Antropometri: Ergonomi Kehutanan

Antropometri: Ergonomi Kehutanan

Antropometri merupakan bidang ilmu yang berhubunga dengan dimensi tubuh manusia. Antropometri ini juga adalah bidang ilmu yang membahas tentang dimensi-dimensi tubuh, karakteristik bagian tubuh manusai untuk digunakan sebagai dasar dalam perancangan sistem kerja. Dimana antropometri meliputi berbagai ukuran tubuh seperti berat badan, posisi ketika berdiri, ketika merentangkan tangan, lingkar tubuh, panjang tungkai, dan lain sebagainya.

Ergonomi kehutanan mempunyai hubungan dengan antropometri yaitu ergonomi berhadapan dengan tenaga kerja, mesin, sarana pendukung lainnya dan lingkungan kerja. Dan ergonomi berhadapan dengan karakteristik produk pabrik yang berhubungan dengan konsumen atau pemakai produk.

Berdasarkan hal itu, tujuan pendekatan antropometri adalah untuk terjadi keserasian antara manusia dengan sistem kerja, sehingga menjadikan tenaga kerja dapat bekerja secara nyaman, baik, dan efesien. Dimana tenaga kerja akan bekerja secara terus menerus pada tiap hari kerja di tempat kerja tersebut.

Pemanfaatan dan pemakaian data antropometri adalah untuk mengusahakan semua alat disesuaikan dengan kemampuan manusia, bukan manusia disesuaikan dengan alat. Oleh sebab itu, kenyamanan menggunakan alat bergantung pada kesesuaian ukuran alat dengan ukuran manusia. Jika tidak sesuai, maka dalam jangka waktu tertentu akan mengakibatkan stress tubuh (Mayawati, 2020).

Antropometri dibagi atas 2 bagian, yaitu (Mayawati, 2020):

  1. Antropometri statis merupakan pengukuran dilakukan terhadap dimensi tubuh manusia dalam posisi diam. Dimana dimensi yang diukur diambil secara linier dan dilakukan pada permukaan tubuh.
  2. Antropometri dinamis merupakan pengukuran keadaan dan ciri-ciri fisik manusia dalam bergerak atau berubah memperhatikan gerakan-gerakan yang mungkin terjadi saat pekerja tersebut melakukan kegiatannya.

Tujuan analisis antropometri, terdiri dari (Mayawati, 2020):

  1. Untuk memenuhi data baku dimensi-dimensi tubuh manusia untuk digunakan dalam perancangan berbagai fasilitas, produk, dan sistem kerja yang ergonomis sesuai fungsi dan yang menggunakannya.
  2. Mengetahui perkembangan dan hubungan antar dimensi tubuh yang dipengaruhi oleh sumber varians yang ada.
  3. Menentukan efesiensi dan optimalisasi dari penggunaan ruang.

Sumber: https://poekickstarter.com/akhir-november-iphone-x-tiba-di-14-pasar/