Ketua NU Karawang Tolak Full Day School

Ketua NU Karawang Tolak Full Day School

Ketua NU Karawang Tolak Full Day School
Ketua NU Karawang Tolak Full Day School

Dianggap mendiskreditkan keberadaan sekolah DTA, Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Karawang,

menolak rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy yang akan menerapkan sistem pembelajaran satu hari penuh (Full Day School).

Ketua PCNU Karawang, KH. Ahmad Ruhyat Hasby mengatakan, jika Mendikbud tetap memaksakan rencana kebijakan FDS ini, maka sama halnya sengaja ‘membunuh’ eksistensi DTA.

Apalagi kata Kang Uyan (sapaan akrab), rencana kebijakan sekolah 5 hari ini bukan untuk meminimalisir kenakalan pelajar, melainkan sebaliknya, akan memberikan waktu dan ruang yang lebih besar bagi potensi kenakalan pelajar.

Sekolah libur satu hari saja kenakalan pelajar semakin menjadi-jadi, apalagi kalau libur sekolahnya dua hari.

Sehingga dengan ini tidak ada alasan apapum yang dapat mengamini rencana kebijakan FDS dari Mendikbud ini,” tutur Kang Uyan, Kamis (15/6).

Kang Uyan mengatakan beberapa guru ngaji dan guru madrasah di Karawang memang sudah meminta pendapat terhadapnya mengenai isu rencana kebijakan FDS ini. Bahkan menurut Kang Uyan, bukan hanya saja guru sekolah pendidikan agama, melainkan guru SD dan SMP yang mengaku merasa keberatan dengan rencana kebijakan FDS.

Para guru SD dan SMP di Karawang justru memandang jika mereka merasa terbantu dengan sekolah DTA di dalam membentuk dan membina akhlaq dan karakter siswa. Karena sekolah formal tidak akan bisa sepenuhnya mengurusi pendidikan agama,” katanya.

Jika saja rencana kebijakan FDS ini merupakan langkah untuk meminimalisir kenakalan pelajar di Ibu kota

, sambung Kang Uyan, belum tentu rencana kebijakan tersebut akan cocok atau selaras dengan kultur pendidikan di daerah. Karena ditegaskan Kang Uyan, setiap metode pendidikan satu daerah tentu akan berbeda dengan daerah lainnya.

Kalau kebijakan FDS misalnya dianggap cocok diterapkan di ibu kota, belum tentu kebijakannya akan cocok untuk daerah. Karena metode pendidikan itu tidak akan terlepas dari kultur maupun adat kebiasaan di daerah yang berbeda-beda,” paparnya.

Sehingga melalui surat pernyataan sikap bernomor 154/SU/PP/LPM-NU/VIII/2016 lembaga PBNU, masih dikatakan Kang Uyan, jauh-jauh hari NU sudah mengeluarkan pernyataan sikap yang tegas untuk menolak rencana kebijakan FDS dari Mendikbud tersebut.

 

Sumber :

https://buydomperidone.net/mengenal-lebih-dalam-tentang-apa-itu-seni-kontemporer/

PCNU Tasikmalaya Tolak Wacana Full Day School

PCNU Tasikmalaya Tolak Wacana Full Day School

PCNU Tasikmalaya Tolak Wacana Full Day School
PCNU Tasikmalaya Tolak Wacana Full Day School

Wacana Full Day School atau sekolah seharian penuh dalam kegiatan belajar mengajar yang dilontarkan Kementrian

Pendidikan dan Kebudayaan RI mendapatkan penolakan dari PCNU Kabupaten Tasikmalaya.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Tasikmalaya, KH Atam Rustam menolak tegas kebijakan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut.

“Tentu kalau di Tasikmalaya sendiri itu akan memutus kegiatan belajar mengajar di Madrasah Diniyah

yang diikuti siswa selepas sekolah formal. Ini akan menggerus keberlangsungan pendidikan agama di Madrasah,” papar KH Atam, Rabu (14/6).

Menurutnya, jam belajar Diniyah sendiri di mulai pukul 13.00 WIB atau 14.00 WIB hingga sore hari.

“Nah dengan full day school itu siswa belajar full dari siang hingga sore, terus pelajaran agamanya kapan?” sesal pria yang kini juga menjabat Ketua di Perhimpunan Guru Madrasah (PGM) itu.

KH Atam meminta Mentri Pendidikan dan Kebudayaan untuk melakukan peninjauan ulang atas wacana full day school,

dikhawatirkan akan menghilangkan eksistensi sekolah Diniyah.

“Harusnya Mendikbud itu memikirkan bagaimana memajukan Diniyah yang ada hingga pelosok kampung yang selama ini luput dari perhatian pemerintah,” papar KH Atam.

Pihaknya memprediksi bila kebijakan full day school tetap dilaksanakan dirinya khawatir akan berkurang bimbingan etika dan moralitas.

“Pendidikan etika dan moralitas itu sedikit sekali porsinya di sekolah formal dan sarat dengan target angka-angka,” pungkasnya.

 

Sumber :

https://lovepucca.net/pengertian-fungi-dan-cara-hidupnya/

Lulusan Perguruan Tinggi Diharapkan Ikut Berkontribusi Pada Pembangunan Daerah

Lulusan Perguruan Tinggi Diharapkan Ikut Berkontribusi Pada Pembangunan Daerah

Lulusan Perguruan Tinggi Diharapkan Ikut Berkontribusi Pada Pembangunan Daerah
Lulusan Perguruan Tinggi Diharapkan Ikut Berkontribusi Pada Pembangunan Daerah

Wisudawan Perguruan Tinggi memiliki peran penting dalam pembangunan daerah. Olehnya

, Pemkot Cirebon mendorong wisudawan dapat berkontribusi dan mengabdikan diri dengan bekerja di Kota Cirebon. Dengan begitu ilmu pun bermanfaat bagi daerahnya.

Walikota Cirebon, Nashrudin Azis bangga salah satu Perguruan Tinggi di Kota Cirebon, Universitas Gunung Jati (UGJ) Cirebon mencetus lulusan dokter terbaik yang siap diterjunkan ke masyarakat. Kebanggaan itu pun, kata Azis, dirasakan pula oleh Pemerintah Daerah Kota Cirebon.

“Kami bangga UGJ sudah berhasil meluluskan dokter terbaik yang akan terjun di masyarakat

. Pengambilan sumpah ini menunjukan UGJ selevel dengan Perguruan Tinggi (PT) lain di tingkat nasional yang memiliki fakultas kedokteran,” ungkap Azis dalam kegiatan Pengambilan Sumpah Dokter ke 13 Universitas Gunung Jati (UGJ) Cirebon di Ballroom Hotel Grage, Senin (22/4).

Azis menambahkan, kiprah para dokter lulusan UGJ tentunya sudah banyak membantu meningkatkan kesehatan masyarakat Kota Cirebon. Kiprah para wisudawan lainnya ditunggu untuk bekerja sesuai kemampuan yang dimilikinya.

“Khusus untuk lulusan terbaik Kami berharap dapat bekerja di RS Gunung Jati Cirebon.

Kami tentu berharap dia dapat mendarmabaktikan kemampuannya demi masyarakat Cirebon. Ayo bekerja di Kota sendiri untuk membangun kesehatan masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, Rektor Unswagati, Mukarto Siswoyo mengatakan, pihaknya bangga Fakultas Kedokteran UGJ telah meluluskan 22 dokter pada pelantikan kali ini. Secara keseluruhan sudah 208 dokter yang sudah lulus dari FK dan bekerja di seluruh Indonesia.

“Ini prestasi membanggakan di usia yang 11 tahun wisudawannya sudah tersebar di seluruh Indonesia. Para lulusannya pun memiliki jiwa profesional dalam menjalankan keilmuannya,” ujar Mukarto.

Di pihak lain, Dekan FK UGJ, Catur Setiya Sulistiyani mengatakan, dirinya sangat merespon baik dengan harapan dan penawaran yang diberikan Wali Kota Cirebon. Pihaknya sudah menjalin kerjasama dengan RS Gunung Jati sehingga lulusan terbaik dapat mengabdi di RS kebanggan masyarakat Cirebon.

“Harapan kami tentu kehadiran FK di Cirebon memberikan efek positif bagi daerah sekitar juga. Alhamdulillah ternyata Wali Kota Cirebon juga sejalan dengan harapan kami,” tandasnya

 

Baca Juga :

 

 

SMA Pelita Nusantara Versus Komite, Dua Siswa Dikeluarkan Sepiha

SMA Pelita Nusantara Versus Komite, Dua Siswa Dikeluarkan Sepiha

SMA Pelita Nusantara Versus Komite, Dua Siswa Dikeluarkan Sepiha
SMA Pelita Nusantara Versus Komite, Dua Siswa Dikeluarkan Sepiha

Dua siswa SMA Pelita Nusantara (Pelnus) Kota Bandung, Andi Rizki Al-Ghani

R dan Erland Agung Yudha menjadi korban perseteruan pihak sekolah dan komite sekolah.

Mereka diduga dikeluarkan pihak sekolah, karena orang tua mereka yang menjabat ketua dan pengurus komite terlalu kritis menuntut fasilitas sekolah. Padahal, selama ini kedua siswa tidak pernah melanggar aturan sekolah dan berprestasi.

Orang tua siswa yang juga menjabat Ketua komite, Andi M Ridwan mengungkapkan,

perseteruan komite dengan sekolah berawal saat komite kerap mempertanyakan sarana belajar yang dijanjikan pihak sekolah.

Entah merasa gerah, pihak sekolah yang berada dibawah naungan Yayasan Harapan Bangsa Indonesia Maju (HBIM) ini terus mencari kesalahan dirinya agar anaknya dikeluarkan.

Mungkin karena kami sering memberi masukan, sekolah terus berupaya mencari kesalahan anak-anak kami agar bisa dikeluarkan,” ungkap Andi usai mengadukan sekolah kepada Kantor Cabang Dinas (KCD) wilayah VII Dinas Pendidikan Jawa Barat, di SMKN 1 Cimahi, Jalan Mahar Martanegara, Kota Cimahi, Kamis (18/4).

Sebelum dikeluarkan, kata Andi, komite berusaha menemui pengurus yayasan

, namun selalu menolak pertemuan. Dengan niat bertemu, ia pun terpaksa menunda pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) agar yayasan mau bertemu komite.

Tapi mereka malah memanfaatkan keterlambatan itu untuk alasan mengeluarkan anak saya. Akhirnya saya mengalah membayar SPP, tetapi tetap dikeluarkan. Saya berpikirnya anak-anak sudah mendekati UAS kasihan kalau sampai tidak mengikuti ujian,” ujarnya.

Menurut Andi, sebenarnya bukan dirinya dan orang tua Erland saja yang sejak lama ingin menanyakan realisasi fasilitas sekolah sesuai kesepakatan, tetapi tuntutan itu atas masukan semua orang tua siswa yang berharap fasilitas belajar anaknya meningkat.

Untuk masuk ke sini (SMA Pelnus), kami harus bayar uang pangkal sebesar Rp 30 jutaan. Jadi wajar jika kami menanyakan fasilitas yang sudah disepakati bersama,” ujarnya.

Yang disesalkan, lanjut Andi, kenapa permasalahan antara sekolah-yayasan dan orangtua, malah berimbas kepada siswa. Hal ini berdampak pada psikologis siswa dalam proses KBM.

Saya rasa mereka semena-mena, apalagi hingga ada pengumuman yang tertempel di sekolah. Di situ ditulis mantan siswa dan orangtuanya dilarang masuk area sekolah. Jadi kami susah masuk meski untuk ambil barang pribadi yang tertinggal. Itu kan tidak manusiawi,” katanya.

Bukan hanya itu, pengurus yayasan juga dinilai semena-mena kepada orang tua siswa. Pernah saat rapat antara yayasan dan komite, ketua yayasan mengatakan kalimat yang menantang orang tua.

Dulu ia (ketua yayasan) mengatakan, yang tidak sejalan dengan yayasan dan sekolah, silahkan keluarkan anaknya. Waktu itu saya sudah jawab kami akan keluarkan anak kami asal pihak sekolah mau mengembalikan uang pangkal kami,” tandasnya.

Sementara itu Kepala KCD wilayah VII Dinas Pendidikan Jawa Barat, Husen R. Hasan berjanji bakal melakukan upaya agar hak siswa untuk memperoleh pendidikan tidak dilanggar pihak sekolah. Terlebih jika alasan dikeluarkannya siswa karena belum melunasi SPP.
Itu tidak bisa dibiarkan, karena sudah melanggar aturan. Karena urusan administrasi tidak dapat dikaitkan dengan proses pembelajaran siswa,” ujarnya.

Husen mengaku, sejak ada pengaduan sebenarnya pihak dinas sudah mengirim surat undangan kepada pihak sekolah untuk membahas persoalan tersebut. Namun hingga saat ini pihak sekolah atau yayasan tidak mengindahkan undangan dari dinas.

Kelihatannya sekolah tidak kooperatif, padahal kasus ini bisa diselesaikan kalau semuanya hadir. Kami akan panggil sekolah sekali lagi. Bagaimanapun hak anak untuk memperoleh pendidikan tidak boleh dilanggar,” tegasnya.

Huzen juga mengaku, sudah membentuk tim khusus untuk melakukan investigasi atas kasus tersebut.

Kalau ada pelanggaran, ya bisa dikenakan sanksi tapi kita tunggu hasil tim,” tandasnya.

Sementara itu saat para wartawan mencoba mendatangi sekolah yang berlokasi di Jalan Paledang, dengan maksud mengkonfirmasi hal yang terjadi, pihak sekolah tidak bersedia menemui wartawan dengan alasan orang yang berwenang memberi keterangan sedang tidak ada di tempat.

 

Sumber :

https://dcckotabumi.ac.id/pages/sejarah-proklamasi/

Wanita Ini Catat Sejarah Baru Di ITB

Wanita Ini Catat Sejarah Baru Di ITB

Wanita Ini Catat Sejarah Baru Di ITB
Wanita Ini Catat Sejarah Baru Di ITB

Dalam upacara Wisuda kedua di Tahun Akademik 2018/2019, Institut Teknologi Bandung (ITB)

memberikan penganugerahan Doktor Kehormatan kepada Nurhayati Subakat.

Penganugerahan ini mencatat sejarah tersendiri bagi ITB, sebab Nurhayati merupakan wanita pertama yang mendapat gelar Doktor Kehormatan dari ITB.

Upacara wisuda sekaligus penyerahan tersebut diselenggarakan di Sasana Budaya Ganesa,

Bandung, Jumat (5/4).

Rektor ITB Profesor Kadarsah Suryadi mengatakan, penganugerahan ini merupakan yang ke-12, yang sebelumnya 11 Doktor Penganugrahan diberikan oleh 11 tokoh yang semuanya adalah pria.

“Semoga dengan penganugerahan ini, bisa menjadi inspirasi bagi para perempuan Indonesia dalam berkarir sehingga bisa mendapatkan prestasi yang membanggakan,” Ungkap Kadarsah.

Sebagai luapan rasa bahagia, Nurhayati Subakat mengucapkan rasa terima kasih

kepada orang-orang yang ikut mendukungnya.

“Ini merupakan sebuah amanat untuk saya agar bisa memberikan contoh yang baik kepada wanita Indonesia, untuk terus berkarir dan berprestasi,” ucap Nurhayati.

Nurhayati juga mengajak kepada wanita Indonesia agar terus berprestasi, karena wanita yang bisa mengurus Rumah tangga dengan benar akan sukses saat berkarir.

 

Sumber :

https://dcckotabumi.ac.id/pages/contoh-soal-teks-ulasan-kelas-8/

Latar Belakang Kedatangan VOC di Maluku Utara

Latar Belakang Kedatangan VOC di Maluku Utara

Latar Belakang Kedatangan VOC di Maluku Utara
Yang melatar belakangi Kedatangan VOC di Maluku Utara, yaitu bermula dari undangan penguasa Ternate, yaitu dikala Spanyol jalankan serbuan ke Benteng Gamlamo pada th. 1606. Mereka berhasil menangkap Sultan Saidi beserta hampir seluruh botato-nya. Kemudian mereka diasingkan ke Manila & selama hayatnya hanya Kaicil Hamzah yang sanggup ulang ke Ternate pada th. 1627 & setelah itu hidup selama 21 th. di pengasingan.

Jogugu Hidayat, Kaicil Ali & Kimalala Aja berhasil meloloskan diri saat Spanyol jalankan penyerbuan. Kemudian Jogugu Hidayat mengutus Kaicil Ali yang saat itu berusia 20-an th. & ditemani Kimalaha Aja pergi ke Banten untuk meminta pemberian VOC kegunaan mengusir Spanyol dari Ternate. Dan tanggal 29 Maret 1607, Laksamana Matelief de Jonge bersama armadanya tiba di Ternate atas usaha Kaicil Ali & Kimalaha Aja.

Dan tidak lama lantas pas tanggal 26 Juni 1607 de Jonge diberi tanda tangan perjanjian bersama kesultanan Ternate berkaitan bersama hak monopoli perdagangan rempah-rempah VOC, dan juga pembangunan Benteng Oranje & pemukiman Willemstad sebagai kesepakatan atas pemberian VOC melawan Spanyol. https://www.biologi.co.id/6-ciri-ciri-makhluk-hidup/

Demikianlah ulasan kedatangan VOC di Maluku Utara yang pada kesempatan yang baik ini, sanggup disampaikan secara singkat.

Baca Juga :

Runtuhnya Kekuasaan VOC

Runtuhnya Kekuasaan VOC

Runtuhnya Kekuasaan VOC
Kaisar Napoleon Bonaparte dari Prancis menyerbu & menempati Belanda pada Desember 1794. Kemudian ia, membentuk pemerintahan boneka & mengangkat adiknya, Louis Bonaparte, sebagai Raja Belanda. Sedangkan Raja Belanda sendiri, Willem V, sudah sukses melarikan diri ke Inggris & menetap di Istana Kew. Dan selama menetap di Kew, Willem V mengeluarkan sejumlah surat & instruksi untuk negari Belanda maupun daerah-daerah jajahannya, dikenal sebagai “surat-surat Kew”. Isinya berbentuk dokumen-dokumen yang intinya memerintahkan kepada para pejabat di lokasi jajahan Belanda untuk menyerahkan lokasi mereka kepada Inggris, supaya tidak jatuh ke tangan Prancis.

Dokumen Kew termasuk berikan keterangan yang intinya Inggris punya lebih banyak pasukan, kapal, & senjata, ketimbang VOC (Belanda), Inggris termasuk sukses merebut & mendapatkan lebih dari satu pos Belanda di Nusantara.

Di th. 1795 Inggris menempati Padang & lantas Ambon di th. 1796, dan juga setahun lantas ia menjadi menuntut penyerahan semua lokasi Maluku.

Di selagi itu termasuk keadaan VOC dalam keadaan yang tidak baik, yakni di bidang militer ataupun ekonomi, nampaknya tengah mengalami krisis yang berat. Hal ini gara-gara faktor Perang Inggris IV (1780-1784), sudah memperburuk keadaan VOC, gara-gara semakin terpisah dari negeri Belanda. Karena keadaan berikut untuk menjaga Batavia dari ancaman Inggris, VOC pun meminjam sekitar 2.300 prajurit Surakarta & Yogyakarta, samasekali para prajurit itu hanya “nongkrong” & tidak pernah bertempur, gara-gara nampaknya Inggris tidak melaksanakan serangan.

Di bidang keuangan VOC punya hutang yang melebihi kapital & asetnya, supaya keadaan terlampau terpuruk. Dari th. 1781 VOC tidak mampu membagikan deviden kepada pemegang sahamnya, supaya penduduk & dunia bisnis di negeri Belanda mempertanyakan perihal itu.

Dalam keadaan berikut restrukturisasi di pucuk pimpinan VOC menjadi ditunaikan pemerintah Belanda, yakni bersama membubarkan Manajemmen VOC, de Haren XVII yang selama nyaris 2 abad mengontrol perusahan ini & digantikan bersama sebuah komite yang melakukan tindakan sebagai direksi sekaligus menjalankan manajemen perusahaan yang sebenarnya sudah sekarat. Hal itu gara-gara sejak Mei 1795 Staaten Generaal mengusulkan kepada pemerintah Belanda supaya di reksi VOC, de Heren XVII, diganti bersama sebuah komite yang nama adalah Komite Urusan Dagang & Pendudukan Hindia Timur (Committee tot de Zaken van den Oost Indischen Handel en Bezettingen) & Komite berikut diusulkan beranggotakan 28 orang.

Selanjutnya pada akhir Desember 1799 pemerintah Belanda lantas mengambil keputusan untuk tidak memperpanjang kembali hak oktroi VOC yang pada kelanjutannya berakhir pada tanggal 31 Desember 1799. Kemudian di tanggal 1 Januari 1800 VOC dibubarkan secara resmi, dan juga untuk semua aktiva & pasivanya, berikut daerah kekuasaan beserta pemerintahannya di daerah-daerah jajahan, seterusnya di ambil alih pemerintah Belanda. https://materisekolah.co.id/contoh-teks-eksplanasi-pengertian-ciri-struktur-kaidah-kebahasaan-dan-contoh-lengkap/

Jadi bersama begitu riwayat VOC yang nyaris 2 ratus th. beroperasi di Nusantara pada kelanjutannya berakhir & menyisahkan sejarah, bahwa di Maluku VOC beroperasi dari th. 1607-1800.

Demikianlah ulasan yang kiranya pada kesempatan ini, mampu bahas, dan untuk kuranglebihnya mohon maaf. Semoga bermanfaat & semoga anda jadi orang yang sukses!

Baca Juga :

Membahas Globalisasi – Sikap Bangsa Indonesia

Membahas Globalisasi – Sikap Bangsa Indonesia

Globalisasi udah menjadi suatu proses tatanan penduduk yang berwujud mendunia & tidak mengenal dapat batas wilayah, berikan dampak positif maupun negatif. Semua aspek kehidupan baik di bidang ekonomi, politik, sosial budaya ataupun hankam tidak dapat dipungkiri dapat terkena dampaknya. Menghindar / berwujud tertutup dari dampak globalisasi adalah tidak mungkin, karena kami adalah anggota dari penduduk dunia. Jadi berkenan tidak berkenan kami perlu memiliki sikap di dalam hadapi dampak globalisasi yang berwujud negatif.

Menanamkan jiwa nasionalisme dan patriotisme masih benar-benar dibutuhkan untuk seluruh bangsa Indonesia, sehingga kami dapat lebih siap di dalam hadapi tantangan globalisasi.

Dalam lakukan kerjasama bersama bangsa-bangsa lain di dunia maka Indonesia lakukan politik luar negeri yang berdasarkan kepada keperluan nasionalnya. Sehingga tiap-tiap kesibukan di dalam percaturan internasional tidak dapat merugikan keperluan nasionalnya, kerja sama bersama bangsa lain di dunia dijalankan bersama prinsip saling menghargai dan bersikap bebas dan aktif. Dengan begitu bangsa Indonesia dapat dapat berkompetisi secara sehat bersama bangsa lainnya di wajah bumi dan mewujudkan target nasionalnya bersama baik.

Baca Juga :

Olimpiade Sains Nasional Bidang Kebumian: Eksperimen Pencairan Es di Kutub

Olimpiade Sains Nasional Bidang Kebumian: Eksperimen Pencairan Es di Kutub

Olimpiade Sains Nasional Bidang Kebumian Eksperimen Pencairan Es di Kutub
Olimpiade Sains Nasional Bidang Kebumian Eksperimen Pencairan Es di Kutub

Kemendikbud — Ujian praktikum dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) selalu menjadi hal yang menarik untuk diamati. Setiap bidang lomba memiliki bidang keilmuan dengan ciri khas yang beragam. Misalnya bidang lomba kebumian yang ujiannya mencakup materi geologi, meteorologi, oseanografi, dan astronomi. Dalam ujian praktikum materi meteorologi, peserta melakukan sebuah eksperimen atau simulasi mencairnya es di Kutub Utara dan Kutub Selatan.

Juri OSN 2019 bidang lomba Kebumian, Zadrach L Dupe mengatakan, dalam ujian praktikum meteorologi, peserta melakukan simulasi untuk mencari tahu apa yang akan terjadi jika es di Kutub Utara dan Es di Kutub Selatan mencair, serta dampaknya terhadap ketinggian permukaan laut. Mereka diberikan dua buah gelas ukur berisi air panas dengan volume 250 ml dan diberikan es batu.

“Mereka harus mengukur volume es. Kemudian kondisinya pada gelas pertama,

esnya sudah berada di dalam air dengan jumlah volume air 250 ml, kemudian mengamati apa yang terjadi kalau esnya mencair. Lalu pada gelas kedua yang berisi air panas 250 ml, baru kita masukkan es, seolah-olah esnya seperti es yang di Kutub Selatan, di atas daratan. Kenapa pakai air panas? Supaya proses mencairnya cepat,” jelas Zadrach di SMA Lokon St. Nikolaus, Tomohon, Sulawesi Utara, Selasa (2/7/2019).

Untuk melakukan eksperimen ini, peserta diberikan waktu selama 15 menit untuk berpikir dan menuliskan hasil pengamatannya. “Kalau durasi tesnya sendiri mungkin dalam waktu satu atau dua menit bisa selesai karena cuma menunggu esnya mencair. Karena kita menggunakan air panas jadi bisa cepat,” ujar Zadrach yang bersama timnya sudah melakukan percobaan serupa terlebih dahulu di kampus. “Kami coba dulu di kampus, kira-kira butuh waktu berapa lama. Jadi harus didesain dengan tes praktikum yang lain dan waktu yang disediakan,” katanya.

Salah satu tes praktikum lainnya di lapangan adalah materi tentang oseanografi

yang berlangsung di Pantai Tasik Ria, Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Di sini peserta diminta untuk menghitung kecepatan angin dan mengukur ketinggian gelombang laut yang muncul. Kemudian mereka juga melakukan simulasi untuk menentukan pasang/surut air laut, menentukan kadar salinitas atau kadar garam laut,atau mengukur kekeruhan air laut. “Kadang siswa diminta mengukur pelapisan temperatur dari laut,” kata Zadrach.

Dosen Meterologi di Institut Teknologi Bandung itu menuturkan, tes praktikum kebumian dibagi menjadi dua, yaitu tes peraga dan tes di lapangan. Dalam tes peraga, peserta berada di dalam kelas untuk mengenali bebatuan yang sudah disiapkan panitia. “Jadi kita punya sampel batuan. Peserta harus mengenal batuan ini jenisnya apa, namanya apa, dan susunan kimianya bagaimana,” katanya. Sementara untuk tes teori, peserta diberikan waktu selama 2,5 jam untuk mengerjakan 50 soal pilihan ganda dan enam soal esai.

Peserta OSN 2019 Bidang Lomba Kebumian terdiri dari 77 siswa SMA

yang berasal dari 34 provinsi. Sistem seleksi OSN untuk bidang kebumian tidak menggunakan batas minimal nilai, melainkan mengedepankan unsur keterwakilan daerah sehingga semua provinsi bisa mengirimkan peserta. Zadrach berharap, olimpiade sains bidang kebumian bisa membuat anak-anak peka terhadap gejala alam dan mengerti secara logis proses yang terjadi pada alam. “Dengan demikian kami berharap mereka bisa berpikir logis dalam menjaga bumi sehingga kami bisa menitipkan bumi ke mereka,” tuturnya.

 

Baca Juga :

 

 

Astronomi Semakin Populer, Bukti Anak Indonesia Cinta Sains

Astronomi Semakin Populer, Bukti Anak Indonesia Cinta Sains

Astronomi Semakin Populer, Bukti Anak Indonesia Cinta Sains
Astronomi Semakin Populer, Bukti Anak Indonesia Cinta Sains

 

Bidang lomba astronomi pada ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) terus mengalami

peningkatan jumlah peserta sejak dilombakan pada 2007 hingga saat ini. Ilmu yang mempelajari tentang benda langit serta fenomena alam yang terjadi di luar atmosfer bumi ini semakin populer di kalangan generasi muda. Hal ini merupakan satu dari bukti anak Indonesia mencintai sains.

Tak hanya itu, minat siswa melanjutkan pendidikan tinggi di jurusan astronomi pun semakin meningkat. Misalnya, daya tampung mahasiswa jurusan astronomi di Institut Teknologi Sumatra tahun ini yang tergolong baru yakni sebanyak 30 mahasiswa, tetapi calon mahasiswa yang mendaftar mencapai 384 orang.

Pakar astronomi Institut Teknologi Bandung, Hakim Luthfi Malasan mengungkapkan, meski di kurikulum sekolah saat ini tidak ada muatan astronomi secara utuh, akan tetapi siswa dapat mengenal dan mempelajari astronomi dari sumber-sumber lain yang terpercaya. Generasi muda saat ini, kata dia, tidak hanya belajar di sekolah saja.

 

“Mata mereka terbuka melihat astronomi tidak sekadar penelitian dan edukasi

, tetapi ada aspek enterpreneur yang bisa dikembangkan ke depan,” ujar Hakim saat diwawancarai usai tes praktik bidang lomba astronomi OSN 2019 di Manado Independent School, Manado, Sulawesi Utara, Rabu (3/7/2019).

Hakim mengatakan, kualitas peserta OSN khususnya bidang lomba astronomi semakin tahun semakin signifikan membaik, termasuk upaya sekolah dalam mempersiapkan siswanya berlaga di ajang tingkat nasional ini. Pada ajang bergengsi itu, kata dia, para peserta dituntut memahami dinamika langit, evolusi langit, kepentingan langit bagi kehidupan sehari-hari, dan lainnya.

Selanjutnya, kata Hakim, mereka juga harus terampil menggunakan alat-alat seperti halnya astronom mengamati benda langit. Kemudian mereka juga dituntut mampu melakukan analisis serta membuat kesimpulan ilmiah dalam waktu singkat yakni sekitar 20 menit.

 

“Sains akan mengembangkan pola pikir mereka (siswa,-). Kemampuan analisis

disediakan oleh sains, jika siswa punya kemampuan sains cukup tinggi kemudian dia masuk perguruan tinggi bidang apapun yang dia dalami akan bermanfaat banyak bagi masyarakat,” tutur satu dari juri bidang lomba astronomi OSN 2019 itu.

Satu dari peserta OSN 2019 bidang lomba astronomi, Nur Husna Sandy Pangestuti mengungkapkan, ketertarikan terhadap astronomi didapatnya sejak kecil saat membaca ensiklopedia tentang astronomi. Sekolahnya, kata dia, memberikan dukungan dan pembinaan dalam mempersiapkan lomba ini, bahkan sekolah menyediakan teleskop baru untuk praktik.

“Hampir setiap malam melihat langit di luar rumah, sampai disuruh masuk oleh ibu karena larut malam,” ucap siswi Kelas XII SMA Negeri 3 Malang, Jawa Timur, itu. (

 

Sumber :

http://devitameliani.blog.unesa.ac.id/pengertian-akhlak-tercela