UNBK SMK Hari Pertama Terkendala Keterlambatan Token

UNBK SMK Hari Pertama Terkendala Keterlambatan Token

UNBK SMK Hari Pertama Terkendala Keterlambatan Token
UNBK SMK Hari Pertama Terkendala Keterlambatan Token

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

(Kemdikbud) Totok Suprayitno mengatakan, pelaksanaan Ujian Nasional (UN) untuk sekolah menengah kejuruan (SMK) hari pertama secara umum lancar. Meski begitu, ia menuturkan, masih menerima laporan dari beberapa sekolah yang menjalankan UN berbasis komputer (UNBK) terkait keterlambatan proses memasukan token atau password ke server UN sehingga terkendala saat log in.

Menurut Totok Suprayitno, keterlambatan token ini, tidak mengganggu jadwal atau sesi UN yang harus diselesaikan. Pasalnya, waktu untuk mengerjakan soal setiap anak akan terhitung sejak ia berhasil membuka atau log in soal. “Alhamdulillah hari pertama secara umum lancar. Ya, ada laporan beberapa kendala dari beberapa sekolah itu semua terkait dengan keterlambatan token untuk memulai ujian,” kata Totok Suprayitno kepada Suara Pembaruan melalui pesan singkat, Selasa (26/3/2019).

Oleh karena itu, Totok Suprayitno tetap mengimbau, siswa untuk tidak panik dan bersabar apabila

terjadi masalah teknis saat UNBK. “Seperti tahun lalu, masalah itu ketika semua minta token saat bersamaan. Tentu akan lama. Nah ini banyak yang panik dan menekan berulang-ulang yang akan berdampak pada server. Seharusnya siswa sabar agar tidak memperburuk keadaan,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi hal yang sama, Totok Suprayitno mengatakan, di setiap provinsi, kabupaten telah disiapkan help desk UN. Bahkan, setiap sekolah penyelenggara UNBK ada teknisi khusus akan membantu siswa menangani masalah tersebut.

Pendapat senada juga disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

(Mendikbud) Muhadjir Effendy. Ia mengatakan, adanya kendala bagi siswa SMK ketika melalukan log in karena jumlah siswa yang mengikuti UNBK mengalami peningkatan yakni dari diikuti 1.524.104 siswa SMK yang menjalani UN, terdapat 1.516.009 (99,5 persen) menjalankan UNBK, sedangkan 8.095 (0,5 persen) siswa lainnya menjalankan UN Pensil Kertas (UNPK).

Kendati demikian, Muhadjir Effendy memastikan jika kendala pada saat log in ini tidak mengganggu pelaksanaan UNBK secara keseluruhan. “Saya sudah sampaikan berkali-kali pasti terjadi bottleneck (perlambatan sistem,red) tetapi tidak berpengaruh pada pelaksanaan UNBK,” ujar Muhadjir Effendy saat meninjau Mengunjungi Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) di Yogyakarta, Senin (25/3/2019).

Ia menyebutkan, kejadian server error pada hari pertama adalah wajar. Pasalnya, di waktu bersamaan semua anak melakukan akses soal di server Kemdikbud, dengan begitu, token UN akan muncul 10 hingga 15 menit.

Dijelaskan Muhadjir Effendy, keterlambatan tokenn ini hanya dialami oleh siswa yang menjalankan UNBK pada sesi pertama. Sedangkan untuk sesi kedua dan selanjutnya tidak. Ketika ada laporan permasalahan pada server, Kemdikbud langsung mengambil langkah cepat dengan mengaktifikan server cadangan yang membutuhkan waktu 10 hingga 15 menit.

 

Baca Juga :