CERPEN Menjelang Ujian Tengah Semester

Menjelang Ujian Tengah Semester

Deni duduk termenung di meja belajarnya. Jam dinding menunjuk angka 4. petang ini, Ia berniat akan belajar semaksimal mungkin. karena besok akan diadakan UTS atau ujian tengah semester akan dilaksanakan serentak di seluruh SMA di DKI Jakarta. Deni tampak bingung mau mulai belajar darimana. Langsung saja ia membuka tas dan ternyata ada soal ulangan tahun lalu yang barusaja ia fotokopi tadi siang dari kawan nya. “Soal ulangan tengah semester ganjil tahun pelajaran 2011/2012. Pelajaran : Sejarah” begitulah kop atau kepala soal yang tertera pada lembaran itu.” Lumayan lah buat latihan” katanya dalam hati. Tanpa basa-basi Deni mengambil pulpenya dan mengisi soal itu.

Ada beberapa soal yang sudah ia kuasai seperti teori/hipotesis masuknya agama Hindu ke Indonesia. Hipostesis Waisya yang menyatakan bahwa agama Hindu dibawa oleh para pedagang dari tempat asal mereka yaitu dari India. Hipotesis Brahmana menyatakan Brahman atau pendeta dalam agama hindu yang menyebarkanya. Ada juga Hipotesis Ksatria yang menekankan bahwa wilayah Indonesia dijajah oleh para Ksatria yang melarikan diri dari india. Ada lagi Hipotesis Nasional yang menyebutkan bahwa bangsa Indonesia sendirilah yang berperan aktif dalam menyebarkan Hinduism di tanah air. Banyak dari soal-soal itu belum terjawab olehnya. seperti soal nomer 28 : Aliran Budha mengandung arti “kendaraan besar” yang artinya… dan banyak lagi yang belum terjawab. terhitung lebih dari 20 soal yang masih belum terjawab. “ah ini mah soalnya gampang tapi jawabanya susah” ia cekikikan dengan maksud menghibur diri.

“latihan soal aja udah susah gini apalagi UTS beneran” bisiknya dalam hati. Diibaratkan menaiki anak tangga, semakin ke atas semakin berat. sama seperti soal yang dihadapi Deni. jika tidak diselesaikan, sama saja kalah sebelum bertarung. Semua materi ternyata ada di text book. Text book yang tebalnya “asdfgh” dibuka juga. dari situ dia mulai membaca sejarah kerajaan di nusantara.

Dimulai dari kerajaan Kutai. Kerajaan kutai merupakan kerajaan hindu yang beraliran “siwa”. siwa merupakan dewa hindu yang disebut-sebut sebagai dewa pelebur atau Dewa pemusnah. Dewa siwa memusnahkan hal-hal yang tidak diperlukan bagi manusia. Dan kerajaan ini didirikan sekitar 4 M di dekat sungai Mahakam, kalimantan timur. Raja yang terkenal adalah raja Kudungga, Asmawarman, dan Mulawarman. Ketiga raja ini terkenal karena keunikanya masing-masing. Konon, Raja Kudungga merupakan nama asli orang indonesia, sehingga dicatat sejarah. Raja Asmawarman adalah raja kutai pertama yang beragama Hindu dan disebut juga sebagai pendiri dinasti. Raja Mulawarman pernah menghadiahkan 20.000 ekor lembu kepada para brahmana. Ia disebut dalam yupa sebagai raja paling agung. Kadang sulit dibayangkan dari mana lembu sebanyak itu didapat. Apakah kesalahan penulisan angka atau mungkin lembu-lembu pada jaman itu musim kawinya tiap 3 hari dan sekali beranak keluar tiga (?)

Di Halaman berikutnya dibahas kerajaan Tarumanegara. Kerajaan Tarumanegara juga merupakan kerajaan hindu. Bedanya terletak pada aliranya, yang mana tarumanegara menganut hindu wisnu. Peninggalanya berupa beberapa prasasti. Yang paling sering disebut adalah prasasti tugu yang memuat tentang pembangunan saluran gomati sepanjang 6112 tombak atau kurang lebih 12 km. Setelah saluran gomati tersebut ramping, raja purnawarman juga menghadiahkan 20.000 ekor kerbau kepada para brahmana. Semakin jelaslah bahwa hadiah tersebut menjadi sebuah “tradisi” bagi kerajaan hindu di tanah air. Juga ada prasasti jambu/koalengkak yang berisikan kehebatan raja purnawarman. Selain itu ada juga prasasti kebon kopi, ciareteun dll.

Pada akhirnya deni dapat menjawab soal-soal tersebut dengan lancar jaya. Sama seperti cerita ini yang lancar jaya dan adem ayem tanpa konflik antar tokoh. Tak ada niat sedikitpun dari penulis untuk membuat cerita ini jadi menarik. Karena pada akhirnya pembaca sudah mengenal satu babak penting yang berpengaruh pada sejarah indonesia. Tamat

“Ahhh akhirnya selesai juga cerpenya” kata anton dalam hati
Suara ketikan yang berasal dari laptopnya juga terhenti. Tepat setelah kata tamat diketik nya. Tokoh deni sebenarnya merupakan temanya sendiri. Bedanya dalam kehidupan nyata Deni lebih malas belajar. Mungkin karena itulah Anton jadi lebih bisa mengimajinasikan tokohnya secara bebas.

Baca Juga :

Gadis Cantik Untuk Pria Kaya

Gadis Cantik Untuk Pria Kaya

Gadis Cantik Untuk Pria Kaya
Gadis Cantik Untuk Pria Kaya

Seorang gadis muda dan cantik, mengirimkan surat ke sebuah majalah terkenal, dengan judul:
“Apa yang harus saya lakukan untuk dapat menikah dengan pria kaya?”

Saya akan jujur, tentang apa yang akan coba saya katakan di sini. tahun ini saya berumur 25 tahun. Saya sangat cantik, mempunyai selera yang bagus akan fashion. saya ingin menikahi seorang pria dengan penghasilan minimal $500ribu/tahun. anda mungkin berpikir saya matre, tapi penghasilan $1juta/tahun hanya dianggap sebagai kelas menengah di New York. persyaratan saya tidak tinggi. apakah ada di forum ini mempunyai penghasilan $500ribu/tahun? apa kalian semua sudah menikah? yang saya ingin tanyakan:
apa yang harus saya lakukan untuk menikahi orang kaya seperti anda? yang terkaya pernah berkencan dengan saya hanya $250rb/tahun. bila seseorang ingin pindah ke area pemukiman elit di City Garden New York, penghasilan $ 250rb/tahun tidaklah cukup.
dengan kerendahan hati, saya ingin menanyakan:
dimana para lajang2 kaya hang out?
kisaran umur berapa yang harus saya cari?
kenapa kebanyakan istri dari orang2 kaya hanya berpenampilan standar?
saya pernah bertemu dengan beberapa wanita yang memiliki penampilan tidak menarik, tapi mereka bisa menikahi pria kaya?
bagaimana, anda memutuskan, siapa yang bisa menjadi istrimu, dan siapa yang hanya bisa menjadi pacar?

Baca Juga : 

Menjadi Ibu Rumah Tangga, Berani

Menjadi Ibu Rumah Tangga, Berani

Menjadi Ibu Rumah Tangga, Berani
Menjadi Ibu Rumah Tangga, Berani

Seorang sahabat mengungkapkan rencananya untuk mengundurkan diri dari perusahaan tempat kerjanya. Ia merasa tidak takut meninggalkan karirnya yang sudah belasan tahun dirintisnya dari bawah. “sayang juga sebenarnya, dan ini merupakan pilihan yang berat, terlebih ketika saya merasa sudah berada di puncak karir,” ujarnya.

Lalu kemana setelah resign? “yang ada di pikiran saya saat ini hanya satu, menjadi ibu rumah tangga. Sudah terlalu lama saya meninggalkan anak-anak di rumah tanpa bimbingan maksimal dari ibunya. Saya sering terlalu lelah untuk memberi pelayanan terbaik untuk suami. Bahkan sebagai bagian dari masyarakat, saya sangat sibuk sehingga hanya sedikit waktu untuk bersosialisasi dengan tetangga dan warga sekitar”

Tapi, ibu nampaknya masih ragu? “bukan ragu. Saya hanya perlu menata mental sebelum benar-benar mengambil langkah ini”.

“Rasanya masih malu jika suatu saat bertemu dengan teman-teman sejawat atau rekan bisnis. Saya belum menemukan jawaban yang pas saat mereka bertanya, “sekarang Anda cuma jadi ibu rumah tangga?”

Saya tersenyum mendengarnya, mencoba memahami kesesakan benaknya saat itu. Teringat saya dengan seorang sahabat lama yang saat di sebuah forum wanita karir di Jerman lantang menjawab, “profesi saya ibu rumah tangga, jika diantara para hadirin ada yang mengatakan bahwa ibu rumah tangga bukan profesi, saya bisa menjelaskan secara panjang lebar betapa mulianya profesi saya ini dan tidak cukup waktu satu hari untuk menjelaskannya”.

Luar biasa. Saya harus hadiahkan acungan jempol melebihi dari yang saya miliki untuk sahabat yang satu ini. Saya tuturkan kisah ini kepada sahabat yang sedang menata hati meyakinkan diri untuk benar-benar menjadi ibu rumah tangga, bahwa ia takkan pernah menyesali pilihannya itu. Kelak ia akan menyadari bahwa langkahnya itu adalah keputusan terbaik yang pernah ia tetapkan seumur hidupnya.

Naluri setiap wanita adalah menjadi ibu. Adakah wanita yang benar-benar tak pernah ingin menjadi ibu? Percayalah, pada fitrahnya wanita akan lebih senang memilih berada di rumah mendampingi perkembangan putra-putrinya dari waktu ke waktu. Menjadi yang pertama melihat si kecil berdiri dan menjejakkan langkah pertamanya. Ia tak ingin anaknya lebih dulu bisa berucap “mbak” atau “bibi” ketimbang ucapan “mama”. Tak satupun ibu yang tak terenyuh ketika putra yang dilahirkan dari rahimnya lebih memilih pelukan baby sitter saat menangis mencari kehangatan.

Ibulah yang paling mengerti memberikan yang terbaik untuk anaknya, karena ia yang tak henti mendekapnya selama dalam masa kandungan. Sebagian darahnya mengalir di tubuh anaknya. Ia pula yang merasakan perih yang tak tertahankan ketika melahirkan anaknya, saat itulah kembang cinta tengah merekah dan binar mata ibu menyiratkan kata, “ini ibu nak, malaikat yang kan selalu menyertaimu”. Cintapun terus mengalir bersama air kehidupan dari dada sang ibu, serta belai lembut dan kecupan kasih sayang yang sedetik pun takkan pernah terlewatkan.

Ibu akan menjadi apapun yang dikehendaki. Pemberi asupan gizi, pencuci pakaian, tukang masak terhebat, perawat di kala sakit, penjaga malam yang siap siaga, atau pendongeng yang lucu. Kadang berperan sebagai guru, kadang kala jadi pembantu. Jadi apapun ibu, semuanya dilakukan tanpa bayaran sepeserpun alias gratis.

***
KI, bukan malu atau bingung saat harus berhadapan dengan rekan bisnis. Katakan dengan bangga baru sebagai ibu rumah tangga. Sebab sesungguhnya, mereka pun sangat ingin mengikuti jejak anda, hanya saja mereka belum mengambil keputusan seperti anda. Tersenyumlah karena anak-anak pun bangga dengan langkah terbaik ibunya.

dari milis motivasi

Sumber : https://mayleneandthesonsofdisaster.us/

Berhenti

Berhenti

Berhenti
Berhenti

Di tengah-tengah sebuah training, sang trainer memberikan
arahannya. “Letakkan kedua tangan kalian di dada kalian masing-masing!”
seorang trainer memulai instruksinya. “Letakkan, trus, dan rapat hingga
kalian merasakan detak jantung kalian masing-masing!” lanjut
beliau. Aku pun menuruti kata-katanya, kuletakkan kedua tanganku perlahan
ke atas dadaku. Kucari-cari sebentar, dan akhirnya terasalah detak
jantungku. Aku pun menunggu instruksi selanjutnya. “Letakkan dan
rasakan detak jantung Anda..!!” begitu instruksi beliau, “Jika sudah terasa,
sekarang katakan kepada jantung Anda, Berhenti..!!” Aku pun agak bingung dengan instruksi tersebut namun tak urung
kulakukan juga. “Katakan, dan perintahkan kepada jantung Anda untuk berhenti!,
katakan pada ia untuk berhenti!!” “Tidak mungkin!!’ teriakku dalam hati,
“Tidak mungkin bisa!!” entah, apakah trainer tersebut mendengar apa yang
kami rasakan, ia pun melanjutkan kata-katanya.. “Lihatlah..
rasakanlah..!! bahkan jantung kita pun bukan milik kita…!!”, Seketika
itu pula, Degg, diri ini kontan tersadar apa maksud dari semua ini. Ya
Tuhan,begitu sering diri ini lupa, bahkan jantung, apa yang ada di dalam diri
kita ini sekalipun.. bukan milik kita. Ah, padahal begitu sering kita merasa
bahwa kita ada diatas segala-galanya.

Seringkali manusia memandang orang lain
lebih rendah, lebih buruk, lebih jelek, ataupun pandangan-pandangan yang
semacamnya. Sering kali pula manusia merasa sangat berkuasa, seolah-olah
hidup dan mati orang lain berada di tangannya, tanpa sadar bahwa hidupnya
sendiri sekalipun, atau bahkan tubuh nya sendiri pun, bukanlah
miliknya.

Kita tidak mampu untuk mengatur aliran darah, atau daya kerja organ tubuh kita//
Kalau toh kita bisa hidup, sehat dan berkarya.. itu bukan karena kekuatan dan kelebihan kita… Itu merupakan anugerah Tuhan…
Kalau toh kita memiliki segalanya harta, pangkat, dan kedudukan itu karena Tuhan semata..

Kalau saja otak kita digeser satu milimeter saja
dari tempatnya, kalau detak jantung kita tidak berfungsi normal, kalau saja ada
salah satu organ kita yang mogok tidak mau berfungsi…maka anda bukan
siapa-siapa, hanya seonggok daging yang tergolek tidak berdaya…
Jangan ada seorangpun yang bersifat adigang adigung adiguna.. sombong karena semua yang dimilikinya…

Terimalah dan kerjakan dengan syukur, dan
jadikan hidupmu berkah bagi semua orang…..
dari milis motivasi

Sumber : https://icanhasmotivation.com/

DAMPAK LINGKUNGAN BUATAN MANUSIA

DAMPAK LINGKUNGAN BUATAN MANUSIA

DAMPAK LINGKUNGAN BUATAN MANUSIADAMPAK LINGKUNGAN BUATAN MANUSIA
DAMPAK LINGKUNGAN BUATAN MANUSIA

Kota terlahir sebagai akibat dari pemusatan penduduk pada satu tempat dan ruang tertentu. Pemusatan permukiman penduduk ini didorong oleh berbagai hal yang memberi ciri khas kepada kota. Kota yang menarik pedagang untuk bermukim memberi ciri-ciri kota perdagangan, kota yang menarik usahawan dan industriawan menjadi kota industri. Dan begitu pula, dengan lahirnya kota-kota sebagai kota administrasi-pemerintahan, kota pendidikan, kota pariwisata, dan sebagainya. Kota tersebut memiliki ciri yang ditentukan oleh fungsi kota dalam ruang lingkup daerah.

Masing-masing fungsi memberikan pengaruh tersendiri kepada pengembangan kota. Maka ruang lingkup Kota Bukittinggi, misalnya, karena letak, kondisi geografis, dan sifat sumber alamnya, memiliki kemungkinan lebih besar dalam menjalankan fungsinya sebagai kota pendidikan atau kepariwisataan daripada industri atau perdagangan besar. Karena perkembangan sejarah dan keadaan sumber alam yang terbatas, maka Yogyakarta kemungkinan akan dapat lebih berkembang menjadi kota pendidikan dan pariwisata daripada kota industri-berat. Sebaliknya, karena terletak di jalur angkutan darat, laut, dan udara, maka Jakarta, Surabaya, dan Medan lebih cocok difungsikan sebagai kawasan perdagangan dan industri.

Oleh karena itu, hal pertama yang harus diperhatikan adalah fungsi apa yang berperan dalam suatu kota. Sifat dan fungsi kota inilah yang mempengaruhi proses pembangunan kota tersebut. Selain itu, pengelola kota juga tidak perlu memaksakan perkembangan kota.

Dengan memperhatikan ruang lingkup suatu kota dan fungsinya dalam pembangunan wilayah, maka lingkungan alam diubah menjadi lingkungan buatan manusia. Apabila hutan memliki andil dalam pembersihan udara bagi kehidupan manusia, maka pembangunan lingkungan buatan manusia haruslah mengusahakan agar fungsi hutan ini setidaknya digantikan oleh pohon-pohon yang sengaja ditanam di pinggir jalan atau taman-taman di tengah kota.

Dalam mengubah lingkungan alam, pengembangan lingkungan buatan manusia harus memperhatikan kelangsungan fungsi lingkungan alam, sehingga perubahan ini tidak sampai merugikan manusia. Perencanaan ruang akan penggunaan tanah menjadi penting sebagai ikhtiar mengubah lingkungan alam tanpa kerusakan.

Apabila fungsi suatu kota sudah diketahui maka pengelola kota dapat memanfaatkan sumber alam, tenaga kerja, modal dan ketrampilan yang ada di kota untuk diolah bagi pengembangan kota. Bagi setiap pemimpin Pemerintah Kotamadya, yang menjadi soal mendesak ialah bagaimana menghimpun dana secukupnya untuk memenuhi kebutuhan penduduk kota.

Baca Juga : 

Persiapan Penting Sebelum Hamil Anak Kedua

Bukan Hanya Petimbangan tentang Biaya, Inilah Persiapan Penting Sebelum Hamil Anak Kedua

Agar kehamilan kedua lebih mulus dan lancar, nggak ada salahnya lo melakukan beberapa persiapan. Terkesan lebih santai karena bukan pengalaman pertama, bukan berarti hamil anak kedua tak butuh persiapan juga, terlebih kamu juga punya kesibukan mengasuh anak pertama. Simak yuk ulasannya!

1. Langkah pertama adalah memperhitungkan kesiapan finansial kamu dan pasangan. Jangan abaikan ini ya karena demi kestabilan perekonomian keluarga

Ada yang bilang, jangan takut tambah anak karena rezeki masing-masing anak itu sudah ada. Namun bukan lantas kamu dan pasangan bisa gegabah mengambil keputusan menambah anak. Anak adalah titipan karunia yang luar biasa dan sepantasnya mendapat fasilitas yang layak dan baik. Oleh karena itu, sebelum memutuskan hamil anak kedua, ada baiknya kamu dan pasangan berdiskusi perihal anggaran keuangan anak pertama dan kedua, mulai dari biaya kebutuhan mendasar sehari-hari mereka sampai tabungan pendidikan di masa depan.

2. Langkah kedua, persiapkan juga fisik dan kesehatan sang ayah dan ibu. Jangan mentang-mentang sudah anak kedua, lantas cuek saja makan dan beraktivitas sekenanya

Pas anak pertama habis-habisan berinvestasi pada makanan sehat dan aktivitas fisik demi kebugaran. Eh, pas giliran anak kedua justru asal-asalan. Demi generasi yang cerdas dan sehat, tetap perhatikan asupan gizi seimbang dan jalankan pola hidup sehat saat merencanakan dan menjalani kehamilan ya!

3. Jangan lupa, persiapkan juga sang kakak sejak dini. Supaya kelak nggak ada persaingan negatif antar kakak beradik

Dilansir dari Asian Parent Indonesia, salah satu persiapan selain sounding kalau anak pertama bakal jadi calon kakak, mulai lebih intens mendekatkan si kakak dengan ayah juga mulai bisa dilakukan. Agar kelak saat ibu harus fokus pada si adik bayi, kakak tak terlalu rewel saat harus diasuh ayah. Jangan lupa tetap luangkan waktu spesial bersama si kakak dan selalu yakinkan bahkan ibu dan ayahnya tetap mencintainya meski akan ada anggota keluarga baru di rumah.

4. Berkaca dari pengalaman yang lalu, kini kamu bisa lebih bijak memutuskan untuk kontrol di klinik mana dan dengan dokter siapa untuk menangani kehamilanmu

Jika kamu merasa nyaman dengan dokter kandungan sebelumnya, kamu tinggal lanjut untuk berkonsultasi dengan beliau. Namun jika tidak, kamu bisa mulai bersiap survey dokter kandungan lainnya. Pun soal rumah sakit dan dokter anak yang kelak akan menangani anakmu.

5. Nggak harus beli baru, kamu bisa siap-siap membongkar barang-barang lama milik sang kakak untuk dimanfaatkan anak kedua

Kali ini, kamu tak harus belanja impulsif karena kamu tinggal membersihkan dan mensterilkan barang-barang lama anak pertama untuk digunakan kelak setelah melahirkan anak kedua.

6. Tubuhmu kini sudah ‘tahu’ akan menghadapi apa, sehingga bersiaplah menghadapi persalinan yang lebih cepat dan mudah dari sebelumnya

Salah satu bagian terbaik dari kehamilan anak kedua adalah konon katanya tubuh sudah paham apa yang dihadapi, sehingga persalinan cenderung akan lebih cepat dan tidak sesulit saat melahirkan anak pertama.

Mempersiapkan kehamilan kedua mungkin akan sedikit lebih santai daripada yang dulu. Pun saat mempersiapkan anak untuk ASI eksklusif yang lebih baik dari pengalaman sebelumnya. Jangan lupa, setelah kelahiran anak kedua jangan pernah abaikan perasaan anak pertama ya, agar si kakak tahu bahwa dia tetap penting dan punya andil untuk menyayangi adiknya.

Baca Juga :

3 Trik Berkata ‘Tidak’ Pada Bawahan

3 Trik Berkata ‘Tidak’ Pada Bawahan

Anda yang sudah berada di posisi manajer tentu menikmati bahwa hierarki status sebagai senior atau atasan tidak berarti menciptakan Anda mudah menuliskan ‘tidak’ untuk bawahan/junior. Langkah ini akan menciptakan Anda tidak populer salah satu staf. Namun, ada tidak sedikit prioritas kerja yang butuh Anda kerjakan untuk mengawal ritme kinerja divisi yang kita pimpin, sampai-sampai Anda butuh berkata, ‘tidak’. Seperti apa pendekatannya?

• Perhatikan intonasi nada.
Sebagai pemimpin suatu tim, Anda sedang di relasi kuasa lebih tinggi dari staf yang kita pimpin. Salah sedikit, bisa-bisa kita dicap sebagai ‘diktator’ tak berhati. Dalam urusan ini, intonasi nada dan ekspresi kita memegang peranan terhadap keberhasilan ‘negosiasi’ dari penolakan Anda. Berikan atensi sarat terhadap argumen bawahan kita dengan empati. Ucapkan kata ‘tidak’ dalam bahasa yang sopan, dibuntuti argumen yang berfokus pada komitmen tim, bukan pribadi.

• Perbaiki komunikasi.
Kepemimpinan yang buruk bermula dari komunikasi yang buruk. Ketika kita tidak menyetujui gagasan atau permintaan dari staf, tidak boleh menolak dengan serta-merta. Meski kita dalam posisi sebagai pembuat keputusan, luangkan masa-masa dan energi guna menjelaskan kenapa pendapat, ide, atau permintaannya tidak dapat Anda penuhi.

• Minta tanggapan.
Setelah Anda menyimpulkan untuk berbicara ‘tidak’, bukalah ruang untuk bawahan kita untuk menyerahkan tanggapan, atau mengemukakan pertanyaan tersingkap terhadap keputusan kita ini. Langkah ini urgen untuk mengecek apakah bawahan Anda dapat menangkap dan mengetahui maksud Anda. Bereskan kesalahpahaman komunikasi sebelum Anda menyelesaikan diskusi.

Baca juga :

Langkah Perbaikan Transportasi Kota Serang Banten

Langkah Perbaikan Transportasi Kota Serang Banten

Langkah Perbaikan Transportasi Kota Serang Banten
Langkah Perbaikan Transportasi Kota Serang Banten

Kota Serang dalam kurun waktu 10 tahun terakhir telah mengalami pertumbuhan ekonomi dan penduduk yang cukup signifikan. Data Banten Dalam Angka menunjukkan jumlah penduduk Kota Serang Tahun 2010 sebanyak 500 ribu jiwa dengan luas Kota 266,71 Km2 atau rata – rata 1876 jiwa per Km2. Pertumbuhan jumlah penduduk yang cukup pesat di Kota Serang salah satunya disebabkan karena Serang sebagai ibukota Provinsi Banten mempunyai tarikan tersendiri dari para urbanis dan juga penduduk dari provinsi dan kota lain.

Pertumbuhan jumlah penduduk tentunya berbanding lurus dengan pertambahan pergerakan barang dan orang. Hal ini menyebabkan pertumbuhan arus kendaraan yang cukup signifikan. Dalam kurun 5 tahun terakhir jaringan jalan di Kota Serang sudah terasa mulai sesak oleh tingginya pertumbuhan lalu lintas.  Tingginya pergerakan arus lalu lintas di satu sisi kurang di imbangi oleh penambahan kapasitas jalan raya yang menjadi moda transportasi utama di Kota Serang.

Kemacetan lalu lintas di dalam Kota Serang sekarang menjadi hal rutin terutama di jam – jam sibuk pada pagi dan sore hari. Kemacetan ini juga diperparah oleh beberapa faktor yaitu ; kurang disiplinnya para pengendara terutama mobil angkutan kota; pengurangan kapasitas jalan oleh on street parking, penggunaan badan jalan dan bahu jalan bukan untuk kepentingan jalan, fasilitas pedestrian yang tidak memadai, dan banyak hal lainnya yang turut memberikan sumbangsih atas kesemrawutan lalu lintas.

Kota Serang dalam kurun waktu 10 tahun terakhir telah mengalami pertumbuhan ekonomi dan penduduk yang cukup signifikan. Data Banten Dalam Angka menunjukkan jumlah penduduk Kota Serang Tahun 2010 sebanyak 500 ribu jiwa dengan luas Kota 266,71 Km2 atau rata – rata 1876 jiwa per Km2. Pertumbuhan jumlah penduduk yang cukup pesat di Kota Serang salah satunya disebabkan karena Serang sebagai ibukota Provinsi Banten mempunyai tarikan tersendiri dari para urbanis dan juga penduduk dari provinsi dan kota lain.

Pertumbuhan jumlah penduduk tentunya berbanding lurus dengan pertambahan pergerakan barang dan orang. Hal ini menyebabkan pertumbuhan arus kendaraan yang cukup signifikan. Dalam kurun 5 tahun terakhir jaringan jalan di Kota Serang sudah terasa mulai sesak oleh tingginya pertumbuhan lalu lintas.  Tingginya pergerakan arus lalu lintas di satu sisi kurang di imbangi oleh penambahan kapasitas jalan raya yang menjadi moda transportasi utama di Kota Serang.

Kemacetan lalu lintas di dalam Kota Serang sekarang menjadi hal rutin terutama di jam – jam sibuk pada pagi dan sore hari. Kemacetan ini juga diperparah oleh beberapa faktor yaitu ; kurang disiplinnya para pengendara terutama mobil angkutan kota; pengurangan kapasitas jalan oleh on street parking, penggunaan badan jalan dan bahu jalan bukan untuk kepentingan jalan, fasilitas pedestrian yang tidak memadai, dan banyak hal lainnya yang turut memberikan sumbangsih atas kesemrawutan lalu lintas.

Biografi KH Achmad Mustofa Bisri

Biografi KH Achmad Mustofa Bisri

Kiyai, penyair, novelis, pelukis, budayawan dan cendekiawan muslim, ini sudah berikan warna baru terhadap peta perjalanan kehidupan sosial dan politik para ulama. Ia kiyai yang bersahaja, bukan kiyai yang ambisius. Ia kiyai pembelajar bagi para ulama dan umat. Pengasuh Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin, Rembang, Jawa Tengah, ini enggan (menolak) dicalonkan jadi Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama di dalam Muktamar NU ke-31 28/11-2/12-2004 di Boyolali, Jawa Tengah.

KH Achmad Mustofa Bisri, akrab dipanggil Gus Mus, ini mempunyai komitmen harus bisa mengukur diri. Setiap hendak memasuki instansi apapun, ia senantiasa terutama dahulu mengukur diri. Itulah yang dilakoninya saat Gus Dur mencalonkannya di dalam penentuan Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama terhadap Muktamar NU ke-31 itu.

“Saya harus bisa mengukur diri sendiri. Mungkin lebih baik aku senantiasa berada di luar, memberi tambahan masukan dan kritikan bersama dengan langkah saya,” mengetahui alumnus Al Azhar University, Kairo (Mesir), ini, yang saat kuliah mempunyai hobi main sepakbola dan bulutangkis. Setelah tak lagi miliki selagi meneruskan hobi lamanya, ulama ini lalu bertekun hobi membaca buku sastra dan budaya, menulis dan memasak, juga matang makanan Arab bersama dengan bumbu tambahan.

Lahir di Rembang, Jawa Tengah, 10 Agustus 1944, dari keluarga santri. Kakeknya, Kyai Mustofa Bisri adalah seorang ulama. Demikian pula ayahnya, KH Bisri Mustofa, yang th. 1941 mendirikan Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin, adalah seorang ulama karismatik termasyur.

Ia dididik orangtuanya bersama dengan keras lebih-lebih kecuali menyangkut prinsip-prinsip agama. Namun, pendidikan dasar dan menengahnya terbilang kacau. Setamat sekolah dasar th. 1956, ia melanjut ke sekolah tsanawiyah. Baru setahun di tsanawiyah, ia keluar, lalu masuk Pesantren Lirboyo, Kediri selama dua tahun. Kemudian ganti lagi ke Pesantren Krapyak, Yogyakarta. Di Yogyakarta, ia diasuh oleh KH Ali Maksum selama hampur tiga tahun. Ia lalu lagi ke Rembang untuk mengaji langsung diasuh ayahnya.

KH Ali Maksum dan ayahnya KH Bisri Mustofa adalah guru yang paling banyak pengaruhi perjalanan hidupnya. Kedua kiyai itu memberi tambahan kebebasan kepada para santri untuk mengembangkan bakat seni.

Kemudian th. 1964, dia dikirim ke Kairo, Mesir, studi di Universitas Al-Azhar, mengambil alih jurusan studi keislaman dan bhs Arab, sampai tamat th. 1970. Ia satu angkatan bersama dengan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Menikah bersama dengan Siti Fatimah, ia dikaruniai tujuh orang anak, enam di antaranya perempuan. Anak laki laki satu-satunya adalah si bungsu Mochamad Bisri Mustofa, yang lebih memilih tinggal di Madura dan jadi santri di sana. Kakek dari empat cucu ini sehari-hari tinggal di lingkungan pondok hanya bersama dengan istri dan anak keenamnya Almas.

Setelah abangnya KH Cholil Bisri meninggal dunia, ia sendiri memimpin dan mengasuh Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin, didampingi putra Cholil Bisri. Pondok yang terletak di Desa Leteh, Kecamatan Rembang Kota, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, 115 kilometer arah timur Kota Semarang, itu sudah berdiri sejak th. 1941.

Keluarga Mustofa Bisri menduduki sebuah tempat tinggal kuno wakaf yang terlihat sederhana tapi asri, terletak di kawasan pondok. Ia biasa menerima tamu di area seluas 5 x 12 mtr. berkarpet hijau dan memuat satu set kursi tamu rotan yang usang dan sofa cokelat. Ruangan tamu ini kerap pula jadi tempat mengajar santrinya.

Pintu area depan tempat tinggal terbuka selama 24 jam bagi siapa saja. Para tamu yang singgah ke tempat tinggal melalui tengah malam bisa langsung tidur-tiduran di karpet, tanpa harus membangunkan penghuninya. Dan apabila subuh tiba, keluarga Gus Mus dapat memberi salam mereka bersama dengan ramah. Sebagai tempat tinggal wakaf, Gus Mus yang rambutnya sudah memutih berprinsip, barang siapa boleh tinggal di situ.

Di luar aktivitas rutin sebagai ulama, dia juga seorang budayawan, pelukis dan penulis. Dia sudah menulis belasan buku fiksi dan nonfiksi. Justru melalui karya budayanyalah, Gus Mus kerap kali menunjukkan sikap kritisnya terhadap “budaya” yang berkembang di dalam masyarakat. Tahun 2003, misalnya, saat goyang ngebor pedangdut Inul Daratista menyebabkan pro dan kontra di dalam masyarakat, Gus Mus justru memamerkan lukisannya yang berjudul “Berdzikir Bersama Inul”. Begitulah langkah Gus Mus mendorong “perbaikan” budaya yang berkembang selagi itu.

Bakat lukis Gus Mus terasah sejak era remaja, selagi mondok di Pesantren Krapyak, Yogyakarta. Ia kerap keluyuran ke rumah-rumah pelukis. Salah satunya bertandang ke tempat tinggal sang maestro seni lukis Indonesia, Affandi. Ia seringkali lihat langsung bagaimana Affandi melukis. Sehingga tiap-tiap kali tersedia selagi luang, di dalam bantinnya kerap muncul dorongan menggambar. “Saya ambil spidol, pena, atau cat air untuk corat-coret. Tapi kumat-kumatan, kadang-kadang, dan tidak pernah serius,” kata Gus Mus, perokok berat yang sehari-hari menghabiskan dua setengah bungkus rokok.

Gus Mus, terhadap akhir th. 1998, pernah memamerkan sebanyak 99 lukisan amplop, dilengkapi 10 lukisan bebas dan 15 kaligrafi, digelar di Gedung Pameran Seni Rupa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta. Kurator seni rupa, Jim Supangkat, menyebutkan, kapabilitas ekspresi Mustofa Bisri terkandung terhadap garis grafis. Kesannya ritmik menuju zikir sebabkan lukisannya beda bersama dengan kaligrafi. “Sebagian besar kaligrafi yang tersedia terkesan tulisan yang diindah-indahkan,” kata Jim Supangkat, berikan apresiasi kepada Gus Mus yang pernah lebih dari satu kali jalankan pameran lukisan.

Sedangkan bersama dengan puisi, Gus Mus mulai mengakrabinya selagi studi di Kairo, Mesir. Ketika itu Perhimpunan Pelajar Indonesia di Mesir membikin majalah. Salah satu pengasuh majalah adalah Gus Dur. Setiap kali tersedia halaman kosong, Mustofa Bisri diminta isikan bersama dengan puisi-puisi karyanya. Karena Gus Dur juga mengetahui Mustofa bisa melukis, maka, ia diminta membuat lukisan juga sehingga jadilah coret-coretan, atau kartun, atau apa saja, yang mutlak tersedia gambar pengisi halaman kosong. Sejak itu, Mustofa hanya menyimpan puisi karyanya di rak buku.

Namun adalah Gus Dur pula yang ‘mengembalikan’ Gus Mus ke habitat perpuisian. Pada th. 1987, saat jadi Ketua Dewan Kesenian Jakarta, Gus Dur sebabkan acara “Malam Palestina”. Salah satu mata acara adalah pembacaan puisi karya para penyair Timur Tengah. Selain pembacaan puisi terjemahan, juga dilaksanakan pembacaan puisi aslinya. Mustofa, yang fasih berbahasa Arab dan Inggris, mendapat tugas membaca karya penyair Timur Tengah di dalam bhs aslinya. Sejak itulah Gus Mus mulai bergaul bersama dengan para penyair.

Sejak Gus Mus tampil di Taman Ismail Marzuki, itu kepenyairannya mulai diperhitungkan di kancah perpuisian nasional. Undangan membaca puisi mengalir dari
berbagai kota. Bahkan ia juga diundang ke Malaysia, Irak, Mesir, dan lebih dari satu negara Arab lainnya untuk berdiskusi persoalan kesenian dan membaca puisi. Berbagai negeri sudah didatangi kyai yang saat muda pernah miliki permintaan aneh, yaitu salaman bersama dengan Menteri Agama dan menyampaikan salam dari orang-orang di kampungnya. Untuk maksud tersebut ia berulang-kali singgah ke kantor sang menteri. Datang pertama kali, ditolak, ke-2 kali juga ditolak. Setelah satu bulan, ia diizinkan ketemu menteri meskipun hanya tiga menit.

Kyai bertubuh kurus berkacamata minus ini sudah melahirkan ratusan sajak yang disatuka di dalam lima buku kumpulan puisi: Ohoi, Kumpulan Puisi Balsem (1988), Tadarus Antologi Puisi (1990), Pahlawan dan Tikus (1993), Rubaiyat Angin dan Rumput (1994), dan Wekwekwek (1995). Selain itu ia juga menulis prosa yang disatuka di dalam buku Nyamuk Yang Perkasa dan Awas Manusia (1990).

Tentang kepenyairan Gus Mus, ‘Presiden Penyair Indonesia’ Sutardji Calzoum Bachri menilai, jenis pengucapan puisi Mustofa tidak berbunga-bunga, sajak-sajaknya tidak mengusahakan bercantik-cantik di dalam jenis pengucapan. Tapi melalui kewajaran dan kesederhanaan berucap atau berbahasa, yang tumbuh dari ketidakinginan untuk mengada-ada. Bahasanya langsung, gamblang, tapi tidak menjadikan puisinya tawar atau klise. “Sebagai penyair, ia bukan penjaga taman kata-kata. Ia penjaga dan pendamba kearifan,” kata Sutardji.

Kerap berikan ceramah dan tampil di mimbar seminar adalah lumrah bagi Gus Mus. Yang menarik, pernah di dalam sebuah ceramah, hadirin berharap sang kiai membacakan puisi. Suasana hening. Gus Mus lalu beraksi: “Tuhan, kita amat sibuk. Sudah.”

Sebagai cendekiawan muslim, Gus Mus mengamalkan pengetahuan yang didapat bersama dengan langkah menulis lebih dari satu buku keagamaan. Ia juga produktif menulis buku yang tidak serupa bersama dengan buku para kyai di pesantren. Tahun 1979, ia bersama dengan KH M. Sahal Mahfudz menerjemahkan buku ensiklopedia ijmak. Ia juga menyusun buku tasawuf berjudul Proses Kebahagiaan (1981). Selain itu, ia menyusun tiga buku berkenaan fikih yaitu Pokok-Pokok Agama (1985), Saleh Ritual, Saleh Sosial (1990), dan Pesan Islam Sehari-hari (1992).

Ia lalu menerbitkan buku berkenaan humor dan esai, “Doaku untuk Indonesia” dan “Ha Ha Hi Hi Anak Indonesia”. Buku yang memuat kumpulan humor sejak zaman Rasullah dan cerita-cerita lucu Indonesia. Menulis kolom di fasilitas massa sudah dimulainya sejak muda. Awalnya, hatinya “panas” kecuali tulisan kakaknya, Cholil Bisri, dimuat fasilitas koran lokal dan guntingan korannya ditempel di tembok. Ia pun tergerak untuk menulis. Jika dimuat, guntingan korannya ditempel menutupi guntingan tulisan sang kakak. Gus Mus juga rajin sebabkan catatan harian.

Seperti biasanya kyai lainnya, Mustofa banyak menghabiskan selagi untuk aktif berorganisasi, seperti di NU. Tahun 1970, sepulang studi dari Mesir, ia jadi tidak benar satu pengurus NU Cabang Kabupaten Rembang. Kemudian, th. 1977, ia menduduki jabatan Mustasyar, semacam Dewan Penasihat NU Wilayah Jawa Tengah. Pada Muktamar NU di Cipasung, Jawa Barat, th. 1994, ia dipercaya jadi Rais Syuriah PB NU.

Enggan Ketua PB NU
Kesederhanaannya sudah berikan warna baru terhadap peta perjalanan kehidupan sosial dan politik para ulama. Ia didorong-dorong oleh Gus Dur dan kawan-kawan dari group NU kultural, untuk mau mencalonkan diri sebagai calon ketua lazim PB NU terhadap Muktamar NU ke-31 th. 2004, di Boyolali, Jawa Tengah. Tujuannya, untuk menandingi dan menghentikan langkah maju KH Hasyim Muzadi dari group NU struktural. Kawan karib Gus Dur selama studi di Kairo, Mesir, ini diakui tidak benar satu ulama yang berpotensi menghentikan laju ketua lazim lama. Namun Gus Mus justru bersikukuh menolak.

Alhasil, Hasyim Muzadi mantan calon wakil presiden berpasangan bersama dengan calon presiden Megawati Soekarnoputri dari PDI Perjuangan, terhadap Pemilu Preisden 2004, itu terpilih lagi sebagai Ketua Dewan Tanfidziah ‘berpasangan’ bersama dengan KH Achmad Sahal Makhfud sebagai Rois Aam Dewan Syuriah PB NU. Muktamar sukses meninggalkan catatan tersendiri bagi KH Achmad Mustofa Bisri, yaitu ia sukses menampik permintaan kuat Gus Dur, ulama ‘kontroversial’.

Ternyata langkah seperti itu bukan kali pertama dilakukannya. Jika tidak mulai cocok berada di suatu lembaga, dia bersama dengan elegan menarik diri. Sebagai misal, meskipun pernah tercatat sebagai bagian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah th. 1987-1992, mewakili PPP, demikianlah pula pernah sebagai bagian Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), mantan Rois Syuriah PB NU periode 1994-1999 dan 1999-2004 ini tidak pernah mau dicalonkan untuk menjabat lagi di ke-2 instansi tersebut. Lalu, saat NU ramai-ramai mendirikan partai PKB, ia senantiasa tak mau turun gelanggang politik lebih-lebih terlibat aktif di dalamnya.

Demikian pula di dalam Pemilu Legislatif 2004, meski namanya sudah ditetapkan sebagai calon bagian Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Jawa Tengah, ia lalu memilih mengundurkan diri sebelum akan penentuan itu sendiri digelar. Ia mulai dirinya bukan orang yang tepat untuk memasuki bidang pemerintahan. Ia merasa, bersama dengan jadi wakil rakyat, ternyata apa yang diberikannya tidak sebanding bersama dengan yang diberikan oleh rakyat. “Selama aku jadi bagian DPRD, kerap berlangsung pertikaian di di dalam batin saya, dikarenakan sebagai wakil rakyat, yang menerima lebih banyak dibandingkan bersama dengan apa yang bisa aku memberikan kepada rakyat Jawa Tengah,” kata Mustofa mengenang pengalaman dan pertentangan batin yang dia alami selama jadi politisi.

Dicalonkan jadi ketua lazim PB NU sudah seringkali dialami Gus Mus. Dalam lebih dari satu kali mukhtamar, namanya senantiasa saja dicuatkan ke permukaan. Ia adalah langganan “calon ketua umum” dan bersamaan itu ia senantiasa pula menolak. Di Boyolali 2004 namanya digandang-gandang sebagai calon ketua umum. Bahkan dikabarkan para kyai sepuh sudah berharap kesediaannya. Sampai-sampai utusan kyai sepuh menemui ibunya, Ma’rafah Cholil, sehingga mengizinkan anaknya dicalonkan. Sang ibu tambah hanya menjawab lugas khas warga ulama NU, ”Mustofa itu tak jadi Ketua Umum PB NU saja sudah tak pernah di rumah, lebih-lebih kecuali jadi ketua umum. Nanti aku tak pernah ketemu.”

Gus Mus sendiri yang terlihat enggan dicalonkan, bersama dengan cekatan menyebutkan, “Saya mempunyai hak prerogatif untuk menolak,” ucap pria bertutur kata lembut yang memang berkawan karib bersama dengan Gus Dur selama studi di Kairo, Mesir. Saking karibnya, Gus Mus pernah berharap makan kepada Gus Dur selama berbulan-bulan dikarenakan beasiswanya belum turun-turun. Persahabatan tetap berlanjut sampai sekarang. Kalau Gus Dur melawat ke Jawa Timur dan singgah di Rembang, biasanya singgah ke tempat tinggal Gus Mus. Sebaliknya, apabila dia singgah ke Jakarta, sebisa-bisanya bertandang ke tempat tinggal Gus Dur. Selain saling kunjung, mereka tak jarang pula berkomunikasi melalui telepon

Sumber : https://tokoh.co.id/

Baca Juga :

Biografi Pele (Edson Arantes Do Nascimento)

Biografi Pele (Edson Arantes Do Nascimento)

Edson Arantes Do Nascimento (lebih dikenal sebagai Pelé) lahir tanggal 23 Oktober 1940, dikenal sebagai legenda dan pemain sepakbola paling baik yang dulu ada. Ia dibesarkan didalam keluarga yang terlampau miskin di Tres Coracos, Brasil. Dia pertama kali studi permainan sepak bola berasal dari ayahnya, Dondinho, yang termasuk merupakan pemain bola, tetapi berhenti berasal dari bermain kora karene terkena cedera patah kaki.

Pelé mulai bermain sepak bola untuk liga lokal-klub kecil kala ia tetap remaja. Ketika dia tidak bermain sepak bola ia menyemir sepatu untuk melacak uang. Bakat Pele pertama kali ditemukan oleh mantan pemain Brasil Waldemar de Brito. Kala itu usia Pele baru menginjak 11 tahun. Brito membawa Pelé ke Sao Paulo ia meyakinkan kepada direktur tim profesional di Santos, “Anak ini akan jadi pemain sepakbola terbesar di dunia.” Menginjak usia 15 tahun Pele mulai direkrut ke klub Santos. Cukup satu tahun ia segera mengawali debut di Santos bersama sebuah gol selagi klubnya berjumpa Corinthians, September 1956. Kala itu publik sepakbola Brasil menyakini bahwa legenda sepakbola dunia telah lahir.

Di usianya yang ke-17, Pele mengawali debut di Piala Dunia Swedia 1958. Dalam ajang yang mirip termasuk Brasil untuk pertama kalinya berhasil merebut gelar Piala Dunia. Pele jadi pemain termuda yang dapat menjaringkan 6 gol didalam ajang Piala Dunia. Pele menjaringkan gol kemenangan selagi melawan Wales, mencetak hattrick selagi melawan Perancis di semifinal dan mencetak dua gol ulang selagi Brasil membungkam tuan tempat tinggal Swedia 5-2 di final.

Ukuran postur tubuh pele yang berukuran layaknya anak laki-laki pada umumnya, ia punya kecepatan yang luar biasa, mengontrol keseimbangan tubuh yang luar biasa, intelejensi yang luar biasa, kapabilitas untuk mengontrol bola yang luar biasa, dan kapabilitas untuk menembak kuat dan akurat bersama keliru satu kaki dan menyundul bersama kepalanya.

Empat tahun sesudah itu ia bermain di Piala Dunia. Cedera betul-betul yang dialami selagi bermain di partai pembuka melawan Meksiko membawa dampak Pele perlu bahagia lihat kejayaan rekan-rekan setimnya selagi keluar sebagai juara di Piala Dunia 1962.

Klub-klub kaya Eropa tawarkan ongkos besar untuk mendatangkan pemain muda layaknya pele, tetapi pemerintah Brasil menunjukkan Pelé adalah harta nasional dan mencegah dia untuk ditransfer ke luar negeri.

Pada Piala Dunia 1966 di Inggris, karena Pele punya kapabilitas yang luar dapat dan beresiko bagi tim lawan agar setiap gerak geriknya senantiasa diawasi setiap lawanya. Mengakibatkan setiap gerakan Pele dijegal oleh pemain tim lawan, lebih dari satu tackle brutal berasal dari Bulgaria dan Portugis membawa dampak Pele mangalami cidera serius. Sehingga pele tidak dapat mengikuti pertandingan selanjutnya. Ironisnya tanpa kehadiran Pele, selagi itu Brasil mengalami nasib tragis karena perlu tersingkir di babak awal. Tapi penampilan Pelé paling baik tetap akan dating pada piala dunia
berikutnya.

Pele perlu menanti hingga Piala Dunia 1970 diselenggarakan. Saat itu obsesinya untuk membawa Brasil memboyong tropi Jules Rimet untuk senantiasa akhirnya jadi kenyataan. Bersama Jairzinho, Tostao, Rivelino, dan Carlos Alberto, Pele berhasil jadi pemain pertama yang dapat merasakan tiga kali jadi juara dunia. Dalam partai final pada Piala dunia 1970 itu termasuk Pele dapat melengkapi rekor gol ke-100 yang dijaringkan Brasil sepanjang mengikuti Piala Dunia. Usai partai final Piala Dunia 1970 harian terkemuka Sunday Times didalam headline-nya mengangkat judul : “Bagaimana kamu mengeja Pele? G-O-D (T-U-H-A-N/red)”.

Dalam banyak hal, Pelé adalah atlet lengkap. Dengan keahlian dan kelincahan, dia dapat saja bermain di posisi apapun di lapangan, tetapi ia menentukan bermain pada sayap kiri dan senantiasa mengenakan kaos kebanggannay nomor-10. Dia punya keseimbangan yang hebat, yang sangat mungkin dia untuk menggiring bola bersama mudah, dan kapabilitas menempatkan posisi yang luar biasa.

Pada 1 Oktober 1977, merupakan pertandingan paling akhir pele, permainan antara Cosmos dan Santos, tiket telah terjual habis enam minggu sebelumnya, diliput oleh 650 wartawan dan disiarkan di 38 negara. Muhammad Ali memeluk dia di ruang ubah sebelum akan pertandingan diawali dan berkata, “Sekarang tersedia dua bintang besar.” Dalam konfresi persnya yang dihadiri pejabat, selebriti dan lebih berasal dari 75.000 penggemar, Pelé mendesak para masyarakat dunia untuk berikan perhatian kepada anak-anak dunia. Atas konfrensi pernya tersebut, audiens berteriak, “Cinta! Cinta! Love!”

Sepanjang kariernya sebagai pemain, Pele telah 92 memperkuat Brasil didalam partai internasional bersama koleksi 77 gol. Prestasinya di klub bersama Santos di Liga Brasil (1956-1974) maupun bersama New York Cosmo di Liga Amerika (1975-1977) termasuk terlampau spektakuler. Bersama Santos, Pele 11 kali menjuarai kompetisi Sao Paulo, 6 kali juara Piala Brasil, 2 kali juara Copa Libertadores serta 11 kali jadi topskor di kompetisi Sao Paulo. Secara total Pele telah mencetak 1281 gol didalam 1363 pertandingan. Bahkan setiap tanggal 19 November para pendukung Santos merayakan “Pele Day” atau “Hari-nya Pele” untuk mengenang gol ke-1000 yang dicetak Pele di Stadion Maracana.

Sejak menentukan pensiun berasal dari sepakbola, Pele yang kini menjabat sebagai duta besar keliling Brasil kerap jadi duta untuk mempromosikan negaranya. Dia termasuk jadi duta untuk badan dunia PBB dan UNICEF adalah satu-satunya pemain yang merasakan tiga kali mengangkat tropi Piala Dunia, pemain paling jenuis yang dulu terlahir di muka bumi. dijuluki sebagai pesepakbola paling sempurna. Setiap kali “Selecao” bermain cantik, orang pasti mengidentikannya bersama kehadiran si pemilik No. 10.

Di samping prestasi besar didalam sepak bola, ia menerbitkan lebih dari satu otobiografi terlaris, membintangi lebih dari satu film dokumenter dan semi-film dokumenter, dan terlibat banyak didalam pembuatan musik, termasuk seluruh sound track untuk film ‘Pelé’ (1977). Tahun 1978 ia menerima Penghargaan Perdamaian Internasional, dan pada 1980 ia diangkat jadi atlet abad ini.

Sumber : https://tutorialbahasainggris.co.id/

baca juga :