Presensi murid dan guru di kelas

Presensi murid dan guru di kelas

Presensi murid dan guru di kelas
Presensi murid dan guru di kelas

Presensi atau kehadiran dianggap sebagai salah satu faktor yang sangat menentukan nilai para murid. Sayangnya, jumlah presensi tak serta-merta membuat nilai para murid bagus, terutama kalau KBM di kelas kurang maksimal. Sistem tersebut tidak akan Anda temukan pada e-learning. Mengapa? Pasalnya para murid bisa mendapatkan materi pembelajaran dari aplikasi atau software edukasi yang telah dipilih sekolah tanpa harus bertatap muka dulu dengan guru. Untuk mengoperasikannya,e-learning memakai sistem bernama Learning Management System atau LMS.

Jenis media untuk menyampaikan informasi
Kemampuan lisan dianggap sebagai keterampilan yang wajib dikuasai para pengajar. Jika mereka tak sanggup menyampaikan ilmu pengetahuan dengan baik, para murid juga sukar memahami informasi yang mereka cerna. Akibatnya, saat menghadapi ujian atau tes tertentu, para murid harus bekerja lebih keras untuk mencerna materi yang semestinya mampu diutarakan secara optimal oleh guru.

Syukurnya, e-learning memudahkan guru yang tak lihai dalam public speaking atau membutuhkan media tambahan untuk mendemonstrasikan materi mata pelajaran. Sistem pembelajaran ini mengandalkan audio dan visual sebagai medianya, sehingga murid-murid mudah memahami materi. Dalam hal ini, guru juga harus mampu memakai sarana multimedia yang dimanfaatkan dalam e-learning.

Sumber informasi dalam metode pembelajaran
Buku adalah jendela dunia. Frasa ini sering kali didengar di lingkungan sekolah dan menjadikan buku sebagai sumber informasi yang tak hanya diandalkan para pengajar, tetapi juga muridnya. Akan tetapi, pemakaian buku paket mulai dianggap kurang efektif belakangan ini. Semakin banyak buku yang dibutuhkan murid, semakin berat beban yang dia pikul ke sekolah. Orangtua juga mengeluarkan bujet yang tak sedikit untuk membelinya. Apalagi sebagian besar buku hanya sekali pakai.

E-learning, mengikuti konsepnya, memindahkan materi-materi yang dibutuhkan ke dalam format digital. Salah satu media yang akan sering digunakan adalah ­e-book. Media tersebut tak hanya ringan, tetapi juga hemat secara finansial. Dengan kata lain, siapa pun dapat mengaksesnya tanpa harus membuang anggaran besar.

Dinamika jadwal kegiatan belajar mengajar
Perbedaan terakhir di antara pembelajaran konvensional dengan e-learning terletak pada jadwal yang diterapkan. Dulu, murid dan guru akan mendapatkan jadwal KBM yang ditentukan pihak sekolah. Tidak jarang jadwal tersebut membuat KBM menjenuhkan karena durasinya terlalu lama. Situasi kadang terasa sulit kalau guru tidak hadir, karena itu berarti penyampaian materi mundur dari jadwal yang telah disusun.

Bagaimana dengan sistem yang diterapkan e-learning? Seperti yang telah disinggung, sistem KMB modern ini akan menjadi ‘jembatan’ di antara murid dengan guru walau mereka sedang tak berada di dalam ruangan yang sama. Dengan kata lain, para murid mempunyai kuasa juga untuk menentukan materi yang ingin mereka pelajari terlebih dahulu. Fleksibilitas jadwal tersebut dianggap bisa mengurangi tekanan emosi yang dialami kedua belah pihak.

SIDIA sebagai penyedia konten berkualitas e-learning

Dari penjelasan di atas, Anda dapat menilai sendiri efektivitas dari e-learning untuk sekolah. Selain mempunyai sarana multimedia yang memadai, lembaga pendidikan juga harus memakai software atau aplikasi berkualitas. Arfadia sebagai digital agency terbaik di Jakarta berpengalaman menghadirkan SIDIA sebagai fasilitator kegiatan belajar mengajar dengan teknologi modern.

SIDIA adalah aplikasi e-content yang didesain sedemikian rupa untuk memaksimalkan program e-learning—baik untuk sekolah yang sudah menyediakan sarana multimedia maupun baru terjun ke dalam sistem tersebut. Selain itu, SIDIA dianggap sebagai inovasi terkini yang bersahabat dengan murid SD dan SMP, karena spesifikasinya mudah dipelajari anak-anak sekolah. Materi yang disediakan pun tentunya telah disesuaikan kurikulum terbaru dan akan terus diperbaharui.

Sebagai pendamping dalam media pembelajaran e-learning, apa saja peran dan manfaat SIDIA yang akan didapatkan sekolah?

Sebagai aplikasi e-content, SIDIA dapat dimanfaatkan para pengajar untuk mengunggah materi dari subjek pelajaran yang dikuasai. Kemudian, para siswa bisa mengunduhnya dari mana dan kapan saja. Fungsi tersebut tentu sesuai dengan cara kerja e-learning yang fleksibel, sebab bisa diakses dari mana dan kapan saja;
Menyusun materi ajar bukan hal mudah bagi para pengajar. Mereka kadang membutuhkan waktu cukup lama sebelum menyampaikan kepada anak didiknya. Akan tetapi, aplikasi e-content akan memudahkan pekerjaan tersebut, karena pembuatan materi dapat dilakukan memakai sarana multimedia yang disediakan sekolah;
Tak hanya untuk kegiatan belajar mengajar, SIDIA juga dapat diandalkan untuk mengadakan kuis atau ujian walau guru yang bersangkutan berhalangan hadir. Pengajar bisa mengunggah soal-soal kuis atau ujian ke aplikasi e-content untuk kemudian diunduh para siswa untuk nantinya dikerjakan. Setelah selesai, mereka akan mengunggahnya kembali;
Selanjutnya, software sekolah ini ternyata dapat membantu para murid meningkatkan rasa percaya diri mereka. Hal ini disebabkan kemudahan akses terhadap sumber informasi seperti e-book dan jurnal yang disediakan SIDIA. Jadi, mereka tak harus tergantung dengan penjelasan guru di kelas;
SIDIA memungkinkan para pengajar maupun pihak sekolah mengunggah informasi lain seperti jadwal pelajaran, ekstrakurikuler, dan pengumuman lainnya. Guru juga bisa menyimpan data nilai dan daftar presensi untuk kebutuhan penilaian anak didiknya.
Demikian informasi seputar e-learning dan penggunaannya dengan sarana multimedia. Kehadiran SIDIA diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan berbagai kegiatan sekolah berbasis teknologi.

Baca Juga :