Harapan Dari Presiden untuk Guru Honorer, Tahun Depan Ada Pengangkatan

Harapan Dari Presiden untuk Guru Honorer, Tahun Depan Ada Pengangkatan

Harapan Dari Presiden untuk Guru Honorer, Tahun Depan Ada Pengangkatan
Harapan Dari Presiden untuk Guru Honorer, Tahun Depan Ada Pengangkatan

Para guru yang selama ini berstatuskan sebagai honorer, guru bantu atau non-CPNS masih memiliki harapan dapat diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Hal diungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri puncak Hari Guru Nasional ((HGN) di Stadion Patriot Chandrabhaga, Kota Bekasi, kemarin (2/12).

Puncak HGN selain dipadati30 ribu guru, juga dihadiri Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi,

Mendikbud Muhadjir Effendy, dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Pada kesempatan itu, Jokowi menuturkan, negara sedang giat membangun infrastruktur. Tujuannya adalah pemerataan pembangunan ekonomi. Karena itu, anggarannya harus dibagi-bagi antara infrastruktur dan penambahan pegawai negeri baru. Termasuk untuk mengisi kekurangan guru PNS di daerah.

“Guru yang sudah mengabdi lama, memenuhi kompetensi, dan kualifikasi diutamakan,” katanya, lantas disambut riuh para guru.
Harapan Dari Presiden untuk Guru Honorer, Tahun Depan Ada Pengangkatan
Jokowi saat menghadori puncak Hari Guru Nasional (HGN) di Bekasi, kemarin. (Biro Pers Istana)

Jokowi menegaskan kepada jajarannya supaya jangan sampai menutup kesempatan bagi guru-guru tidak tetap yang sudah mengabdi lama untuk bisa menjadi PNS. Termasuk para guru honorer yang mengajar di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T).

Secara khusus, Jokowi memerintah Mendikbud, Menteri PAN-RB Asman Abnur

, dan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana untuk membahas teknis pengangkatan CPNS guru tahun depan. Jokowi berpesan supaya pengangkatan CPNS guru berjalan baik dan sesuai ketentuan. “Sekali lagi, tanpa menghilangkan kesempatan bagi guru tidak tetap (atau guru honorer, Red),” tuturnya.

Jokowi juga menjawab aduan ketua umum PGRI soal pencairan tunjangan profesi guru (TPG) dan beban urusan administrasi yang dialami guru. Dia mengakui bahwa tugas guru adalah mendidik siswa sebaik-baiknya sehingga harus lebih banyak waktu mendampingi anak-anak. Untuk urusan administrasi terkait kenaikan pangkat, pencairan TPG, inpassing, dan sertifikasi, dia berharap bisa disederhanakan. “Jangan diruwet-ruwet, dimbulet-mbulet. Harus disederhanakan,” katanya.

Kemudian, soal pencairan TPG, Jokowi mengatakan akan mengawal langsung. Dia berjanji

melihat langsung perkembangan pencairannya. Untuk itu, dia berharap koordinasi pemerintah pusat dan daerah untuk pencairan TPG bisa dibangun dengan baik. Jokowi tidak ingin mendengar keluhan guru bahwa pencairan TPG molor atau terlambat.

Unifah berharap pernyataan Jokowi yang membuka kesempatan untuk guru honorer menjadi CPNS tahun depan benar-benar terwujud.

 

Sumber :

https://www.storeboard.com/blogs/education/material-about-building-a-beam-room/965003

PTS Keluhkan Kuota Mahasiswa Baru PTN

PTS Keluhkan Kuota Mahasiswa Baru PTN

PTS Keluhkan Kuota Mahasiswa Baru PTN
PTS Keluhkan Kuota Mahasiswa Baru PTN

Rembuk Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) menjadi ajang menyampaikan unek-unek.

Yang paling santer disuarakan adalah kuota mahasiswa baru di PTN. Kecenderungan selama ini, kuota mahasiswa baru di kampus negeri bertambah tiap tahun.

Indikatornya bisa dilihat dari jumlah mahasiswa baru yang lolos seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBM PTN). Dalam kurun 2012–2017, terjadi peningkatan jumlah kelulusan SBM PTN lebih dari 25 ribu orang. Itu hanya mengukur pelamar SBM PTN, belum termasuk SNM PTN maupun jalur mandiri di masing-masing kampus negeri.

Ketua Umum Aptisi Budi Djatmiko menyampaikan langsung keluhan soal kuota mahasiswa baru di PTN

itu kepada Menristekdikti M. Nasir. Dalam pembukaan Rembuk Aptisi, Nasir menjadi salah seorang pembicara. ’’Kampus negeri jangan sampai menjadi seperti kapal pukat harimau,’’ katanya.

Budi berharap Kemenristekdikti membatasi kuota PTN. Dengan membatasi kuota mahasiswa baru di PTN, pemerintah bisa menghidupkan PTS. Kalaupun pemerintah terus menggelontor anggaran ke PTN, jangan sampai arahnya untuk menambah daya tampung.

Dia menjelaskan, dengan membatasi kuota mahasiswa baru di PTN, PTS

tidak sulit mencari mahasiswa baru. Apalagi, saat ini banyak PTS yang kualitasnya tidak kalah dengan kampus negeri. ’’Jadi, pemerintah tidak perlu menyediakan anggaran buat PTS. Cukup batasi kuota mahasiswa baru di PTN saja,’’ ujarnya.

Nasir menyatakan, kuota PTN sudah memiliki aturan. ’’Saya larang PTN menambah kuota sendiri,’’ jelasnya. Sebagai institusi di bawah Kemenristekdikti, kuota mahasiswa baru di kampus negeri merujuk pada ketetapan pemerintah. Kuota mahasiswa baru di kampus negeri juga mempertimbangkan jumlah dosen, kapasitas ruang kuliah, laboratorium, dan sebagainya.

’’Jadi, tidak benar PTN bisa seenaknya menambah jumlah kuota mahasiswa baru,’’ jelasnya. Bahkan, Nasir mengatakan bahwa Kemenristekdikti saat ini memberlakukan larangan membuka fakultas baru di PTN. Salah satu dampak pembukaan baru adalah bertambahnya kuota mahasiswa baru.

 

Sumber :

https://www.business-advice-guide.com/search-the-best-school-for-your-kids/

Penerapan Techno-Economy pada UKM di Indonesia

Penerapan Techno-Economy pada UKM di Indonesia

 

Penerapan Techno-Economy pada UKM di Indonesia
Penerapan Techno-Economy pada UKM di Indonesia

Dalam kondisi perekonomian Indonesia yang tidak menentu

perusahaan-perusahaan besar mengalami kebangkrutan dan kehancuran. UKM justru dapat bertahan dan menghasilkan devisa. Disamping itu, sektor UKM melalui perannya mampu menjadi penggerak perekonomian daerah/lokal dalam penciptaan lapangan kerja dan lapangan usaha baru.

 

Mengingat dampaknya yang demikian besar, maka kebijakan ekonomi ke depan harus didesain

ke arah penguatan usaha kecil menengah (UKM) dan pengembangan wirausaha baru, khususnya dalam bentuk UKM, sehingga jumlah pengangguran dan angka kemiskinan bisa lebih ditekan.

Tidaklah mengherankan kalau UKM disebut sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia. Boleh dikatakan, membangun UKM adalah identik dengan membangun Indonesia. Karena, ada sekitar 90 juta orang Indonesia yang bekerja di sektor ini. Dengan kata lain, membangun UKM sama dengan membangun sumber penghidupan yang saat ini dinikmati oleh 90 juta lebih orang Indonesia.

 

Telematika mempunyai peranan yang sangat penting dan strategis

sebagai komponen infrastruktur untuk perkembangan ekonomi termasuk Usaha Kecil dan Menengah (Hitt, Ireland&Hoskisson ,2005). Pelayanan Telematika dapat menggantikan bentuk komunikasi lain dan seringkali lebih efektif penggunaannya baik dari segi biaya, waktu dan rantai distribusinya (Hamel and Prahalad, 1995). Bukti lain memperlihatkan bahwa sistem Telematika yang andal akan memunculkan bentuk komunikasi baru yang lebih kuat, kompleks, dan produktif dari pola-pola komunikasi lain (Harris, 2001). Peningkatan produktifitas komunikasi ini pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi di tempat tersebut (Porter, 1985).

Adanya hubungan erat antara perkembangan ekonomi dengan pelayanan Telematika menyebabkan banyak negara berkembang mencoba untuk memperbaiki infrastruktur Telematika yang ada untuk peningkatan pelayanan pada masyarakatnya (Per Helmersen, 2005). Beberapa negara berkembang seperti Hong Kong, Korea, Singapore dan Taiwan menggunakan Telematika sebagai bagian dari keseluruhan strategi ekonomi untuk membangun posisi yang sangat kompetitif di pasar dunia untuk industri dan jasa teknologi tinggi (Kao, Raymond W. Y., 1995).

 

Meskipun menghadapi hambatan dalam restrukturisasi industri Telematikanya

beberapa negara berkembang telah berhasil tidak hanya membuka kompetisi (Abdus Salam, 2005). Mereka pun secara bersamaan mencapai kewajiban pelayanan Telematika untuk umum (Universal Services Obligation/USO). Misalnya pencapaian yang dilakukan oleh Grameen Telecom Bangladesh bekerja sama dengan pemberi mikro-kredit Grameen Bank, yang memungkinkan nasabahnya memperoleh kredit bergulir untuk berusaha di bidang warung Telematika di daerah pedesaan yang pada awalnya meliputi 950 Village Phone dan memberikan akses kepada 65.000 orang (Harmeet Gill, 2006).

Pengalaman Grameen Telecom , memungkinkan kita untuk menjalankan satu solusi potensial dari Penerapan Techno-Economy pada UKM di Indonesia terutama dalam melayani daerah pedesaan. Targetnya adalah melayani daerah yang tak dapat atau kurang terlayani dan menyediakan dukungan untuk pelayanan informasi yang bermutu (Sardjana, Djadja., 2007, Thesis).

MODEL BISNIS Grameen Telecom

Grameen Telecom sebagai perusahaan yang bergerak di bidang Telematika (khususnya pedesaan), menghasilkan jasa & produk diantaranya “Village Phone” (World Resouce Institute, 2003). Dalam menjalankan aktivitasnya perusahaan ini perlu untuk menerapkan manajemen strategis untuk mempermudah pencapaian tujuannya agar dapat mempertahankan atau bahkan mengembangkan posisi perusahaan di lingkungan usaha yang cenderung berubah dengan cepat sesuai Model Bisnis pada gambar-1:

Gambar-1 Model Bisnis Grameen Telecom

 

Penyeleksian, Cara Berlangganan dan Pelatihan Operator Village Phone:

Untuk mendapatkan informasi mengenai cakupan GSM Grameen Phone Ltd., pegawai unit Grameen Telecom menemui cabang- cabang Grameen Bank pada daerah dan menyiapkan data dari desa-desa dimana cakupan jaringan memuaskan yang memungkinkan penyediaan Telematika Pedesaan (USTDA,2004). Cabang Grameen Bank kemudiaan memilih diantara anggota-anggotanya yang berkinerja baik dari desa-desa ini untuk bertindak sebagai Operator “Village Phone”. Grameen Bank mempunyai kriteria spesifik untuk menyeleksi operator “Village Phone” yang dapat diringkas sebagai berikut:

1. Mempunyai sejarah pembayaran kredit Grameen Bank yang sangat bagus;

2. Harus mempunyai bisnis yang bagus, lebih disukai toko penjualan makanan/minuman di desa dan mempunyai waktu luang untuk berfungsi sebagai operator “Village Phone”.

3. Tidak buta huruf atau paling tidak harus mempunyai anak yang dapat membaca dana menulis.

4. Tempat tinggalnya harus cocok dan lokasinya dekat dengan tengah-tengah desa.

Setelah penyeleksian awal selesai oleh Cabang Grameen Bank sebagai operator “Village Phone” yang potensial, pegawai unit Grameen Telecom terdekat memverifikasikan sinyal yang tersedia pada rumahnya atau toko yang dia tinggali untuk berlangganan telematika. Persetujuan terakhir dari keanggotaan diperoleh dari Manager Daerah Grameen Bank . Ketika penyeleksian akhir hampir selesai, Grameen Telecom berlangganan sambungan telematika pada Grameen Phone dan menyerahkannya pengelolaanya kepada anggota. Grameen Telecom selanjutnya menyediakan perangkat yang dibutuhkan dan menyediakan pelatihan untuk mengoperasikan telematika desa tersebut. Sedangkan telematika dan biaya sambungan dibayar oleh Grameen Bank ke Grameen Telecom. Selanjutnya anggota mengangsurnya kembali kepada Grameen Bank dengan periode yang ditentukan, misalnya dua atau tiga tahun. Perlu dtekankan kembali bahwa program keemilikan telematika desa ini hanya disediakan untuk anggota Grameen Bank melalui program pinjaman mikro.

Baca Juga : 

Opini Industri Telematika

Opini Industri Telematika

Opini Industri Telematika
Opini Industri Telematika

Indonesia sebagai negara berpopulasi 5 besar dunia merupakan

pasar yang penuh peluang bagi hampir setiap produk tak terkecuali produk Industri teknologi informasi dan komunikasi. Selain itu potensi sumber daya manusia juga memang sangat mengijinkan ditandai banyaknya lembaga pendidikan informasi dan teknologi. Departemen yang sangat terlibat tentunya adalah Departemen Komunikasi dan Informasi serta Departemen Perindustrian.

 

Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) dan PT ECMI Services

sebagai event manager patut mendapat penghargaan atas terselenggaranya pameran dan konferensi Information and Communication Technology (ICT) 2007 di Jakarta Convention Center. ICT 2007 diarahkan oleh steering committee yang dipimpin Bapak Sofyan Djalil. Perusahaan-perusahaan besar yang juga menjalankan peran dalam steering committee ICT 2007 adalah Siemens, IBM, Bakrie, Exelcomindo, Hewlett-Packard, Ericsson, Cisco, Indosat, Telkom, Nokia, Microsoft, Alcatel-Lucent dan Qualcomm. Pameran ICT 2007 yang berlangsung dari tgl 3-5 Mei 2007 inilah yang menjadi kickoff dimulainya upaya membawa Indonesia ke status e-nation yaitu Indonesia yang terhubung secara informasi dan komunikasi pada kota besar juga pedesaan.


Arena bisnis yang baik dalam industri teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia

merupakan kondisi yang ada dalam misi MASTEL. Dr. Giri Suseno Hadihardjono sebagai ketua MASTEL menekankan kebutuhan akan adanya forum ICT 2007 dimana para stakeholder di industri ini dapat menyelaraskan visi dan fokus dalam usaha untuk membangun industri ICT yang kuat, inovatif, dan mampu bersaing di dunia internasional dalam menghadapi era konvergensi digital. Bapak Indra Putra sebagai Presdir PT ECMI Services juga menambahkan bahwa pada intinya ICT 2007 merupakan wadah berbagi keahlian dan pengalaman, menampilkan teknologi dan solusi inovatif yang dapat memenuhi kebutuhan sekarang dan masa depan.

 

Perwakilan negara yang terlihat cukup menonjol adalah

perusahaan dari Indonesia dan Singapura. Salah satu peserta yaitu Lawrence Lim dari Senao Singapura terlihat sangat antusias dalam menjelaskan produk mereka untuk kalangan korporat yaitu wireless solution yang semakin diminati saat ini karena efisiensi yang ditawarkan. Begitu juga dengan Hans-Juergen Mitzscher dari Nokia Siemens Networks yang nerupakan pendatang baru dengan kapabilitas tak terbantahkan. Perusahaan-perusahaan kelas dunia yang hadir berada dalam sektor industri telematika meliputi bidang IT sampai teknologi broadcasting dan multimedia.

Selain pameran diadakan juga konferensi telematika dalam upaya perumusan arah dan peta masa depan industri ICT di Indonesia. Semoga visi menjadi kenyataan dan rintangan dihilangkan oleh solusi.

Sumber : https://rushor.com/arti-keikhlasan-dalam-islam/

Mengenal Jaringan Wireless

Mengenal Jaringan Wireless

Mengenal Jaringan Wireless

 

Jaringan tanpa kabel atau yang disebut dengan wireless

kini telah maju karena dengan menggunakan wireless kita dapat mengakses internet di mana saja asal kan di tempat kita berada terdapat BTS. dengan jaringan wireless kita dengan mudah menggunakanya sebab kita tidak usah repot-repot menggunakan kabel yang panjang untuk dapat menggakses internet.

Wireless mempermudah kita dalam segala hal, wireless ini secara

topologi terbagi menjadi 2 macam yaitu point to point & point-to-multipoint.

  1. Point to Point :Frekuensi yang digunakan bisa 2.5 G, 5 G, 10 G, 15 G, dst.
    Harus memenuhi kriteria LOS = Line Of Sight (terlihat tanpa ada penghalang di antaranya). Boleh ada penghalang di antaranya tetapi tidak boleh masuk dalam area Jari-jari pertama Fresnel Zone (Fresnel Zone 1). Cara perhitungan Fresnel Zone, untuk tinggi penghalang dan jarak dua antena dapat dilakukan diDaya yang digunakan juga harus di sesuaikan, harus ada cadangan power jika terjadi hujan dan redaman atmosfer. Cadangan power untuk mengantisipasi redaman disebut Fading Margin. Perhitungan daya yg dibutuhkan antara 2 titik dengan jarak tertentu disebut Link Budget. Software perhitungan link budget dapat didownload di :Untuk kemampuan hardware, masing-masing produk berbeda-beda. Disesuaikan dengan kebutuhan kita. Point-to-point biasanya digunakan untuk jaringan backbone/trunk atau jaringan akses berkecepatan tinggi.

Point-to-Multipoint:

secara garis besar, frekuensi dan perhitungan power hampir sama dengan point-to-point. Hanya saja jaringan point-to-multipoint ada yang mampu membentuk jaringan yang baik walaupun diantaranya terdapat penghalang (NLOS=Not Line Of Sight). Teknologi yang digunakan adalah OFDM (orthogonal Frequency Division Multiplexing). Memanfaatkan penghalang/obstacle sebagai media pemantul sinyal OFDM yang mempunyai banyak carrier (multi-carrier) sampai ke tujuan. sehingga sinyal yg datang dari berbagai arah pantulan sampai di sisi penerima dibuat saling memperkuat. Jika jarak antar antena tidak ada penghalang maka jangkauannya akan lebih jauh. Teknologi wirelss masa depan adalah WiMAX ( Worldwide Interoperability for Microwave Access ) yang memungkinkan BTS dapat berkomunikasi dengan berbagai remote/client yang berbeda merk / Multivendor, dengan kecepatan yang sangat tinggi. Ditujukan untuk membentuk wireless Metropolitan Area Network(MAN).
Untuk informasi lebih lanjut tentang WiMax dapat di lihat di : dan Untuk coverage area jaringan point-to-multipoint bergantung pada besar kecilnya daya pancar BTS (Base Transceiver Station) pada saat pengaturan awal (commissioning).

Di dalam dunia wireless ada 3 hal yang mempengaruhi jarak jangkau dengan suatu aturan sebagai berikut:


1. Power, semakin besar daya, semakin jauh jaraknya. Tetapi daya yang besar sangattidak baik, terutama bagi kesehatan tubuh.
2. Frekuensi, semakin besar frekuensi jaraknya semakin pendek. Tetapi frekuensi ini udah ada slotnya 2,4 GHz, 5 GHz, dst, jadi tidak bisa juga di atur-atur.
3. Alat yang digunakan. Misalnya penguatan antena, loss pada kabel, sensifitas penerima.

Saat ini sudah ada teknologi terbaru dalam Wireless yaitu Wi-Max (worldwide interoperability for microwave access) yang menggunakan standar baru nirkabel IEEE 802.16 dengan kecepatan 11 mega byte (MB) per detik. Wi-Max bisa melayani akses internet nirkabel hingga sejauh 50 kilometer.

untuk Wi-fi jarak yang bisa diambil hanya berkisar 1 km, kalau mau ditambah berarti memerlukan upgrade teknologi radionya. teknologi ini menggunakan 2 gelombang radio.teknologi ini bisa dipakai dengan frekuensi berbeda. Sesuai dengan kondisi dan peraturan pemakaian frekuensi di negara pemakainya.

caranya juga sama :
bahwa ada 2 cara menghubungkan antar PC dengan sistem Wireless yaitu Adhoc dimana 1 PC terhubung dengan 1 PC dengan saling terhubung berdasarkan nama SSID (Service Set IDentifier). SSID sendiri tidak lain nama sebuah computer yang memiliki card, USB atau perangkat wireless dan masing masing perangkat harus diberikan sebuah nama tersendiri sebagai identitas.

Sistem Adhoc adalah sistem peer to peer, dalam arti satu computer dihubungkan ke 1 computer dengan saling mengenal SSID. Bila digambarkan mungkin lebih mudah membayangkan sistem direct connection dari 1 computer ke 1 computer lainnya

Sumber : https://rushor.com/korupsi-dalam-pandangan-islam/

Kuasa Hukum Minta Pemkab Simalungun Kembalikan Beasiswa Arnita

Kuasa Hukum Minta Pemkab Simalungun Kembalikan Beasiswa Arnita

Kuasa Hukum Minta Pemkab Simalungun Kembalikan Beasiswa Arnita
Kuasa Hukum Minta Pemkab Simalungun Kembalikan Beasiswa Arnita

Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) Adinda Arnita Rodelina Turnip

tengah menjadi perbincangan hangat. Perempuan asal Sumatera Utara itu diduga dicabut beasiswanya secara sepihak dan tanpa alasan jelas oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun.

Kuasa Hukum Arnita, Aldwin Rahadian lantas meminta Pemkab Simalungun mengembalikan beasiswa untuk kliennya. Menurutnya pencabutan beasiswa ini tidak dilandasi alasan kuat.

“Saya mendesak Pemkab Simalungun, Sumatera Utara, melakukan penyelesaian dan pemenuhan hak beasiswa Arnita yang menjadi klien kami disertai klarifikasi dengan legal standing yang jelas,” ujar Aldwin di Jakarta, Kamis (2/8).

Ketidakjelasan pencabutan beasiswa ini tergambar dari konsistennya

prestasi Arnita selama menjadi mahasiswa IPB. Selain itu, perempuan mualaf itu juga berasal dari keluarga berkekurangan, sehingga layak mendapat bantuan pendidikan.

“Hal ini tidak dapat diterima. Terlebih, Arnita memilik Indeks Prestasi (IP) yang cukup bagus di kampusnya. Arnita juga selama mengikuti penyelenggaraan akademik tidak pernah melakukan pelanggaran tata tertib kampus,” jelas Aldwin.

“Selain itu ia juga berasal dari kondisi ekonomi keluarga yang membutuhkan beasiswa (keluarga petani) untuk melanjutkan kuliah,” sambungnya.

Di sisi lain, jika memang isu yang beredar yakni pencabutan beasiswa ini

karena keputusan Arnita menjadi mualaf, maka situasi itu sangat disesalkan. Sebab diskriminasi sangat tidak dibenarkan dalam situasi apa pun.

“Tidak boleh ada diskriminasi dan SARA dalam kebijakan pendidikan, apalagi maladministrasi yang menyebabkan nasib mahasiswa terkatung-katung,” pungkas Aldwin.

 

Baca Juga :

 

 

Arnita Kehilangan Beasiswa karena Masuk Islam, Ini Pernyataan IPB

Arnita Kehilangan Beasiswa karena Masuk Islam, Ini Pernyataan IPB

Arnita Kehilangan Beasiswa karena Masuk Islam, Ini Pernyataan IPB
Arnita Kehilangan Beasiswa karena Masuk Islam, Ini Pernyataan IPB

Belakangan dunia pendidikan diramaikan dengan kasus pencabutan beasiswa mahasiswi Institut Pertanian Bogor (IPB) Arnita Rodelina Turnip. Beasiswa dicabut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun, Sumatera Utara lantaran Arnita dikabarkan memilih masuk Islam.

Wakil Rektor bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Dr Drajat Martianto, menceritakan kronologis pencabutan beasiswa Arnita. Persisnya pada awal September 2016.

Ketika itu, IPB menerima surat pemberitahuan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun. Isinya Pemkab Simalungun tidak lagi memberi dana kepada lima mahasiswa IPB penerima Beasiswa Utusan Daerah (BUD) Kabupaten Simalungun di antaranya karena alasan DO.

Sementara salah satu mahasiswa yang juga dihentikan beasiswanya

adalah Arnita Rodelina Turnip, namun tidak disebutkan alasannya.

“Menanggapi surat tersebut, Dr. Ibnul Qayim selaku Ketua Tim BUD IPB saat itu memberikan balasan dengan memberikan rekomendasi agar tidak memutus beasiswa,” ujar Drajat ketika dikonfirmasi JawaPos.com, Selasa (31/7) malam.

Dijelaskan Drajat, sebagai pertimbangan adalah sesuai dengan Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) antara IPB dan Pemkab Simalungun Tahun 2015, dimana jangka waktu pelaksanaan pemberian beasiswa adalah dimungkinkan sampai sembilan semester.

“Dan nilai Arnita Turnip pada tahun pertama cukup bagus,

Indeks Prestasinya 2.71,” jelas Drajat.

Arnita sempat mengisi KRS Online semester ganjil 2016/2017, namun Arnita tidak mengikuti perkuliahan di semester tersebut karena kendala biaya. Pada semester genap 2016/2017, Sekretariat BUD IPB masih belum mendapatkan informasi lebih lanjut tentang Arnita dan yang bersangkutan tidak melakukan proses pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) Online semester genap.

“Imbasnya, sehingga status akademik Arnita adalah Mahasiswa non Aktif.

Ini berarti hingga kini status akademik Arnita adalah Non Aktif dan bukan Drop Out (DO),” ujar Drajat.

Dia memastikan bahwa pada prinsipnya Arnita masih tercatat sebagai mahasiswa di IPB dan sedang mengajukan pengaktifan kembali. “IPB sedang memproses permohonan tersebut,” pungkasnya.

 

Sumber :

https://symbiantweet.com/aliran-sastra/

Sistem Zonasi PPDB untuk Pemerataan Pendidikan

Sistem Zonasi PPDB untuk Pemerataan Pendidikan

Sistem Zonasi PPDB untuk Pemerataan Pendidikan
Sistem Zonasi PPDB untuk Pemerataan Pendidikan

Anggapan sekolah favorit dan tidak favorit kerap kali muncul saat Penerimaan Siswa Didik Baru (PPDB). Dikotomi antara favorit dan tidak favorit berdampak merugikan sekolah tertentu, dan di sisi lain menguntungkan salah satu sekolah.

Kendati demikian, kondisi itu tidak berlaku bagi kedua siswa kelas X asal SMA Negeri 4 Kota Cirebon. Menurut mereka, pada dasarnya setiap sekolah menerapkan kurikulum yang sama sesuai instruksi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendiknas) Republik Indonesia.

Seperti diungkapkan, Nabila, siswa baru X MIPA 1 itu mengaku tak diterima di sekolah tujuannya, meski Nilai Hasil Ujian Nasional (NHUN) mencukupi. Menurutnya, adanya sistem zonasi membuatnya harus mendaftarkan diri di sekolah dekat dengan rumahnya, di Jalan Perjuangan, Kelurahan/Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon.

Tak mau ikut larut meributkan PPDB yang memberlakukan sistem zonasi, Nabila pun tak berkecil hati. Bahkan, ia merasa beruntung karena SMAN 4 Kota Cirebon unggul di bidang ekstrakulikuler kewirausahaannya.

“Ceritanya dulu ramai PPDB. Karena SMA Negeri 2 itu melebihi kuota, tapi ada sekolah-sekolah lain yang justru kekurangan siswa. Jadi, yang rumahnya jauh itu harus pindah. Termasuk saya,” ungkapnya kepada JawaPos.com, Jumat (27/7).

Nabila mengatakan, dirinya senang bisa diterima di SMA Negeri 4 Kota Cirebon

. Karena dia memiliki kegemaran di bidang kewirausahaan. Sekolah yang dia pilih saat ini, imbuhnya, sangat unggul di bidang ekstrakulikuler, baik olahraga maupun ekstrakurikuler lain.

Ia pun tidak setuju dengan anggapan antara sekolah favorit dan tidak favorit. Karena sekolah unggulan itu bagaimana kreativitas dan kemampuan siswa. Adanya sistem zonasi PPDB, menurut Nabila, hal itu sangat baik untuk pemerataan pendidikan sekolah.

“Kalau siswa-siswinya bisa berprestasi di sekolah, bisa membawa nama baik sekolah. Kalau jadi siswa baru, harusnya semangat belajar. Bukan gaya-gayaan bisa bersekolah di sekolah yang bagus,” tutur Nabila.

Senada dengan Nabila, rekan satu kelasnya, Arif pun mengatakan, bahwa sistem zonasi tujuannya agar tidak ada sekolah favorit dan favorit. Karena calon siswa diperkenankan untuk mendaftar di sekolah terdekat.

Meskipun ia tidak diterima melalui sistem zonasi, Arif mengaku

bisa mendaftar melalui jalur unggulan Nilai Hasil Ujian Nasional (NHUN). Warga Watubelah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon mengatakan, sekolahnya menampung 50 persen dari jalur PPDB sistem zonasi, dan 50 persen lain dari jalur unggulan.

“Kalau saya pakai jalur unggulan. Jadi bisa diterima. Sebenarnya sekolah sama saja sih, yang terpenting mau semangat belajar,” kata dia.

Salah satu poin krusial terkait sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) adalah ihwal pengaturan jarak kediaman calon siswa ke sekolah. Terkait hal ini, Kementerian Pendidikan Kebudayaan (Kemendikbud) menyerahkannya kepada daerah masing-masing.

Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen)

, Hamid Muhammad, pengaturan jarak rumah memang tak diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 14 Tahun 2018 tentang PPDB.

“Karena masukan dari lapangan, maka tidak memungkinkan bagi kita untuk memasukkan poin tentang jarak dalam peraturan ini. Mengingat kondisi geografis di Indonesia yang beragam,” tutur Hamid.

Dilanjutkan Hamid, hal terpenting di dalam penerapan PPDB adalah membuat anak mendapatkan layanan pendidikan yang terdekat dari rumah atau tempat tinggalnya.

 

Sumber :

https://weareglory.com/jenis-paragraf/

Analisis Pendapatan Nasional

Analisis Pendapatan Nasional

Analisis Pendapatan Nasional
Analisis Pendapatan Nasional

 Ekonomi Sederhana (Tertutup)

Dengan asumsi tidak adanya ekspor dan impor dan tidak ada pemerintah maka komponen permintaan agregat (aggregate demand) atau output sama dengan konsumsi (dengan notasi C) ditambah dengan investasi (dengan notasi I).
Y = C + I (1)

Seperti telah disebut diatas output, Y sama dengan income.

Persamaan (1) diatas artinya bahwa output yang diproduksi oleh ekonomi sama dengan aggregate demand dimana aggregate demand ini terdiri dari konsumsi dan investasi. Output ini juga sama dengan income yang diterima oleh seorang pelaku ekonomi (misalnya pengusaha) dan digunakan sebagian untuk konsumsi dan sisanya akan digunakan untuk belanja barang modal guna melanjutkan proses produksi berikutnya, belanja ini dikategorikan sebagai investasi untuk memproduksi barang dan jasa selanjutnya. Dengan demikian income (output) dari sisi produsen digunakan untuk konsumsi (C) dan sisanya diinvestasikan (I). Dari sisi alokasi income atau konsumen maka income yang didapat akan digunakan sebagian besar untuk konsumsi dan sisanya akan ditabungkan (S), hal ini karena konsumen tidak mempunyai usaha sendiri seperti halnya dengan produsen sehingga formula (1) diatas dapat ditulis sebagai berikut:
Y = C + S (2)

Bila kedua persamaan diatas digabung maka didapat

C + I = Y = C + S (3)

Persamaan sebela kiri adalah komponen aggregate demand atau output dan sebelah kanan adalah aloksi atau penggunaan income. Atau output yang diproduksi sama dengan output yang dijual dan sama dengan income yang diterima. Income yang diterima digunakan untuk konsumsi dan sisanya ditabung. Persamaan diatas akhirnya menjadi:
I = S (4)

Saving sama dengan investasi, artinya sumber dana

untuk investasi berasal dari tabungan. Dari sisi aggregate, konsumen atau private sektor tidak melakukan investasi sendiri terhadap uangnya yang berlebih tetapi pada umumnya akan menyimpan uangnya di Bank sebagai tabungan (S) dan bank akan menyalurkan dana tersebut kepada orang-orang yang membutuhkan berupa kredit usaha atau investasi (I). Dari sisi individual saving yang dilakukan oleh konsumen tidak berarti akan langung dialoksikan kepada kegiatan produktif (productive investment), karena keterbatasan yang dimiliki oleh konsumen sehingga mereka memerlukan jasa perbankan untuk melakukan kegiatan tersebut.

2. Konsumsi dan Investasi
Apabila tabungan berjumlah cukup besar, maka akan digunakan untuk kegiatan menghasilkan kembali barang dan jasa yang diperlukan konsumen. Dengan kata lain, tabungan akan digunakan melakukan investasi. Bila digambarkan dengan rumus, maka akan didapat rumus berikut ini :

Baca Juga : 

Hardskill saling berhubungan

Hardskill saling berhubungan

Hardskill saling berhubungan
Hardskill saling berhubungan

 

Hard skills berhubungan dengan kompetensi inti untuk setiap bidang keilmuan lulusan.

Sebagai contoh, seseorang lulusan teknik informatika tentunya harus menguasai hard skill di bidang rekayasa perangkat lunak, web programming, dll yang tergolong hard skills di teknik informatika. Demikian juga seorang lulusan Akuntansi, misalnya harus menguasai analisis laporan keuangan, penyusunan anggaran, dll. Pada program retooling ternyata masih ada materi pelatihan ke arah hard skills tersebut. Hmmm jadi semacam pengulangan kuliah atau refreshing saja dong :). Pihak yang berwenang pun berkilah bahwa tidak semua perguruan tinggi berhasil mengajarkan hard skills tersebut, malah katanya hanya sekedar mata kuliah yang tercantum di Transkrip.

Para training provider

 
yang memenangkan hibah program retooling diberi keleluasaan untuk meramu materinya. Namun materi terebut harus dirinci per hari selama kurang-lebih 1 sampai 2 bulan. Sekedar informasi, program retooling ini dilaksanakan selama 3 bulan- 1 bulan diantaranya peserta wajib magang di perusahaan. Ketika melihat rincian materinya, setiap training provider rata-rata sudah memasukkan materi hard skills dan soft skills.

Penyampaian materi hard skill dilengkapi dengan praktek di laboratorium.

Untuk materi soft skills penyelenggaran retooling menyajikan berbagai judul materi yang terdengar gagah dan indah, misalnya team buildingcharacter buildingtechnoentrepreneruship, dll. Berbagai metode pelatihan pun bermunculan di setiap proposal, seperti group discussionstudent centered learningcreativitybusiness simulation, bahkan sampai ada training provider yang mewajibkan peserta program retooling untuk mengikuti outbound.

Wah terbayang pasti enak deh para peserta dikasih pembekalan seperti itu

. Apalagi setiap peserta diberi uang saku selama mengikuti program retooling tersebut. Sudah gratis dikasih uang saku lagi :). Tapi apakah program tersebut bisa meningkatkan kemampuan lulusan untuk menembus pasar tenaga kerja (employability), atau syukur-syukur bisa menciptakan lapangan kerja (job creator). Apakah soft skills bisa ditingkatkan dalam jangka waktu sesingkat itu? Susah-susah gampang atau gampang-gampang susah untuk menjawabnya, biarlah pertanyaan itu dijadikan semacam retorika aja dulu. Sekarang kita coba mengulas sedikit tentang pengertian soft skills itu sendiri.