Dasar –Dasar dan Prinsip Ekonomi Islam

 Dasar –Dasar dan Prinsip Ekonomi Islam

 Dasar –Dasar dan Prinsip Ekonomi Islam

 Dasar –Dasar dan Prinsip Ekonomi Islam

Nilai merupakan sisi normatif dari ekonomi Islam yang berfungsi mewarnai atau menjamin kualitas perilaku ekonomi setiap individu.[1] Nilai-nilai dasar ini tidak dapat berjalan sendiri melainkan harus berjalan berdampingan dengan prinsip-prinsip ekonomi lebih khususnya ekonomi Islam. Prinsip inilah yang akan menjadikan bangunan ekonomi Islam kokoh dan dinamis, dan nilailah yang berfungsi  untuk mewarnai kualitas bangunan tersebut.[2]

Dapat disimpulkan inti dari nilai dalam Islam adalah ketauhidaan. Segala aktivitas yang dilakukan ditujukan untuk melakukan hukum Allah termasuk di dalamnya adalah nilai dalam ekonomi.

Dalam pelaksanaannya, nilai tauhid ini diterjemahkan dalam banyak nilai dan terdapat tiga nilai dasar yang menjadi pembeda ekonomi Islam dengan lainnya, yakni[3]:

  1. Keadilan (adl)

Menegakkan keadilan dan memberantas kezaliman adalah tujuan utama dari risalah para Rasul-Nya. Hal tersebut sesuai dengan dengan Q.S Al- Haddid: 25.

لَقَدْأَرْسَلْنَارُسُلَنَابِالْبَيْنَتِ وَأَنْزَلْنَامَعَهُمُ الْكِتَبَ وَالْمِيْزَانَ لِيَقُوْمَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ. وِأَنْزَلْنَاالْحَدِيْدِفِيْهِ بَأْسٌ شَدِيْدٌوَمَنَفِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللهُ مَنْ يَنْصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ إِنَّ اللهَ قَوِىٌّ عَزِيْزٌ.

Artinya: “sesungguhnya kami telah mengutus rasul-rasul kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah kami turunkan bersma mereka al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan kami ciptakan besi (yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah maha Kuat lagi Maha Perkasa.

Bahkan seorang Muslim terkemuka Ibnu Taimiyah menyebutkan bahwa keadilan merupakan unsur paling utama dalam maqashid syari’ah. Secara garis besar keadilan dapat didefinisikan sebagai suatu keadaan dimana terdapat kesamaan perlakuan di mata hukum, kesamaan hak kompensasi, hak hidup secara layak, hak menikmati pembangunan dan tidak adanya pihak yang dirugikan serta adanya keseimbangan dalam setiap aspek kehidupan.[4]

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa keadilan merupakan salah satu dasar yang penting yang harus ada dalam perekonomian Islam. Setiap individu memiliki kesamaan di dalam hukum dan sebagainya.

  1. Khilafah

Kata khilafah secara umum berarti tanggung jawab sebagai pengganti utusan Allah. Secara umum, khilafah berarti tanggung jawab yang telah dikuasakan kepada manusia atas apa yang ia miliki atas segala sesuatunya.

Sementara secara khusus dalam bidang ekonomi khilafah berarti, tanggung jawab untuk mengelola sumber daya yang telah diberikan Allah kepada manusia untuk dikelola semaksimal mungkin dengan menghiraukan akibat yang akan ditimbulkan jika melakukannya secara besar-besaran. Manusia dituntut untuk memaksimalkan sumber daya yang ada tanpa harus merusaknya.

Secara garis besar tanggung jawab tersebut dibagi menjadi tiga yakni:

  1. a)Tanggung jawab berperilaku ekonomi dengan cara yang benar.
  2. b)Tanggung jawab untuk mewujudkan maslahah maksimum.
  3. c)Tanggung jawab perbaikan kesejahteraan setiap individu.