Penyajian Gambar dalam skripsi

Penyajian Gambar dalam skripsi

Penyajian Gambar dalam skripsi

Penyajian Gambar dalam skripsi
Pengertian gambar di sini mencakup foto, grafik, diagram, peta, bagan, skema, lukisan, dan yang sejenis. Ketentuan penyajiannya adalah sebagai berikut.
  1. Gambar diberi judul dan nomor.
  2. Nomor gambar menggunakan angka romawi.
  3. Sistem penomoran ini dimulai secara berturut-turut sejak bab I sampai bab V.
  4. Nomor dan judul gambar diletakkan dibawah gambar yang bersangkutan.
  5. Gambar tidak boleh dipotong.
  6. Penulisan judul gambar mengikuti ketentuan pada judul tabel (judul gambar tabel ditulis dibawah gambar dengan penomoran urut sejak bab awal sampai bab akhir).
  7. Gambar harus dibuat sejelas mungkin sehingga mudah dimengerti.

F. Sistematika Penomoran Isi Skripsi

Sistematika penulisan skripsi ada dua macam, yaitu:
  1. Tipografi Angka-Huruf.
  2. Tipografi Kesatuan Desimal.
G. Teknik Penulisan Sumber Acuan dan Pengutipan
Bahan penulisan skripsi harus dikumpulkan sebelum penulisan dimulai. Bahan-bahan yang diperoleh dan dijadikan acuan/kutipan wajib ditunjukkan sebagai bukti pada saat ujian pendadaran. Jumlah referensi minimal yang dijadikan acuan/kutipan 15 referensi dari berbagai sumber. Bahan-bahan yang diperoleh dari berbagai sumber ketika digunakan dalam penulisan skripsi ketentuan- ketentuan berikut harus ditaati.
  1. Kutipan diawali dengan tanda kutip (“). Kutipan barbahasa Indonesia yang terdiri atas tiga baris atau kurang disajikan langsung dalam teks. Tanda titik yang mengakhiri kalimat kuipan dicantumkan sebelum tanda petik akhir.
  2. Kutipan yang berasal dari bahasa asing atau bahasa daerah yan terdiri atas tiga baris atau kurang disajikan langsung di dalam teks. Kutipan ini didahului dan diakhiri oleh tanda petik. Di samping itu, kata demi kata pada seluruh kalimat kutipan itu ditulis dengan huruf miring.
  3. Kutipan yang berasal dari bahasa Indonesia yang terdiri atas empat baris atau lebih diketik di luar teks. Kutipan ini dibedakan dari teks utama, yakni menjorok ke dalam sebanyak 10 ketuk dari margin kiri dan kira-kira 5 ketuk dari margin kanan. Jarak antar baris teks adalah satu spasi, tidak diawali dan diakhiri dengan tanda petik.
  4. Kutipan yang berasal dari bahasa asing atau bahasa daerah yang terdiri atas empat baris atau lebih disajikan di luar teks, tidak ditulis dengan huruf miring, dan tidak diawali maupun diakhiri dengan tanda petik.
  5. Jika yang dikutip ada bagian yang dihilangkan, penulis harus membubuhkan tanda titik tiga buah (…). Apabila bagian yang dihilangkan tersebut mengakhiri sebuah kalimat, maka perlu dibubuhkan empat titik (….).
  6. Penyebutan sumber kutipan dilakukan dengan menyebutkan nama pengarang, tahun penerbitan, dan halaman yang dikutip, langsung di dalam teks.
  7. Jika pengarangnya orang asing, sebutkan nama keluarganya saja. Contoh: Derek Heater menjadi: (Heater, 1999: 39).
  8. Jika kutipan itu berasal dari terjemahan, nama penterjemah harus disebutkan juga. Contoh:  (Anderson terjemahan Suhardian: 1980: 54).
Jika yang digunakan untuk menulis skripsi itu disajikan dalam bentuk paraphrase atau ringkasan, maka pada akhir kalimat harus juga disebutkan sumbernya, sama seperti halnya pada kutipan.