Persiapan Pementasan Teater

Persiapan Pementasan Teater

Pemilihan peran

Aktor dan aktris merupakan tulang pementasan. Pemilihan actor atau aktris biasanya disebut casting. Ada lima macam teknik casting yaitu: Casting by ability, yaitu pemilihan peran berdasar kecakapan atau kemahiran         yang sama atau mendekati peran yang dibawaka  Casting ti type, yaitu pemilihan peran berdasarkan atas kecocokan fisik pemain  Antitype casting, yaitu pemilihan peran bertentangan dengan watak dan ciri          fisik yang dibawakan (berlawanan dengan watak dan cirri fisiknya sendiri),Casting to emotional temperament, yaitu pemilihan pemeran berdasarkan observasi kehidupan pribadi calon pemeran Therapeutic casting, yaitu pemilihan pemeran dengan maksud untuk  penyembuhan terhadap ketidakseimbangan psikologi dalam diri seseorang

  1. Mengadaptasikan karakter peran sesuai casting

Berperan adalah menjadi orang lain sesuai dengan tuntutan lakon drama. Sejauh mana keterampilan seseorang actor dalam berperan ditentukan oleh kemampuannya meninggalkan egonya sendiri dan memasuki serta mengekspresikan tokoh lain yang dibawakannya

  1. Hal yang harus diperhatikan oleh pemeran:
  2.   Kreasi yang dilakukan actor atau aktris
  3.   Peran yang dibawakan harus bersifat Alamiah dan wajar
  4.   Peran yang dibawakan harus disesuaikan dengan tipe, gaya, jiwa dan                                                tujuan dari pementasan.
  5. Peran yang dibakan harus diosesauikan dengan periode tertentu dan watak                            yang     harus direpresentasikan.
  1. Menunjukan pola permainan (blocking)

Dalam seni peran setiap tokoh harus mampu memerintah badan, suara, emosi dan semua situasi dramatic. Ia harus mampu membantu dan mengontrol Adapun contoh permainan (blocking) gerak-gerak pokok yang harus disiapkan         oleh pemeran, yaitu:

  1.   Latihan tubuh
  2.   Latihan suara
  3.   Observasi dan imajinasi
  4.    Latihan konsentrasi
  5.    Latihan teknik

Gerak tambahan yaitu gerakan yang dilakukan untuk melengkapi dan menyempurnakan ekspresi dari drama.

2.10  Mementaskan Dramatisasi Puisi, Cerita atau Lakon Sederhana

1) . Memerankan karakterisasi peran

Karakter berkaitan erat dengan penokohan dan perwatakan. Watak tokoh menjadi       nyata terbaca dalam dialog dan catatan samping.

Berdasarkan peranan terhadap jalan cerita, terdapat tokoh-tokoh sebagai berikut:

  1.   Tokoh Protagonis, yaitu tokoh yang mendukung cerita.
  2.   Tokoh Antagonis, yaitu tokoh penentang cerita.
  3.   Tokoh tritagonis, yaitu tokoh pembantu (baik untuk protagonis maupun   antagonis).

Berdasarkan peranannya dalam tokoh serta fungsinya, terdapat tokoh-tokoh sebagai     berikut:

  1.  Tokoh sentral, yaitu tokoh yang paling menentukan gerakan lakon. Tokoh sentral       merupakan biang keladi pertikaian (protagonist dan antagonis).
  2.  Tokoh utama, yaitu tokoh pendukung atau penentang tokoh sentral. Dapat juga         disebut perantara tokoh sentral (tritagonis).
  3.  Tokoh pembantu, yaitu tokoh yang memegang peran pelengkap atau tambahan dari  mata rantai cerita.

Baca juga: