Representasi Tiruan

Table of Contents

Representasi Tiruan

 Representasi Tiruan
Representasi Tiruan

Hubungan tanda dengan yang ditandai sekarang ini terletak pada satu ruang dimana tidak ada lagi figur perantara untuk menghubungkan mereka. Apa yang menghubungkan mereka adalah ikatan yang telah terbangun, didalam pengetahuan, diantara gagasan tentang satu benda dan gagasan tentang benda lain.

Dalam kenyataannya elemen elemen penanda tidak memilik isi, fungsi, dan tidak memiliki determinasi lain kecuali apa yang ia bayangkan, ia sepenuhnya ditata dan transparan kepadanya. Tetapi kandungan ini hanya  ditunjukkan hanya dalam satu representasi yang menempatkan dirinya sendiri sedemikian rupa, dan dimana hal-hal yang ditandai terletak, tanpa residium dan opacity.

Konsekuensi konsekuensi mengenai representasi :

Konsekuensi Pertama, pentingnya tanda dalam pemikiran klasik, Kapanpun satu representasi dihubungkan satu sama lain dan merepresentasikan hal-hal yang menghubungkannya dengan dirinya sendiri

Konsekuensi Kedua, adalah perluasan universal pada tanda dalam bidang representasi ini mendahului kemungkinan satu teori penandaan. Sistem tidak memberikan satu keistimewaan tertentu, namun akan diberikan dalam tabel tanda yang sempurna. Tabel tanda akan menjadi representasi dari benda-benda. Meskipun makna itu sendiri seluruhnya berada pada sisi tanda, pemfungsian seluruhnya berada pada siapa yang ditandai.

Konsekuensi ketiga, jika tanda dalam murni dan hubungan sederhana antara apa yang menandai dan apa yang ditandai, maka hubungan hanya bisa dibangun dalam elemen representasi yang umum : elemen-elemen penanda dan elemen-elemen yang ditandai dihubungkan hanya sejauh mereka ada direpresentasikan dan sejauh orang benar-benar merepresentasikan yang lain.

  1. V. Imajinasi Kemiripan

Kemiripan masih merupakan batasan pengetahuan yang tidak bisa dihindari. Karena tidak ada persamaan atau hubungan tatanan yang bisa di bangun di antara dua benda kecuali jika kemiripan mereka, paling tidak , telah menghadirkan perbandingan mereka.

Kemiripan adalah bentuk yang baru disketsakan, di mana relasi yang belum sempurna yang harus dilapisi oleh pengetahuan pada tingkatnya yang paling sempurna. Melalui kemiripan representasi itu bisa diketahu, yaitu, dibandingkan dengan representasi lain yang mungkin mirip dengannya, dianalisis ke dalam elemen-elemen, digabungkan dengan representasi lainnya.

Jika representasi tidak memiliki kekuatan yang jelas untuk menjadikan kesan masa lalu hadir sekali lagi, maka tidak ada kesan yang akan muncul sebagai serupa atau tidak serupa dengan yang terdahulu. Tanpa imajinasini tidak akan ada kemiripan di antara benda-benda.

Persoalan pertama yang berhubungan secara kasar dengan analisis imajinasi, sebagai kekuatan positif untuk mentransformasikan waktu representasi yang linear ke dalam satu ruang simultan yang memuat elemen-elemen virtual; yang kedua berhubungan dengan analisis alam termasuk lacunae, kekacauan yang membingungkan tabulasi wujud dan meyebarkannya ke dalam satu rangkaian representasi yang secara samar-samar, dan dari kejauhan, saling menyerupai satu sama lain.

VI. Mathesis dan Taksinomia

Ketika penglihatan pada buku hanya merupakan satu kasus partikular representasi secara umum, orang bisa mengatakan dengan sama baiknya bahwa mathesis adalah hanya satu kasus partikular tasksinomia.

Susunan mengenai ilmu umum tentang tatanan :

Sumber : https://uptodown.co.id/