Cek Mad Apresiasi Kegiatan Perkemahan Pramuka di SMAN Muara Batu

Cek Mad Apresiasi Kegiatan Perkemahan Pramuka di SMAN Muara Batu

Cek Mad Apresiasi Kegiatan Perkemahan Pramuka di SMAN Muara Batu
Cek Mad Apresiasi Kegiatan Perkemahan Pramuka di SMAN Muara Batu

Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib akrab disapa Cek Mad membuka kegiatan Youth Scout

Competition perkemahan pramuka di Stadion Mini Krueng Mane, Muara Batu, Aceh Utara, Kamis 20 April 2017.

Kegiatan ini digelar oleh Sekolah Menegah Atas (SMA) Negeri 1 Muara Batu bekerja sama dengan Kawacab Paramuka Aceh Utara. Perkemahan ini dilaksanakan di komplek sekolah tersebut.

Cek Mad dalam kata sambutan mengharapkan dengan kegiatan ini semua perserta dapat hidup mandiri dan jauh dari kehidupan narkoba dan kriminal. Karena peserta ini merupakan generasi pemimpin dimasa depan.

Selain itu, Cek Mad memberi apresiasi terkait kegiatan ini karena dapat menjadi benteng bagi remaja

dan pemuda dari pengaruh narkoba dan lainnya. “Kami harapkan kepada para peserta dapat mengikuti kegiatan ini secara sportif, agar prestasi yang diraih dapat menjadi kebangaan,” Ujar Cek Mad.

Cek Mad mengajak semua stakeholder untuk memberi kepdulian khusus terhadap pembinaan pramuka di Aceh Utara, terutama dari dinas Pendidikan dan Kantor Kement. Kegiatan pembukaan dimulai sekitar pukul 17:00 Wib dengan inspektur upacara Cek Mad, disertakan penampilan grup drumband SMP Negeri 1 Muara Batu.

Selain itu, Cek Mad juga menyambagi satu persatu perkemahan peserta kegiatan ini yang dibangun di halaman SMA Negeri 1 Muara Batu dan bahkan melaksanakan shalat magrib berjamahan di Mushola sekolah.

Lanjutnya, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Muara Batu, Mustafa mengatakan kegiatan Youth Scou

t Competition di SMA Negeri 1 Muara Batu di ikuti dari tingkat SMP dan SMA/ Sederajat se Kabupaten Aceh Utara yang berlangsung selam 20-23 April di Komplek sekolah tersebut.

“Sebanyak 800 anggota pramuka dari Aceh Utara dan Lhokseumawe yang akan berkompetensi dalam lomba pramuka bertajuk “Youth Scout Competition,” Ujar. “Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan kualitas pramuka dan mempererat siraturahmi sesama anggota pramuka,” Tutupnya.(rel)

 

Sumber :

http://student.blog.dinus.ac.id/handay/sejarah-masakan-rendang/

Rektor Unsyiah Lantik 9 Wakil Dekan

Rektor Unsyiah Lantik 9 Wakil Dekan

Rektor Unsyiah Lantik 9 Wakil Dekan
Rektor Unsyiah Lantik 9 Wakil Dekan

Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng melantik 9 Wakil Dekan

(WD) untuk Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Hukum (FH), dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Pelantikan ini berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, Jumat, 5 Mei 2017.

Adapun WD FEB yang dilantik adalah Dr Abdul Jamal SE MSi (WD I), Dr Nadirsyah SEAk MSi (WD II), dan Murkhana SE MBA (WD III). Sementara WD FH yang dilantik, yaitu Dr Azhari SH MCL MA (WD I), Kadriah SH MHum (WD II), dan Dr M Gaussyah SH MH (WD III). Sedangkan WD FKIP yang dilantik, yakni Dr M Hasan MSi (WD I), Drs Abdurrahman MKes (WD II), dan Dr Abu Bakar MSi (WD III).

Rektor Unsyiah dalam sambutannya menyampaikan, pelantikan pejabat baru ini harus

dapat membawa kesegaran dan perubahan bagi fakultas di Unsyiah dan dapat bekerja sesuai sumpah yang telah diucapkan. Selain itu, para pejabat yang baru perlu membaca setiap peraturan yang berlaku sebelum mengeluarkan sebuah kebijakan.

“Kami berharap semua pejabat untuk membaca semua peraturan, sehingga tidak salah saat membuat sebuah kebijakan dan tidak akan terjerat dengan hukum di kemudian hari,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, diperlukan peran aktif seluruh civitas akademika untuk membangun Unsyiah.

Upaya itu akan berhasil apabila semua pihak bisa mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau golongan.

“Harus diingat, tidak ada aturan yang bisa diubah di Unsyiah untuk kepentingan pribadi atau golongan. Tetapi jika untuk kepentingan Unsyiah, kapan pun bisa diubah,” pungkasnya.

Hadir dalam pelantikan ini, para Dekan Fakultas, Kepala Biro, Ketua Lembaga, dan civitas akademika Unsyiah lainnya

 

Sumber :

http://student.blog.dinus.ac.id/handay/sejarah-demokrasi/

Gadis Cantik Untuk Pria Kaya

Gadis Cantik Untuk Pria Kaya

Gadis Cantik Untuk Pria Kaya
Gadis Cantik Untuk Pria Kaya

Seorang gadis muda dan cantik, mengirimkan surat ke sebuah majalah terkenal, dengan judul:
“Apa yang harus saya lakukan untuk dapat menikah dengan pria kaya?”

Saya akan jujur, tentang apa yang akan coba saya katakan di sini. tahun ini saya berumur 25 tahun. Saya sangat cantik, mempunyai selera yang bagus akan fashion. saya ingin menikahi seorang pria dengan penghasilan minimal $500ribu/tahun. anda mungkin berpikir saya matre, tapi penghasilan $1juta/tahun hanya dianggap sebagai kelas menengah di New York. persyaratan saya tidak tinggi. apakah ada di forum ini mempunyai penghasilan $500ribu/tahun? apa kalian semua sudah menikah? yang saya ingin tanyakan:
apa yang harus saya lakukan untuk menikahi orang kaya seperti anda? yang terkaya pernah berkencan dengan saya hanya $250rb/tahun. bila seseorang ingin pindah ke area pemukiman elit di City Garden New York, penghasilan $ 250rb/tahun tidaklah cukup.
dengan kerendahan hati, saya ingin menanyakan:
dimana para lajang2 kaya hang out?
kisaran umur berapa yang harus saya cari?
kenapa kebanyakan istri dari orang2 kaya hanya berpenampilan standar?
saya pernah bertemu dengan beberapa wanita yang memiliki penampilan tidak menarik, tapi mereka bisa menikahi pria kaya?
bagaimana, anda memutuskan, siapa yang bisa menjadi istrimu, dan siapa yang hanya bisa menjadi pacar?

Baca Juga : 

Menjadi Ibu Rumah Tangga, Berani

Menjadi Ibu Rumah Tangga, Berani

Menjadi Ibu Rumah Tangga, Berani
Menjadi Ibu Rumah Tangga, Berani

Seorang sahabat mengungkapkan rencananya untuk mengundurkan diri dari perusahaan tempat kerjanya. Ia merasa tidak takut meninggalkan karirnya yang sudah belasan tahun dirintisnya dari bawah. “sayang juga sebenarnya, dan ini merupakan pilihan yang berat, terlebih ketika saya merasa sudah berada di puncak karir,” ujarnya.

Lalu kemana setelah resign? “yang ada di pikiran saya saat ini hanya satu, menjadi ibu rumah tangga. Sudah terlalu lama saya meninggalkan anak-anak di rumah tanpa bimbingan maksimal dari ibunya. Saya sering terlalu lelah untuk memberi pelayanan terbaik untuk suami. Bahkan sebagai bagian dari masyarakat, saya sangat sibuk sehingga hanya sedikit waktu untuk bersosialisasi dengan tetangga dan warga sekitar”

Tapi, ibu nampaknya masih ragu? “bukan ragu. Saya hanya perlu menata mental sebelum benar-benar mengambil langkah ini”.

“Rasanya masih malu jika suatu saat bertemu dengan teman-teman sejawat atau rekan bisnis. Saya belum menemukan jawaban yang pas saat mereka bertanya, “sekarang Anda cuma jadi ibu rumah tangga?”

Saya tersenyum mendengarnya, mencoba memahami kesesakan benaknya saat itu. Teringat saya dengan seorang sahabat lama yang saat di sebuah forum wanita karir di Jerman lantang menjawab, “profesi saya ibu rumah tangga, jika diantara para hadirin ada yang mengatakan bahwa ibu rumah tangga bukan profesi, saya bisa menjelaskan secara panjang lebar betapa mulianya profesi saya ini dan tidak cukup waktu satu hari untuk menjelaskannya”.

Luar biasa. Saya harus hadiahkan acungan jempol melebihi dari yang saya miliki untuk sahabat yang satu ini. Saya tuturkan kisah ini kepada sahabat yang sedang menata hati meyakinkan diri untuk benar-benar menjadi ibu rumah tangga, bahwa ia takkan pernah menyesali pilihannya itu. Kelak ia akan menyadari bahwa langkahnya itu adalah keputusan terbaik yang pernah ia tetapkan seumur hidupnya.

Naluri setiap wanita adalah menjadi ibu. Adakah wanita yang benar-benar tak pernah ingin menjadi ibu? Percayalah, pada fitrahnya wanita akan lebih senang memilih berada di rumah mendampingi perkembangan putra-putrinya dari waktu ke waktu. Menjadi yang pertama melihat si kecil berdiri dan menjejakkan langkah pertamanya. Ia tak ingin anaknya lebih dulu bisa berucap “mbak” atau “bibi” ketimbang ucapan “mama”. Tak satupun ibu yang tak terenyuh ketika putra yang dilahirkan dari rahimnya lebih memilih pelukan baby sitter saat menangis mencari kehangatan.

Ibulah yang paling mengerti memberikan yang terbaik untuk anaknya, karena ia yang tak henti mendekapnya selama dalam masa kandungan. Sebagian darahnya mengalir di tubuh anaknya. Ia pula yang merasakan perih yang tak tertahankan ketika melahirkan anaknya, saat itulah kembang cinta tengah merekah dan binar mata ibu menyiratkan kata, “ini ibu nak, malaikat yang kan selalu menyertaimu”. Cintapun terus mengalir bersama air kehidupan dari dada sang ibu, serta belai lembut dan kecupan kasih sayang yang sedetik pun takkan pernah terlewatkan.

Ibu akan menjadi apapun yang dikehendaki. Pemberi asupan gizi, pencuci pakaian, tukang masak terhebat, perawat di kala sakit, penjaga malam yang siap siaga, atau pendongeng yang lucu. Kadang berperan sebagai guru, kadang kala jadi pembantu. Jadi apapun ibu, semuanya dilakukan tanpa bayaran sepeserpun alias gratis.

***
KI, bukan malu atau bingung saat harus berhadapan dengan rekan bisnis. Katakan dengan bangga baru sebagai ibu rumah tangga. Sebab sesungguhnya, mereka pun sangat ingin mengikuti jejak anda, hanya saja mereka belum mengambil keputusan seperti anda. Tersenyumlah karena anak-anak pun bangga dengan langkah terbaik ibunya.

dari milis motivasi

Sumber : https://mayleneandthesonsofdisaster.us/

Berhenti

Berhenti

Berhenti
Berhenti

Di tengah-tengah sebuah training, sang trainer memberikan
arahannya. “Letakkan kedua tangan kalian di dada kalian masing-masing!”
seorang trainer memulai instruksinya. “Letakkan, trus, dan rapat hingga
kalian merasakan detak jantung kalian masing-masing!” lanjut
beliau. Aku pun menuruti kata-katanya, kuletakkan kedua tanganku perlahan
ke atas dadaku. Kucari-cari sebentar, dan akhirnya terasalah detak
jantungku. Aku pun menunggu instruksi selanjutnya. “Letakkan dan
rasakan detak jantung Anda..!!” begitu instruksi beliau, “Jika sudah terasa,
sekarang katakan kepada jantung Anda, Berhenti..!!” Aku pun agak bingung dengan instruksi tersebut namun tak urung
kulakukan juga. “Katakan, dan perintahkan kepada jantung Anda untuk berhenti!,
katakan pada ia untuk berhenti!!” “Tidak mungkin!!’ teriakku dalam hati,
“Tidak mungkin bisa!!” entah, apakah trainer tersebut mendengar apa yang
kami rasakan, ia pun melanjutkan kata-katanya.. “Lihatlah..
rasakanlah..!! bahkan jantung kita pun bukan milik kita…!!”, Seketika
itu pula, Degg, diri ini kontan tersadar apa maksud dari semua ini. Ya
Tuhan,begitu sering diri ini lupa, bahkan jantung, apa yang ada di dalam diri
kita ini sekalipun.. bukan milik kita. Ah, padahal begitu sering kita merasa
bahwa kita ada diatas segala-galanya.

Seringkali manusia memandang orang lain
lebih rendah, lebih buruk, lebih jelek, ataupun pandangan-pandangan yang
semacamnya. Sering kali pula manusia merasa sangat berkuasa, seolah-olah
hidup dan mati orang lain berada di tangannya, tanpa sadar bahwa hidupnya
sendiri sekalipun, atau bahkan tubuh nya sendiri pun, bukanlah
miliknya.

Kita tidak mampu untuk mengatur aliran darah, atau daya kerja organ tubuh kita//
Kalau toh kita bisa hidup, sehat dan berkarya.. itu bukan karena kekuatan dan kelebihan kita… Itu merupakan anugerah Tuhan…
Kalau toh kita memiliki segalanya harta, pangkat, dan kedudukan itu karena Tuhan semata..

Kalau saja otak kita digeser satu milimeter saja
dari tempatnya, kalau detak jantung kita tidak berfungsi normal, kalau saja ada
salah satu organ kita yang mogok tidak mau berfungsi…maka anda bukan
siapa-siapa, hanya seonggok daging yang tergolek tidak berdaya…
Jangan ada seorangpun yang bersifat adigang adigung adiguna.. sombong karena semua yang dimilikinya…

Terimalah dan kerjakan dengan syukur, dan
jadikan hidupmu berkah bagi semua orang…..
dari milis motivasi

Sumber : https://icanhasmotivation.com/

Terapkan Sistem E-Voting dalam Memilih Ketua Osis

Terapkan Sistem E-Voting dalam Memilih Ketua Osis

Terapkan Sistem E-Voting dalam Memilih Ketua Osis
Terapkan Sistem E-Voting dalam Memilih Ketua Osis

Sistem Baru Lebih Praktis dan Terbuka

Ada yang berbeda dalam proses pemilihan calon Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS)

di Darul Hikam Internasional School (DHIS) Lembang tahun ini. Para siswa diminta melakukan pemilihan melalui sistem e-voting.

HENDRIK KAPARYADI, BANDUNG BARAT

Caranya para siswa tinggal akses internet untuk memilih dua calon ketua OSIS. Dalam pemilihan e-voting kali ini, terdapat 250 orang mulai dari siswa, guru dan staf yang memiliki hak pilih.

Panitia sendiri, sudah menyiapkan situs resmi dalam menentukan ketua osis baru.

Setiap orang yang memiliki hak pilih, tinggal masuk ke situs socrative.com. Situs tersebut merupakan situs karya anak-anak dari Darul Hikam Internasional School (DHIS).

Para pemilih ini tinggal melakukan klik terhadap calon ketua osis tersebut. Calon ketua osis pertama, yaitu Dimas Daffa dan M. Zidan. Calon kedua yakni pasangan Cindi dan Sinta.

Ketua Pelaksana Ariq Muhammad Zulfikar menjelaskan, sistem e-voting ini merupakan pertama kalinya dalam memilih ketua OSIS. Tahun sebelumnya, kata dia, pemilihan masih menggunakan sistem manual yakni dengan cara mencoblos pada sebuah kertas.

”Kita ingin melakukan terobosan baru dengan sistem e-voting melalui teknologi yang tersedia,”

katanya kepada wartawan di Lembang, kemarin (4/10).

”Nanti, situs ini juga terkoneksi pada guru sebagai operatornya,” imbuhnya.

Ariq menyebutkan, panitia sudah menyiapkan lima komputer yang langsung terkoneksi online. Para siswa mengantre untuk bergantian memilih para calon ketua osis. Dengan cara ini, ungkap dia, pemilihan lebih efisien.

Sebab, tidak menggunakan kertas serta lebih cepat waktunya. Jika dibandingkan dengan sistem manual, akan memakan waktu lebih lama. Dengan cara e-voting, kata dia, hanya membutuhkan waktu dua jam untuk mengetahui pemenangnya.

”Sementara dengan sistem manual bisa memakan waktu hingga empat jam,” kata dia.

Sementara itu, Wakasek Bidang Kesiswaan Darul Hikam Internasional School (DHIS) Andi Rustandi memgatakan, dengan cara e-voting ini, para siswa lebih terbiasa dengan teknologi. Apalagi, penggunaan teknologi bagi para siswa saat ini bukan hal asing lagi.

 

Baca Juga :

 

 

Dukung ISC untuk Membangun Karakter

Dukung ISC untuk Membangun Karakter

Dukung ISC untuk Membangun Karakter
Dukung ISC untuk Membangun Karakter

Kegiatan ISC mendapat perhatian serius dari Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Netty Prasetiyani Heryawan.

logo-isc
NETTY HERYAWAN
Netty Prasetiyani Heryawan
Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak

Dia mengatakan, ISC merupakan gerakan positif bagi anak-anak untuk pembentukan karakter

melalui program Pramuka. ”Ini sangat baik dan saya sangat mendukung program ini (ISC, Red),” jelas Netty, kemarin (17/10)

Istri Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan tersebut menilai, memberikan pendidikan sebetulnya harus dimulai dari 1.000 hari pertama usia anak. ”Ini kan sudah menjadi tagline pemerintah pusat dengan memogramkan perlindungan anak dimulai dari 1.000 hari kehidupan,” jelas Netty

Netty berpendapat, mendidik anak pada usia pelajar mengacu pada program pusat tersebut sebenarnya sudah sangat terlambat. Namun pada program ISC ini, kata dia, pelajar mendapatkan sesuatu yang berbeda. Sebab di dalamnya ada pembinaan karakter.

Bagi dia, program ISC ini harus mendapat suport dari pemerintah dan swasta. Sebab,

dengan kegiatan ini, ruang kosong yang ditinggalkan atau luput dari orangtua bisa terisi dengan beragam kegiatan positif.

”Pramuka sebenarnya sudah ada dari dulu. Tapi, untuk saat ini bagimana pemerintah bisa mendorong Pramuka diimplementasikan kembali di kalangan pelajar,” urainya.

”Kita berharap, pengalaman mereka selama mengikuti program ISC ini bisa menjadi basic

ketika mereka menghadapi pergaulan di luar sekolah,” tambahnya.

 

Sumber :

https://thesrirachacookbook.com/teks-laporan-hasil-observasi/

DAM Bina 130 SMK KTSM Honda di Jawa Barat

DAM Bina 130 SMK KTSM Honda di Jawa Barat

SUBANG – Sebanyak 8 SMK di Jawa Barat bergabung menjadi SMK Kurikulum Teknik Sepeda Motor (KTSM) Honda di Jawa Barat yang melakukan pengembangan dan menerapkan KTSM. Bergabungnya ke-8 SMK tersebut menambah jumlah SMK yang bekerja sama dengan PT Daya Adicipta Motora (DAM) selaku distributor utama sepeda motor dan suku cadang Honda di Jawa Barat. Penandatangan MoU dengan ke-8 SMK KTSM dilakukan di SMK PGRI Subang pada 27 Oktober 2016 yang disaksikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Subang Ir. Beni Rudiono, Kepala Bidang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dr. Dadang Rahman M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Subang Drs. H. E. Kusdinar M.Pd, dan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Jawa Barat Dr. Edi Parmadi, dan management PT Astra Honda Motor (AHM) dan DAM.

Adapun kedelapan SMK yang menanda tangani kerja sama yaitu SMK PGRI Subang

, SMK Karya Bahana Bekasi, SMK Karya Nasional Ciamis, SMK Wiraswasta Cimahi, SMKN 1 Lemahsugih Majalengka, SMK Miftahussalam Pangandaran, SMK Nahdhatul Ulama Tasikmalaya dan SMK Bisnis Informasi Bekasi.

General Manager Technical Service DAM Ferdy Sukmawidjaya mengatakan, hingga saat ini, tercatat sebanyak 130 SMK yang tersebar di Jawa Barat sudah melakukan kerja sama dengan kami sebagai SMK KTSM binaan Honda. Sebagai SMK binaan Honda, pihaknya memberikan pendampingan berupa kurikulum yang terintegrasi antara dunia pendidikan dan kebutuhan dunia industri, sehingga diharapkan tercipta lulusan-lulusan yang siap bekerja maupun membuka usaha bengkel sendiri.

“SMK yang bekerja sama dengan Honda tidak hanya berupa kurikulum teknik sepeda motor Honda.

Namun juga berbagai kegiatan untuk meningkatkan keahlian siswa dan guru juga diadakan, seperti uji kompetensi guru dan seminar teknologi. SMK yang sudah bersertifikat TUK (Tempat Uji Kompetensi) juga dapat melakukan uji kompetensi secara mandiri,” katanya.

Ferdy mengungkapkan, untuk mengakomodasi lulusan terbaik SMK KTSM, kami menyediakan dan membuka kesempatan untuk bekerja di jaringan AHASS di Jawa Barat. Hingga saat ini DAM dan jaringan AHASS di Jawa Barat telah menerima sebanyak 300 lulusan SMK bekerja di Jaringan AHASS setelah melalui proses rekrutmen.

“Secara reguler, untuk meningkatkan dan mengasah skill siswa SMK, DAM mengadakan

kompetisi mechanic skill for student tingkat Jawa Barat yang akan mewakili Jawa Barat di ajang Mechanic Skill Contest for Student yang diselenggarakan oleh AHM,” jelas Ferdy.

Sementara itu untuk memeriahkan acara Mou SMK KTSM Honda, DAM juga mengadakan servis ekonomis khusus 100 unit sepeda motor dan juga menghadirkan pelatihan safety riding untuk siswa SMK PGRI Subang agar dapat menciptakan budaya berkendara yang aman dan nyaman.

 

Sumber :

https://weareglory.com/teks-eksposisi/

Elih Jabat Ketua IKA PLS UPI

Elih Jabat Ketua IKA PLS UPI

Elih Jabat Ketua IKA PLS UPI
Elih Jabat Ketua IKA PLS UPI

BANDUNG – Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Elih Sudiapermana terpilih

menjadi ketua Ikatan Alumni (IKA) Departemen Pendidikan luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (PLS FIP UPI) periode 2017-2022. Elih terpilih dalam Kongres pertama IKA PLS UPI yang digelar di auditorium Sekolah Pasca Sarjana UPI, belum lama ini.

Kongres yang dihadiri perwakilan dari 22 angkatan alumni S1 (78-2010) dan perwakilan alumni Pasca Sarjana ini, memilih mantan Kasubdit Kesetaraan Dirjen PAUD Dikmas Kemdikbud itu sebagai ketua IKA. Unggul dari empat calon lainya yaitu Dadang Sofyan (Birokrat), Jajat S Ardiwinata (Ketua Departemen PLS UPI), Endang Suherman (Ketua Presidium IKA) dan Solikhun (Professional).

Dalam sambutannya, Elih mengatakan, bahwa dalam masa kepemimpinannya IKA PLS

harus menjadi wadah keragaman lintas generasi. ”Saya akan mendorong IKA menjadi wadah untuk silaturahmi profesi,” katanya.

Kekeluargaan harus menjadi perekat dan semangat untuk mengabdi, sehingga IKA bisa terus mengabdikan diri melalui keilmuan kepada masyarakat luas.

IKA harusnya dijadikan sebagai modal informasi pengembangan keilmuan alumni. Oleh karena itu untuk tahap awal, IKA akan dibentuk melalui pendekatan kewilayahan untuk mempermudah aksessibilitas dan saling tukar informasi lintas angkatan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Lebih lanjut Elih mengatakan, bahwa Orientasi Alumni untuk menjadi PNS hendaknya tidak diprioritaskan

. Banyak hal yang bisa dikerjakan di sector lain. Selama ini Alumni PLS tersebar diberbagai sektor pekerjaan. Ada yang jadi pengusaha, swasta, politisi bahkan ada yang sukses menjadi petani.

”Intinya alumni sebaiknya berorientasi kepada hal hal kreatif yang lain, memanfaatkan keilmuan tidak harus di pemerintahan. Dengan niat yang baik bisa mengamalkan ilmu dimana saja,” pungkas Elih.

 

Baca Juga :

 

 

Pemkab Ingin Mewujudkan SRA

Pemkab Ingin Mewujudkan SRA

Pemkab Ingin Mewujudkan SRA
Pemkab Ingin Mewujudkan SRA

SOREANG – Untuk mewujudkan Kabupaten Layak anak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) merencanakan akan memulai mendirikan Sekolah Ramah Anak (SRA)

Sekretaris Daerah (Sekda) Sofian Nataprawira mengatakan, program ini akan diberlakukan diseluruh sekolah yang ada di Kabupaten Bandung.Sebab, sekolah ramah anak memiliki fungsi pemberian hak anak dalam mendapatkan pendidikan secara penuh.

Selain itu, hak anak harus diperoleh dari sisi akademik, perlindungan hukum dan fasilitas

yang mendukung tumbuh kembang anak.

“jadi kalau ini mau terwujud semua pihak saya harap harus berkomitmen untuk mendukung SRA tersebut,”jelas Sofyan ketika ditemui kemarin (2/5)

Dirinya menilai, untuk aparatur sekolah seperti, guru-guru harus dapat menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman dan harmonis bagi siswa dengan dukungan fasilitas yang dibutuhkan seperti, Konseling, fasilitas kesehatan sekolah, ruang terbuka untuk belajar, dan keamanan.

Selain itu, tersedianya air dan fasilitas toilet bersih yang terpisah antara siswa laki-laki

dan perempuan, sarana olah raga, kesenian dan ruang perpustakaan yang nyaman.

“Saya harap semua berkomitmen menciptakan lingkungan sekolah seperti itu,”cetus Sofyan

Dirinya menyebutkan, dalam peningkatan bidang pendidikan, saat ini Pemkab sudah memiliki 16 sekolah berbasis lingkungan, 6 sekolah pengembangan adipura, 2 sekolah model pesantren dan 1987 rintisan SRA yang terdiri dari 123 SD dan 75 sekolah SMP dan SMA.

Sofyan menuturkan, untuk menciptakan keharmonisan antara pengajar dan siswa proses belajar mengajar hendaknya diciptakan suasana yang menyenangkan. Sehingga, murid merasa betah ketika mengikkuti jam pelajaran.

Untuk itu, agar program ini memiliki sinergi perlu peningkatan kualitas SDM

dengan dibutuhkan pemantapan moral dan mental. Sehingga, diperoleh output dari SRA dengan hasil kemampuan intelektual, keahlian, kesehatan, kemandirian dan kepercayaan diri dengan perhatian lebih pada anak-anak.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Hendi Aryadi Purwanto, mengatakan, untuk mewujudkan Kabupaten layak anak bisa dilibatkan juga Unit Kesehatan Sekolah (UKS) serta kantin sekolah yang sehat.

 

Sumber :

https://rollingstone.co.id/