Pameran Permata Beri Diskon Hingga 20 Persen

Pameran Permata Beri Diskon Hingga 20 Persen

Pameran Permata Beri Diskon Hingga 20 Persen
Pameran Permata Beri Diskon Hingga 20 Persen

Bandung-Citra Rupa Indonesia atau CIRI bekerja sama dengan Trans Luxury

Hotel mengadakan pameran permata guna mendekatkan diri dengan konsumen. Pameran yang bertajuk premium exhibitions yang berlangsung 16 sampai 26 Agustus 2017 di Trans Luxury Hotel ini memberikan potongan harga atau diskon hingga 20 persen.

General Indo Wisata Permata (IWP), Wahyudi Parulian mengatakan selain memberikn diskon hingga 20 persen, konsumen juga akan mendapatkan voucher senilai RP1 juta (syarat dan ketentuan berlaku) dan diskon 17 persen bagi pengguna kartu kredit bank Mandiri.

“Kami memberikan diskon hingga 20 persen bagi konsumen

,”katanya kepada wartawan di Bandung, Minggu (20/8/2017)

Alasan memilih The Trans Luxury Hotel sebagai tempat pameran, dikatakan Wahudi, karena akhir-akhir ini sudah sering adanya exhibitions di tempat keramaian seperti mall dan lain-lain.

Selain itu, CIRI ingin melakukan melakukan exhibitions di tempat yang lebih private seperti The Trans Luxury Hotel dan menjadikan hotel bukan hanya untuk tempat menginap saja akan tetapi ada satu sisi yang dapat ditunjukan kepada konsumen seperti booth wacth dan jewellery sehingga akhirnya CIRI memilih Indo Wisata Permata (IWP) menyesuaikan dengan segmen pasar CIRI dan hotel.

“Kami ingin mengubah imej bahwa hotel bukan hanya tempat menginap saja tapi bisa dijadikan tempat wisata permata dari IWP, Wacth Studio dan Ultia II,”ungkapnya

Wahyudi menuturkan, pihak CIRI juga membuat cara ini

untuk sekaligus mengedepankan kekayaan permata yang dimiliki Indonesia. Pasalnya, IWP merupakan perusahaan berlian yang memproduksi dari belum jadi hingga menjadi perhiasan menjadi batu permata dari Indonesia yaitu kota Martapura.

Sedangkan tujuan dari IWP mengadakan Echibitions ialah untuk mengenalkan kepada konumen Indonesia bahwa di Indonesia juga memiliki produk berlian yang diproduksi secara langsung hingga proses pengcutingan dilakukan secara langsung di IWP dan ditujukan kepada konsumen hingga diolah menjadi perhiasan inddah untuk konsumen.

“Selain itu kami juga akan menyajikan special performance penyanyi Jaz di the Trans Luxury Hotel pada 25 Agustus 2017,”pungkasnya. (MAT)

 

Sumber :

https://s.id/4wzUI

Kolom Agama Ditulis Sesuai UU

Kolom Agama Ditulis Sesuai UU

Rektor Unpad Selesaikan Kuliah Tepat Waktu
Rektor Unpad Selesaikan Kuliah Tepat Waktu

BANDUNG-Kementerian Dalam Negeri melarang pencantuman agama lain

selain agama yang sesuai dengan Undang-Undang (UU) dalam kolom agama di setiap Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP).

Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo mengatakan, sesuai UU kolom agama dalam e-KTP hanya boleh ditulis 6 agama yang diakui oleh negara yaitu Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Kong Hu Cu.

“UU itu mengatakan kolom agama harus dicantumkan agama yang sah sesuai UU

, kepercayaan itu tidak masuk UU,” ucap Tjahjo, disela-sela acara FGD yang mengambil tema “Manajemen Komunikasi Pemerintah di Era Digital” di ruang Granada 2 Hotel Holiday Inn Pasteur Bandung, Selasa (22/08).

Namun menurut Tjahjo, pihaknya mempersilahkan masyarakat yang memiliki kepercayaan lain untuk memiliki e-KTP dengan catatan dalam kolom e-KTP nya tidak dicantumkan.

“Tapi apakah orang yang alirannya kepercayaan terus tidak boleh punya e-KTP?

. E-KTP itu nafas. Di kolom blangkonya ditulis, tapi jangan minta harus dimasukkan di dalam kolom agama. Kalau dimasukkan dalam kolom saya yang salah, saya melanggar UU,” tuturnya.

Sebelumnya masyarakat Baduy meminta Sunda Wiwitan masuk dalam kolom e-KTP.

 

Sumber :

https://bit.ly/2ID5Hmu

POTENSI SDM DAN SDA KECAMATAN NGANTANG LUAR BIASA

POTENSI SDM DAN SDA KECAMATAN NGANTANG LUAR BIASA

 

NGANTANG

Wakil Bupati Malang, Drs. H.M. Sanusi, MM menilai Kecamatan Ngantang dengan seluruh desanya memiliki potensi yang luar biasa. Mulai dari potensi sumber daya manusianya dengan keberadaan warganya yang kompak dan guyub, hingga sumber daya alamnya juga begitu indah dan lahan pertanian yang sangat produktif.

Pertanian kopi dan durian begitu tumbuh pesat di Desa Sumberagung, begitu juga keberadaan ternak sapi perah dengan produksi susu perah. Begitu juga dengan di Desa Kaumrejo yang berhasil menggelar festival durian, dan memiliki pemandangan indah dari kawasan wisata lingkar Bendungan Selorejo Ngantang. Sementara di Purworejo adalah keberadaan pertanian bawang merah yang cukup terkenal.

Gerakan Membangun atau Gema Desa

”Gerakan Membangun atau Gema Desa ini digelar sebagai upaya percepatan pembangunan di Kabupaten Malang. Kecamatan Ngantang ini memiliki potensi luar biasa yang terus dikembangkan agar semakin meningkat dan bernilai lebih. Seperti keberadaan produksi pertanian durian dari beberapa desanya,” terang Pak Sanusi, sapaan akrab Wabup di akhir kegiatan Gema Desa, petang tadi.

Dalam Gema Desa kali ini

Pak Sanusi, sapaan akrab Wabup juga melakukan sejumlah kunjungan diantaranya untuk meninjau program bedah rumah, peternakan sapi perah warga, hingga melakukan tanam pohon. Tak ketinggalan, sejumlah peresmian juga digelar diantaranya Embung Bumdesa bersama Kusuma Sejahtera Kecamatan Poncokusumo dan The Land of Hope Ngantang Park di jalan Mbah Legi Dusun Kebonsari Desa Sumberagung. Masyarakat dan Pemerintah Desa (Pemdes) setempat yang sempat dikunjungi Wabup merasa senang dan bangga serta berharap semakin diiperhatikan oleh Pemkab Malang dan pemerintah provinsi serta pusat.

”Program Pemkab Malang yang akan dijalankan adalah spp untuk SD/MI dan SMP/MTs digratiskan melalui BOSda. Sedangkan, BPJS untuk masyarakat sebanyak 160 ribu orang sudah tercover Pemkab Malang. Semoga desa yang semula belum berkembang menjadi berkembang, yang berkembang menjadi semakin maju,” harap Wabup.

Di akhir kegiatan Gema Desa

Wabup menyaksikan Deklarasi Open Defecation Free (ODF) dengan berkomitmen Stop Buang Air Besar Sembarangan oleh masyarakat Desa Purworejo. Dalam kesempatan ini, tiga desa lainnya berkomitmen sama dengan Desa Purworejo, antara lain Desa Pandansari, Banjarejo dan Pagersari.

Artikel terkait :

Kaji Game Online PUBG

Kaji Game Online PUBG

 

Kaji Game Online PUBG

BANDUNG

Majelis Ulama Indonesia (MUI) masih melakukan kajian terhadap game online PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG). Karena itu, sampai sekarang fatwa haram belum dikeluarkan oleh MUI.

Pengkajiannya sendiri dilakukan oleh MUI Pusat karena ini menyangkut masalah nasional. “Jadi Jawa Barat pun belum mengeluarkan fatwa kalau pusat belum mengeluarkan. Tergantung pusat karena ini masalah nasional. Jadi begitu aturannya. Fatwa itu pusat yang mengeluarkannya,” kata Rachmat kepada SINDOnews melalui telepon, Jumat (19/4/2019).

Rachmat mengemukaka

Ditanya apa saja yang dikaji, Rachmat mengemukakan, yang dikaji terutama bentuk permainan itu seperti apa, mengandung hal-hal negatif dan dilarang atau tidak. “Terutama kekerasan. Ya hal-hal seperti itu dan dampaknya. Jadi dirinci berbagai aspeknya. Seperti waktu MUI mengeluarkan fatwa memakai media sosial, kan dirinci konten-kontennya. Macam-macam gitu,” papar Rachmat.

Ditanya berapa lama kajian dilakukan hingga fatwa keluar, dia menjawab, tidak mengetahui berapa lama kajian dilakukan. “Tidak tahu, dari Jakarta itu (keputusasannya),” katanya lagi.

MUI Jawa Barat mengkaji fatwa haram terhadap PUBG

Diketahui, MUI Jawa Barat mengkaji fatwa haram terhadap PUBG sebagai langkah antisipasi dampak buruk game tersebut pascaserangan teroris pada dua masjid di Selandia Baru. Pelaku penembakan Brenton Tarrant mengaku aksi brutal dan keji itu dipicu karena terpengaruh oleh permainan online PUBG.

Di Nepal dan India

Pemerintah setempat sudah memblokir keberadaan PUBG karena dianggap meresahkan dan membahayakan bagi tumbuh kembang anak. Di Indonesia, game online tersebut masih menjadi permainan favorit para penggila games.

Sumber : https://www.ram.co.id/

Panduan Memilih Sepeda Gunung

Panduan Memilih Sepeda Gunung

 

Panduan Memilih Sepeda Gunung

Apakah Anda berencana membeli sepeda gunung?

Jika ya, ketahuilah bahwa desain, frame, bahan dan suspensi sepeda gunung memang dibuat untuk keperluan khusus, sehingga keputusan untuk membelinya bukan sekedar berdasarkan warna dan ukuran. Pertama-tama cobalah mengunjungi toko-toko sepeda yang menjual banyak jenis dan merk sepeda. Pastikan bahwa penjual atau stafnya adalah orang yang mengerti sepeda. Bertanyalah soal sepeda yang cocok untuk Anda, sekaligus berikan jawaban jujur jika penjual menanyakan kebiasaan Anda bersepeda.

Bila memungkinkan cobalah sebanyak mungkin sepeda dengan jenis yang berbeda sebelum membelinya

Ingat bahwa setiap toko ingin Anda belanja di situ, sehingga mereka akan mencocokkan kebutuhan Anda dengan sepeda yang mereka jual. Oleh karenanya bandingkanlah dengan toko lain, terutama ke tempat di mana banyak pesepeda datang. Penjual yang benar biasanya akan bertanya: Bagaimana dan di mana Anda akan bersepeda?

Untuk pertanyaan ini Anda sebaiknya berterus terang karena jawaban Anda akan menentukan jenis sepeda gunung apa yang cocok. Anda tidak perlu melebih-lebihkan kemampuan agar terdengar hebat. Kalau Anda tidak terlalu suka bersepeda di jalur menanjak, katakanlah. Atau kalau jalur turunan yang kencang membuat Anda takut, sampaikan juga. Bila Anda tidak yakin dengan jawaban Anda, katakanlah jalur seperti apa yang Anda sukai dan seberapa cepat Anda ingin melaluinya. Hal itu cukup untuk memberi rekomendasi. Bila Anda benar-benar belum pernah mencoba sepeda gunung sebelumnya, ada baiknya mencari informasi lewat internet atau media lain. Untuk memudahkan pencarian itu, berikut jenis-jenis sepeda gunung yang paling banyak dijual. Yang jelas, kita harus mulai dari pertanyaan: Ke mana dan bagaimana kita akan bersepeda.

Menurut Zack Vestal

Marketing manager di pabrikan sepeda Scott, bila Anda adalah pengendara biasa yang tidak berencana bersepeda di jalur yang sulit atau bukan pesepeda yang agresif, maka pilihlah sepeda jenis hard tail, sepeda gunung yang hanya memiliki suspensi depan, tanpa suspensi belakang. Hard tail biasanya menjadi pilihan bagi pengendara pemula atau mereka yang tidak ingin membelanjakan teralu banyak uangnya untuk sepeda. “Bila Anda belum pernah memiliki sepeda gunung sebelumnya, sepeda hard tail adalah pilihan awal yang baik. Sepeda ini simpel namun tangguh, selain juga harganya terjangkau,” ujar Vestal. “Selain itu hard tail juga masih nyaman digunakan di jalur pedesaan, kampus, atau kota.”

Sepeda XC dengan ban ukuran 29 inci cocok untuk kecepatan tinggi(inigofotografia) Bila Anda suka berkompetisi dan selalu ingin menjadi yang pertama sampai di puncak bukit atau garis finish, maka pilihan yang tepat adalah sepeda cross country (XC). “Sepeda XC bobotnya ringan dan kayuhannya efisien sehingga cocok untuk mereka yang suka mendaki atau bersepeda jarak jauh dengan kecepatan tinggi,” kata Vestal. “Meski begitu sepeda ini kurang cocok untuk menuruni jalur curam, sehingga pengendaranya harus memilih jalur yang lebih mudah.” Para pengguna sepeda XC kebanyakan memilih jenis hard tail karena lebih ringan dan lebih efisien. Namun ada juga yang menggunakan sepeda full suspension, yakni dengan suspensi depan di fork dan suspensi belakang dengan travel yang pas agar bisa melalui turunan lebih cepat, namun tetap bisa mendaki tanpa ngos-ngosan.

Sepeda full suspension

Bila Anda bukan penggila kecepatan namun menginginkan sepeda yang memiliki kemampuan seimbang antara tanjakan dan turunan, pilihlah sepeda gunung jenis trail bike. Sepeda full suspension ini memiliki travel lebih tinggi dari sepeda XC, sehingga lebih nyaman digunakan di jalur turunan atau berbatu. Namun travel itu sekaligus tidak terlalu tinggi sehingga tidak membuatnya terasa berat atau lamban di tanjakan, meski tidak seringan XC. “Sepeda trail adalah jenis yang paling cocok untuk menanjak sekaligus melalui jalur turunan,” kata Vestal. “Kita masih tetap bisa mengayuhnya ke atas bukit, sekaligus mudah dikendalikan saat menuruninya.”   Sepeda gunung(Thomas Northcut) Jika pilihan Anda adalah mendapatkan adrenalin sekaligus melatih kemampuan aerobik, dan tidak peduli berapa lama Anda harus mendaki bukit, tapi ingin menjadi yang tercepat menuruninya, pilihlah sepeda Enduro.

“Sepeda Enduro biasanya dipilih untuk jalur yang banyak turunan, untuk mereka yang ingin ngebut di jalur seperti itu,” kata Vestal. Sepeda Enduro ini memiliki travel lebih tinggi dibanding sepeda trail atau cross country, sekaligus lebih berat. “Anda masih bisa mengayuhnya di tanjakan, namun perlu usaha lebih keras. Meski begitu, di jalur turunan, sepeda ini bisa melibas medan-medan yang sangat menantang.” Sebagai pengetahuan, beberapa pabrikan menawarkan sepeda jenis All Mountain yang memiliki travel di antara sepeda Trail dan sepeda Enduro. Seperti namanya, sepeda ini bisa digunakan untuk semua medan bukit dan gunung. Bila Anda menjumpai jenis ini, tanyakanlah apakah sepeda ini cenderung ke Trail atau Enduro.

Selanjutnya, bila Anda pecinta gravitasi dan tidak ingin mengayuh sepeda Anda ke bukit, hanya ingin menuruninya, pilihannya adalah sepeda downhill. Sepeda jenis ini terlalu berat untuk dikayuh di tanjakan sehingga banyak orang membawanya dengan mobil ke atas bukit. Dengan travel yang lebih tinggi dibanding sepeda jenis lain, downhill dirancang untuk menuruni bukit secepat mungkin, menerabas segala rintangan di depannya. Sepeda ini membuat posisi pengendaranya lebih mendongak dibanding sepeda lain.

 

Sumber : https://merkterbaik.com/

Mengenal Terbentuknya Kepulauan Indonesia

Mengenal Terbentuknya Kepulauan Indonesia

Mengenal Terbentuknya Kepulauan Indonesia
Mengenal Terbentuknya Kepulauan Indonesia

Indonesia dengan luas wilayah 1.990.250 Km2 yang secara geografis terletak diantara dua benua (Benua Asia dan Benua Australia) dan dua Samudra (samudra Hindia dan samudra Pasifik). Indonesia juga merupakan Negara kepulauan yang memiliki 13.478 buah pulau, jumlah tersebut adalah jumlah yang didaftarkan ke PBB, yang diidentifikasi berdasarkan metode dan definisi konvensi PBB.

Secara zoogeografi, Indonesia dipisahkan oleh garis Wallace, garis ini memisahkan bagian barat (Oriental region; Indo-malayan sub region) dan bagian timur (Australian region; Austro-malayan subregion). garis ini terletak antara pulau Bali dan pulau Lombok di selatan dan antara pulau Borneo dan pulau Sulawesi di Utara. Bagian barat termasuk di; pulau Sumatra, pulau Jawa dan pulau Borneo (wilayah Indonesia disebut Kalimantan) serta pulau-pulau kecil di sekitarnya, sedangkan pada bagian timur terdapat; pulau Sulawesi, Irian Jaya, pulau Sumbawa, pulau Flores, pulau Sumba dan pulau-pulau kecil yang terdapat di sekitarnya. Hal ini dikarenakan fauna yang terdapat di Indonesia merupakan fauna yang sama tipenya dengan fauna yang berasal dari benua Asia dan benua Australia.

Sedangkan secara fitogeografi, Indonesia termasuk ke dalam Paleotropical kingdom; Indo-malaysian subkingdom; Malaysian region (Lincoln et al, 1998). Perbedaan penyebaran fauna dan flora secara geografis ini sangat dipengaruhi oleh kemampuan masing-masing dalam melakukan pemencaran dan barriernya. Hewan senantiasa memiliki suatu luas jelajah tertentu dan terutama hewan terrestrial, yang dibatasi oleh barrier-barrier geografis. Sedangkan tumbuhan memiliki distribusi yang luas dengan cara pemencaran yang beragam.

Kenapa fauna yang terdapat di bagian barat garis Wallace memiliki typical yang berbeda dengan yang terdapat di bagian timur? Apa factor utama yang menyebabkan hal ini?

Tulisan kali ini akan membahas tentang sejarah terbentuknya wilayah Indonesia secara geografis, sehingga pertanyaan kita tentang pengaruh benua Asia dan Australia dalam fauna dan flora di Indonesia dapat dipahami dengan lebih mendetail.

Rodinia (1200 Mya)

Pada 1200 juta tahun lalu, seluruh daratan yang ada di bumi tergabung menjadi super benua yang dinamakan dengan Rodinia. Rodinia berada pada Era Neoproterozoic. Berdasarkan rekonstruksi ulang yang dilakukan oleh beberapa ahli, Rodinia tersusun dari beberapa Craton; Craton Amerika utara (yang nantinya akan terpisah dan menjadi Laurasia), Craton ini dikelilingi oleh craton lainnya, pada bagian tenggara craton Eropa Timur, craton Amazonia dan craton Afrika barat. Pada bagian selatan, Rio plato dan San Fransisco, sedangkan pada bagian barat daya; craton Kongo dan craton Kalahari. Pada bagian timur laut; craton Australia, craton India dan craton Antartica. Sedangkan untuk craton Siberia, craton china utara dan selatan, para ahli memiliki perbedaan pendapat untuk rekonstruksi craton ini.

Pada super benua Rodinia, kita melihat bahwa Australia pada era ini, sudah mulai terpisah dari daratan lain, sehingga dinamakan craton Australia.

Gondwana dan Laurasia (650 Mya)

Karena pergerakan kerak bumi, Rodinia terpisah menjadi dua super benua yaitu Gondwana dan laurasia. Bagian-bagian yang akan membentuk Indonesia termasuk ke dalam super benua Gondwana, juga Australia. Pada masa ini pulau Papua sudah terpisah dari Australia. Sedangkan pulau-pulau lainnya dari Indonesia masih tergabug dalam craton China Utara.

Pangea (306 Mya)

Juga merupakan super benua yang terbentuk dari bersatunya Gondwana dan Laurasia. pada era Paleozoic, era setelah Neoproteozoic. Saya ingin membahas dalam tulisan terpisah mengenai perbedaan Rodinia dan Pangea. Sekitar tahun ini beberapa pulau dari Indonesia sudah mulai terpisah dari craton China Utara, para ahli menyebutnya dengan Malaya. Pada era ini craton China Utara dan craton China Selatan masih terpisah.

Periode Cretaceous (94 Mya)

Periode Cretaceous termasuk ke dalam Era Mesozoic, pada periode ini China utara dan China selatan sedah menyatu dan mulai membentuk Benua Asia. Begitu juga dengan Malaya, juga bersatu ke dalam Benua ini.

Periode Tertiary (50 Mya)

Periode ini juga termasuk ke dalam Era Cenozoic, pada periode ini Indonesia mulai terbentuk. Pulau Sumatra, Jawa dan Borneo masih terpisah jauh dengan pulau Papua. Bagaimana dengan Sulawesi, berdasarkan pendapat para ahli, Pulau Sulawesi terbentuk dari pulau-pulau kecil bagian dari daratan  Asia, daratan Australia dan pulau-pulau kecil yang awalnya berada pada samudra Pasifik, yang disebabkan oleh pergerakan kulit bumi, pulau-pulau ini kemudian membentuk Sulawesi.

Jadi, pulau-pulau cikal bakal dari kepulauan Indonesia mulai terbentuk sekitar 50 juta tahun lalu (Mya).Pada Periode Quaternary (sekitar 2 juta tahun yang lalu- sekarang) itulah proses utama pembentukan kepulauan Indonesia. sekitar 1 juta tahun yang lalu, pada saat Pulau Sumatra, Pulau Jawa, Pulau Bali, Pulau Borneo masih menyatu dengan Semanjung Asia, disebut dengan “Paparan Sunda”. Paparan sunda  ini terpisah oleh naiknya permukaan air laut, mulai dari 20,000 tahun yang lalu sampai sekarang, dengan permukaan air laut yang naik/turun karena dipengaruhi oleh suhu Bumi dan Glacier, beberapa kali pulalah Paparan sunda ini terpisah menjadi beberapa pulau, kemudian menyatu kembali, dan terpisah kembali secara berulang-ulang, sampai kita lihat pada saat sekarang ini.

Penjelasan ringkas ini, menggambarkan bahwa asal dari pulau-pulau yang terdapat di Indonesia berbeda-beda. Pulau Papua yang berasal dari craton Australia dahulunya, dan telah terbentuk beberapa juta tahun lalu, sebelum terbentuknya pulau lain di Indonesia. Pulau Sumatra, Jawa dan Borneo yang merupakan bagian dari craton China Utara, yang kemudian akibat pergerakan kulit bumi membentuk daratan Asia, dan pada Periode Tertiary, pulau Sumatra, Jawa dan Borneo terpisah. Berdasarkan rekonstruksi ini, kita bisa melihat darimana asal Fauna dan Flora yang terdapat di Indonesia. sehingga Fauna yang terdapat pad pulau Sumatra, Jawa dan Borneo memiliki karakter yang sama dengan yang terdapat di benua Asia, begitu juga denga pulau Papua yang berasal dari craton Australia.

Sedangkan pulau unik Sulawesi yang terbentuk dari gabungan beberapa daratan Asia, Australia dan beberapa pulau dari Samudara Pasifik, menyebabkan pulau ini memiliki fauna yang unik dan khas.

Wallace menyatakan perbedaan antara bagian timur dan Barat Indonesia dengan suatu garis, berdasarkan kepada hal ini dan juga berdasarkan observasi dan penelitian-penelitian yang dilakukannya.

Baca Artikel Lainnya:

Mengenal Jenis-Jenis Manusia Purba Di Indonesia

Mengenal Jenis-Jenis Manusia Purba Di Indonesia

Mengenal Jenis-Jenis Manusia Purba Di Indonesia
Mengenal Jenis-Jenis Manusia Purba Di Indonesia

Jenis Jenis Manusia Purba Di Indonesia Dan Ciri-cirinya – Tempat Penemuannya,  Di Indonesia penelitian tentang jenis-jenis manusia purba sudah sejak abad ke-18 M, dirintis oleh seorang dokter Belanda bernama Eugene Dubois. Mula mula ia mengadakan penelitian di Sumatera Barat namun tidak membuahkan hasil, lalu ia pindah ke Pulau Jawa . Di Pulau Jawa, ia berhasil menemukan fosil manusia purba di desa Trinil, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur pada tahun 1891. Fosil manusia purba ia beri nama pithecanthropus erectus, yang artinya manusia kera yang berjalan tegak
Penemuan fosil selanjutnya pada tahun 1936 oleh Weidenrich. Ia menemukan fosil tengkorak anak di Lembah

Sungai Brantas, desa Jetis, Mojokerto. Weidenrich menamakan fosilnya Pithecanthropus Robustus. Fosil sejenis juga ditemukan oleh von Koenigswald di Mojokerto, ia menyebutnya Pithecanthropus Mojokertensis.

Pada penelitian dan penggalian arkeologis antara tahun 1936–1941, von Koenigswald berhasil menemukan fosil manusia purba. Diperkirakan fosil manusia purba itu adalah manusia tertua di Indonesia yang hidup satu sampai dua juta tahun yang lalu. Oleh karena itu para ahli arkeologi menamakannya

Meganthropus Palaeojavanicus, artinya manusia raksasa tertua dari Jawa. Meganthropus Palaeojavanicus hidup sezaman dengan Pithecanthropus Mojokertensis, namun tingkat kehidupannya lebih primitif.

Selanjutnya, ditemukan fosil-fosil manusia purba Indonesia, yang tingkat kemampuannya lebih tinggi dibanding jenis Pithecanthropus, yaitu jenis Homo Sapiens (manusia yang berpikir). Jenis manusia homo sapiens yang ditemukan di Indonesia, antara lain.

1. Meganthropus (Manusia Besar)

Meganthropus berasal dari dua kata. Megas artinya besar atau raksasa dan anthropus artinya manusia. Jenis manusia purba Meganthropus ditemukan oleh Van Koenigswald pada tahun 1936 di daerah Sangiran. Hasil penemuannya ini sering dikenal dengan nama Meganthropus Palaeojavanicus, artinya manusia raksasa dari Jawa. Jenis manusia ini memiliki rahang kuat dengan badan yang tegap. Mereka diperkirakan hidup dengan cara mengumpulkan bahan makanan, terutama tumbuh-tumbuhan. Meganthropus diperkirakan hidup sekitar dua sampai satu juta tahun yang lalu sejak penelitian.

Ketika pertama ditemukan, von Koenigswald menyebutnya Meganthropus palaeojavanicus karena memiliki ciri-ciri yang berbeda dari Pithecanthropus erectus (Homo erectus) yang lebih dulu ditemukan di Sangiran. Selanjutnya fosil serupa juga ditemukan oleh Marks tahun 1952 berupa rahang bawah.

Ciri ciri tubuhnya kekar, rahang dan gerahamnya besar, serta tidak berdagu sehingga menyerupai kera. Meganthropus diperkirakan hidup 2 juta sampai 1 juta tahun yang lalu, pada masa Paleolithikum atau Zaman Batu Tua. Meganthropus memiliki kelebihan pada bentuk tubuhnya yang lebih besar dibandingkan manusia purba lainnya.

2. Pithecanthropus (Manusia Kera Berjalan Tegak)

Jenis Jenis Manusia Purba Di Indonesia – Pithecanthropus merupakan jenis yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Hasil penemuan di Indonesia, antara lain Pithecanthropus Erectus, Pithecanthropus Mojokertensis, dan Pithecanthropus Soloensis. Pithecanthropus Erectus artinya manusia kera yang berjalan tegak. Jenis ini ditemukan oleh Eugene Dubois tahun 1891 di Trinil. Pithecanthropus Mojokertensis ditemukan di Jetis dekat Mojokerto Jawa Timur oleh Von Koenigswald. Pithecanthropus Soloensis sementara itu ditemukan di Ngandong, lembah Bengawan Solo oleh Von Koenigswald, Ter Haar, dan Oppenoorth. Beberapa ciri manusia Pithecanthropus, antara lain sebagai berikut.

Ciri Ciri Manusia Purba Pithecanthropus :
-Pada tengkorak, tonjolan keningnya tebal.
-Hidungnya lebar, dengan tulang pipi yang kuat dan menonjol.
-Tinggi sekitar 165–180 cm.
-Pemakan tumbuhan dan daging (pemakan segalanya).
-Memiliki rahang bawah yang kuat.
-Memiliki tulang pipi yang tebal.
-Tulang belakang menonjol dan tajam.
-Perawakannya tegap, mempunyai tempat perlekatan otot tengkuk yang besar dan kuat.

3. Homo

Jenis Jenis Manusia Purba Di Indonesia – Ada dua jenis fosil homo yang ditemukan di Indonesia, yaitu Homo Wajakensis dan Homo Soloensis.
Manusi Purba Homo Wajakensis berarti manusia dari Wajak. Eugene Dubois menemukan fosil ini pada tahun 1889 di dekat Wajak, Tulungagung Jawa Timur. Homo Wajakensis diperkirakan menjadi nenek moyang dari ras Australoid yang merupakan penduduk asli Australia.
Manusia Purba Homo Soloensis adalah manusia dari Solo ditemukan di Ngandong, lembah Bengawan Solo antara tahun 1931–1934. Penemunya adalah Ter Haar dan Oppenorth. Kehidupan Homo Soloensis sudah lebih maju dengan berbagai alat untuk memenuhi kebutuhan dan mempertahankan hidup dari berbagai ancaman.

Ciri-ciri Manusia Purba homo :
-muka lebar dengan hidung yang lebar;
-mulutnya menonjol;
-dahinya juga masih menonjol, sekalipun tidak seperti jenis      Pithecanthropus;
-bentuk fisiknya sudah seperti manusia sekarang;
-tingginya 130–210 cm;
-berat badan 30–150 kg;
-hidupnya sekitar 40.000–25.000 tahun yang lalu.

Homo Soloensis dan Homo Wajakensis kemudian mengalami perkembangan. Jenis homo ini diberi nama Homo Sapiens. Homo Sapiens lebih sempurna dilihat dari cara berpikir walaupun masih sangat sederhana. Homo Sapiens berarti manusia cerdas, diperkirakan hidup 40.000 tahun yang lalu setelah penelitian. Jenis inilah yang nantinya menjadi nenek moyang bangsa Indonesia – sekian Jenis Jenis Manusia Purba Di Indonesia

(Sumber: https://www.gurupendidikan.co.id/)

Mengenal Tentang Meganthropus Paleojavanicus

Mengenal Tentang Meganthropus Paleojavanicus

Mengenal Tentang Meganthropus Paleojavanicus
Mengenal Tentang Meganthropus Paleojavanicus

Penemuan manusia purba pada lapisan Pleistosen terdapat di berbagai tempat di dunia ini, hal ini termasuk juga di Indonesia. Menurut T. Jacob, manusia memiliki ciri-ciri biologis berdiri tegak serta kapasitas otak yang relatif lebih besar. Penelitan manusia purba di Indonesia sendiri di pelopori oleh Eugene Dubois yang berasal dari Belanda,Ny. Selenka, Ter Hear, Oppenoorth dan van Koenigswald. nah itu tadi sedikit gambaran sejarah mengenai Manusia purba serta sejarah awal mula penemuanya, sekarang kita akan masuk ke pembahasan mengenai Meganthropus Paleojavanicus di bawah ini.

Taukah kamu bahwa Fosil Meganthropus Paleojavanicus di nyatakan sebagai Fosil manusia purba paling Primitif. Meganthropus Paleojavanicus sendiri di artiken sebagai “Manusia Raksasa Dari Jawa”. Untuk jenis mausia purba ini Pertama kali di temukan oleh Orang yang bernama Van Koenigswald antara tahun 1936 sampai 1941 di daerah Sangiran, Sragen, Jawa Tengah. Daerah Sangiran termasuk dalam fauna Jetis yang digolongkan dalam lapisan Pleistosen Bawah. Fosil yang ditemukan adalah bagian rahang bawah dan rahang atas kiri dengan gigi geraham Manusia purba jenis Meganthropus Paleojavanicus memiliki ciri-ciri sebagai berikut ini.

Ciri-Ciri Meganthropus Paleojavanicus :
1. Memiliki tubuh yang kekar dan tegap
2. Rahang yang besar
3. Memiliki bentuk geraham seperti manusia tetapi tidak berdagu seperti kera.
4. Memiliki tulang pipi yang tebal
5. Ada tonjolan di kening dan belakang kepalanya
6. Makanan pokok tumbuh-tumbuhan
7. Hidup pada 2 –1 juta tahun yang lalu.

Berikut ini Beberapa Fosil yang Berupa Fragmen Rahang Meganthropus Paleojavanicus yang di Temukan dari Tahun Ketahun, silahkan simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

1. Meganthropus A / Sangiran 6

Ini merupakan Fragmen Rahang yang sangat besar, pertama kali Fragmen rahang ini ditemukan pada Tahun 1941 oleh oleh Von Koenigswald . Koenigswald ditangkap oleh Jepang dalam Perang Dunia II, tapi berhasil mengirim cast rahang untuk Franz Weidenreich .

Weidenreich menjelaskan dan memberi nama spesimen pada tahun 1945, dan terpana dengan ukurannya.
Kemudian hominid ini adalah hominid yang memiliki rahang terbesar yang dikenal. Rahang itu kira-kira sama tingginya dengan gorila tetapi memiliki bentuk yang berbeda.
Sedangkan antropoid dengan mandibula (rahang) memiliki tinggi yang terbesar di simfisis, yaitu di mana dua rahang bawah bertemu, hal ini tidak terjadi di Sangiran-6, di mana ketinggian terbesar terlihat di sekitar posisi pertama molar (M1).
Weidenreich menganggap ini adalah gigantisme acromegalic, tapi akhirnya tidak menggolongkannya karena tidak memiliki fitur khas seperti dagu yang menonjol berlebihan dan giginya yang kecil dibandingkan dengan ukuran rahang itu sendiri.
Weidenreich tidak pernah membuat perkiraan ukuran langsung dari hominid ini berasal, namun mengatakan itu 2/3 ukuran Gigantopithecus , yang dua kali lebih besar sebagai gorila, yang membuatnya seperti setinggi sekitar 8 kaki (2,44 m) tinggi. Tulang rahangnya digunakan dalam bagian dari rekonstruksi tengkorak Grover Krantz, yang hanya setinggi 8,5 inci (21 cm).

2. Meganthropus B / Sangiran 8

Meganthropus B merupakan rahang lain yang di jelaskan oleh Marks pada tahun 1953, yang mana pada saat itu ukuranya hampir sama dan bentuknya seperti mandibula asli, akan tetapi kondisinya rusak parah.Temuan terbaru oleh tim Jepang dan Indonesia memperbaiki fosil yang sudah dewasa ini dan menunjukkan spesimen inilebih kecil dari spesimen yang diketahui H. Homo.
Anehnya, spesimen itu memiliki beberapa ciri unik untuk mandibula yang ditemukan pertama dan tidak dikenal di H. Homo. Tidak ada perkiraan ukuran yang belum pasti.

3. Meganthropus C / Sangiran 33/BK 7905

Meganthropus C Merupakan Fragmen mandinula yang di temukan pada tahun 1979 dan memiliki beberapa karakteristik yang sama dengan mandibula yang sebelumnya ditemukan. Hubungannya dengan Meganthropus tampaknya menjadi yang paling lemah dari penemuan mandibula.

4. Meganthropus D

Mandibula ini diakuisisi oleh Sartono pada tahun 1993, dan berkisar antara 1,4 dan 0,9 juta tahun lalu. Bagian ramus rusak parah, tetapi fragmen mandibula relatif terluka, meskipun rincian dari gigi telah hilang.
Hal ini sedikit lebih kecil dari Meganthropus-A dan sangat mirip dalam bentuknya. Sartono, Tyler, dan Krantz sepakat bahwa Meganthropus-A dan D sangat mungkin merepresentasikan dari spesies yang sama.

5. Meganthropus I / Sangiran 27

Spesimen Tyler ini digambarkan sebagai tengkorak yang hampir lengkap tapi hancur dalam batas ukuran Meganthropus dan di luar batas (diasumsikan) H. Homo. Spesimen ini tidak memiliki jendolan ganda yang hampir bertemu di atas tempurung kepala dan punggung nuchal sangat tebal.

6. Meganthropus II / Sangiran 31

Meganthropus II merupakan fragmen tengkorak yang pertama kali dijelaskan oleh Sartono pada tahun 1982. Analisis Tyler sampai pada kesimpulan bahwa itu adalahkisaran normalnya H. Homo. Tempurung kepala lebih dalam, lebih rendah berkubah, dan lebih luas daripada sebelumnya spesimen sebelumnya yang ditemukan. Ia memiliki sagittal crest yang sama atau punggung temporal ganda dengan kapasitas tengkorak sekitar 800-1000cc.

(Sumber: https://www.ilmubahasainggris.com/)

Prasangka Diskriminasi dan Etnosentrisme

Prasangka Diskriminasi dan Etnosentrisme

Prasangka Diskriminasi dan Etnosentrisme
Prasangka Diskriminasi dan Etnosentrisme

 Prasangka berarti membuat keputusan sebelum mengetahui fakta

yang relevan mengenai objek tersebut. Awalnya istilah ini merujuk pada penilaian berdasar ras seseorang sebelum memiliki informasi yang relevan yang bisa dijadikan dasar penilaian tersebut. Selanjutnya prasangka juga diterapkan pada bidang lain selain ras. Pengertiannya sekarang menjadi sikap yang tidak masuk akal yang tidak terpengaruh oleh alasan rasional
John E. Farley mengklasifikasikan prasangka ke dalam tiga kategori.

  • Prasangka kognitif, merujuk pada apa yang dianggap benar.
  • Prasangka afektif, merujuk pada apa yang disukai dan tidak disukai.
  • Prasangka konatif, merujuk pada bagaimana kecenderungan seseorang dalam bertindak.

Beberapa jenis diskriminasi terjadi karena prasangka dan dalam kebanyakan masyarakat tidak disetujui.

Perbedaan Prasangka dan Diskriminasi
Prasangka adalah sifat negative terhadapsesuatu. Dalam kondisi prasangka untuk menggapai akumulasi materi tertentu atau untuk status
social bagi suatu individu atau suatu kelompok social tertentu.

Seorang yang berprasangka rasial biasanya bertindak diskriminasi terhadap ras yang diprasangkanya.

 

Etnosentrisme

Suku bangsa ras cenderung menganggap kebudayaan sebagai salah satu yang prima, riil,
logis, sesuai kodrat alam,dsb. Etnosentrisme merupakan gejala social yang universal.
Etnosentrik merupakan akibat etnosentrisme penyebab utama kesalah pahaman berkomunikasi. Etnosentrisme dapat dianggap sebagai sikap Chauvinisme pernah dianut orang – orang Jerman zaman Nazi.

Sebab Timbulnya Prasangka :
Berlatar belakang sejarah.
Dilatar belakangi oleh perkembangan sosiokultural dan situsional.
Bersumber dari factor kepribadian.
Berlatar belakang dari perbedaan keyakinan dan agama

 

Daya Upaya Untuk Mengurangi Prasangka dan Diskriminasi

Perbaikan kondisi social ekonomi, pemerataan pembangunan, dan usaha
peningkatan pendapatan bagi WNI yang masih di bawah garis kemiskinan.
Perluasan kesempatan belajar.
Sikap terbuka dan lapang harus selalu kita sadari.


Contoh Kasus :


Masalah diskriminasi antara umat Muslim dan Nasrani yang terjadi di Poso.
Kasus Tibo adalah sebuah kasus mengenai penyelesaian Kerusuhan Poso. Tibo sendiri merupakan salah satu terdakwa dari tiga terdakwa dalam kasus ini. Tiga orang terdakwa dalam kasus ini adalah Fabianus Tibo, Dominggus da Silva, dan Marinus Riwu. Mereka ditangkap pada Juli dan Agustus 2000. Dan dijatuhi vonis mati pada April 2001 di Pengadilan Negeri Palu, dan ditegaskan kembali dengan Pengadilan Tinggi Sulawesi Tenggara pada 17 Mei 2001. Pengadilan memutuskan bahwa mereka bersalah atas tuduhan pembunuhan, penganiayaan, dan perusakan di tiga desa di Poso, yakni Desa Sintuwu Lemba, Kayamaya, dan Maengko Baru.

Baca juga :

SEKILAS TENTANG WIMAX

SEKILAS TENTANG WIMAX

SEKILAS TENTANG WIMAX
SEKILAS TENTANG WIMAX

WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) adalah

sebuah tanda sertifikasi untuk produk-produk yang lulus tes cocok dan sesuai dengan standar IEEE 802.16. WiMAX merupakan teknologi nirkabel yang menyediakan hubungan jalur lebar dalam jarak jauh. WiMAX merupakan teknologi broadbandyang memiliki kecepatan akses yang tinggi dan jangkauan yang luas. WiMAX merupakan evolusi dari teknologi BWA sebelumnya dengan fitur-fitur yang lebih menarik. Disamping kecepatan data yang tinggi mampu diberikan, WiMAX juga membawa isu open standar. Dalam arti komunikasi perangkat WiMAX diantara beberapa vendor yang berbeda tetap dapat dilakukan (tidak proprietary). Dengan kecepatan data yang besar (sampai 70 MBps), WiMAX layak diaplikasikan untuk ‘last mile’ broadband connections, backhaul, dan high speed enterprise.

 

Yang membedakan WiMAX dengan Wi-Fi adalah

standar teknis yang bergabung di dalamnya. Jika WiFi menggabungkan standar IEEE 802.11dengan ETSI (European Telecommunications Standards Intitute) HiperLAN sebagai standar teknis yang cocok untuk keperluan WLAN, sedangkan WiMAX merupakan penggabungan antara standar IEEE 802.16 dengan standar ETSI HiperMAN.

Standar keluaran IEEE banyak digunakan secara luas di daerah asalnya, Amerika, sedangkan standar keluaran ETSI meluas penggunaannya di daerah Eropa dan sekitarnya. Untuk membuat teknologi ini dapat digunakan secara global, maka diciptakanlah WiMAX. Kedua standar yang disatukan ini merupakan standar teknis yang memiliki spesifikasi yang sangat cocok untuk menyediakan koneksi berjenis broadband lewat media wireless atau dikenal dengan BWA.

 

SPEKTRUM FREKUENSI WIMAX

Sebagai teknologi yang berbasis pada frekuensi, kesuksesan WiMAX sangat bergantung pada ketersediaan dan kesesuaian spektrum frekuensi. Sistem wireless mengenal dua jenis band frekuensi yaitu Licensed Band dan Unlicensed Band. Licensed band membutuhkan lisensi atau otoritas dari regulator, yang mana operator yang memperoleh licensed band diberikan hak eksklusif untuk menyelenggarakan layanan dalam suatu area tertentu. Sementara Unlicensed Band yang tidak membutuhkan lisensi dalam penggunaannya memungkinkan setiap orang menggunakan frekuensi secara bebas di semua area.

WiMAX Forum menetapkan 2 band frekuensi utama pada certication profile untuk Fixed WiMAX (band 3.5 GHz dan 5.8 GHz), sementara untuk Mobile WiMAX ditetapkan 4 band frekuensi pada system profile release-1, yaitu band 2.3 GHz, 2.5 GHz, 3.3 GHz dan 3.5 GHz.

 

Secara umum terdapat beberapa alternatif frekuensi untuk teknologi WiMAX

sesuai dengan peta frekuensi dunia. Dari alternatif tersebut band frekuensi 3,5 GHz menjadi frekuensi mayoritas Fixed WiMAX di beberapa negara, terutama untuk negara-negara di Eropa, Canada, Timur-Tengah, Australia dan sebagian Asia. Sementara frekuensi yang mayoritas digunakan untuk Mobile WiMAX adalah 2,5 GHz.

Isu frekuensi Fixed WiMAX di band 3,3 GHz ternyata hanya muncul di negara-negara Asia. Hal ini terkait dengan penggunaan band 3,5 GHz untuk komunikasi satelit, demikian juga dengan di Indonesia. Band 3,5 GHz di Indonesia digunakan oleh satelit Telkom dan PSN untuk memberikan layanan IDR dan broadcast TV. Dengan demikian penggunaan secara bersama antara satelit dan wireless terrestrial (BWA) di frekuensi 3,5 GHz akan menimbulkan potensi interferensi terutama di sisi satelit.

Sumber : https://www.kuliahbahasainggris.com/