Empagliflozin: Fungsi, Dosis, Efek Samping, Cara Pakai, dll

Empagliflozin: Fungsi, Dosis, Efek Samping, Cara Pakai, dll

Diabetes tipe 2 adalah tipe penyakit yang disebabkan oleh tingginya persentase gula darah (glukosa) akibat insulin yang tidak dapat berguna secara optimal. Dalam pengobatan diabetes tipe 2, keliru satu obat yang digunakan adalah empagliflozin. Ketahui lebih lanjut tentang obat ini mulai dari fungsi, dampak samping, dosis, dan lainnya!

Rangkuman Informasi Obat Empagliflozin
Nama obat Empagliflozin
Merek dagang Jardiance
Golongan obat Sodium-glucose cotransporter 2 (SGLT 2) inhibitor
Kategori obat Obat resep
Tingkat keamanan obat untuk ibu hamil dan menyusui menurut FDA C
Fungsi obat Membantu mengendalikan persentase gula darah (glukosa) di didalam tubuh pada persoalan diabetes tipe 2
Kontraindikasi obat Penggunaan obat tidak direkomendasi misalnya mengalami:
Hipersensitivitas pada obat golongan SGLT 2
Gangguan fungsi ginjal
Diabetes tipe 1
Kolesterol tinggi
Riwayat infeksi saluran kemih
Penyakit gastrointestinal
Penyakit hati (liver)
Gagal jantung
Lansia 65 tahun ke atas
Dosis obat Dewasa:
Dosis awal 10 mg per hari
Dosis dapat ditingkatkan jadi 25 mg per hari
Dosis maksimal 25 mg per hari
Sediaan obat Tablet
Empagliflozin Obat Apa?
Empagliflozin obat apa? Empagliflozin adalah obat golongan Sodium-glucose cotransporter 2 (SGLT 2) inhibitor yang diformulasikan untuk mendukung mengendalikan persentase gula darah pada pasien penderita diabetes tipe 2 (jika diimbangi bersama diet ketat dan olahraga). Obat ini tidak diperuntukkan bagi penderita diabetes tipe 1 atau pasien terapi ketoasidosis diabetes.

Obat Empagliflozin memilik mekanisme kerja yakni bersama menstimulasi ginjal untuk meminimalisir kesibukan penyerapan lagi (reabsorpsi) glukosa ke didalam darah. Melalui mekanisme kerja yang sedemikian, glukosa berlebih dapat diubah oleh ginjal jadi urine untuk sesudah itu diekskresikan. Dengan demikian, persentase glukosa tetap terkendali.

Merek Dagang Empagliflozin
Obat ini dijual bersama berbagai merk dagang, namun yang paling umum digunakan adalah Jardiance mengolah Boehringer Ingelheim.

Anda dapat mendapatkan obat Empagliflozin di apotek maupun toko obat terdekat. Akan tetapi, Anda perlu resep dokter untuk dapat memanfaatkan obat ini. Jangan membeli dan memanfaatkan obat tanpa resep dari dokter.

Fungsi Obat Empagliflozin
Seperti yang telah disebutkan, fungsi obat ini adalah untuk mengendalikan persentase gula darah pada penderita diabetes tipe 2. Akan tetapi, fungsi obat Empagliflozin ini dapat mulai optimal misalnya diimbangi bersama kesibukan sehat lainnya yaitu:

Diet ketat
Olahraga rutin
Di samping itu, obat ini termasuk memiliki peran didalam mendukung meminimalisir risiko penyakit kardiovaskular yang termasuk menghantui penderita diabetes tipe 2. Pastikan untuk memanfaatkan obat ini sesuai bersama fungsinya.

Peringatan Obat Empagliflozin
Dalam memanfaatkan obat ini, ada sejumlah perihal perlu yang harus Anda ketahui dan pahami. Simak penjelasannya selanjutnya ini!

1. Kontraindikasi Obat Empagliflozin
Penggunaan obat tidak direkomendasi pada orang-orang bersama sejumlah kondisi. Pasalnya, perihal ini dapat turunkan efektivitas obat atau lebih-lebih mengundang reaksi-reaksi yang dapat saja membahayakan tubuh.

Kondisi-kondisi yang dimaksud meliputi:

Hipersensitivitas pada obat golongan SGLT 2
Gangguan fungsi ginjal
Diabetes tipe 1
Kolesterol tinggi
Riwayat infeksi saluran kemih
Penyakit gastrointestinal
Penyakit hati (liver)
Gagal jantung
Lansia 65 tahun ke atas
Sampaikan pada dokter sebelum saat memanfaatkan obat Empagliflozin misalnya Anda memiliki keliru satu dari kondisi-kondisi di atas agar dokter dapat mencarikan alternatif obat pengganti yang lebih safe untuk digunakan.

2. Peringatan dan Perhatian Obat Empagliflozin Lainnya
Sementara itu, peringatan dan perhatian lainnya yang harus diketahui sebelum saat konsumsi obat ini adalah sebagai berikut:

Jangan konsumsi obat misalnya Anda termasuk sedang konsumsi obat-obatan yang berinteraksi bersama obat ini
Hentikan pemakaian obat kecuali dirasa mengalami sejumlah dampak samping seperti hipoglikemia, peningkatan frekuensi berkemih, infeksi saluran kemih, dan gejala dampak samping lainnya yang barangkali nampak pasca mengonsumsinya
Jika gejala dampak samping tak kunjung mereda didalam waktu yang cukup lama, langsung periksakan diri ke dokter
Beritahu dokter misalnya Anda sedang konsumsi obat-obatan tertentu, memiliki alergi obat, atau memiliki riwayat suatu penyakit.
Apakah Obat Empagliflozin Aman bagi Ibu Hamil dan Menyusui?
Empagliflozin masuk ke didalam kategori C didalam perihal tingkat keamanan bagi ibu hamil dan menyusui berdasarkan klasifikasi dari United States Food and Drugs Administration (USFDA).

Kategori C diberikan pada tipe obat yang berdasarkan penelitian—dengan objek hewan—menunjukkan terdapatnya dampak negatif pada janin, namun belum dapat dipastikan apakah dampak yang sama termasuk terjadi pada manusia.

Atas basic perihal tersebut, obat bersama kategori C dapat diberikan pada ibu hamil dan menyusui HANYA kecuali fungsi yang diberikan lebih besar ketimbang risiko yang ditimbulkan.

Interaksi Obat Empagliflozin
Obat ini dapat berinteraksi kecuali digunakan sejalan bersama sejumlah tipe obat-obatan tertentu. Interaksi yang terjadi berdampak pada menurunnya efektivitas kinerja obat maupun mengundang reaksi-reaksi spesifik pada tubuh.

Obat-obatan yang dimaksud di antaranya sebagai berikut:

Aspirin
Tadalafil
Duloxetine
Dapagliflozin
Metmorfin
Sitagliptin
Metoprolol
Pregabalin
Insulin
Acetaminophen
Sildenafil
Vitamin B12
Vitamin D3
Selain obat-obatan di atas, barangkali masih ada tipe obat lainnya yang dapat berinteraksi bersama Empagliflozin misalnya digunakan secara bersamaan. Oleh gara-gara itu, sampaikan pada dokter misalnya Anda termasuk sedang konsumsi obat-obatan selanjutnya maupun obat-obatan lainnya agar dokter dapat mencarikan alternatif obat pengganti yang lebih safe untuk dikonsumsi.

Efek Samping Obat Empagliflozin
Penggunaan obat barangkali dapat mengundang gejala dampak samping, biarpun terbilang jarang terjadi. Gejala dampak samping yang dimaksud adalah sebagai berikut:

Tekanan darah rendah (hipotensi)
Nyeri pada kandung kemih
Nyeri waktu berkemih
Urine disertai darah/urine berbusa
Peningkatan frekuensi berkemih
Gatal di area genital
Nyeri punggung
Selain itu, ada termasuk gejala dampak samping yang, biarpun jarang terjadi, tetap dapat saja muncul. Gejala-gejala selanjutnya meliputi:

Cemas
Penglihatan kabur
Keringat dingin
Kepala pusing
Sakit kepala
Peningkatan detak jantung
Mual
Mudah lapar
Napas cepat
Tubuh mulai lemas
Perlu diketahui, gejala dampak samping di atas merupakan suatu perihal yang wajar dan kebanyakan dapat mereda setelah beberapa saat. Kendati demikian, Anda direkomendasi untuk langsung mengunjungi dokter misalnya gejala yang dirasakan tak kunjung mereda setelah beberapa lama guna dijalankan pemeriksaan lebih lanjut.

Nantinya, dokter dapat pilih apakah kemunculan gejala selanjutnya perihal bersama pemakaian obat atau bukan. Jika ya, dokter dapat merekomendasikan Anda untuk menghentikan pemakaian obat dan mencarikan obat alternatif yang lebih safe untuk dikonsumsi.

Dosis Obat Empagliflozin
Melihat dari peruntukannya, Empagliflozin masuk ke didalam kategori obat resep. Itu artinya, pemakaian obat ini tidak dapat asal-asalan dan harus di bawah pengawasan dokter beserta resep yang diberikan.

Berikut ini adalah informasi tentang ketentuan dosis obat yang harus Anda ketahui.

1. Dalam Bentuk Apa Obat Empagliflozin Tersedia?
Empagliflozin ada didalam wujud pill oral bersama sejumlah merk dagang dan takaran. Obat ini dapat diperoleh di apotek maupun toko obat terdekat.

Pastikan Anda pilih merk obat secara benar sesuai bersama kebutuhan dan tentunya, saran dari dokter yang menangani.

2. Dosis Obat Empagliflozin
Informasi dosis ini tidak dapat dijadikan acuan gara-gara dosis yang diresepkan oleh dokter Anda barangkali saja berbeda. Pastikan untuk memanfaatkan obat sesuai bersama ketentuan dari dokter guna menghindari berlebihan pemakaian (overdosis) yang barangkali saja dapat berdampak tidak baik bagi tubuh Anda.

Berikut ketentuan dosis umum untuk obat ini:

Dewasa:

Dosis awal 10 mg per hari
Dosis dapat ditingkatkan jadi 25 mg per hari
Dosis maksimal 25 mg per hari
Cara Pakai Obat Empagliflozin
Obat untuk penyakit diabetes tipe 2 ini harus digunakan bersama benar agar efektivitasnya terasa, pun menghindari hal-hal yang tidak di idamkan (overdosis, dsb.).

Berikut ini adalah saran atau langkah memanfaatkan obat Empagliflozin yang harus Anda ketahui dan pahami:

Pastikan untuk memanfaatkan obat ini setelah mendapat saran dari dokter yang menanggulangi Anda.
Pastikan obat didalam suasana baik dari faktor kemasan maupun fisik obat itu sendiri.
Minumlah obat ini sesuai saran dari dokter
Minumlah obat sesuai bersama dosis yang tadi telah disebutkan di atas, atau sesuai bersama dosis yang telah ditetapkan oleh dokter Anda.
Gunakan obat ini secara teratur, yakni di rentang waktu yang sama tiap-tiap harinya yakni tiap-tiap 24 jam sekali (untuk dosis 1 kali sehari). Tentukan jadwal pemakaian obat dan melakukan tiap-tiap hari secara konsisten.
Apabila lupa memanfaatkan obat pada jadwal yang telah ditentukan, langsung memanfaatkan kala ingat (berlaku kecuali jarak bersama jadwal pemakaian obat selanjutnya masih jauh, misalnya 12 jam lagi). Hindari pemakaian obat melampaui dosis sebagai pengganti jadwal yang terlewat.
Imbangi pemakaian obat bersama minum air putih yang banyak, istirahat yang cukup, diet rendah gula, dan aktivitas-aktivitas lainnya sesuai saran dokter Anda
Jika didalam kurun waktu beberapa minggu (penggunaan maksimal yang direkomendasi oleh dokter) suasana Anda tidak termasuk membaik, langsung periksakan diri Anda ke dokter guna dijalankan pemeriksaan lebih lanjut guna melacak paham penyebab dan juga langkah medis apa yang selanjutnya harus diambil
Petunjuk Penyimpanan Obat Empagliflozin
Obat ini harus disimpan di area yang benar untuk agar kualitas obat tetap terjaga. Berikut adalah saran penyimpanan obat yang harus Anda terapkan:

Simpan obat di area bersuhu 20 – 25 derajat celcius
Hindari menyimpan obat di area lembap
Hindari menyimpan obat di area yang terpapar sinar matahari langsung
Jauhkan dari jangkauan anak-anak
Obat ini memiliki masa kedaluwarsa. Segera buang obat misalnya telah memasuki masa kedaluwarsa

Artikel Lainnya : https://penjaskes.co.id/10-teknik-dasar-sepak-bola/

Baca Juga :