Serapan Dana JKN Bagi Puskesmas di Bojonegoro Sudah Bisa Cair

Serapan Dana JKN Bagi Puskesmas di Bojonegoro Sudah Bisa Cair

Serapan Dana JKN Bagi Puskesmas di Bojonegoro Sudah Bisa Cair
Serapan Dana JKN Bagi Puskesmas di Bojonegoro Sudah Bisa Cair

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro, Hernowo mengatakan,

serapan anggaran dana kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di masing-masing Puskesmas yang ada di Bojonegoro sudah bisa dicairkan.

Sebelumnya pencairan terhambat lantaran semua kepala puskesmas dimutasi. Sedangkan untuk mencairkan dana tersebut harus menggunakan tanda tangan kepala dan bendahara puskesmas. “Sekarang SK kepala puskesmas yang baru sudah turun,” katanya, Senin (17/6/2019).

Besaran anggaran yang disiapkan dari APBD per tahun sebesar kurang lebih sebesar Rp 48 miliar

. Hingga bulan Mei 2019 ini, menurut Hernowo, serapan penyerapan dana kapitasi sebesar 14,52 persen. Selain dari APBD dana JKN tersebut juga dari APBN.

“Sebenarnya setiap bulan sudah dikirimkan oleh BPJS Kesehatan melalui Puskesmas, tapi karena mutasi terkendala pencairan,” ungkapnya.

Sekadar diketahui, secara umum peserta JKN yang terintegrasi sebanyak 1.246.927 penduduk. Dari jumlah itu yang sudah mempunya kartu ada 963.698 anggota atau sebesar 77,29 persen. Dengan rincian yang ditanggung APBN sebanyak 632.701 anggota atau 86,88 persen dan dari anggaran APBD sebanyak 95.533 atau 13,12 persen.

Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro

, M Fauzan menilai bahwa serapan anggaran JKN oleh Dinas Kesehatan setempat masih sangat rendah. Fauzan meminta semua Puskesmas melalui Dinas Kesehatan untuk mengoptimalkan pengelolaan dan pemanfaatan dana kapitasi yang diberikan melalui program JKN.

 

Baca Juga :