Manfaat Bermain untuk Anak Usia Dini

Manfaat Bermain untuk Anak Usia Dini

Ayah Bunda tentu tahu kan, andai dunia anak ialah dunia bermain? Anak senang bermain di mana saja. Bermain yakni berarti anak mencari kesukaan semata dan tanpa paksaan. Sehingga anak-anak bermain sarat dengan spontanitas, antusias, dan sarat semangat.

Bermain untuk anak umur dini dapat dipakai untuk mempelajari dan belajar tidak sedikit hal. Selain tersebut mereka bisa mengenal aturan, bersosialisasi, menanam diri, mengatur emosi, toleransi, kerja sama, dan menjunjung tinggi sportivitas.

Proses bermain seraya belajar yang dilaksanakan dengan mengasyikkan dan secara terus menerus, bakal menumbuhkan Minat belajar anak.

Bagi anak mewarnai ialah kegiatan bermain, tanpa anak sadari motorik halusnya semakin terlatih. Mewarnai memang tidak jarang kali menjadi pekerjaan yang sangat digemari anak-anak.

Kegiatan bermain memiliki sejumlah manfaat untuk anak. Adapun manfaatnya mencakup aspek moral, motorik, kognitif, bahasa, dan sosial. Berikut ini sejumlah manfaat yang itu yang butuh diketahui Ayah dan Bunda di rumah.

a. Perkembangan Moral
Perkembangan moral merangkum perkembangan pikiran, perasaan, perilaku menurut keterangan dari aturan dan kelaziman mengenai hal-hal yang seharusnya dilaksanakan seseorang saat berinteraksi dengan orang lain. Pada anak umur dini, moralitas untuk mereka adalahhal abstrak dan susah untuk didefinisikan, sampai-sampai perlu teknik lain untuk memperkenalkan moral pada anak, salah satu teknik yaitu melalui pekerjaan bermain. Anak umur dini yang mempunyai latar tidak dapat lepas dari pekerjaan bermain, seharusnya dijadikan celah dalam mengembangkan sekian banyak aspek perkembangan.

b. Perkembangan Motorik
Aspek motorik dilaksanakan dengan pekerjaan gerak, baik gerak kasar atau halus. Pada anak umur dini, kegiatan yang digarap selalu diwarnai dengan gerak. Bermain menciptakan anak menggerakkan anggota tubuhnya. Anak yang mendapatkan peluang untuk bermain, maka ia bakal melatih keterampilan otot-otot yang menjadikan anak powerful dan bugar.

c. Perkembangan Kognitif
Arti dari kognitif adalahpengetahuan, ingatan, kreativitas, daya pikir, serta daya nalar. Anak umur dini bisa mengenal konsep melulu dengan bermain. Dengan bermain, anak bakal lebih gampang menerima konsep-konsep itu daripada diajarkan laksana orang dewasa yang sedang belajar.

d. Perkembangan Bahasa
Sejak lama sudah diketahui bahwa bahasa memegang peranan urgen dalam kehidupan. Tanpa adanya bahasa, maka tidak bakal pernah terjadi interaksi untuk siapapun. Bahasa pun menjadi pembeda antara insan dengan makhluk ciptaan Tuhan lainnya. Dalam setiap peluang bermain, anak tidak jarang kali berkomunikasi dengan lawan mainnya, baik berkomunikasi secara verbal maupun non verbal. Awalnya dalam bermain, anak melulu menggunakan bahasa tubuh, tetapi seiring berjalannya waktu, semakin meningkatnya perbendaharaan kata maka anak akan memakai bahasa verbal dalam rangka berkomunikasi dengan rekan mainnya.

e. Pengembangan Sosio-Emosional Anak
Berdasarkan keterangan dari Catron dan Allen (1999), bermain menyokong perkembangan sosialisasi dalam hal-hal sebagai berikut :

  • Interaksi sosial, yaitu interaksi dengan rekan sebaya, orang dewasa, dan memecahkan konflik.
  • Kerja sama, yaitu interaksi saling membantu, berbagi, dan pola pergiliran.
  • Menghemat sumber daya, yakni memakai dan mengawal benda-benda dan lingkungan secara tepat.
  • Peduli terhadap orang lain, seperti mengetahui dan menerima perbedaan individu, mengetahui masalah multibudaya.

Wah, ternyata bermain memiliki tidak sedikit manfaat untuk pertumbuhan anak ya. Jadi, Ayah Bunda tidak boleh tidak mengizinkan atau memberi batas anak guna bermain. Tetapi, pekerjaan bermain tidak jarang kali dalam pemantauan Ayah Bunda ya. Berikanlah permainan yang di dalamnya ada unsur pembelajaran untuk anak sebab bermain ialah cara anak guna belajar.

Baca Juga :