediasi pun dilaksanakan dengan baik seiring

dengan pertumbuhan kredit secara konsolidasi yang mencapai 11% atau berada diatas pertumbuhan kredit perbankan yang hanya tumbuh 10.5% ,” ujarnya.

Meskipun pertumbuhan ekonomi melambat, bank bjb akan senantiasa berupaya menciptakan pertumbuhan profit yang tinggi dan berkelanjutan sehingga diharapkan hal tersebut akan membawa bank bjb pada posisi yang lebih kokoh dan memberikan value added yang optimal bagi para shareholder maupun stakeholder.

Adapun kredit konsumer masih mendominasi portofolio kredit yang disalurkan bank bjb

sepanjang triwulan kedua tahun 2015. Dari total kredit yang disalurkan pada periode tersebut atau sebanyak Rp 52,2 triliun, komposisi kredit konsumer mencapai 69% dari total kredit.

Strategi dan kebijakan bank bjb di tahun 2015 tetap fokus memperkuat pondasi yang kokoh khususnya yang berkaitan dengan infrastruktur IT serta SDM dalam rangka menunjang ekspansi bisnis di tahun-tahun mendatang. Bank bjb juga fokus meningkatkan kualitas layanan dengan peningkatan e-banking serta meningkatkan cross selling dan integrated marketing guna meningkatkan market share Dana Pihak Ketiga. Jo

 

Sumber :

https://oneworldherald.com/2019/05/28/rees-mogg-receives-criticism-for-his-new-book/

Contoh Surat Kuasa

Contoh Surat Kuasa

Contoh Surat Kuasa

SURAT KUASA

 

Saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : Agung Tennyok
Tempat/tanggal lahir : Sleman, 1 Januari 1990
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Bangeran RT. 30 RW 14 Bumirejo Lendah Kulon Progo

Dengan ini memberikan kuasa kepada :

Nama : Selvian Pratiwi
Tempat/tanggal lahir : Padang, 13 Mei 1993
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Bangeran RT. 30 RW 14 Bumirejo Lendah Kulon Progo

Agar dapat mengambilakn suat BPKB Mobil, dengan rincian datanya sebagai berikut ini :

Atas nama : Agung Tennyok
Merk : Honda Jazz
Warna : Silver
No. Rangka : QW868799980BN
Tahun : 2017
CC Motor : 500 CC
No. Polisi : JPO6879890GH
No. Mesin : TM76897980908RX

Demikian surat kuasa pengambilan surat BPKB ini saya buat dalam keadaan sehat, dan sesadar-sadarnya tanpa adanya paksaan dari pihak manapun. Dan semua resiko beserta hal-hal yang timbul akibat dari pemberian kuasa ini akan menjadi tanggungjwab penuh dari Pemberi Kuasa.

Semoga surat kuasa ini dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Lendah, 14 Juni 2017

 

Pemberi Kuasa, Penerima Kuasa,
Materai 6000

 

Agung Tennyok Selvian Pratiwi

SURAT KUASA

Yang bertandatangan dibawah ini :
Nama :
Jabatan :
Alamat :
No. KTP :

Selanjutnya disebut sebagai “PEMBERI KUASA”
Dengan ini memberikan kuasa sepenuhnya kepada :

Nama :
Jabatan :
Alamat :
No.KTP :

Selanjutnya disebut sebagai “PENERIMA KUASA” Untuk menelola domain (nama domain ) dari (nama
perusahaan) dan segala urusan yang terkait dengan domain (nama domain) tersebut.

Demikian surat Kuasa ini dibuat untuk dipergunakan sebagimana mestinya.

Pemberi kuasa Penerima Kuasa

( Pimpinan Lembaga ) ( )
NB. ­ Memakai kop surat dan stempel instansi terkait
­ Bermaterai

 

Sumber  : Contoh Surat Kuasa Tanah

Permasalahan Pembangunan Nasional

Permasalahan Pembangunan Nasional

Permasalahan Pembangunan Nasional
Permasalahan Pembangunan Nasional

Contoh : masalah pembangunan iptek

1) Kebijaksanaan yang sesuai bagi pengembangan iptek.
untuk meningkatkan produktivitas maka kebijaksanaan untuk penerapan dan pengembangan iptek perlu pula diarahkan untuk mencari pemecahan masalah-masalah besar yang masih harus dihadapi dalam pembangunan jangka panjang mendatang seperti pengangguran, kemiskinan, pembangunan daerah terbelakang seperti kawasan timur Indonesia, dan berbagai ketimpangan sosial lainnya. Dengan perkataan lain, pengembangan iptek harus terarah pula pada peningkatan kesejahteraan rakyat secara menyeluruh.
2) Strategi pengembangan iptek yang tepat
Artinya perlu pemikiran tentang ketersediaan dana, fasilitas riset dan teknologi yang ada baik dalam jumlah kualitas maupun penyebarannya antara sektor dan antar wilayah dalam mendukung kegiatan pembangunan iptek. Demikian juga dengan optimalisasi pendayagunaan berbagai sumber daya tersebut.
3) Di sektor produksi
Pada umumnya kegiatan produksi di Indonesia belum sampai pada tahap rancang bangun rekayasa dan penguasaan teknik produksi yang memadai untuk dapat menyerap perkembangan teknologi dan mengitegrasikan kedalam kegiatan produksi itu sendiri. Sebagian besar dari proses pengalihan teknologi yang terjadi baru sampai pada pemanfaatan kemajuan teknologi yang terkandung dalam berbagai peralatan yang digunakan.
4) Berbagai macam kegiatan penelitian dan pengembangan
Sekalipun di tingkat nasional telah dilakukan berbagai investasi untuk mengembangkan lembaga-leMbaga litbang, laboratorium penelitan, dan pusat-pusat pelayanan teknologi, namun dampaknya terhadap perkembangan industri khususnya dan dunia usaha umumnya belum meluas. Hal ini menunjukkan bahwa kemitraan antara kalangan industri dan dunia usaha, serta lembaga-lembaga litbang masih lemah.

Secara garis besar permasalahan yang hadapi adalah tetap masih bersifat klasik, yaitu :

  1. Ketertinggalan di bidang pendidikan
  2. Sebagai implikasi dari hal di atas, jumlah dan komposisi sumber daya manusia iptek yang dimiliki masih jauh dari yang diperlukan.
  3. Kemampuan membiayai kegiatan penelitian dan riset juga masih terbatas.
  4. Tradisi dan kemampuan riset dunia usaha termasuk swasta di Indonesia masih lemah
  5. Kemampuan sektor industri nasional pada umumnya belum sampai pada tahap rancang bangun dan teknologi produksi yang memadai untuk dapat menyerap perkembangan teknologi dan mengintegrasikannya kedalam kegiatan industri itu sendiri.
  6. Industri nasional pada umumnya tergolong industri kecil.

Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan di atas upaya yang dilakukan yaitu,

1) Dalam bidang pengembangan industri berbagai strategi telah ditempuh dengan pelbagai macam pendekatan dan tujuannya, yakni antara lain :
a. strategi ekspor produksi primer,
b. strategi industri subsidi impor,
c. trategi industri promosi ekspor, dan
d. strategi industri teknologi tinggi.
2) Dalam bidang iptek telah dikenal antara lain, program hibah bersaing, riset unggulan terpadu dan riset unggulan kemitraan dan program coop education antara Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha.
3) Selanjutnya, untuk meningkatkan kemampuan dalam bidang iptek, selain universitas dan Litbang, telah

Dikembangkan beberapa aspek pendukung kelembagaan antara lain:

 a. Dewan Riset Nasional (1984),
b. Dewan Standarisasi Nasional (1984),
c. Undang-Undang Hak Cipta (1982),
d. Undang-Undang paten (1989), dan Akademik pengetahuan Indonesia. Sarana dan prasaran penelitian pun telah banyak dibangun dan dioperasikan.

Pengertian Dan Tujuan Pembangunan Nasional

Pengertian Dan Tujuan Pembangunan Nasional

Pengertian Dan Tujuan Pembangunan Nasional
Pengertian Dan Tujuan Pembangunan Nasional

 

Pengertian Pembangunan Nasional 

Pembangunan nasional adalah usaha peningkatan kualitas manusia dan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta memperhatikan tantangan perkembangan global.
Tujuan pembangunan nasional adalah sebagai usaha untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh bangsa Indonesia.
Pembangunan nasional mencakup hal-hal yang bersifat lahiriah maupun batiniah yang selaras, serasi dan seimbang. Pembangunan yang bersifat lahiriah dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan hajat hidup fisik manusia, misalnya sandang, pangan, perumahan, pabrik, gedung perkantoran, pengairan, sarana dan prasarana transportasi dan olahraga, dan sebagainya. Sedangkan contoh pembangunan yang bersifat batiniah adalah pembangunan sarana dan prasarana ibadah, pendidikan, rekreasi, hiburan, kesehatan dan sebagainya.
 

Perencanaan Pembangunan Nasional

Program Pembangunan Nasional (Propenas)
GBHN 1999 ditetapkan dengan maksud memberikan arah penyelenggaraan negara dengan tujuan mewujudkan kehidupan yang demokratis, berkeadilan sosial, melindungi hak asasi manusia, menegakkan supremasi hukum dalam tatanan masyarakat dan bangsa yang beradab, berakhlak mulia, mandiri, bebas dan maju serta sejahtera dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Oleh karena itu, GBHN 1999 juga memberikan gambaran kondisi umum kehidupan bernegara pada saat ini beserta visi dan misi pembangunan sebagai acuan penyelenggaraan pembangunan selama lima tahun ke depan. Kondisi Umum, visi dan misi tersebut untuk selanjutnya dipergunakan sebagai landasan penyusunan Program Pembangunan Nasional (Propenas).

Pembangunan nasional meliputi :

1) Pembangunan Ekonomi
Peranan sektor industri dan perdagangan diarahkan untuk memantapkan stabilitas ekonomi, di samping kinerja sektor pertanian berusaha ditingkatkan, dan pembangunan kehutanan ditekankan pada rehabilitasi hutan dan lahan kritis, pembangunan hutan tanaman industri dan hutan rakyat. Selain itu, kegiatan dunia usaha yang tumbuh dengan pesat ternyata cenderung ditujukan pada sektor yang rentan terhadap gejolak moneter, sehingga kegiatan ekonomi yang mengalami kontraksi bertambah bebannya, dan mengakibatkan berkurangnya kesempatan kerja, meskipun selama Repelita VI pertambahan angkatan kerja telah diikuti oleh perluasan kesempatan kerja, baik dalam jumlah maupun mutu.
2) Pembangunan Prasarana
Makin membaiknya sarana dan prasarana perhubungan serta pembangunan pariwisata, pos dan telekomunikasi yang meningkat, mempunyai arti yang semakin penting dalam menunjang pembangunan nasional secara keseluruhan. Di samping sektor pengairan dengan jaringan irigasi yang merupakan pendukung sektor pertanian, sektor pertambangan dan energi tetap melanjutkan peranannya sebagai sektor andalan yang menyediakan sumber energi, bahan baku industri dan sumber penerimaan negara.
3) Pembangunan Sumber Daya Manusia
Pada awal pertumbuhan ekonomi yang tinggi serta keseimbangan ekonomi makro yang terkendali selalu diikuti oleh sumber daya manusia (SDM) yang semakin meningkat kualitasnya. Dalam rangka pembangunan manusia seutuhnya, pembangunan agama, budi pekerti, kesehatan, kesejahteraan sosial, pendidikan, serta Iptek, kelautan dan kedirgantaraan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari upaya pembangunan kualitas SDM, sebagai insan dan sumber daya pembangunan.
4) Pembangunan Regional dan Pembangunan Sumber Daya Alam
Pembangunan daerah sebagai bagian integral dan penjabaran dari pembangunan Nasional diarahkan untuk lebih mengembangkan dan menyerasikan laju pertumbuhan antar daerah dengan memperhatikan daerah yang terbelakang, daerah padat dan jarang penduduk, daerah transmigrasi, daerah terpencil dan perbatasan, serta mempercepat pembangunan kawasan Timur Indonesia yang pelaksanaannya disesuaikan dengan prioritas daerah.

Pembangunan Hukum, Penerangan, Politik, Hankam dan Administrasi Negara

Pembangunan hukum terus diupayakan untuk kemajuan perletakan dasar-dasar kuat bagi terwujudnya Indonesia sebagai negara hukum di samping kesadaran politik rakyat di atas landasan Pancasila dan UUD 1945. Selain pembangunan pertahanan keamanan negara (hankamneg) diarahkan pada pembangunan segenap komponennya untuk memelihara stabilitas nasional yang mantap, dinamis, dan mewaspadai perkembangan lingkungan strategis; pendayagunaan aparatur negara dan sistem pengawasan pembangunan semakin diperlukan untuk memperlancar penyelenggaraan tugas pemerintahan dan pembangunan secara efisien, efektif, bersih, bertanggung jawab dan merata di seluruh pelosok tanah air.

Pengertian Nasionalisme

Pengertian Nasionalisme

Pengertian Nasionalisme
Pengertian Nasionalisme

 

Pengertian Nasionalisme Dan Globalisasi 

Kata “globalisasi” diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Sebagai fenomena baru, globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working definition), sehingga tergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat.

Mitos yang hidup selama ini tentang globalisasi adalah

Bahwa proses globalisasi akan membuat dunia seragam. Proses globalisasi akan menghapus identitas dan jati diri. Kebudayaan lokal atau etnis akan ditelan oleh kekuatan budaya besar atau kekuatan budaya global.
Di sisi lain, ada yang melihat globalisasi sebagai sebuah proyek yang diusung oleh negara-negara adikuasa, sehingga bisa saja orang memiliki pandangan negatif atau curiga terhadapnya. Dari sudut pandang ini, globalisasi tidak lain adalah kapitalisme dalam bentuknya yang paling mutakhir. Negara-negara yang kuat dan kaya praktis akan mengendalikan ekonomi dunia dan negara-negara kecil makin tidak berdaya karena tidak mampu bersaing. Sebab, globalisasi cenderung berpengaruh besar terhadap perekonomian dunia, bahkan berpengaruh terhadap bidang-bidang lain seperti budaya dan agama.
Globalisasi mengandung elemen-elemen, antara lain sebagai berikut : integrasi, saling ketergantungan, multilateralisme, keterbukaan, dan penetrasi satu sama lain.

Ciri Globalisasi

  1. Perubahan dalam konsep ruang dan waktu. Perkembangan barang-barang seperti telepon genggam, televisi satelit, dan internet menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya, sementara melalui pergerakan massa semacam turisme memungkinkan kita merasakan banyak hal dari budaya yang berbeda.
  2. Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional, peningkatan pengaruh perusahaan multinasional, dan dominasi organisasi semacam World Trade Organization (WTO).
  3. Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa (terutama televisi, film, musik, dan transmisi berita dan olah raga internasional). saat ini, kita dapat mengonsumsi dan mengalami gagasan dan pengalaman baru mengenai hal-hal yang melintasi beraneka ragam budaya, misalnya dalam bidang fashion, literatur, dan makanan.
  4. Meningkatnya masalah bersama, misalnya pada bidang lingkungan hidup, krisis multinasional, inflasi regional dan lain-lain.

Hubungan antara Nasionalisme dan Globalisasi

Bangsa Indonesia memerlukan ketahanan nasional yang tangguh, yang mampu menentukan sendiri cara, kontrol, skema, waktu, dan jenis keterbukaan pada dunia, serta menggunakan setiap peluang berinteraksi dengan dunia sebagai kesempatan untuk memajukan bangsa dan negara. Era globalisasi perlu dihadapi dengan semangat nasionalisme yang sama kuatnya seperti saat negara-negara lemah melawan penjajahan zaman dulu.
Nasionalisme era sekarang perlu diwujudkan dalam mengelola peluang yang timbul dari globalisasi, dengan semangat meningkatkan kesejahteraan rakyat, harkat dan martabatnya. Globalisasi telah mengantarkan dunia ke arah persaingan antarbangsa dan negara, yang dimensi utamanya terletak pada bidang ekonomi, budaya, dan peradaban. Tinggi rendahnya harkat, derajat, dan martabat suatu bangsa semakin diukur dari tingkat kesejahteraan, budaya, dan peradabannya.