Penomoran dalam penulisan skripsi

Penomoran dalam penulisan skripsi

Penomoran dalam penulisan skripsi

Penomoran dalam penulisan skripsi
Penomoran dalam penulisan skripsi ini meliputi penomoran halaman, penomoran bab, dan penomoran matematis.

1. Penomoran Halaman

Penomoran halaman pada halaman judul, halaman persetujuan pembimbing, halaman pengesahan, halaman pernyataan, halaman persembahan, halaman motto, halaman kata pengantar, halaman daftar isi, halaman daftar table, halaman daftar gambar, dan halaman abstrak menggunakan angka romawi kecil, ditulis di tengah bawah. Mulai dari bab pendahuluan, penomoran halaman menggunakan angka arab, ditulis di sudut kanan atas, kecuali dapa halaman bab. Nomor halaman pada bab ditulis di tengah bawah, berjarak dua spasi dari baris terakhir.
2. Penomoran Bab
Semua bab harus diberi nomor dengan menggunakan angka romawi besar, diletakkan di tengah-tengah margin atas. Kemudian disusul dengan judul bab di bawahnya, dengan jarak tiga spasi.
3. Penomoran Matematis
Jika dalam penyusunan skripsi terdapat sejumlah persamaan matematis dalam bidang fisika, kimia, mekanika, matematika, aljabar, dan sebagainya penomoran dilakukan dengan angka arab yang ditempatkan di dekat batas tepi kanan di antara dua tanda kurung.
D. Penulisan Bilangan
Lambang bilangan yang penyebutannya dalam teks terdiri atas satu kata, ditulis dengan huruf. Lambang bilangan yang penyebutannya lebih dari satu kata ditulis dengan angka. Bilangan yang menunjukan jumlah ditulis dengan tanda titik untuk memisahkan angka ribuan, jutaan, dan seterusnya. Adapun lambang bilangan atau angka pada awal kalimat ditulis dengan huruf.
 
E. Penyajian Tabel dan Gambar
Penyajian table dan gambar dalam penulisan skripsi diatur dengan ketentuan sebagai berikut.
1. Penyajian Tabel
Penyajian tabel mengikuti ketentuan berikut.
  1. Penyajian tabel harus dilakukan secara sistematis, oleh karena itu judul table perlu mendapatkan penomoran. Sistem penomoran ini dimulai secara berturut-turut sejak bab I sampai dengan bab V.
  2. Penomoran tabel menggunakan angka arab.
  3. Tabel dibedakan menjadi dua macam, yaitu tabel dalam teks dan tabel dalam lampiran. Tabel dalam lampiran menggunakan urutan penomoran sendiri, jadi tidak menyambung nomor tabel dan teks.
  4. Penyajian tabel sedapat mungkin dalam satu halaman.
  5. Pembuatan kolom dan baris harus jelas. Setiap kolom dan baris harus diberi nama untuk penjelasan.
  6. Format judul tabel ditulis di tengah dan simetris di atas tabel yang bersangkutan, di bawah kata “Tabel”. Kata-kata dalam judul tabel ditulis sebagai berikut.
  • Kata-kata isi diawali dengan huruf kapital.
  • Kata-kata fungsi ditulis dengan huruf kecll.

Sumber: https://infotoyotabandung.co.id/apa-itu-perundungan-siber/