ITS Serahkan Prototype Sistem Penggerak Tram Listrik ke PT INKA

ITS Serahkan Prototype Sistem Penggerak Tram Listrik ke PT INKA

ITS Serahkan Prototype Sistem Penggerak Tram Listrik ke PT INKA
ITS Serahkan Prototype Sistem Penggerak Tram Listrik ke PT INKA

Kerjasama antara PT Industri Kereta Api (INKA) Persero dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember

(ITS) melalui Pusat Unggulan Iptek Sistem dan Kontrol Otomotif (PUI-SKO) telah membuahkan hasil. Kerjasama riset untuk membuat sistem penggerak yang akan diaplikasikan pada tram listrik ini telah menghasilkan prototype yang diserahkan ITS kepada PT INKA, di Gedung Riset Mobil Listrik ITS.

Direktur Eksekutif PUI-SKO ITS, Dr Muhammad Nur Yuniarto ST, menyampaikan bahwa proyek yang menghabiskan waktu selama enam bulan ini merupakan satu langkah ke depan yang ditempuh oleh engineer ITS dalam bidang pembuatan sistem penggerak. Sebelumnya, sistem penggerak yang diproduksi oleh engineer ITS hanya mampu menghasilkan daya maksimum sekitar 100 kiloWatt (kW). Sedangkan, sistem penggerak baru ini diklaim mampu menghasilkan daya sebesar 150 sampai 300 kW.

“Jika dilihat dari daya yang dihasilkan, sistem ini merupakan sistem penggerak terbesar

yang pernah dibuat di Indonesia,” tandas dosen Teknik Mesin ITS ini meyakinkan.

Yoga Uta Nugraha, Ketua Engineer Team ITS yang merancang sistem penggerak ini menjelaskan, sistem ini terdiri dari motor listrik dan controller. Alat ini tersusun dari enam motor listrik dengan tipe Axial Brushless DC Motor. “Sistem pendinginan yang digunakan adalah direct cooling on stator yang sangat bagus untuk menjaga suhu motor listrik, sehingga tetap pada performa dan efisiensi terbaik,” jelasnya.

Mahasiswa yang akrab disapa Uta ini kembali menjelaskan, alat yang ia rancang sejak bulan Agustus 2018

ini menggunakan dua controller dengan konfigurasi satu controller pada setiap tiga motor listrik. Dengan kemampuan programmable controller, maka sangat mudah untuk melakukan penyesuaian daya pada saat diaplikasikan pada tram listrik.

Menurut Uta, proses pembuatan sistem ini sempat menghadapi kendala, yaitu ada beberapa komponen yang tidak diproduksi oleh PUI-SKO ITS sendiri. Sehingga harus menunggu untuk dibuatkan oleh pabrik di luar ITS. Hal tersebut mengakibatkan pembuatan sistem ini mengalami keterlambatan dari rencana awal. “Meskipun demikian, kami (timnya, red) merasa senang karena akhirnya sistem ini berhasil dirampungkan,” ucap Uta.

 

Sumber :

https://www.ram.co.id/