Konsorsium Jepang Tertarik Ikut Danai BIUTR

Konsorsium Jepang Tertarik Ikut Danai BIUTR

Konsorsium Jepang Tertarik Ikut Danai BIUTR
Konsorsium Jepang Tertarik Ikut Danai BIUTR

BANDUNG – Bandung Intra Urban Tol Road (BIUTR)

khususnya jalur Pasteur-Cileunyi telah mendapat dukungan dari 14 instansi/lembaga dan Kementerian sehingga tinggal mencari pendanannya. Sebab selain dana APBN, diprlukan dana dari pihak swasta atau door agar proyek ini rampung.

Sekretaris Daerah Jabar Iwa Karniwa mengatakan

sumber pendanaan bisa dari APBN atau pinjaman, termasuk dari luar egeri.

“Info terbaru sedang penjajakan dengan dari Jepang,” ujarnya kepada wartawan di Gedung Sate.

Seluruh instansi/lembaga telah sepakat dan memberi izin penggunaan lahan bagi pembangunan proyek tersebut. Jalur BIUTR Pasteur-Cileunyi sepanjang 20,6 kilo meter akan melintasi sejumlah lembaga dan kementrian seperti lahan milik Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementrian Pertahanan, Kementrian Hukum dan Ham, Kementriam Agama, BPK RI, BPS, Polri dan lembaga pemerintah lainnya.

“Mereka  mendukung BIUTR, hasil rapat

yang dikoordinir Menko Kemaritiman Rizal Ramli ini juga sepakat pembentukan tim kecil,” katanya.

Direncanakan  BIUTR trase I-1 dimulai dari akses Pasupati-Underpass Gasibu sepanjang 5,5 kilometer. Kemudian berlanjut dengan trase II-1 Underpass Gasibu-Cicaheum-Ujungberung sepanjang 8,8 kilometer, dan trase II-3 Ujungberung-Cibiru-Cileunyi 6,3 kilometer.

Selain itu, terdapat trase I-2 yang dimulai dari Gedebage (Km 149)-Soekarno Hatta. Khusus untuk trase ini, proses pembebasan lahan telah berlangsung sejak 2014 dan kini telah terbangun sepanjang 1 kilometer. Tahun ini, Pemprov menganggarkan Rp200 miliar pada tahun ini untuk melanjutkan pembebasan lahan sepanjang 1,3 kilometer atau seluas 13 H.

 

Baca Juga :

 

 

MEA, Lahan Persaiangan Industri Manufaktur

MEA, Lahan Persaiangan Industri Manufaktur

MEA, Lahan Persaiangan Industri Manufaktur
MEA, Lahan Persaiangan Industri Manufaktur

BANDUNG – Pemprov Jabar mendorong industri hulu hilir di era MEA

saat ini. Menurut Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, industri hulu hilir dalam bidang produksi atau manufaktur harus ditingkatkan untuk menghindari Jawa Barat hanya jadi pasar negara lain, jika industri hulu hilirnya lemah.

“Persaiangan sesungguhnya bukan di bidang

infrastruktur tetapi di bidang industri hulu hilir. Maksud Saya, Jawa Barat harus mampu menghadirkan industri hulu hilir agar lebih kuat lagi dan tidak hanya menjadi pasar di era MEA ini” katanya. Selain itu, jika memungkinkan, industri Jawa Barat juga bisa merambah ke daerah lain dengan membangun pabrik di luar Jawa Barat. Senin (15/2)

“Tujuannya, selain daerah luar Jawa i

tu masih relatif luas untuk pengembangannya, juga menghemat biaya distribusi. Para industriawan bisa mengembangkan pabriknya di Sumatera Kalimantan dan sebagainya” kata Aher. Untuk bidang tenaga kerja dan SDM, di Jawa Barat juga cukup memadai sehingga menurut Gubernur tidak usah dikhawatirkan persaingan SDM dalam era MEA saat ini.

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/148436583/apa-itu-polimer/

Persoalan Kemiskinan Tidak Selesai dengan Program Biasa

Persoalan Kemiskinan Tidak Selesai dengan Program Biasa

Persoalan Kemiskinan Tidak Selesai dengan Program Biasa
Persoalan Kemiskinan Tidak Selesai dengan Program Biasa

BANDUNG- Anggota Komisi VIII DPR RI Fikri Fakih

menegaskan persoalan kemiskinan tidak bisa diselesaikan dengan program yang biasa saja. Sebabnya, kemiskinan adalah persoalan yang selalu menjadi momok, sehingga perlu langkah yang tidak biasa dilakukan oleh pemerintah sebelumnya.

“Sebagai contoh Program Keluarga Harapan (PHK)

yang selalu diandalkan pemerintah pusat dalam pengentasan kemiskinan. Faktanya, program tersebut belum memberikan dampak signifikan, bahkan sebaliknya dalam dua tahun terakhir angka kemiskinan justru meningkat,” kata Fikri dalam siaran pers yang diterima jabarprov.go.id, Rabu (17/2).

Fikri mengungkapkan, data Badan Pusat Statistik (BPS)

menyebutkan bahwa penduduk Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan hingga September 2015 mencapai 28,51 juta orang atau 11,13% dari jumlah penduduk secara keseluruhan. Angka ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2014.

Oleh karena itu, Fikri mengusulkan agar program PKH tidak lagi bertujuan untuk membuat ketergantungan masyarakat. Tapi, seharusnya menumbuhkan kemandirian bagi masyarakat.

“Kemensos perlu memiliki skema program untuk menanggulangi dampak negatif, seperti ketergantungan masyarakat,” katanya.

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/148435621/tugas-dan-fungsi-dpr/

Komisi I DPR RI Susun Revisi UU Penyiaran

Komisi I DPR RI Susun Revisi UU Penyiaran

Komisi I DPR RI Susun Revisi UU Penyiaran
Komisi I DPR RI Susun Revisi UU Penyiaran

BANDUNG-Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq mengungkapkan

, saat ini Komisi I DPR RI sedang menyusun Revisi UU Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran. Salah satu masukan dari Fraksi PKS terhadap revisi UU tersebut adalah akan ada peraturan televisi dan radio tidak boleh mempromosikan perilaku Lesbian Gay Bisex Transgender (LGBT).

“Saya ingin sampaikan, di Filipina mayoritas beragama kristen

. Ternyata, UU Penyiarannya sudah mengatur tidak boleh mempromosikan LGBT,” kata Legislator PKS dari dapil Jawa Barat VIII ini dalam siaran pers yang diterima jabarprov.go.id, Rabu (10/2).

Bahkan di Rusia yang terkenal atheis,  kata Mahfudz, sudah punya UU yang melarang LGBT.

“Kita belum punya UU, paling tidak bagaimana agar tidak ada promosi LGBT di televisi,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi VIII Fikri Faqih

berharap Kementerian Pemberdayaan Perlindungan Anak (Kemen-PPPA) dan Kementerian Agama dapat lebih optimal dalam meningkatkan nilai ketakwaan di dalam keluarga, khususnya anak-anak, agar dapat lebih bijak menyimak tayangan televisi.

 

Baca Juga :

 

 

150 Desa di Jabar Masuk Program ICD

150 Desa di Jabar Masuk Program ICD

150 Desa di Jabar Masuk Program ICD
150 Desa di Jabar Masuk Program ICD

BANDUNG-Bagian dari upaya untuk menggiatkan gerakan berbagi

untuk menyebarkan kebahagiaan melalui perbaikan kondisi sosial kemasyarakat di kelurahan maupun desa-desa, Rumah Zakat meluncurkan Sharing Happiness.

CEO Rimah Zakat, Nur Efendi mengharapkan, dengan program ini Rumah Zakat bersama masyarakat bisa memberikan kontribusi dalam indeks pembangunan melalui berbagai program pemberdayaan.

 

“Program ini adalah lanjutan dari berbagai program lainnya

dari Berbagi Senyum, Senyum Berbagi yang diluncurkan pada tahun 2014 yang dilanjutkan hingga 2015,” ujarnya.

Menurut Nur, untuk di Jawa Barat, jumlah kelurahan dan desa yang masuk dalam program ini atau program Integrated Community Development (ICD) mencapai 150 desa dan kelurahan.

“Dari total seluruh Indonesia 723 kelurahan dan desan, di Jabar program ICD ini dilakukan di Bandung di 50 kelurahan, di KOta Cimagi 29 kelurahan, di Garut 4 desa, di Tasikmalaya 4 desa dan di Subang 54 desa,” ucapnya.

Nur menyatakan, sebelum menentukan desa atau pun

kelurahan yang masuk program ICD ini, pihaknya terlebih dahulu melakukan pendataan langsung.

“Pendataan yang kita lakukan, pertama kita lihat jumlah kemiskinan di daerah itu dan kita turunkan tim untuk terjun langsung kepalangan,” kata Nur, saat memberikan keterangan kepada wartawan, Kamis (11/02).

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/148435535/sejarah-kerajaan-kutai/

Tarif Ka Ekonomi PSO Turun Per 1 April

Tarif Ka Ekonomi PSO Turun Per 1 April

Tarif Ka Ekonomi PSO Turun Per 1 April
Tarif Ka Ekonomi PSO Turun Per 1 April

BANDUNG – PT KAI kembali menurunkan tarif KA

ekonomi yang merupakan bantuan public service obligation (PSO), berlaku mulai perjalanan 1 April 2016. Manager Humas PT KAI Daop 2 Bandung Zunerfin mengatakan penurunan tarif karena pemerintah kembali mengucurkan dana PSO untuk KA ekonomi.

“Untuk wilayah Bandung ada empat kereta

yang tarifnya turun. Semua turun Rp 4000 ,” ujarnya di kantor humas Senin. Empat KA itu antara lain KA Pasundan menjadi Rp96.000, Kahuripan menjadi Rp86.000,

kutojaya selatan menjadi Rp61.000

dan Serayu menjadi Rp66.000. “Semua KA berhenti di stasiun Kiara Condong , kecuali Serayu yang melanjutkan ke Jakarta,” tuturnya.

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/148435467/materi-kingdom-fungi/

Sinyal Tersangkut Truk, Perjalanan KA Sempat Mandek

Sinyal Tersangkut Truk, Perjalanan KA Sempat Mandek

Sinyal Tersangkut Truk, Perjalanan KA Sempat Mandek
Sinyal Tersangkut Truk, Perjalanan KA Sempat Mandek

BANDUNG–Sebuah truk dengan muatan yang tinggi

telah membuat kabel persinyalan KA terputus. Peristiwa insiden terjadi di perlintasan KA Cicalengka.

Manager Humas PT KAI Daop 2 Bandung

Franoto Wibowo menjelaskan KA Majalaya jika sebuah truk bernomor polisi BK 8898 SS, yang melaju dari Majalaya melebihi batas muat, sekitar pukul 18.05 Kamis malam lalu.

“Truk itu menabrak kabel persinyalan sehingga terputus,” ujarnya.

Akibat insiden itu kawat persinyalan dan wesel di Stasiun

Cicalengka terputus yang membuat sejumlah perjalanan KA tertahan menunggu antrean masuk dan berangkat dari Stasiun Cicalengka. Keterlambatan terjadi selama 30 menit.

“Alhamdulillah, penanganan berlangsung lancar. Pada Jumat (22/7) dinihari, sekitar pukul 00.45, penanganan tuntas. Perjalanan kembali normal sekitar pukul 01.00,” tutupnya. jo

 

Baca Juga :

 

 

Pangdam Siliwangi Menjadi Komandan PON Jabar

Pangdam Siliwangi Menjadi Komandan PON Jabar

Pangdam Siliwangi Menjadi Komandan PON Jabar
Pangdam Siliwangi Menjadi Komandan PON Jabar

BANDUNG – Tim PON Jabar XIX/2016 semakin percaya diri s

etelah Pangdam III Siliwangi didaulat menjadi komandan tim.

Ketua Umum KONI Jawa Barat H Ahmad Saefudi menyebutkan kian optimistis karena Kontingen Jabar akan dikomandani oleh Pangdam III Siliwangi yang untuk kedua kalinya menjadi komantan kontingen bagi Kontingen “Maung Siliwangi”.

Pada PON XVIII/2012 di Riau, Pangdam III Siliwangi kala itu, Mayjen TNI Sony Wijaya juga menjadi Komandan Kontingen Jabar yang mana saat itu Jabar naik ke peringkat kedua klasemen perolehan medali.

“Kami kian reugreug dan makin optimistis untuk meraih target juara umum.

Dari pemetaan peluang dan kekuatan atlet, target Jabar masih di’on the track,” kata Ahmad Saefudin.

KONI Jawa Barat saat ini telah melakukan tahapan ‘aklimatisasi’ dan menciptakan kondisi atlet menjelang pertandingan sesungguhnya melalui program latihan yang telah dirancang oleh Satlak Prestasi Jabar Kahiji.

“Saat ini atlet dari 20 cabang olahraga sedang ditempa

dalam latihan intensif di luar negeri, dan mereka akan kembali menjelang PON XIX/2016 nanti tentunya dengan kondisi siap tempur,” katanya.

Sedangkan atlet lainnya tetap berlatih di pemusatan latihan masing-masing melahap program latihan yang tidak kalah intensifnya. Bahkan beberapa cabang olahraga telah melakukan latihan di venue atau tempat pertandingan yang akan dipergunakan untuk PON XIX/2016 Jabar.

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/147702851/pengembangan-ide-kreatif-dan-inovatif/

5 BUMN Jabar seleksi Siswa untuk dikirim ke Sulut

5 BUMN Jabar seleksi Siswa untuk dikirim ke Sulut

5 BUMN Jabar seleksi Siswa untuk dikirim ke Sulut
5 BUMN Jabar seleksi Siswa untuk dikirim ke Sulut

BANDUNG-Lima BUMN di Jawa Barat yakni PT Bio Farma

, PTPN III, PTPN VII, Perum Jasa Tirta II (PJT II) dan PT Pupuk Kujang akan kirim 20 Siswa SMA/SMK berprestasi dari Kabupaten/Kota Jawa Barat Ke Sulawesi Utara, untuk mengikuti pertukaran pelajar dengan siswa dari Sulawesi Utara dalam Program Siswa Mengenal Nusantara 2016 (SMN 2016) yang diprakarsai oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dengan proses seleksi sinergi dengan Dinas Pendidikan Jawa Barat.

Seleksi yang diselenggarakan pada tanggal 23 Juli 2016 di Aula Mohamad Yamin, Dinas Pendidikan Jawa Barat diikuti oleh 54 peserta yang berasal dari 10 SMA dan 10 SMK yang berada di seluruh Kota / Kabupaten di Jawa Barat.

Menurut Kordinator Dewan Juri SMN 2016,Tedi Hidayat

, kriteria penilaian SMN 2016 terdiri dari 3 aspek antara lain Prestasi Akademik, Wawasan Nusantara, Pengetahuan umum mengenai Jawa Barat seperti kesenian Jawa Barat, pariwisata, pemerintahan Jawa Barat dan faktor penunjang seperti pertujukan seni dan budaya.

“Kami tentu akan memilih siswa yang memiliki prestasi akademik yang baik,yang ditunjang dengan pengetahuan mereka mengenai wawasan nusantara dan pengetahuan mereka tentang Jawa Barat termasuk kultur dan kecakapan dalam berbahasa sunda, karena mereka akan mewakili Jawa Barat di Sulawesi Utara”,” katanya Sabtu.

Tedi menambahkan, setiap siswa seleksi diharuskan

untuk mengirim tulisan artikel yang telah ditentukan oleh dewan juri kemudian harus dipresentasikan di hadapan tim dewan juri.

Kordinator SMN Jawa Barat, N. Nurlaela Arief mengatakan program Siswa Mengenal Nusantara di Jawa Barat ini mengambil tema menggali potensi keanekaragaman hayati & budaya Jawa Barat, yang akan diberangkatkan pada 30 Juli – 6 Agustus 2016.

“Selain mengirim siswa Jabar ke Sulut, kami juga akan menerima siswa Sulut untuk mendapatkan pembelajaran dari 5 BUMN mengenai pengenalan aktivitas dan produk BUMN, Sosialisasi kontribusi BUMN kepada masyarakat, juga penerimaan dari Gubernur / Wagub Jabar dan dinas pariwisata tentang wawasan budaya, potensi wisata, ekonomi di Jawa Barat,” tambahnya. jo

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/147702863/manfaat-gotong-royong/

4 Masalah Pokok di dalam Pendidikan Nasional

4 Masalah Pokok di dalam Pendidikan Nasional

4 Masalah pokok di dalam pendidikan nasional – Pendidikan merupakan tidak benar satu segi yang pilih kualitas sumberdaya manusia (human resources). Semakin tinggi kualitas pendidikan suatu bangsa jadi tinggi pula kualitas sumberdaya manusianya

Oleh dikarenakan itu, titik bidik pengelolaan pendidikan oleh pemerintah berasal dari jaman ke jaman mengacu pada peningkatan kualitas pendidikan di semua jenjang pendidikan.

Untuk mewujudkan sasaran tersebut, pemerintah telah melakukan beragam inovasi di dalam proses dan proses pendidikan nasional. Hal itu perihal bersama dengan masalah pokok di dalam pendidikan nasional Indonesia.

Ada 4 masalah penting yang melatarbelakangi inovasi proses dan proses pendidikan nasional:

1.Pemerataan pendidikan
Upaya pemerintah untuk mengadakan gedung sekolah dan unit gedung baru, terutama jenjang pendidikan basic menengah dapat dikatakan telah rampung. Namun pemerataan beroleh kesempatan pendidikan masih kudu dikembangkan secara bertahap.

Program kudu belajar 9 tahun dianggap telah menggapai sasaran agar dilanjutkan bersama dengan program kudu belajar 12 tahun. Itu artinya, anak Indonesia sedikitnya kudu beroleh pendidikan sedikitnya tamat sekolah menengah atas (SMU/K/Sederajat).

2.Relevansi pendidikan
Pada awalnya, pembelajaran di instansi sekolah dinilai tidak relevan bersama dengan tuntutan di dalam dunia kerja. Lowongan kerja yang dibutuhkan tidak terpenuhi oleh lulusan sekolah.

Oleh dikarenakan itu, terutama tingkat SMU/K/Sederajat diadakan program pilihan cocok minat peserta didik. Usaha itu termasuk dibuktikan bersama dengan penyempurnaan kurikulum pendidikan di instansi sekolah.

3.Kualitas pendidikan
Kualitas pendidikan jadi hal yang tak dapat ditawar-tawar. Berbagai inovasi di dalam teknologi pendidikan jadi disempurnakan. Salah satu yang paling anyar adalah pendekatan saintifik di dalam pembelajaran. Mengarahkan siswa pada proses bagaimana beroleh ilmu pengetahuan.

4.Efisiensi pendidikan
Proses pendidikan yang efektif dinilai bakal tingkatkan kualitas pendidikan. Oleh dikarenakan itu inovasi pendidikan kudu berorientasi pada bagaimana pelaksanaan pembelajaran di sekolah. Pembelajaran efektif dan efektif jadi tuntutan agar efisiensi pendidikan dapat diwujudkan.

Sumber : https://www.lele.co.id/panduan-lengkap-7-cara-menanam-hidroponik-sederhana-di-pekarangan/