Peneliti Jepang Ciptakan Mesin Pembaca Pikiran Manusia

Peneliti Jepang Ciptakan Mesin Pembaca Pikiran Manusia

Peneliti Jepang Ciptakan Mesin Pembaca Pikiran Manusia
Peneliti Jepang Ciptakan Mesin Pembaca Pikiran Manusia

TOKYO – Peneliti dari Laboratorium Kamitani di Universitas Kyoto, Jepang yang dipimpin Profesor Yukiyasu Kamitani berhasil menciptakan mesin yang mampu membaca pikiran manusia. Dengan teknologi Artificial intelligence alias AI yang digunakan, mesin ini akan mempelajari sinyal listrik di otak manusia untuk tahu apa yang sedang dipikirkan.

Di sini para peneliti menggunakan jaringan syaraf tiruan untuk membuat gambar

berdasarkan formasi dari pemindaian FMRI (Functional Magnetic Resonance Imaging). Dengan begitu mesin dapat mendeteksi perubahan aliran darah untuk menganalisa aktivitas listrik.

Alhasil mesin pun dapat merekonstruksi pesawat terbang, jendela, burung hantu, dan objek lainnya setelah sukarelawan menatap gambar-gambar tersebut. Secara teoritis, teknik itu dapat menciptakan rekaman kenangan, lamunan, dan gambaran batin atau psikis lainnya.

Baca Juga:

Peneliti Bedah Respons Imun Manusia Saat Terinfeksi Corona
Zat Senyawa Ganja Dinyakini Melemahkan Sifat Ganas Bakteri Corona

“Di sini, kami menciptakan metode rekonstruksi citra baru. Nilai piksel sebuah gambar dioptimalkan untuk membuat fitur Deep Neural Network yang serupa dengan penerjemahan oleh aktivitas otak manusia di banyak lapisan,” kata para peneliti dikutip dari Daily Mail, Jumat (5/1/2018).

Lebih lanjut dikatakan, mesin tersebut bergantung pada jaringan syaraf tiruan

yang mencoba menyimulasikan cara kerja otak agar bisa mempelajarinya. Jaringan saraf buatan tim Kyoto telah dilatih dengan 50 gambar alami dan hasil fMRI dari relawan yang menatapnya. Alat tersebut kemudian menciptakan kembali gambar yang dilihat oleh para sukarelawan.

Mereka kemudian menggunakan tipe kedua dari AI yang disebut Deep Generative Network

, untuk memeriksa apakah gambar-gambar itu tampak seperti asli, membuatnya lebih mudah dikenali.

 

Baca Juga :