Angkot Online Diminta Lebih Baik Lagi

Angkot Online Diminta Lebih Baik Lagi

Angkot Online Diminta Lebih Baik Lagi

LEUWIPANJANG – Upaya yang dilakukan oleh Pemerintah kota Bandung

terkait aplikasi angkutan kota online bernama “Hayu Ngangkot” mendapatkan masukan dari pengamat tranportasi. Inovasi Dinas perhubungan itu dinilai terburu-buru karena untuk transportasi online tidak semudah aplikasi lainnya. Misalnya ketika ada pemesanan angkota sementara angkot itu sudah dicarter, belum disampaikan sepertiapa solusi yang dilakukan sopir angkot online itu.

Adalah Pengamat Transportasi Institut Teknologi Bandung (ITB) Soni Sulaksono yang memberikan masukan angkot online tersebut. Dia menjelaskan, kehadiran angkot online merupakan inovasi dan gagasan yang sangat bagus. Tetapi kata Soni, masih ada beberapa kendala yang seharusnyanya lebih dipikirkan mendalam oleh pihak dinas terkait.

Apalagi dengan jumlah armada yang belum banyak ini memungkinkan kendala

yang dihadapinya pun semakin banyak pula.

“Armada nya masih kurang, terus kalau misalkan angkot ini berpenumpang terus di Carter melalui online bagaimana. Apakah penumpang ini mau ikut menjemput penumpang yang telah mencarter, atau seperti apa. Atau bahkan si penumpang yang sudah pertama itu diturunkan ditengah perjalanan,”terangnya saat di hubungi via telpon, kemarin (23/05).

Menurut dia yang menjadi persoalan saat ini adalah kurang nya integritas

terhadap angkot ini. Angkot online bisa diminati oleh warga kota Bandung manakala murah. Namun dengan tarif yang terbilang mahal, dan pangsa pasar yang kolektif. Karena tidak semua orang akan mengggunakan bersama dan setiap saat dengan waktu yang sama. “Maka menurut saya angkot online ini seharusnya difikirkan lagi tentang cara pengelolaannya,”tegasnya.

 

sumber :

https://rollingstone.co.id/seva-mobil-bekas/