4 Jenis-Jenis Melalui Telepon Kabel

4 Jenis-Jenis Melalui Telepon Kabel

4 Jenis-Jenis Melalui Telepon Kabel
4 Jenis-Jenis Melalui Telepon Kabel

1.1. Dial-up

Pada akses dial up pengguna perlu menghubungi dahulu (dengan menggunakan komputer) nomor akses khusus yang disediakan untuk layanan Internet oleh penyedia jasa layanan. Salah satu penyedia jasa layanan Internet, misalnya menyediakan nomor telepon 0809 8 9999 sebagai nomor akses untuk layanan Internetnya. Untuk dapat menggunakan layanan ini, selain harus memiliki seperangkat komputer, pengguna juga harus memiliki modem dan berlangganan akses Internet ke penyedia jasa layanan Internet. Jadi selain harus membayar biaya telepon, pengguna juga harus membayar biaya akses Internet. Penyedia jasa layanan Internet yang sekaligus penyedia jasa telekomunikasi bisa menyatukan biaya itu dalam satu tarif terpadu. Layanan Telkomnet Instan dengan akses telepon 0809 8 9999 adalah layanan yang menyatukan tarif akses internet sekaligus tarif jasa telekomunikasi.

Tarif akses Internet dengan cara dial up melalui telepon kabel biasanya dihitung berdasarkan lamanya digunakan atau lamanya pengguna terhubung ke penyedia jasa layanan Internet, meskipun bisa juga berdasarkan pada jumlah data yang diakses. Sama seperti penggunaan telepon, akses Internet juga dapat menggunakan sistem bayar di depan (prabayar) maupun sistem bayar di belakang (pasca bayar). Sistem bayar di depan umumnya menggunakan voucher khusus yang dapat digunakan selama waktu tertentu atau untuk sejumlah data yang diakses. Cara ini paling gampang dilakukan dan harga modem internal murah. Tetapi koneksi dial up lebih sesuai untuk koneksi internet yang bersifat sementara, karena ketika kita menggunakan telepon rumah untuk koneksi dial up, telepon rumah dalam status sibuk.

Begitupun sebaliknya, ketika telepon rumah sedang menerima panggilan masuk, otomatis koneksi internet akan terputus. Adapun perangkat keras yang dibutuhkan untuk melakukan koneksi dial up adalah:

1.       Komputer dengan prosesor minimal Pentium II, RAM 64 MB

2.       Ruang kosong pada harddisk minimal 1 GB

3.       Modem internal atau eksternal

4.       Saluran telepon

5.       Software yang dibutuhkan adalah Sistem operasi Windows atau Linux

6.       Agar komputer terhubung ke internet, kita membutuhkan ISP (Internet Service Provider), yaitu perusahaan yang menyediakan jasa sambungan internet.

1.2. Leased Line

Jenis layanan lain yang menggunakan telepon kabel sebagai media lalu lintas data adalah layanan yang disebut leased line. Pada prinsipnya, pada jenis layanan ini pengguna menyewa jalur telepon yang secara khusus digunakan untuk mengakses Internet. Penyewa menggunakan saluran yang disewanya ini untuk berhubungan dengan penyedia jasa layanan Internet, dan selanjutnya mengakses Internet. Selain mengakses Internet, pelanggan juga dapat menggunakan saluran yang disewanya ini sebagai media untuk menghubungkan server miliknya ke jaringan Internet. Sewa jaringan ini tentu saja relatif mahal karena terhubung terus-menerus selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu.

1.3. DSL (Digital Subscriber Line)

Jaringan telepon kabel juga dapat dimanfaatkan untuk akses Internet dengan menggunakan teknologi DSL (Digital Subscriber Line). Teknologi ini akan memungkinkan lalu lintas data terpisah dari lalu lintas percakapan telepon sehingga saluran yang sama dapat digunakan untuk mengakses Internet tanpa mengganggu aktivitas bertelepon. Untuk dapat menggunakan layanan ini, calon pengguna harus memiliki seperangkat komputer, satu jalur telepon kabel, dan modem khusus yaitu modem DSL. Salah satu penyedia jasa layanan internet jenis ini di Indonesia adalah Telkomnet dengan layanan bernama Telkom Speedy, yang menurut promosinya mampu melayani akses Internet sampai 256 kbps (kilobit per detik). Secara teknis, sebenarnya makin jauh pelanggan dari sentral telepon, makin rendah kecepatan aksesnya. Kecepatan akses juga turun apabila jaringan telepon sibuk melayani percakapan.

1.4. ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line)

Koneksi internet dengan ADSL adalah suatu bentuk teknologi dari DSL, yaitu koneksi internet yang menghubungkan computer menggunakan modem khusus dengan saluran telepon biasa (rumah), seperti pada koneksi dial up tapi pada frekwensi yang berbeda. Sehingga keuntungannya, line telepon rumah tidak terganggu. Teknologi modulasi yang dikembangkan dengan discrete multitone (DMT), yang memungkinkan transmisi data berkecepatan tinggi . Fasilitas ADSL secara simultan menggunakan layanan telepon biasa, ISDN, dan transmisi data berkecepatan tinggi seperti halnya video. Koneksi internet dengan ADSL memiliki kelebihan, diantaranya tidak perlu dial up. Walaupun masih menggunakan line telepon dan terhubung ke internet selama 24 jam, anda masih tetap bisa menerima dan melakukan panggilan telepon dengan menggunakan Splitter yang disediakan oleh ISP yang anda pilih. Sistem pembayaran bulanan, dan beberapa ISP sudah menyediakan layanan pembayaran melalui ATM, sehingga anda tidak perlu antri di bank. Selain itu, koneksi ADSL juga memiliki kekurangan seperti pada jam sibuk, koneksinya sering lambat dan kadang sampai terputus.

Jadi ketika anda memutuskan untuk men-download menggunakan jenis koneksi ini, sebaiknya anda menggunakan Download Accelerator (Software yang dapat melanjutkan proses download ketika koneksi internet anda terputus).

Spesifikasi perangkat keras untuk koneksi ADSL adalah:

  1. Komputer dengan prosesor minimal Pentium II, RAM 64 MB.
  2. Ruang kosong pada harddisk minimal 1 GB.
  3. Modem. Biasanya sudah disediakan oleh ISP yang kita pilih. Proses instalasinya dilakukan oleh provider yang bersangkutan.
  4. Splitter
  5. Line telepon
  6. Software yang dibutuhkan adalah system operasi Windows atau Linux.

Baca Artikel Lainnya:

Beberapa Cara Agar Dapat Terhubung Dengan Internet

Beberapa Cara Agar Dapat Terhubung Dengan Internet

Beberapa Cara Agar Dapat Terhubung Dengan Internet
Beberapa Cara Agar Dapat Terhubung Dengan Internet

1. Melalui Telepon Kabel

Telepon kabel atau yang biasa disebut jaringan telepon publik (public telephone service network) dapat digunakan untuk mengakses layanan Internet, selain sebagai sarana komunikasi suara dan faksimili. Diperlukan perangkat yang disebut modem untuk menghubungkan jalur telepon kabel ke komputer.

 2. Melalui Telepon Nirkabel

Selain melalui telepon kabel, akses Internet juga dapat menggunakan telepon nirkabel. Saat ini ada dua jenis teknologi telepon nirkabel (disebut ponsel atau handphone) yang dapat melayani akses Internet, yakni GSM (global system for mobile communications) dan CDMA (code division multiple access). Internet dapat diakses secara langsung menggunakan perangkat telepon tersebut asalkan perangkat yang digunakan memenuhi syarat untuk akses Internet.

3. Melalui Televisi Kabel

Penyedia layanan televisi kabel dapat pula melayani akses Internet dengan memanfaatkan saluran televisi yang dimilikinya. Untuk dapat menggunakan layanan ini, selain harus berlangganan televisi kabel yang juga melayani akses internet tersebut, diperlukan modem khusus yang disebut cable modem. Kecepatan akses data untuk layanan ini mencapai 3 Mbps. Di Indonesia, jenis layanan ini tidak populer karena jumlah pelanggan televisi kabel tidak cukup banyak. Di Indonesia, Kabelvision adalah salah satu layanan Internet melalui saluran televisi kabel yang disediakan oleh LinkNet. Koneksi internet dengan TV kabel memilki beberapa kelebihan dibanding menggunakan saluran telepon. Salah satunya adalah kita dapat terhubung ke internet selama 24 jam tanpa harus terganggu jam sibuk telepon. Kelebihan yang dimiliki antara lain layanan unlimited (tanpa batas) dan tidak ada biaya tambahan, hanya membayar iuran bulanan saja. Selain itu kecepatan akses tidak terpengaruh oleh jam sibuk.

4. Melalui Gelombang Mikro

Layanan akses Internet melalui gelombang mikro pada umumnya digunakan oleh warnet untuk berhubungan dengan penyedia jasa layanan Internet meskipun dapat juga digunakan oleh pelanggan rumahan. Cara ini jauh lebih menguntungkan karena akses gelombang mikro pada frekuensi 2,4 Gigahertz masih bebas biaya, dibanding harus menyewa jaringan leased line. Untuk dapat mengakses Internet dengan cara ini, pelanggan perlu memiliki perangkat modem khusus untuk wireless access yang dapat menjangkau perangkat pemancar-penerima yang dimiliki oleh penyedia jasa layanan Internet. Biaya akses umumnya ditentukan berdasarkan besarnya kapasitas akses yang dilanggan, umumnya dalam kelipatan 64 kbps (misalnya: 64, 128, 256, 384 kbps, dan seterusnya).

5. Melalui Layanan Wireless Access Point (Hotspot)

Hotspot merupakan salah satu pemanfaatan wireless LAN yang biasanya dipasang di lokasi-lokasi publik seperti taman, restoran, perpustakaan, kantor, bandara, dan lain-lain. Selain memanfaatkan hotspot di lokasi umum, anda juga bisa memasang sendiri dirumah. Tentu saja harus berlangganan salah satu ISP yang koneksi internetnya bisa di sharing. Biasanya koneksi internet yang bisa disharing menggunakan koneksi ADSL atau TV kabel. Setelah koneksi internet tersedia, anda bisa menggunakan hub wireless untuk di sharing ke komputer/laptop lain tanpa menggunakan kabel. Hub wireless ini harus anda beli sendiri di toko komputer, karena provider ISP tidak menyediakannya.

Jika anda hanya ingin memanfaatkan hotspot gratis, yang dibutuhkan adalah laptop atau handphone yang memiliki fasilitas Wi Fi. Namun biasanya tidak semua hotspot bisa diakses secara gratis. Beberapa diantaranya ada yang mengharuskan anda membeli voucher atau register dulu kepada penyedia layanan hotspot. Namun, bila ingin memasang dan membagikan koneksi , anda harus membeli modem wireless dan hub wireless. Untuk koneksi ke hotspot, kita tidak perlu mencari ISP, karena kita hanya memanfaatkan yang sudah ada. Namun jika kita sendiri yang ingin menyediakan layanan ini, bisa menggunakan koneksi ADSL.

6.          Broad band ISDN (Integrated Services Digital Network)

Broad band menyediakan layanan terpadu dengan kecepatan tinggi dan menggunakan serat optik sebagai media transmisi. Koneksi modem jenis ini sanggup menyediakan kecepatan (bandwith) yang melebihi 200 Kbps , baik dari provider ke konsumen (downstream) maupun dari konsumen ke provider (upstream). Kelebihannya yaitu kecepatan aksesnya sangat tinggi, menyediakan layanan unlimited dan lebih stabil karena menggunakan serat optik. Dan mempunyai kekurangan dimana penggunaanya masih belum begitu luas dikarenakan pengadaan serat optik sebagai media transmisi belum cukup dikenal dan masih sangat jarang yang mengguanakannya.

Sumber: https://sel.co.id/

5 Jenis-Jenis Topologi Lengkap

5 Jenis-Jenis Topologi Lengkap

5 Jenis-Jenis Topologi Lengkap
5 Jenis-Jenis Topologi Lengkap

Didalam jaringan komputer ada beberapa topologi yang di terapkan dalam pembuatannya. Anatara lain: topologi bintang, topologi BUS, topologi Mesh, topologi pohon(tree), dan topologi Linier. Di dalam jenis topologi diatas ada beberapa kelebihan dan kekurangan. Berikut uarain dari topologi jaringan komputer tersebut diatas ialah:

1. Topologi bintang

Merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan bintang termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.
Kelebihan dari jaringan ini ialah:
– Kerusakan pada satu saluran hanya akan mempengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
– Tingkat keamanan termasuk tinggi.
– Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
– Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.
Kekurangan:
– Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh jaringan akan terhenti.

2. Topologi cincin

Adalah topologi jaringan berbentuk rangkaian titik yang masing-masing terhubung ke dua titik lainnya, sehingga membentuk jalur melingkar membentuk cincin. Pada topologi ini, komunikasi data dapat terganggu jika satu titik mengalami gangguan. Jaringan FDDI mengantisipasi kelemahan ini dengan mengirim data searah jarum jam dan berlawanan dengan arah jarum jam secara bersamaan.

3. Topologi bus

Pada topologi Bus, kedua unjung jaringan harus diakhiri dengan sebuah terminator. Barel connector dapat digunakan untuk memperluasnya. Jaringan ini hanya terdiri dari satu saluran kabel yang menggunakan kabel BNC. Komputer yang ingin terhubung ke jaringan dapat mengkaitkan dirinya dengan mentap Ethernetnya sepanjang kabel. Linear Bus: Layout ini termasuk layout yang umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap simpul, ke saluran tunggal komputer yang mengaksesnya ujung dengan ujung. Masing-masing simpul dihubungkan ke dua simpul lainnya, kecuali mesin di salah satu ujung kabel, yang masing-masing hanya terhubung ke satu simpul lainnya. Topologi ini seringkali dijumpai pada sistem client/server, dimana salah satu mesin pada jaringan tersebut difungsikan sebagai File Server, yang berarti bahwa mesin tersebut dikhususkan hanya untuk pendistribusian data dan biasanya tidak digunakan untuk pemrosesan informasi. Instalasi jaringan Bus sangat sederhana, murah dan maksimal terdiri atas 5-7 komputer. Kesulitan yang sering dihadapi adalah kemungkinan terjadinya tabrakan data karena mekanisme jaringan relatif sederhana dan jika salah satu node putus atau mengalami trouble maka akan mengganggu kinerja dan trafik seluruh jaringan.
– Keunggulan topologi Bus adalah pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain. – Kerugian, deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil, kepadatan lalu lintas tinggi, keamanan data kurang terjamin, kecepatan akan menurun bila jumlah pemakai bertambah, dan diperlukan Repeater untuk jarak jauh
Topologi linear bus merupakan topologi yang banyak dipergunakan pada masa penggunaan kabel Coaxial. Dengan menggunakan T-Connector (dengan terminator 50ohm pada ujung network), maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain. Kesulitan utama dari penggunaan kabel coaxial adalah sulit untuk mengukur apakah kabel coaxial yang dipergunakan benar-benar matching atau tidak. Karena kalau tidak sungguh-sungguh diukur secara benar akan merusak NIC (network interface card) yang dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya. Topologi ini juga sering digunakan pada jaringan dengan basis fiber optic (yang kemudian digabungkan dengan topologi star untuk menghubungkan dengan client atau node).
Tipe konektor untuk jaringan BUS terdiri dari
1. BNC Kabel konektor —> Untuk menghubungkan kabel ke T konektor.
2. BNC T konektor —> Untuk menghubungkan kabel ke komputer.
3. BNC Barrel konektor —> Untuk menyambung 2 kabel BNC.
4. BNC Terminator —> Untuk menandai akhir dari topologi bus.

4. Topologi jala atau mesh

Adalah sejenis topologi jaringan yang menerapkan hubungan antarsentral secara penuh. Jumlah saluran harus disediakan untuk membentuk jaringan ini adalah jumlah sentral dikurangi 1 (n-1, n = jumlah sentral). Tingkat kerumitan jaringan sebanding dengan meningkatnya jumlah sentral yang terpasang. Topologi ini selain kurang ekonomis juga relatif mahal dalam pengoperasiannya.

5. Topologi Jaringan Pohon (Tree)

Topologi jaringan ini disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat. Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral denganhirarki yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah dan semakin keatas mempunyai hirarki semakin tinggi. Topologi jaringan jenis ini cocok digunakan pada sistem jaringan komputer.
Pada jaringan pohon, terdapat beberapa tingkatan simpul (node). Pusat atau simpul yang lebih tinggi tingkatannya, dapat mengatur simpul lain yang lebih rendah tingkatannya. Data yang dikirim perlu melalui simpul pusat terlebih dahulu. Misalnya untuk bergerak dari komputer dengan node-3 kekomputer node-7 seperti halnya pada gambar, data yang ada harus melewati node-3, 5 dan node-6 sebelum berakhir pada node-7. Keungguluan jaringan model pohon seperti ini adalah, dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat. Sebagai contoh, perusahaan dapat membentuk kelompok yang terdiri atas terminal pembukuan, serta pada kelompok lain dibentuk untuk terminal penjualan. Adapun kelemahannya adalah, apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak efektif. Cara kerja jaringan pohon ini relatif menjadi lambat.

Sumber: https://duniapendidikan.co.id/

Apa Sih Penyebab Terjadinya Hujan Es

Apa Sih Penyebab Terjadinya Hujan Es

Pernahkah anda merasakan fenomena hujan es? Hujan es kebanyakan berjalan sementara jaman transisi atau pancaroba musim, baik itu dari musim kemarau ke musim hujan ataupun sebaliknya. Di Indonesia sendiri, fenomena hujan es ini sudah sering terjadi. Namun, masih banyak penduduk yang belum sadar apa memang penyebab dari fenomena ini. Nah, untuk anda yang penasaran memang apa yang mengakibatkan terjadinya hujan es, akibatnya, atau fakta-fakta menarik lainnya, yuk lihat penjelasannya selanjutnya ini.

1. Terjadi akibat kondensasi uap air yang terlalu dingin

Fenonema hujan es (hail) berjalan akibat presipitasi (turunnya hujan) yang terdiri dari bola-bola es bersama dengan diameter pada 5-50 mm atau lebih-lebih lebih. Salah satu proses pembentukannya adalah lewat kondensasi uap air yang terlalu dingin di atmosfer terhadap susunan di atas titik beku (freezing level). Awan yang tinggi puncaknya melebihi titik beku ini akan punyai anggota atas yang suhunya lebih rendah dari nol derajat Celcius, agar awan selanjutnya membawa kesempatan terlalu besar memproduksi es. Es yang terbentuk dari proses ini kebanyakan berukuran lumayan besar.

Pada jaman pancaroba kebanyakan akan berjalan pembentukan awan secara konvektif di mana massa udara basah terangkat ke atas dan membentuk awan yang puncaknya melebihi freezing level dan terjadilah proses pengintian es. Maka, anggota atas awan selanjutnya banyak mengandung es. Saat sudah lumayan waktunya untuk hujan, maka butiran atau lebih-lebih gumpalan es terhitung ikut jatuh ke permukaan bumi. Akibat ukurannya, walaupun es sudah turun ke arah yang lebih rendah bersama dengan suhu yang relatif hangat tidak seutuhnya mampu mencair.

2. Pernah memakan korban sampai ratusan jiwa

Hujan es mampu turun di dalam berbagai macam ukuran. Jika ukurannya terlalu besar dan disertai bersama dengan angin kencang, fenomena hujan es ini mampu memakan banyak korban jiwa, lho. Hal inilah yang berjalan di India terhadap th. 1888. Saat itu, badai hujan es menghancurkan kota pertanian Morabadad, India yang menewaskan sampai 230 orang dan banyak hewan ternak. Badai hujan es yang berjalan tepatnya terhadap 30 April 1888 ini disebut jauh lebih hebat dari kebanyakan dan jadi legenda di India sebagai badai terhebat. Tidak hanya hujan es saja, badai terhitung disertai bersama dengan angin kencang yang menggulingkan banyak bangunan dan tempat tinggal di area itu.

Walaupun badai berjalan terhadap siang hari, badai membawa awan yang terlalu gelap dan tidak tipis agar orang-orang menyebutkan kondisi layaknya malam hari. Belum tersedia proses peringatan yang baik terhadap sementara itu, agar banyak petani di area itu yang selamanya bekerja di ladang sementara badai jadi terjadi. Sebagian besar korban meninggal seketika sementara hujan es turun dan menghantam mereka.

3. Es terbesar berdiameter sampai 20 cm

Rekor terbesar dari bongkahan es yang dulu jatuh ke bumi ditemukan di Vivian, Dakota Selatan, Amerika Serikat terhadap tanggal 23 Juli 2010. Saat itu, badai petir bersama dengan bersama dengan hujan es dan tornado dilaporkan berjalan di wilayah Dakota Selatan. Es yang memegang rekor terbesar ini punyai diameter kira-kira 20 cm, yang berhasil mengalahkan rekor ukuran hujan es di Amerika Serikat pada mulanya yang berdiameter kira-kira 18 cm. Ukuran es ini sudah menyusut jauh dibandingkan bersama dengan sementara ia pertama kali jatuh karena diukur setelah sebagian sementara es menghantam tanah. Jadi, ukuran memang pasti jauh lebih besar, Squad.

4. Berdampak paling besar terhadap lahan pertanian

Dampak terbesar dari turunnya hujan es di suatu area adalah terhadap tanaman terhadap lahan pertanian. Hujan yang turun di dalam bentuk butiran-butiran kristal, secara fisik mampu langsung menyebabkan kerusakan semua anggota tanaman layaknya daun, ranting, atau lainnya. Jika hujan es menghantam lahan pertanian tanaman pangan, kesempatan untuk terjadinya gagal panen terhitung bisa saja terjadi.

5. Tidak kudu dikhawatirkan secara berlebihan

Alat pendeteksi cuaca yang punyai Info perihal kondisi atmosfer sudah mampu sadar jikalau tersedia badai yang disertai bersama dengan hujan es akan datang. Peristiwa ini terhitung kebanyakan berjalan di dalam sementara singkat dan jarang berjalan hujan es susulan di area yang sama. So, anda nggak kudu cemas terlalu berlebih sementara berjalan hujan es ya. Kamu terhitung mampu mendeteksi terjadinya hujan es secara sederhana. Ciri-ciri akan datangnya hujan es dan angin puting beliung adalah sebagian jam sebelum akan kejadian, udara di area yang akan turun hujan es jadi panas.

Meskipun sebagian besar es yang turun berukuran kecil, sebaiknya anda langsung berlindung ke di dalam ruangan sementara hujan es terjadi.

Selengkapnya : https://www.biologi.co.id/

Lakukan 5 Hal Ini untuk Membuktikan Anda Berintegritas

Lakukan 5 Hal Ini untuk Membuktikan Anda Berintegritas

Rekan Kerja, apa yang terlintas di dalam benak Anda dikala mendengar kata integritas? Sifat ini sejatinya harus dimiliki oleh barang siapa khususnya lagi bagi Anda yang merupakan seorang karyawan di dalam sebuah perusahaan atau organisasi. Bahkan kata ‘integritas’ sering disebut-sebut terhadap Pemilu (Pemilihan Umum) 2018 ini sebagai tidak benar satu syarat-syarat caleg (calon legislatif) yang harus dipenuhi.

Sebenarnya, apa arti integritas? Integritas merupakan kedisiplinan atas keteguhan yang tidak tergoyahkan untuk menjaga nilai kebenaran. Orang yang berintegritas merupakan orang yang jujur dan mempunyai karakter kuat. Kualitas Anda sebagai seorang karyawan tidak dapat sempurna tanpa integritas, sebab karyawan yang memiliki kwalitas dan juga berintegritas merupakan harta bagi sebuah perusahaan. Jika Anda mempunyai karakter tersebut, Anda dapat dipercaya oleh orang lain terhitung bos Anda. Lakukan lima perihal tersebut untuk menunjukkan bahwa Anda mempunyai integritas!

1. Berpegang Teguh terhadap Nilai yang Anda Percaya

Mempertahankan nilai yang Anda yakini bukanlah perihal yang mudah, bahkan bila orang-orang di lingkungan kerja Anda condong bersikap tidak sesuai bersama nilai-nilai yang Anda percaya. Mungkin bukanlah perihal yang mudah untuk menjelaskan ‘tidak’ bila Anda harus melakukan yang tidak sesuai bersama permohonan Anda, tapi Anda sanggup senantiasa mempertahankannya bersama langkah yang halus atau lewat lelucon. Dengan demikianlah teman kerja Anda menyadari bahwa Anda mempunyai prinsip dan mereka dapat menjunjung itu.

2. Ucapan dan Tindakan yang Sejalan

Anda sudah mengambil keputusan nilai yang Anda yakini, seterusnya lakukanlah perihal yang bersamaan bersama perihal tersebut. Hal ini mutlak bahkan kecuali Anda sudah menjelaskan kepada orang-orang apa saja yang Anda yakini dan tidak. Jangan sampai apa yang Anda ucapkan tidak mirip bersama yang Anda lakukan. Jika sampai itu terjadi, alih-alih keluar berintegritas, Anda malah dapat keluar plin-plan.

3. Hati-hati bersama Uang

Integritas seseorang sering kali diuji kala berhadapan bersama uang. Jika Anda tidak sanggup menghambat diri berasal dari uang, maka mutu Anda sebagai seorang karyawan yang kredibel dipertanyakan dan bahkan karier yang Anda bangun bertahun-tahun sanggup menjadi hancur. Korupsi menjadi wujud paling nyata berasal dari karakter seseorang yang tidak berintegritas. Ada banyak contoh korupsi yang sering berlangsung di lingkungan kerja, layaknya memanipulasi jumlah duit di dalam laporan dan atau menerima duit suap yang tidak seharusnya. Ubah paradigma Anda mengenai uang, bahwa duit bukanlah segalanya, supaya Anda tidak mudah terprovokasi.

4. Selalu Berkata Jujur

Integritas erat kaitannya bersama kejujuran. Penerapan karakter jujur ini termasuk segala perihal di dalam keseharian Anda di dunia kerja, layaknya bagaimana Anda bekerja dan bagaimana Anda selesaikan pekerjaan. Hindari berbohong, sebab kebohongan sanggup memberi tambahan efek domino yang mengakibatkan Anda berbohong lagi di lain waktu.

5. Bertanggung Jawab

Anda harus bertanggung jawab atas segala tindakan dan ucapan Anda. Jika Anda berjanji untuk selesaikan tugas terhadap pukul 16.00, maka tepati janji Anda bersama tidak terlambat mengumpulkannya. Contoh lain berasal dari bertanggung jawab adalah kecuali Anda melakukan kesalahan, jangan was-was untuk mengakuinya. Bertanggung jawablah atas apa yang Anda melakukan dan jangan bercuci tangan bersama menyalahkan orang lain.

Itu dia lima tindakan yang sanggup Anda melakukan di lingkungan kerja supaya menjadi karyawan berintegritas. Tentu saja, menjadi karyawan yang berintegritas membutuhkan prinsip kuat, tapi dapat berdampak positif terhadap diri Anda kecuali Anda terapkan.

Selengkapnya : https://www.gurukelas.co.id/

Mengenal Jenis-Jenis Tuas

Mengenal Jenis-Jenis Tuas

Siapa di antara anda yang pernah mendengar kata tuas? Mungkin beberapa berasal dari anda tersedia yang masih lupa-lupa ingat ya, atau apalagi tersedia juga yang mulai asing dengan kata itu. Nah, jika kata pesawat simple tentu pernah dengar dong, ya? Hayo, tersedia yang masih ingat apa itu pesawat sederhana?

Ternyata, tuas ini juga ke didalam group pesawat sederhana, lho. Tuas atau pengungkit adalah pesawat simple yang biasanya terbuat berasal dari kayu dengan tumpu di tidak benar satu titiknya dan digunakan untuk mengangkat sesuatu yang berat.

Sementara itu, kita juga sanggup paham nilai keuntungan mekanis berasal dari tuas tersebut. Apa sih keuntungan mekanis itu? Keuntungan mekanis adalah angka yang membuktikan berapa kali pesawat simple sanggup menggandakan gaya

Tuas atau pengungkit digolongkan jadi tiga jenis, lho. Penggolongan ini didasarkan pada letak titik tumpu, titik beban, dan titik kuasanya. Hayo, siapa yang sanggup menebak apa saja jenis-jenisnya? Yap, ketiga jenis tuas selanjutnya di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Tuas jenis pertama

Pada tuas jenis pertama, letak titik tumpu berada di antara titik beban dan titik kuasanya. Contoh alat yang juga ke didalam tuas jenis pertama antara lain gunting kuku, gunting, pemotong rumput, tang, linggis, dan jungkat jungkit. Siapa nih yang suka main jungkat jungkit?

2. Tuas jenis kedua

Selanjutnya adalah tuas jenis kedua. Kalau tuas jenis kedua, letak titik bebannya yang berada di antara titik tumpu dan titik kuasa. Nah, contoh-contoh alat yang merupakan tuas jenis ke dua diantaranya adalah alat pembuka tutup botol, alat pemotong kertas, alat pemecah kemiri, dan gerobak beroda satu.

3. Tuas jenis ketiga

Jenis tuas yang terakhir adalah tuas jenis ketiga. Hayo, jika tuas jenis ketiga, titik apa nih yang letaknya berada di tengah? Perfect! jika tuas jenis ini, titik kuasanya yang letaknya di tengah, di antara titik tumpu dan titik beban. Contoh alat yang juga golongan tuas jenis ketiga ini antara lain sekop, stapler (jekrekan), penjepit roti, dan pinset.

Squad, sekarang anda udah paham kan apa itu tuas dan apa saja jenis-jenisnya. Ternyata, penggunaan tuas ini tersedia manfaatnya, lho. Apalagi manfaatnya jika bukan untuk meringankan beban kerja yang dambakan kita lakukan. Coba deh anda bayangkan jika nggak tersedia sekop, mamang tukang bangunan jadi ada masalah kan bikin mengaduk semen. Begitu juga halnya jika tidak adanya alat-alat tuas yang lain. Pekerjaan kita jadi jadi berat dan terhambat.

Baca Juga :

Usaha Meningkatkan Prestasi Belajar

Usaha Meningkatkan Prestasi Belajar

Usaha Meningkatkan Prestasi Belajar
Usaha Meningkatkan Prestasi Belajar

Berhasil atau tidaknya peserta didik belajar sebagian besar terletak pada usaha dan kegiatannya sendiri, disamping faktor kemauan, minat, ketekunan, tekad untuk sukses, dan cita-cita tinggi yang mendukung setiap usaha dan kegiatannya.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam upaya peningkatan prestasi belajar antara lain:
a. Keadaan Jasmani
Untuk mencapai hasil belajar yang baik, diperlukan jasmani yang sehat, karena belajar memerlukan tenaga, apabila jasmani dalam keadaan sakit, kurang Gizi, kurang istirahat maka tidak dapat belajar dengan efektif.

b. Keadaan Sosial Emosional.
Peserta didik yang mengalami kegoncangan emosi yang kuat, atau mendapat tekanan jiwa, demikian pula anak yang tidak disukai temannya tidak dapat belajar dengan efektif, karena kondisi ini sangat mempengaruhi konsentrasi pikiran, kemauan dan perasaan.
c. Keadaan lingkungan
Tempat belajar hendaknya tenang, jangan diganggu oleh perangsang-perangsang dari luar, karena untuk belajar diperlukan konsentrasi pikiran. Sebelum belajar harus tersedia cukup bahan dan alat-alat serta segala sesuatu yang diperlukan.
d. Memulai pelajaran
Memulai pelajaran hendaknya harus tepat pada waktunya, bila merasakan keengganan, atasi dengan suatu perintah kepada diri sendiri untuk memulai pelajaran tepat pada waktunya.
e. Membagi pekerjaan
Sewaktu belajar seluruh perhatian dan tenaga dicurahkan pada suatu tugas yang khas, jangan mengambil tugas yang terlampau berat untuk diselesaikan, sebaiknya untuk memulai pelajaran lebih dulu menentukan apa yang dapat diselesaikan dalam waktu tertentu.
f. Adakan kontrol
Selidiki pada akhir pelajaran, hingga manakah bahan itu telah dikuasai. Hasil baik menggembirakan, tetapi kalau kurang baik akan menyiksa diri dan memerlukan latihan khusus.
g. Pupuk sikap optimis
Adakan persaingan dengan diri sendiri, niscaya prestasi meningkat dan karena itu memupuk sikap yang optimis. Lakukan segala sesuatu dengan sesempurna, karena pekerjaan yang baik memupuk suasana kerja yang menggembirakan.


h. Menggunakan waktu
Menghasilkan sesuatu hanya mungkin, jika kita gunakan waktu dengan efisien. Menggunakan waktu tidak berarti bekerja lama sampai habis tenaga, melainkan bekerja sungguh-sungguh dengan sepenuh tenaga dan perhatian untuk menyelesaikan suatu tugas yang khas.
i. Cara mempelajari buku
Sebelum kita membaca buku lebih dahulu kita coba memperoleh gambaran tentang buku dalam garis besarnya.
j. Mempertinggi kecepatan membaca
Seorang pelajar harus sanggup menghadapi isi yang sebanyak-banyaknya dari bacaan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Karena itu harus diadakan usaha untuk mempertinggi efisiensi membaca sampai perguruan tinggi. Untuk suatu tindakan yang efisien diperlukan adanya kesiapan dalam diri individu baik kesiapan fisik maupun kesiapan mental. Demikian pula dalam belajar, kesiapan ini merupakan hal yang esensial.

Menurut surya dalam buku Sutrisno kesiapan dapat diartikan sebagai sejumlah pola-pola respon atau kecakapan tertentu yang diperlukan untuk suatu tindakan. Pada dasarnya kesiapan merupakan kapasitas fisik maupun mental untuk belajar, disertai harapan ketrampilan yang dimiliki dan latar belakang untuk mengerjakan sesuatu. Seseorang dikatakan siap untuk sesuatu buku bila mempunyai latar belakang pengetahuan untuk memahami isi buku, mempunyai kemauan untuk melakukannya, dan mempunyai harapan ketrampilan tertentu yang akan dimiliki sesudah mempelajari buku tersebut.

Rujukan:
1. Dr. E. Mulyasa, M.Pd, Implementasi Kurikulum 2004, (Bandung:PT Remaja Rosda karya, 2005), hlm. 194
2. Dr. Mulyasa, M.Pd, Kurikulum Berbasis Kompetensi, (Bandung:PT Remaja Rosdakarya, 2003), Cet.ke-3, hlm.100


Prinsip Penilaian Menurut Kurikulum 2013

Prinsip Penilaian Menurut Kurikulum 2013

 

Prinsip Penilaian Menurut Kurikulum 2013

Perlu kita ketahui bahwa dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 perlu diperha

tikan prinsip-prinsip, pendekatan-pendekatan, dan karakteristik-karakteristik penilaian yang diamanahkan oleh Kurikulum 2013.

Prinsip Penilaian Menurut Kurikulum 2013

Adapun prinsip-prinsip yang harus diperhatikan oleh guru pada saat melaksanakan penilaian untuk implementasi Kurikulum 2013 baik pada jenjang pendidikan dasar (SD/MI) maupun pada jenjang pendidikan menengah (SMP/MTs, SMA/MA dan SMK/MAK) adalah:
  • Sahih

Penilaian yang dilakukan haruslah sahih, maksudnya penilaian didasarkan pada data yang memang mencerminkan kemampuan yang ingin diukur.
  • Objektif

Penilaian yang objektif adalah penilaian yang didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas dan tidak boleh dipengaruhi oleh subjektivitas penilai (guru).
  • Adil

Penilaian yang adil maksudnya adalah suatu penilaian yang tidak menguntungkan atau merugikan siswa hanya karena mereka (bisa jadi) berkebutuhan khusus serta memiliki perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender.
  • Terpadu

Penilaian dikatakan memenuhi prinsip terpadu apabila guru yang merupakan salah satu komponen tidak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran.
  • Terbuka

Penilaian harus memenuhi prinsip keterbukaan di mana kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan yang digunakan dapat diketahui oleh semua pihak yang berkepentingan.

  • Menyeluruh dan berkesinambungan

Penilaian harus dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan oleh guru dan mesti mencakup segala aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai. Dengan demikian akan dapat memantau perkembangan kemampuan siswa.
  • Sistematis

Penilaian yang dilakukan oleh guru harus terencana dan dilakukan secara bertahap dengan mengikuti langkah-langkah yang baku.
  • Beracuan kriteria

Penilaian dikatakan beracuan kriteria apabila penilaian yang dilakukan didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan.
  • Akuntabel

Penilaian yang akuntabel adalah penilaian yang proses dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi teknik, prosedur, maupun hasilnya.
  • Edukatif

Penilaian disebut memenuhi prinsip edukatif apabila penilaian tersebut dilakukan untuk kepentingan dan kemajuan pendidikan siswa.

Pendekatan Penilaian Menurut Kurikulum 2013

Menurut Kurikulum 2013, penilaian yang dilakukan harus menggunakan pendekatan-pendekatan berikut:
  • Acuan Patokan

Dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 pada aspek penilaiannya, maka semua kompetensi perlu dinilai dengan menggunakan acuan patokan berdasarkan pada indikator hasil belajar. Sekolah terlebih dahulu harus menetapkan acuan patokan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.
  • Ketuntasan Belajar

Ketuntasan belajar menurut kurikulum 2013 ditentukan sebagai berikut:
Ketuntasan belajar dan konversi nilai menurut Kurikulum 2013
  • Untuk KD pada KI-3 dan KI-4, siswa dapat dikatakan belum tuntas belajar untuk menguasai KD yang dipelajarinya bila menunjukkan indikator nilai < 2.66 dari hasil tes formatif.
  • Untuk KD pada KI-3 dan KI-4, siswa dinyatakan sudah tuntas belajar untuk menguasai KD yang dipelajarinya apabila menunjukkan indikator nilai ≥ 2.66 dari hasil tes formatif.
  • Untuk KD pada KI-1 dan KI-2, ketuntasan siswa dilakukan dengan memperhatikan aspek sikap pada KI-1 dan KI-2 untuk seluruh matapelajaran, yakni jika profil sikap siswa secara umum berada pada kategori baik (B) menurut standar yang ditetapkan satuan pendidikan yang bersangkutan.

Adapun implikasi dari adanya persyaratan ketuntasan belajar tersebut adalah sebagai berikut.

  • Untuk KD pada KI-3 dan KI-4: diberikan remedial individual sesuai dengan kebutuhan kepada peserta didik yang memperoleh nilai kurang dari 2.66;
  • Untuk KD pada KI-3 dan KI-4: diberikan kesempatan untuk melanjutkan pelajarannya ke KD berikutnya kepada peserta didik yang memperoleh nilai 2.66 atau lebih dari 2.66; dan
  • Untuk KD pada KI-3 dan KI-4: diadakan remedial klasikal sesuai dengan kebutuhan apabila lebih dari 75% peserta didik memperoleh nilai kurang dari 2.66.
  • Untuk KD pada KI-1 dan KI-2, pembinaan terhadap peserta didik yang secara umum profil sikapnya belum berkategori baik dilakukan secara holistik (paling tidak oleh guru matapelajaran, guru BK, dan orang tua).

Karakteristik Penilaian Menurut Kurikulum 2013

  • Belajar Tuntas

Untuk kompetensi pada kategori pengetahuan dan keterampilan (KI-3 dan KI-4), siswa tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan berikutnya, sebelum mampu menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur yang benar dan hasil yang baik. Asumsi yang digunakan dalam belajar tuntas adalah siswa dapat belajar apapun, hanya waktu yang dibutuhkan yang berbeda. Siswa yang belajar lambat perlu waktu lebih lama untuk materi yang sama, dibandingkan siswa pada umumnya.
  • Otentik

Memandang  penilaian  dan  pembelajaran  secara  terpadu. Penilaian otentik harus mencerminkan masalah dunia nyata, bukan dunia sekolah. Menggunakan berbagai cara dan kriteria holistik (kompetensi utuh merefleksikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap). Penilaian otentik tidak hanya mengukur apa yang diketahui oleh siswa, tetapi lebih menekankan mengukur apa yang dapat dilakukan oleh siswa.
  • Berkesinambungan

Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran yang utuh mengenai perkembangan hasil belajar siswa, memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil terus menerus dalam bentuk penilaian proses, dan berbagai jenis ulangan secara berkelanjutan (ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, atau ulangan kenaikan kelas).
  • Berdasarkan acuan kriteria

Kemampuan siswa tidak dibandingkan terhadap kelompoknya, tetapi dibandingkan terhadap kriteria yang ditetapkan, misalnya ketuntasan minimal, yang ditetapkan oleh satuan pendidikan masing-masing.
  • Menggunakan  teknik penilaian yang bervariasi

Teknik penilaian yang dipilih dapat berupa tertulis, lisan, produk, portofolio, unjuk kerja, projek, pengamatan, dan penilaian diri.

Baca Juga :

PENELITIAN KUALITATIF : GROUNDED THEORY APPROACH

PENELITIAN KUALITATIF : GROUNDED THEORY APPROACH

PENELITIAN KUALITATIF A
PENELITIAN KUALITATIF A
  1. Pendahuluan
Grounded Theory Approach adalah metode penelitian kualitatif yang menggunakan sejumlah prosedur sistematis guna mengembangkan teori dari kancah. Pendekatan ini pertama kali disusun oleh dua orang sosiolog Barney Glaser dan Anselm Strauss, yang menghasilkan karya buku, yaitu: The Discovery of Grounded Theory (1967); Theoritical Sensitivity (1978); Qualitative Analysis for Social Scientists (1987); dan Basics of Qualitative Research: Grounded Theory Procedures and Techniques (1990). Menurut Glaser dan Strauss, pendekatan grounded theory merupakan metode ilmiah, karena prosedur kerjanya yang dirancang secara cermat sehingga memenuhi keriteria metode ilmiah. Keriteria dimaksud adalah adanya signifikansi, kesesuaian antara teori dan observasi, dapat digeneralisasikan, dapat diteliti ulang, adanya ketepatan dan ketelitian, serta dapat dibuktikan.

Sesuai dengan nama yang disandangnya, tujuan dari grounded theory approach adalah teoritisasi data. Teoritisasi adalah sebuah metode penyusunan teori yang berorientasi tindakan/interaksi, karena itu cocok digunakan untuk penelitian terhadap perilaku. Penelitian ini tidak bertolak dari suatu teori atau untuk menguji teori (seperti paradigma penelitian kuantitatif), melainkan bertolak dari data menuju suatu teori. Untuk maksud itu, yang diperlukan dalam proses menuju teori itu adalah prosedur yang terencana dan teratur (sistematis). Selanjutnya, metode analisis yang ditawarkan Grounded Theory Approach adalah teoritisasi data (grounded theory).
Grounded theory pada dasarnya dapat diterapkan pada berbagai disiplin ilmu-ilmu sosial, namun demikian seorang peneliti tidak perlu ahli dalam bidang ilmu yang sedang ditelitinya. Hal yang lebih penting adalah bahwa dari awal peneliti telah memiliki pengetahuan dasar dalam bidang ilmu yang ditelitinya, supaya ia paham jenis dan format data yang dikumpulkannya.


  1. Perumusan Masalah Penelitian
Paradigma kualitatif mengasumsikan bahwa di dalam kehidupan sosial selalu ditemukan regulasi-regulasi yang relatif sudah terpola. Pola-pola regulasi yang ditemukan melalui penelitian itulah yang dirumuskan menjadi teori. Asumsi ini dipertegas dalam grounded theory, dengan menyatakan bahwa; (a) semua konsep yang berhubungan dengan fenomena belum dapat diidentifikasi; dan (b) hubungan antarkonsep belum terpahami atau belum tersusun secara konseptual. Oleh sebab itu, tidak mungkin bagi seorang peneliti untuk mengajukan masalah yang sangat spesifik seperti yang dituntut dalam metode kuantitatif, baik variabel maupun tipe hubungan antarvariabelnya.
Substansi rumusan masalah dalam pendekatan grounded theory masih bersifat umum, yaitu dalam bentuk pertanyaan yang masih memberi kelonggaran dan kebebasan untuk menggali fenomena secara luas, dan belum sampai menegaskan mana saja variabel yang berhubungan dengan ruang lingkup masalah dan mana yang tidak. Demikian pula tipe hubungan antarvariabelnya belum perlu dieksplisitkan dalam rumusan masalah yang dibuat.

Bertolak dari dasar asumsi dan kemungkinan yang diutarakan di atas, rumusan masalah dalam grounded theory disusun secara bertahap. Pada tahap awal, sebelum pengumpulan data, dikemukan rumusan masalah yang bersifat luas (tetapi tidak terlalu terbuka), yang kemudian nanti setelah data yang bersifat umum dikumpulkan, rumusan masalahnya semakin dipersempit dan lebih difokuskan sesuai dengan sifat data yang dikumpulkan. Intinya adalah bahwa rumusan masalah dalam grounded theory disusun lebih dari satu kali. Rumusan masalah yang diajukan pada tahap pertama dimaksudkan sebagai panduan dalam mengumpul data, sedangkan rumusan masalah yang diajukan pada tahap berikutnya dimaksudkan sebagai panduan untuk menyusun teori.
Perumusan masalah yang disebut terakhir ini inheren dengan perumusan hipotesis penelitian. Seperti lazimnya pada setiap penelitian, rumusan masalah yang disusun pada tahap awal adalah yang memiliki substansi yang jelas serta diformulasikan dalam bentuk pertanyaan. Ciri rumusan masalah yang disarankan dalam grounded theory adalah: (a) berorientasi pada pengidentifikasian fenomena yang diteliti; (b) mengungkap secara tegas tentang obyek (formal dan material) yang akan diteliti, serta (c) berorientasi pada proses dan tindakan.

Contoh rumusan masalah awal pada grounded theory; “Bagaimanakah wanita yang berpenyakit kronis mengatasi kehamilan?”. Pertanyaan yang diajukan dalam rumusan masalah ini bermaksud untuk: (a) mengenali secara tepat dan mendalam perilaku wanita yang sedang berpenyakit kronis dalam mengatasi kehamilannya; (b) obyek formal penelitian adalah wanita yang berpenyakit kronis yang sedang hamil, sedangkan obyek materialnya adalah cara-cara yang dilakukan oleh wanita itu dalam mengatasi persoalan kehamilan dalam kondisi sakit; dan (c) orientasi utama yang disoroti adalah tahapan tindakan si wanita dan jenis-jenis atau bentuk-bentuk tindakan yang dipilih.
  1. Penggunaan Teori Terdahulu
Sebagaimana penelitian kualitatif pada umumnya, pendekatan grounded theory sama sekali tidak bermaksud untuk menguji teori, dan bahkan tidak bertolak dari variabel-variabel yang direduksi dari suatu teori. Sungguh tidak relevan jika penelitian dengan grounded theory dimulai dengan teori atau variabel yang telah ada, karena akan menghambat pengembangan rumusan teori baru. Oleh sebab itu, penelitian grounded theory tidak perlu terlalu terpangaruh oleh literatur karena akan menutupi kreativitas dalam mengumpul, memahami dan menganalisis data. Inilah yang dimaksudkan dalam pendekatan grounded theory, bahwa sesungguhnya peneliti belum memiliki pengetahuan tentang obyek yang diteliti, termasuk jenis data dan kategori-kategori yang mungkin ditemukan.
Pendekatan grounded theory, teori yang sudah ada harus diletakkan sesuai dengan maksud penelitian yang dikerjakan. Penelitian yang bermaksud menemukan teori dari dasar:

  1. Jika peneliti menghadapi kesulitan dalam hal konsep ketika merumuskan masalah, membangun kerangka berpikir, dan menyusun bahan wawancara, maka konsep-konsep yang digunakan oleh teori terdahulu dapat dipinjam untuk sementara sampai ditemukan konsep yang sebenarnya dari kancah,
  2. Jika penelitian dengan grounded theory menemukan teori yang memiliki hubungan dengan teori yang sudah dikenal, maka temuan baru itu merupakan sumbangan baru untuk memperluas teori yang sudah ada. Demikian pula, jika ternyata teori yang ditemukan identik dengan teori yang sudah ada, maka teori yang ada dapat dijadikan sebagai pengabsahan dari temuan baru itu,
  3. Jika peneliti sudah menemukan kategori-kategori dari data yang dikumpulkan, maka ia perlu memeriksa apakah sistem kategori serupa telah ada sebelumnya. Jika ya, maka peneliti perlu memahami tentang apa saja yang dikatakan oleh peneliti lain tentang kategori tersebut, tetapi bukan untuk mengikutinya. Penelitian yang bermaksud memperluas teori,
  4. Jika penelitian bermaksud untuk memperluas teori yang telah ada, maka penelitian dapat dimulai dari teori tersebut dengan merujuk kerangka umum teori itu. Dengan kata lain, kerangka teoritik yang sudah ada bisa digunakan untuk menginterpretasi dan mendekati data. Namun demikian, penelitian yang sekarang harus dikembangkan secara tersendiri dan terlepas dari teori sebelumnya. Dengan demikian, penelitian dapat dengan bebas memilih data yang dikumpulkan, sehingga memungkinkan teori awalnya dapat diubah, ditambah, atau dimodifikasi,
  5. Jika penelitian sekarang bertolak dari teori yang sudah ada, maka ia dapat dimanfaatkan untuk menyusun sejumlah pertanyaan atau menjadi pedoman dalam pengamatan /wawancara untuk mengumpul data awal,
  6. Jika temuan penelitian sekarang berbeda dari teori yang sudah ada, maka peneliti dapat menjelaskan bagaimana dan mengapa temuannya berbeda dengan teori yang ada.
  1. Analisis Data
Esensi kegiatan pengumpulan dan analisis data dalam grounded theory adalah proses yang saling berkaitan erat, dan harus dilakukan secara bergantian (siklus). Karena itu kegiatan analisis yang dibicarakan pada bagian berikut telah dikerjakan pada saat pengumpulan data sedang berlangsung. Kegiatan analisis dalam penelitian ini dilakukan dalam bentuk pengkodean (coding). Pengkodean merupakan proses penguraian data, pengonsepan, dan penyusunan kembali dengan cara baru. Tujuan pengkodean dalam penelitian grounded theory adalah untuk: (a) menyusun teori; (b) memberikan ketepatan proses penelitian; (c) membantu peneliti mengatasi bias dan asumsi yang salah; dan (d) memberikan landasan, memberikan kepadatan makna, dan mengembangkan kepekaan untuk menghasilkan teori.
Terdapat dua prosedur analisis yang merupakan dasar bagi proses pengkodean, yaitu: (a) pembuatan perbandingan secara terus-menerus (the constant comparative methode of analysis); dan (b) pengajuan pertanyaan. Konteks penelitian grounded theory, hal-hal yang diperbandingkan itu cukup beragam, yang intinya berada pada sekitar: (a) relevansi fenomena atau data yang ditemukan dengan permasalahan pokok penelitian; dan (b) posisi dari setiap fenomena dilihat dari sifat-sifat atau ukurannya dalam suatu tingkatan garis kontinum.

Sumber : Ngelag.Com

Penyebab Munculnya Rasa Khawatir Secara Tiba-Tiba Pada Manusia

Salah satu urusan yang sering hadir di benak kita ialah khawatir. Mungkin tidak sedikit dari anda yang telah sering merasakan apa tersebut khawatir, dan tersebut pertanda baik, karena artinya kamu hidup, terdapat aktivitas. Tetapi cemas berlebihan juga dapat melumpuhkan.

Apa sih cemas itu? Mengapa khawatir? Dan bagaimana teknik mengatasinya?

Lalu mengapa insan sering dan gampang terjebak dengan rasa khawatir?

1. Karena tidak mempunyai prioritas yang benar dalam hidupnya

Terkadang tidak sedikit dari anda yang bingung dalam memilih barang yang anda mau beli, antara merk dengan fungsi, sebab bersangkutan dengan gengsi, hendak terlihat baik, canggih dan mewah. Saat kamu mempunyai prioritas yang benar dalam hidup, kamu tidak akan gampang dikhawatirkan dengan hal-hal lain.

2. Tidak mempunyai gambar diri yang benar

Pada saat insan hidup kesatu kali, urusan yang mesti di bina dengan baik dan benar ialah gambar diri yang baik. Gambar diri dapat dibangun oleh orangtua dan lingkungan. Gambar diri ini menilai cerminan kehidupan seseorang di masa mendatang, andai gambar diri buruk maka besar bisa jadi kehidupannya pun akan buruk.

Dalam sejumlah kasus, www.pelajaran.id/ biasanya orang yang mempunyai gambar diri buruk memakai topeng dengan barang mewah dan segala format dandanan yang paling baik, dengan destinasi untuk menetralkan rasa khawatirnya. Sehingga merk dan brand menjadi lebih urgen daripada fungsinya.

Mari perbaiki 2 urusan ini dalam hidup kita, tentukan prioritas saat kamu merasa khawatir. Serta biasakan mempunyai gambar diri yang sehat, supaya keseharian anda bebas dan lepas dari khawatir. Memang, cemas tidak membunuh manusia, tetapi paling mengganggu kehidupan.