Rektor IPB Klarifikasi Terkait Aliran Sesat

Rektor IPB Klarifikasi Terkait Aliran Sesat

Rektor IPB Klarifikasi Terkait Aliran Sesat
Rektor IPB Klarifikasi Terkait Aliran Sesat

Bogor- Rektor IPB Dr Arif Satria mengklarifikasi pemberitaan yang menyebutkan pernah ada

aliran sesat di kampus tersebut di tahun 2000 an.

“Saya tidak pernah mengatakan ada aliran sesat di IPB,” kata Arif kepada media, di Bogor, Selasa (5/6/2018)

Arif menjelaskan, ia diwawancarai oleh sebuah media pada hari Minggu (3/6). Menurutnya terjadi kesalahan pengutipan, dan kesalahan penulisan dalam berita yang menyebutkan dirinya menyatakan bahwa ada aliran sesat pada tahun 2000 an.

“Dalam berita tersebut, saya ditulis menyatakan bahwa ada aliran sesat pada tahun 2000 an.

Padahal saya tidak pernah menyatakan ada aliran sesat,” katanya.

Menurut Mantan Dekan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB ini, memang ada beberapa aliran yang dianggap oleh pihak luar sebagai aliran yang dianggap menjurus pada radikalisme, tetapi itu ada di masa lalu.

Tapi kini, lanjutnya, IPB sudah sangat kondusif, terus meningkatkan komunikasi dengan para mahasiswa, meningkatkan komunikasi dengan para dosen, dan pada aktivis mahasiswa.

“Karena saya kira aktivitas mahasiswa dan tenaga pendidikan, dosen itu punya komitmen yang sama untuk menjaga NKRI dan menjaga stabilitas kampus,” katanya.

Arif mengaku tidak rela jika kampus IPB distigma paham radikal. Saat ini banyak santri-santri di kampus

, mahasiswanya memiliki religius yang tinggi.

Kondisi ini lanjutnya, perlu disyukuri sebagaimana amanah para orang tua untuk IPB mendidik anak-anaknya menjadi orang yang pintar, berakhlak mulia dan taat beragaman.

“Jadi ini bagus, mahasiswa IPB jadi religius dan nasionalis yang menjadi kekuatan IPB. Karena akhlak dan moral bangsa, akan ditentukan dari moral dan akhlak generasi mudanya,” katanya.

Arif menolak adanya stigmatisasi jika orang yang mengaji, beribadah, rajin ke masjid dianggap radikal. Hal tersebut membahayakan, membuat gaduh dan menciptakan sesuatu yang tidak kondusif.

 

Sumber :

https://t.me/belajarngeblogbareng/9