Hari Pahlawan, PT KAI Ajak Masyarakat Jadi Pahlawan Berlalu Lintas

Hari Pahlawan, PT KAI Ajak Masyarakat Jadi Pahlawan Berlalu Lintas

Hari Pahlawan, PT KAI Ajak Masyarakat Jadi Pahlawan Berlalu Lintas
Hari Pahlawan, PT KAI Ajak Masyarakat Jadi Pahlawan Berlalu Lintas

Dalam rangka menyambut Hari Pahlawan sekaligus sebagai ajang kampanye disiplin berlalu lintas di perlintasan sebidang, PT KAI Daop 8 Surabaya bersama Komunitas Pecinta Kereta Api, menggelar sosialisasi peduli keselamatan berlalu lintas di perlintasan sekitar Jalan A. Yani, Surabaya tepatnya seputar Mall Royal.

Guna menarik perhatian masyarakat yang melintas, panitia menampilkan kegiatan musik angklung dengan menyanyikan lagu perjuangan serta kostum ala pejuang. Selain itu, terlihat juga peserta dengan tampilan balutan perban dan robot merah putih.

Selain kostum menarik dan pagelaran musik jalanan, para peserta yang berjumlah 40 orang ini, dalam aksi simpatiknya diisi dengan pembagian stiker selamat di perlintasan, bunga, pin dan bendera merah putih.
Baca Juga:

Baru 36 Persen Tiket Kereta Api Lebaran yang Terjual
KAI Siap Tampung Pemudik
Pasuruan Banjir, KAI Daop 8 Kembalikan Uang Tiket Penumpang
Rayakan Valentine, KAI Daop 8 Bagikan Ratusan Bunga untuk Penumpang
Semarak Peringatan Hari Santri Nasional di Stasiun Gubeng

“Dalam kampanye peduli keselamatan ini, para peserta yang terdiri pegawai PT KAI Daop 8 Surabaya

bersama anggota komunitas pecinta kereta sebanyak 40 orang, menyelengarakan berbagai aksi simpatik kepada para pengguna jalan raya yang melintas di Jalan A.Yani – Surabaya. Kegiatan hiburan musik, orasi hingga pembagian secara gratis aneka souvenir menarik dengan jumlah 800 pcs dilakukan dalam kampaye yang bertanjuk Ayo Menjadi Pahlawan Berlalu Lintas,” jelas Suprapto, Manager PT KAI Daop 8 Surabaya, Minggu (10/11/2019).

Pihak Humas PT KAI Daop 8 Surabaya selalu menghimbau melalui berbagai cara pendekatan komunikasi,

agar masyarakat yang menggunakan angkutan kendaraan bermotor baik roda dua maupun empat, agar berhati – hati ketika melintas di perlintasan sebidang antara jalur rel Kereta Api dan jalan raya. Berbagai cara pendekatan komunikasi guna menyadarkan masyarakat akan penting keselamatan di perlintasan telah dilakukan seperti sosialisasi ke sekolah-sekolah, balai desa, di stasiun-stasiun, seminar di hotel-hotel, dan hingga aksi simpatik di jalanan.

“Kami ingatkan kembali, bahwa tata cara melintas di perlintasan sebidang adalah berhenti di rambu tanda STOP,

tengok kiri – kanan, apabila telah yakin AMAN, baru bisa melintas. Palang pintu, sirene dan penjaga perlintasan hanyalah alat bantu keamanan semata. Alat utama keselamatannya ada di rambu-rambu lalu lintas bertanda STOP tersebut,” Jelas Suprapto, Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya.

Sesuai dengan UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan, pasal 114 menyatakan : Pada perlintasan sebidang antara jalur KA dan jalan, pengemudi wajib:
a. Berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup dan/atau ada isyarat lain.
b. Mendahulukan kereta api, dan
c. Memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintasi rel.

 

Sumber :

https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/sejarah-gitar/