Ecobrick Solusi Mengurangi Sampah Plastik

“Ecobrick” Solusi Mengurangi Sampah Plastik

“Ecobrick” Solusi Mengurangi Sampah Plastik

Ecobrick Solusi Mengurangi Sampah Plastik

Ecobrick Solusi Mengurangi Sampah Plastik

Puluhan siswa dari sekolah Adiwiyata Kota Sawahlunto mengikuti lomba membuat ‘ecobrick’

atau bata ramah lingkungan yang terbuat dari sampah plastik.

Kepala Bidang Lingkungan Hidup Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Lingkungan Hidup Kota Sawahlunto, Irwan mengatakan, lomba tersebut diadakan dalam rangka memperingati hari peduli sampah nasional.

“Mengapa siswa yang kita ajak terlibat dalam pembuatan ecobrick?

. Ini merupakan salah satu bentuk mengajak sejak dini dalam pengelolaan sampah plastik dan memberikan pengajaran untuk membuat karya dari sampah agar bernilai lebih,” katanya di Hall PT. Bukit Asam Unit Pertambangan Ombilin Sawahlunto, Kamis 28 Februari 2019.

Baca Juga

Komisi X DPR RI Rancang Aturan SMK Terintegrasi dengan Dunia Industri
Peningkatan Volume Sampah Selama Musim Hujan di Payakumbuh Mencapai 200 Ton Perbulan
Pemerintah Putuskan KSP Jadi Pusat Informasi Virus Corona Indonesia
Menkumham Tandatangani Pencabutan Bebas Visa Warga China ke Indonesia
Wacana Pulangkan 600 WNI eks ISIS, Tagar #TolakEksWNIproISIS Menggema

Selain itu, lanjut Irwan, perang terhadap sampah plastik sangat penting karena

untuk mengurai sendiri bisa memerlukan waktu ratusan tahun. “Setiap harinya masyarakat Sawahlunto mengahasilkan 32 ton sampah, hampir semuanya didominasi sampah plastik,” lanjutnya.

Untuk itu, pihaknya mengajak untuk bersama memerangi sampah plastik dengan pembuatan ecobrick yang membutuhkan sampah plastik dalam jumlah banyak. “Ecobrick ini cara paling mudah untuk dilakukan dan banyak menyerap sampah plastik,” tambahnya.

Salah seorang peserta, Lingga Mahardika, siswa Sekolah Dasar Negeri 19 Santur, mengatakan, ia dan rekannya membuat 3 tempat sampah dari ecobrick.

“Memanfaatkan sampah plastik yang tidak terpakai di rumah yang mudah ditemukan. Sebelumnya, botol-botol plastik itu telah diisi sampah plastik berukuran kecil agar lebih padat,” katanya. (Haikal)

 

Sumber :

https://appliedanimalbehaviour.com/