SDN 2 Bondrang di Ponorogo Tinggal Kenangan

SDN 2 Bondrang di Ponorogo Tinggal Kenangan

SDN 2 Bondrang di Ponorogo Tinggal Kenangan
SDN 2 Bondrang di Ponorogo Tinggal Kenangan

Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo saat ini sedang melakukan proses penutupan sekolah untuk SDN 2 Bondrang

. Sekolah yang berada di Dusun Ngluweng, Desa Bondrang, Kecamatan Sawoo ditutuo karena jumlah siswa yang terlampau minim dari tahun ke tahun. Tutup dinilai lebih baik daripada sekolah terus didera kesulitan pembiayaan.

“Mulai tahun ajaran 2019/2020, kami memerintahkan pihak sekolah untuk tidak membuka penerimaan siswa baru

(PSB),” kata Kabid Pembinaan SD Dindik Imam Muslihin, Senin (11/11/2019).
Baca Juga:

Pemkab Jember Lebih Banyak Rehab SMP Swasta
Kota Surabaya Dianggap Perlu Bangun Sekolah Baru
Penembakan di Sekolah, Delapan Orang Tewas
Arzeti Fokus Pendidikan Anak-anak

Prosesnya, kata Imam saat ini sudah memasuki tahap akhir. Pihaknya masih lakukan pendataan aset.

Begitu selesai pendataan, akan segera ajukan kepada bupati. Guna untuk menerbitkan surat keputusan (SK) penutupan sekolah. Sedangkan 30 siswa yang terdiri dari kelas 2 samapi 6 dipindahkan ke SDN 1 Bondrang sejak Juli 2019 lalu.
“Untuk guru-gurunya dimutasi ke berbagai sekolah lain d sekitar Sawoo maupun tempat lain,” katanya.

SD yang beroperasi sejak 1974, kata Imam terus mengalami penurunan. Dan yang paling parah pada tahun ajaran 2018/2019, jumlah siswa baru di SDN 2 Bondrang hanya 6 siswa. Berangkat dari hasil rapat musyawarah antara guru, komite, mereka sepakat untuk menutup sekolah karena siswanya yang tinggal sedikit,” katanya.

Dengan jumlah siswa yang sedikit, tentu akan perimbas kapada pembiayaan sekolah yang cukup berat berimbas pada pembiayaan sekolah yang menjadi berat. jelasnya. Karena pembiayaannya saat ini hanya tergantung pada dana bantuan operasional sekolah (BOS). “Total ada 7 guru, yang berstatus PNS 2 orang, dan 5 lainnya merupakan guru tidak tetap (GTT),” pungkasnya.

 

Baca Juga :