Mekanisme Pasar

  Mekanisme Pasar

Mekanisme pasar adalah bagian terpenting dari konsep distribusi. Akan tetapi

mekanisme ini akan berjalan dengan alami dan otomatis, jika konsep kepemilikan

dan konsep pemanfaatan harta berjalan sesuai dengan hukum Islam. Sebab, dalam

kehidupan ekonomi modern seperti saat ini, di mana produksi tidak menjadi

jaminan konsumsi, melainkan hanya menjadi jaminan pertukaran saja, maka

pengeluaran seseorang merupakan penghasilan bagi orang lain. Demikian pula

sebaliknya.

  1. b)            Bentuk Transfer Dan Subsidi

Untuk menjamin keseimbangan ekonomi bagi pihak yang tidak mampu bergabung dalam

mekanisme pasar -karena alasan-alasan tertentu, seperti; cacat, idiot dan

sebagainya-maka Islam menjamin kebutuhan mereka dengan berbagai cara sebagai

berikut:

  • Wajibnya muzakki membayar zakat yang diberikan kepada mustahik, khususnya

kalangan fakir miskin.

  • Setiap warga negara berhak memanfaatkan pemilikan umum. Negara boleh

mengolah dan mendistribusikannya secara cuma-cuma atau dengan harga murah.

  • Pembagian harta negara seperti tanah, barang dan uang sebagai modal kepada

yang memerlukan.

  • Pemberian harta waris kepada ahli waris.
  • Larangan menimbun emas dan perak walaupun dikeluarkan zakatnya.

Islam mendorong setiap manusia untuk bekerja dan meraih sebanyak-banyaknya

materi. Islam membolehkan tiap manusia mengusahakan harta sebanyak ia mampu,

mengembangkan dan memanfaatkannya sepanjang tidak melanggar ketentuan agama..

Islam tidak melarang umatnya untuk memiliki sebanyak-banyaknya harta. Bahkan

ada beberapa kewajiban Islam yang menuntut dan membutuhkan kemampuan keuangan

yang cukup. Seperti haji, jihad fi sabilillah, serta kewajiban-kewajiban Islam

lainnya.

 

Sumber :

https://nomorcallcenter.id/