Langkah Perbaikan Transportasi Kota Serang Banten

Langkah Perbaikan Transportasi Kota Serang Banten

Langkah Perbaikan Transportasi Kota Serang Banten
Langkah Perbaikan Transportasi Kota Serang Banten

Kota Serang dalam kurun waktu 10 tahun terakhir telah mengalami pertumbuhan ekonomi dan penduduk yang cukup signifikan. Data Banten Dalam Angka menunjukkan jumlah penduduk Kota Serang Tahun 2010 sebanyak 500 ribu jiwa dengan luas Kota 266,71 Km2 atau rata – rata 1876 jiwa per Km2. Pertumbuhan jumlah penduduk yang cukup pesat di Kota Serang salah satunya disebabkan karena Serang sebagai ibukota Provinsi Banten mempunyai tarikan tersendiri dari para urbanis dan juga penduduk dari provinsi dan kota lain.

Pertumbuhan jumlah penduduk tentunya berbanding lurus dengan pertambahan pergerakan barang dan orang. Hal ini menyebabkan pertumbuhan arus kendaraan yang cukup signifikan. Dalam kurun 5 tahun terakhir jaringan jalan di Kota Serang sudah terasa mulai sesak oleh tingginya pertumbuhan lalu lintas.  Tingginya pergerakan arus lalu lintas di satu sisi kurang di imbangi oleh penambahan kapasitas jalan raya yang menjadi moda transportasi utama di Kota Serang.

Kemacetan lalu lintas di dalam Kota Serang sekarang menjadi hal rutin terutama di jam – jam sibuk pada pagi dan sore hari. Kemacetan ini juga diperparah oleh beberapa faktor yaitu ; kurang disiplinnya para pengendara terutama mobil angkutan kota; pengurangan kapasitas jalan oleh on street parking, penggunaan badan jalan dan bahu jalan bukan untuk kepentingan jalan, fasilitas pedestrian yang tidak memadai, dan banyak hal lainnya yang turut memberikan sumbangsih atas kesemrawutan lalu lintas.

Kota Serang dalam kurun waktu 10 tahun terakhir telah mengalami pertumbuhan ekonomi dan penduduk yang cukup signifikan. Data Banten Dalam Angka menunjukkan jumlah penduduk Kota Serang Tahun 2010 sebanyak 500 ribu jiwa dengan luas Kota 266,71 Km2 atau rata – rata 1876 jiwa per Km2. Pertumbuhan jumlah penduduk yang cukup pesat di Kota Serang salah satunya disebabkan karena Serang sebagai ibukota Provinsi Banten mempunyai tarikan tersendiri dari para urbanis dan juga penduduk dari provinsi dan kota lain.

Pertumbuhan jumlah penduduk tentunya berbanding lurus dengan pertambahan pergerakan barang dan orang. Hal ini menyebabkan pertumbuhan arus kendaraan yang cukup signifikan. Dalam kurun 5 tahun terakhir jaringan jalan di Kota Serang sudah terasa mulai sesak oleh tingginya pertumbuhan lalu lintas.  Tingginya pergerakan arus lalu lintas di satu sisi kurang di imbangi oleh penambahan kapasitas jalan raya yang menjadi moda transportasi utama di Kota Serang.

Kemacetan lalu lintas di dalam Kota Serang sekarang menjadi hal rutin terutama di jam – jam sibuk pada pagi dan sore hari. Kemacetan ini juga diperparah oleh beberapa faktor yaitu ; kurang disiplinnya para pengendara terutama mobil angkutan kota; pengurangan kapasitas jalan oleh on street parking, penggunaan badan jalan dan bahu jalan bukan untuk kepentingan jalan, fasilitas pedestrian yang tidak memadai, dan banyak hal lainnya yang turut memberikan sumbangsih atas kesemrawutan lalu lintas.