Bekali Siswa Sesuai Zamannya

Bekali Siswa Sesuai Zamannya

Bekali Siswa Sesuai Zamannya
Bekali Siswa Sesuai Zamannya

Sebanyak 10 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Bandung wilayah Utara mengikti

Bimbingan Teknis (Bimtek) Integrasi Science Tekhnologi Engineering and Mathematics (STEM) dalam implementasi Kurikulum-13 di SMP Negeri 14 Bandung, kemarin (27/9).

Master Teacher, Dadan, memberikan alasan kenapa harus ada Bimtek STEM. Hal itu lantaran sebut dia, anak didik sekarang di era mileneal bisa diberikan keterampilan sesuai dengan zamannya.

”Alasannya, karena ingin anak anak sekarang. Anak anak abad XXI ini diberikan keterampilan yang sesuai dengan zamannya. Jadi dengan STEM itu, si anak bisa memecahkan masalah di kehidupan sehari hari,” kata Dadan pada Jabar Ekspres usai memberikan Bimtek di SMP Negeri 14 di Jalan Lapangan Supratman Nomor 8, Kota Bandung, kemarin (27/9).

Dia juga menilai Bimtek Integrasi STEM disebutnya merupakan terobosan yang baik. Apalagi STEM

sudah dilakukan sudah lama oleh negara-negara maju. Bahkan, kata Dadang, sejumlah negara tetangga Indonesia dalam satu dekade ini sudah menerapkan STEM.

“Sepertinya kalau tidak menerapkan STEM ini, kita akan ketinggalan. Negara tetangga saja sudah ada 10 tahunan menggarap STEM. Dan ternyata menurut penelitian, dan diteliti juga oleh ahli ahli kita, sebelum ini digulirkan betul betul masif misalnya ya. Karena ini kan baru di Kota Bandung, ternyata hasil penelitian itu meningkatkan minat belajar siswa, apalagi menghadapi era industri 4.0,” ungkapnya.

Tak heran dalam pemaparannya saat Bimtek, dia lebih menekankan pada sains, teknologi

dan matematika serta Teknik. Mernurutnya ruh dari semua itu terdapat pada teknik.

”Jadi si anak itu (nantinya) bisa merekayasa suatu barang sehingga bagi dia, bisa memudahkan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya untuk penjernihan air, hidroponik, itu ada kaitannya dengan teknik,” jelasnya.
Disinggung implementasi di lapangan untuk saat ini, dia menilai baru sebatas pada tahapan projek-projek. ”Misalnya membuat satu projek hidroponik, belum terintegrasi pada setiap mata pelajaran. Mungkin baru sains dan matematika. Dan tekniknya tentu saja dalam proses pembuatannya itu,” ungkapnya.

 

Sumber :

https://egriechen.info/