TRIK MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

TRIK MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

Kemandirian adalahsuatu sikap yang paling penting dipunyai oleh setiap pribadi untuk bisa bertahan dalam pelbagai kondisi di kehidupannya. Seorang anak tidak serta-merta begitu saja tumbuh menjadi individu yang mandiri, tanpa dididik dan diajar sejak dini. Kemandirian anak ialah hasil dari proses panjang yang dilaksanakan orang tua.

Idealnya kemandirian mulai diajarkan dan diajar pada anak semenjak usia tiga tahun, saat anak mulai berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya di samping orang tua. Trik-trik sebagai berikut akan menolong orang tua dalam mengajar kemandirian anak.

Buat Lingkungan yang Mendukung Kemandirian Anak
Berlatih kemandirian pada anak umur dini dibuka dengan belajar mengasuh diri sendiri. Misalnya makan, mandi, berpakaian, buang air besar dan kecil.

Untuk mempermudah anak mengerjakan hal-hal tadi secara mandiri, buatlah lingkungan yang mendukung. Siapkan perangkat santap yang aman guna anak-anak, simpan di lokasi yang gampang dijangkau.

Memberikan Kepercayaan
Untuk anak umur dini, yakinkan bahwa dia dapat mulai santap sendiri dan tidak perlu menantikan disuapi. Izinkan anak menyiapkan sarapannya sendiri. Misalnya memungut mangkuk makannya, menuangkan susu dan sereal ke mangkuk tanpa dibantu.

Ketika memasuki usia remaja, anak perempuan dapat mulai diserahkan kepercayaan guna memilih menu makanan yang bakal dimasak, lantas membantu pekerjaan di dapur.

Kepercayaan yang diserahkan pada mereka bakal menumbuhkan kepercayaan bahwa dirinya bisa melakukan tidak sedikit hal secara mandiri.

Berikan Pujian guna Menyemangati
Ketika anak sukses lepas dari popok dan pergi buang air sendiri di toilet, berikan pujian yang proporsional guna menyemangati. Begitupun saat mereka sudah dapat mengenakan pakaian sendiri.

Hargai usaha yang telah ditunjukkan anak, sekecil apa juga itu. Pujian yang tidak berlebihan akan menciptakan anak lebih percaya diri dan termotivasi untuk sukses melakukan hal-hal lainnya. Dari sekadar buang air sendiri, kemudian mulai dapat mandi sendiri tanpa butuh diawasi, berpakaian dan mencungkil pakaian, sampai yang lebih kompleks laksana mengikat tali sepatu, dan seterusnya.

Biarkan Anak Memilih dan Belajar Mengambil Keputusan
Jika anak terbiasa dipilihkan ini-itu guna segala sesuatu dalam kesehariannya, saat beranjak dewasa bisa jadi besar menjadi pribadi yang sulit menciptakan keputusan.

Bantu anak untuk berdikari dalam memilih, contohnya bersangkutan kegiatan di luar jam sekolah yang hendak diikutinya. Orang tua melulu memberikan pandangan mengenai guna masing-masing kegiatan bagi masa mendatang mereka, selebihnya beri keleluasaan untuk menyimpulkan mana yang bakal dipilih.

Sabar Dalam Melatih Kemandirian
Diperlukan kesabaran dalam mengajar kemandirian anak. Biasanya orang tua menjadi tidak cukup sabar saat melihat anak tidak cepat sukses melakukan apa yang sudah diajarkan atau diarahkan. Misalnya mengancingkan baju, menggunakan sendiri sepatu bertali, membuka kaleng biskuit, dan lain-lain. Biarkan anak menjalani prosesnya hingga mereka berhasil.

Bangkitkan Semangat Anak
Ketika anak menunjukkan kemauan untuk mandiri, bangkitkan terus semangatnya. Berikan ucapan-ucapan yang memotivasi dan memperlihatkan sokongan atas keinginannya. Jangan patahkan motivasi anak dengan meragukan inisiatifnya atau menuliskan sesuatu yang menurunkan keyakinan dirinya.

Terima pertolongan anak untuk membereskan rumah, menyapu, mengepel dan beda sebagainya. Berikan apresiasi dengan tulus saat mereka sukses mengerjakan pekerjaan-pekerjaannya dengan baik. Hindari memarahi anak saat melihat hasil kerjanya tidak cukup sempurna.

Membatasi Campur Tangan
Usahakan guna tidak ikut campur terlampau dalam pada masalah-masalah yang seharusnya dapat diselesaikan sendiri oleh anak. Misalnya ketika anak mengalami kendala mengerjakan kegiatan rumahnya, orang tua lumayan memberikan arahan bukan justeru mengambil alihnya.

Orang tua pasti tidak bakal selamanya sedang di sisi anak-anak mereka. Kemandirian anak mesti dipersiapkan sebaik mungkin supaya mereka percaya diri kendati bukan lagi didampingi orang tua.

http://lift.uwindsor.ca/tt/https://www.pelajaran.co.id