Kritik kemiripan menurut Bacon

Kritik kemiripan menurut Bacon

Kritik kemiripan menurut Bacon
Kritik kemiripan menurut Bacon
  1. Kritik Empiris yang memperhtikan, bukan hubungan tatanan dan kesamaan antara benda-benda, tetapi tipe-tipe pikiran dan bentuk-bentuk ilusi dimana mereka menjadi subyek.
  2. Bacon tidak menghilangkan kemiripan melalui sarana bukti dan hokum-hukum yang menyertainya. Dia menunjukannya berkilau di depan mata kita, menghilang seperti halnya orang mendekat, kemudian membentuk kembali satu masa berikutnya, yang sedikit lebih jauh.

Ada dua bentuk perbandingan yang eksis yaitu ukuran dan tatanan. Orang bisa mengukur ukuran yang tidak berkelanjutan , tetapi dalam kedua kasus itu penggunaan ukuran menegaskan bahwa tidak seperti kalkulasi, yang mendahului dari elemen-elemen menuju satu totalitas, mula-mula orang mempertimbangkan keseluruhan kemudian membaginya ke dalam berbagai bagian.

Tatanan dibangun tanpa perujukan kepada satu unit ekstur. Sementara perbandingan melalui ukuran menuntut dimulainya satu pembagian, kemudian penerapan unit umum, di sini, perbandingan dan tatanan adalah tindakan sederhana yang memungkinkan kita untuk melintas dari satu terma ke terma lainnya, kemudian kepada terma yang ketiga, dan begitu seterusnya, melalui sarana satu gerakan “yang secara absolute tidak dapat dihentikan”.

Semua ini merupakan konsekuensi yang paling besar bagi pemikiran Barat Kemiripan, yang untuk waktu yang panjang telah menjadi kategori fundamental pengetahuan-bentuk dan isi dari apa yang kita ketahui-menjadi dipisahkan dalam satu analisis yang berdasarkan kepada terma identitas dan perbedaan, lebih dari itu, apakah secara tidak langsung melalui perantara pengukuran atau secara lansung dan pada pijakan yang sama perbandingan menjadi fungsi tatanan, dan terakhir perbandingan berhenti untuk memenuhi fungsi penampakan, bagaimana dunia ditata karena sekarang ia disempurnakan menurut tatanan yang di tempatkan oleh pemikiran secara natural dari yang sederhana ke yang kompleks. . Modifikasi yang mempengaruhi pengetahuan itu sendiri pada level kuno yang memungkinkan pengetahuan itu sendiri dan mode wujud dari apa yang diketahui. Modifikasi merupakan penggantian analisis dengan hierarki analogi: pada abad ke-16 anggapan mendasar adalah tentang sistem korespondensi total (bumi dan langit, planet dan lapisan luar, mikrokosmose dan makrokosmos) masing-masing kemiripan particular kemudian ditempatkan dalam hubungan yang menyeluruh ini. Setiap kemiripan harus disubyekan kepada bukti melaui perbandingan, ia tidak akan pernah bisa diterima hingga identitas dan rangkaian perbedaannya tlah ditemukan melalui sarana pengukuran dengan unit umum atau lebih radikal lagi melalui posisinya dalam satu tatanan. Kesaling pengaruhan kemiripan itu sampai dengan hari ini tetap tidak terbatas.

  1. III. Representasi Tanda
    1. Tanda, selalu pasti atau mungkin akan menemukan wilayah wujudnya dalam pengetahuan. Pada abad ke-16 tanda-tanda diperkirakan untuk digantikan pada benda-benda sehingga manusia akan mampu untuk mengungkap rahasianya, hakikat atau kebijakannya. Sejak abad ke 17 dan seterusnya, seluruh domain tanda terbagi diantara yang pasti dan yang mungkin untuk mengatakan, tidak bisa lagi menjadi tanda yang tidak dikenal,  tanda yang diam. Ini bukan karena manusia memiliki semua tanda hingga ada kemungkinan yang diketahui tentang penggantian diantara dua elemen yang tidak diketahui. Tanda tidak menunggu dalam diam, kehadiran manusia yang mampu mengenalinya, ia bisa dibentuk hanya oleh satu tindakan mengetahui bagaimanapun juga mulai sekarang dan seterusnya adalah dalam pengetahuan bahwa tanda menjalankan fungsi penandaannya dari pengetahuan bahwa ia akan meminjam kepastian dan kemungkinannya.

Hubungan gagasan tidak menyatakan hubungan-hubungan antara sebab dan akibat, tetapi hanya satu angka atau tanda dengan benda benda yang ditandai. Contoh: api yang saya lihat bukanlah sebab kesakitan yang saya derita karena saya mendekatinya tetapi tanda yang memperingatkan saya tentangnya.

  1. Variabel tanda kedua, dengan kehadiran pemikiran klasik tanda bisa memliki salah satu dari dua posisi: baik, bisa diklaim demikian, sebagai elemen, menjadi bagian dari apa yang ia fungsikan untuk menandai atau yang lain benar-benar dari apa yang ia fungsikan untuk menandai. Agar tanda menjadi apa yang sebenarnya, ia harus ditampilkan sebagai objek pengetahuan pada saat bersamaan dengan yang ia tandai. Sebagaimana yang ditegaskan oleh Condillac, suara tidak pernah menjadi tanda verbal sesuatu bagi anak-anak hanya jika anak-anak mendengarnya paling tidak satu kali pada saat merasakan objek.

Tanda dalam pemikiran klasik tidak menghapuskan jarak atau menghhilangkan waktu, sebaliknya,ia memungkinkan seseorang untuk membentangkan mereka melintasi benda untuk menjadi khas, memelihara diri mereka dalam identitasnya sendiri, memisahkan mereka atau mengikat mereka bersama-sama.

Sekarang ini menjadi mungkin untuk membatasi instrumen yang terdapat bagi penggunaan pemikiran klassik, melalui sistem tanda. Sistem tanda inilah yang mengenalkan kedalam pengetahuan probabilitas, analisis, dan kombinasi sistem.

Sumber : https://jalantikus.app/