Menunggu Reformasi Kepemimpinan Sumenep

Menunggu Reformasi Kepemimpinan Sumenep

Menunggu Reformasi Kepemimpinan Sumenep

Menunggu Reformasi Kepemimpinan Sumenep

Menunggu Reformasi Kepemimpinan Sumenep

Hampir dalam dua dekade terakhir, kepemimpinan di Kabupaten Sumenep

tidak menemukan efek kejut sama sekali, selain hanya suguhan kepemimpinan yang begitu konservatik. Mungkin kita tidak bisa mengadili kepemimpinan tersebut sebagai gagal, sejauh kalau semua dilekatkan pada sistem emosional, naluri, dan nalar kepuasan masyarakat umumnya di Sumenep.

Hal yang sangat relevan dan hampir tak bisa dihindarkan dalam masyarakat

yang memiliki latar belakang atau genealogis kerajaan dan keratonisme yang begitu kuat dan mengakar; serba ewuh-pakewuh dan romantik, seperti di kabupaten ujung timur Madura ini.

Sulit untuk menyangkal pencapaian – untuk menghindari penggunaan kata prestasi – kepemimpinan KH. Ramdhan Siraj yang begitu populer dan kharismatik sehingga mengantarkannya sampai terpilih dua kali periode bahkan seandainya memungkinkan bisa saja terpilih untuk yang ketiga kali, dan seterusnya.

Sepenggal yang penulis tahu beliau begitu dihormati dengan akseptabilitas

yang kuat di masyarakat. Hampir sukar kepemimpinan beliau dibantah.

 

Sumber :

https://www.openjournals.wsu.edu/index.php/landescapesarchived/comment/view/282/0/724339