Gerakan Dasar Gilberth: Ergonomi Kehutanan

Gerakan Dasar Gilberth: Ergonomi Kehutanan

Ergonomi merupakan suatu cabang ilmu yang sistematis untuk memanfaatkan informasi-informasi mengenal sifat, kemampuan dan keterbatasan manusia untuk merancang suatu sistem kerja sehingga orang dapat hidup dan bekerja pada sistem dengan baik melalui pekerjaan yang efektif, nyaman, aman, sehat, dan efesien (Mayawati, 2020).

Dimana ruang lingkup ilmu ergonomi terdiri dari, yaitu aspek-aspek pendukung kerja manusia, misalnya teknik, fisik, pengalaman psikis, anatomi manusia itu sendiri yang berhubungan dengan kekuatan dan gerakan otot atau persendian, anthropometri, sosiologi, fisiologi, suhu, dan desain dari alat.

Penerapan ergonomi ini mempunyai beberapa keuntungan, yaitu (Mayawati, 2020).:

  1. Penghematan biaya, mengurangi biaya kompensasi pekerja karena lingkungan kerja yang sehat dan aman, sehingga resiko cedera dan kecelakaan dapat diminilkan).
  2. Sikap pekerja, kepedulian perusahaan terhadap pekerja yang ditunjukkan dengan penerapan ergonomi, membuat para pekerja merasa dihargai dan dihormati, sehingga dapat membangkitkan semangat mereka.
  3. Produktivitas dan kualitas, lingkungan kerja yang sehat, aman, dibarengi dengan peningkatan semangat karyawan akan meningkatkan produktivitas kerja, menghasilkan produk-produk berkualitas, dan meningkatkan pelayanan mutu.
  4. Keuntungan, berkurangnya biaya kompensasi pekerja akibat cedera atau kecelakaan, produk-produk berkualitas tinggi, dan layanan yang lebih baik dapat meningkatkan keuntungan perusahaan.
  5. Manusia mesin, merupakan kombinasi antara manusia dengan mesin yang saling berinteraksi untuk menghasilkan keluaran-keluaran berdasarkan masukan yang diperoleh.

Kegiatan atau pekerjaan di bidang kehutanan merupakan pekerjaan yang sangat rentan terhadap kecelakaan kerja, sehingga sangat diperlukan suatu kaidah atau aturan tentang cara dalam melakukan pekerjaan yang bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan keselamatan para pekerja di bidang kerhutanan untuk bekerja secara efesien akan meningkatkan sehingga produktivitas dari pekerjaannya (Mayawati, 2020).

Kegiatan di bidang kehutanan, terdiri dari yaitu perencanaan areal kerja, pembukaan wilayah hutan, inventarisasi hutan, penebangan atau pemanenan, penanaman, dan lain sebagainya.

Menurut M. Gilberth menyatakan bahwa studi gerak (motion study) merupakan segenap gerak dsar yang terdapat pada pelaksaan suatu pekerjaan jamaniah yang bertujuan untuk menertapkan cara kerja terbaik dan melakukan perkerjaan tersebut. Menurut Alpian (2020) menyatakan dalam berbagai kegiatan di bidang kehutanan ini, ada beberapa gerakan dasar Gilberth, yaitu:

1, Mencari (search), tangan atau mata, bergerak kian kemari untuk menemukan sesuatu.
2. Menemukan (find), tangan atau mata, berjumpa dengan apa yang dicari.
3. Memilih (select), tangan atau mata, berusaha megambil atau menyorotkan pandangan pada suatu benda yang ada.
4. Menjangkau (graso), jari-jari merapat untuk menangkap sesuatu.
5. Berjalan dengan muatan (transpot loaded), tangan bergerak pindah dari satu tempat ke tempat lain dengan membawa beban.
6. Meletakkan (position), menaruh sesuatu pada tempat tertentu.
7. Menghimpun (assamble), menggabungkan sesuatu benda dengan benda lain menjadi satu kesatuan yang utuh.
8. Menggunakan (use), memakai sesuatu alat sesuai dengan maksud penggunaan alat tersebut.
9. Mencerai (disassamble), memisahkan sesuatu benda dari benda yang semula merupakan kesatuan yang utuh.
10. Memeriksa (inspect), meneliti apakah sesuatu cocok dengan apa yang telah ditetapkan.
11. Meletakkan secara siap siaga (prposition), menaruh sesuatu alat pada tempat tertentu menurut posisi yang tepat, sehingga alat itu dalam keadaan siap siaga untuk sekitika dipakai dalam langkah pengerjaan berikutnya.
12. Meletakkan tanpa muatan (transport empty), tangan bergerak tanpa apa-apa.
13. Meletakkan muatan (release empty), tangan melepaskan atau memisahkan diri dari beban yang semula di tanggungnya.
14. Beristirahat untuk melepaskan lelah (rest of over come fatique), pekerja berhenti sampai kuat untu bekerja kembali.
15. Kelambatan yang tidak dapat dihindarkan (anaudidable delay), suatu kelambatan kerja di luar kekuasaan pekerja untuk mencegahnya.
16. kelambatan yang dapat dihindarkan (avoidable delay), kelambatan yang menjadi tanggungjawab pekerja, tetapi dapat dicegah.
17. Merencanakan (plan), menggambarkan dalam pikiran, gerak apa yang akan dilakukan untuk selajutnya.