Langkah Perbaikan Transportasi Kota Serang Banten

Langkah Perbaikan Transportasi Kota Serang Banten

Langkah Perbaikan Transportasi Kota Serang Banten
Langkah Perbaikan Transportasi Kota Serang Banten

Kota Serang dalam kurun waktu 10 tahun terakhir telah mengalami pertumbuhan ekonomi dan penduduk yang cukup signifikan. Data Banten Dalam Angka menunjukkan jumlah penduduk Kota Serang Tahun 2010 sebanyak 500 ribu jiwa dengan luas Kota 266,71 Km2 atau rata – rata 1876 jiwa per Km2. Pertumbuhan jumlah penduduk yang cukup pesat di Kota Serang salah satunya disebabkan karena Serang sebagai ibukota Provinsi Banten mempunyai tarikan tersendiri dari para urbanis dan juga penduduk dari provinsi dan kota lain.

Pertumbuhan jumlah penduduk tentunya berbanding lurus dengan pertambahan pergerakan barang dan orang. Hal ini menyebabkan pertumbuhan arus kendaraan yang cukup signifikan. Dalam kurun 5 tahun terakhir jaringan jalan di Kota Serang sudah terasa mulai sesak oleh tingginya pertumbuhan lalu lintas.  Tingginya pergerakan arus lalu lintas di satu sisi kurang di imbangi oleh penambahan kapasitas jalan raya yang menjadi moda transportasi utama di Kota Serang.

Kemacetan lalu lintas di dalam Kota Serang sekarang menjadi hal rutin terutama di jam – jam sibuk pada pagi dan sore hari. Kemacetan ini juga diperparah oleh beberapa faktor yaitu ; kurang disiplinnya para pengendara terutama mobil angkutan kota; pengurangan kapasitas jalan oleh on street parking, penggunaan badan jalan dan bahu jalan bukan untuk kepentingan jalan, fasilitas pedestrian yang tidak memadai, dan banyak hal lainnya yang turut memberikan sumbangsih atas kesemrawutan lalu lintas.

Kota Serang dalam kurun waktu 10 tahun terakhir telah mengalami pertumbuhan ekonomi dan penduduk yang cukup signifikan. Data Banten Dalam Angka menunjukkan jumlah penduduk Kota Serang Tahun 2010 sebanyak 500 ribu jiwa dengan luas Kota 266,71 Km2 atau rata – rata 1876 jiwa per Km2. Pertumbuhan jumlah penduduk yang cukup pesat di Kota Serang salah satunya disebabkan karena Serang sebagai ibukota Provinsi Banten mempunyai tarikan tersendiri dari para urbanis dan juga penduduk dari provinsi dan kota lain.

Pertumbuhan jumlah penduduk tentunya berbanding lurus dengan pertambahan pergerakan barang dan orang. Hal ini menyebabkan pertumbuhan arus kendaraan yang cukup signifikan. Dalam kurun 5 tahun terakhir jaringan jalan di Kota Serang sudah terasa mulai sesak oleh tingginya pertumbuhan lalu lintas.  Tingginya pergerakan arus lalu lintas di satu sisi kurang di imbangi oleh penambahan kapasitas jalan raya yang menjadi moda transportasi utama di Kota Serang.

Kemacetan lalu lintas di dalam Kota Serang sekarang menjadi hal rutin terutama di jam – jam sibuk pada pagi dan sore hari. Kemacetan ini juga diperparah oleh beberapa faktor yaitu ; kurang disiplinnya para pengendara terutama mobil angkutan kota; pengurangan kapasitas jalan oleh on street parking, penggunaan badan jalan dan bahu jalan bukan untuk kepentingan jalan, fasilitas pedestrian yang tidak memadai, dan banyak hal lainnya yang turut memberikan sumbangsih atas kesemrawutan lalu lintas.

Biografi KH Achmad Mustofa Bisri

Biografi KH Achmad Mustofa Bisri

Kiyai, penyair, novelis, pelukis, budayawan dan cendekiawan muslim, ini sudah berikan warna baru terhadap peta perjalanan kehidupan sosial dan politik para ulama. Ia kiyai yang bersahaja, bukan kiyai yang ambisius. Ia kiyai pembelajar bagi para ulama dan umat. Pengasuh Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin, Rembang, Jawa Tengah, ini enggan (menolak) dicalonkan jadi Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama di dalam Muktamar NU ke-31 28/11-2/12-2004 di Boyolali, Jawa Tengah.

KH Achmad Mustofa Bisri, akrab dipanggil Gus Mus, ini mempunyai komitmen harus bisa mengukur diri. Setiap hendak memasuki instansi apapun, ia senantiasa terutama dahulu mengukur diri. Itulah yang dilakoninya saat Gus Dur mencalonkannya di dalam penentuan Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama terhadap Muktamar NU ke-31 itu.

“Saya harus bisa mengukur diri sendiri. Mungkin lebih baik aku senantiasa berada di luar, memberi tambahan masukan dan kritikan bersama dengan langkah saya,” mengetahui alumnus Al Azhar University, Kairo (Mesir), ini, yang saat kuliah mempunyai hobi main sepakbola dan bulutangkis. Setelah tak lagi miliki selagi meneruskan hobi lamanya, ulama ini lalu bertekun hobi membaca buku sastra dan budaya, menulis dan memasak, juga matang makanan Arab bersama dengan bumbu tambahan.

Lahir di Rembang, Jawa Tengah, 10 Agustus 1944, dari keluarga santri. Kakeknya, Kyai Mustofa Bisri adalah seorang ulama. Demikian pula ayahnya, KH Bisri Mustofa, yang th. 1941 mendirikan Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin, adalah seorang ulama karismatik termasyur.

Ia dididik orangtuanya bersama dengan keras lebih-lebih kecuali menyangkut prinsip-prinsip agama. Namun, pendidikan dasar dan menengahnya terbilang kacau. Setamat sekolah dasar th. 1956, ia melanjut ke sekolah tsanawiyah. Baru setahun di tsanawiyah, ia keluar, lalu masuk Pesantren Lirboyo, Kediri selama dua tahun. Kemudian ganti lagi ke Pesantren Krapyak, Yogyakarta. Di Yogyakarta, ia diasuh oleh KH Ali Maksum selama hampur tiga tahun. Ia lalu lagi ke Rembang untuk mengaji langsung diasuh ayahnya.

KH Ali Maksum dan ayahnya KH Bisri Mustofa adalah guru yang paling banyak pengaruhi perjalanan hidupnya. Kedua kiyai itu memberi tambahan kebebasan kepada para santri untuk mengembangkan bakat seni.

Kemudian th. 1964, dia dikirim ke Kairo, Mesir, studi di Universitas Al-Azhar, mengambil alih jurusan studi keislaman dan bhs Arab, sampai tamat th. 1970. Ia satu angkatan bersama dengan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Menikah bersama dengan Siti Fatimah, ia dikaruniai tujuh orang anak, enam di antaranya perempuan. Anak laki laki satu-satunya adalah si bungsu Mochamad Bisri Mustofa, yang lebih memilih tinggal di Madura dan jadi santri di sana. Kakek dari empat cucu ini sehari-hari tinggal di lingkungan pondok hanya bersama dengan istri dan anak keenamnya Almas.

Setelah abangnya KH Cholil Bisri meninggal dunia, ia sendiri memimpin dan mengasuh Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin, didampingi putra Cholil Bisri. Pondok yang terletak di Desa Leteh, Kecamatan Rembang Kota, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, 115 kilometer arah timur Kota Semarang, itu sudah berdiri sejak th. 1941.

Keluarga Mustofa Bisri menduduki sebuah tempat tinggal kuno wakaf yang terlihat sederhana tapi asri, terletak di kawasan pondok. Ia biasa menerima tamu di area seluas 5 x 12 mtr. berkarpet hijau dan memuat satu set kursi tamu rotan yang usang dan sofa cokelat. Ruangan tamu ini kerap pula jadi tempat mengajar santrinya.

Pintu area depan tempat tinggal terbuka selama 24 jam bagi siapa saja. Para tamu yang singgah ke tempat tinggal melalui tengah malam bisa langsung tidur-tiduran di karpet, tanpa harus membangunkan penghuninya. Dan apabila subuh tiba, keluarga Gus Mus dapat memberi salam mereka bersama dengan ramah. Sebagai tempat tinggal wakaf, Gus Mus yang rambutnya sudah memutih berprinsip, barang siapa boleh tinggal di situ.

Di luar aktivitas rutin sebagai ulama, dia juga seorang budayawan, pelukis dan penulis. Dia sudah menulis belasan buku fiksi dan nonfiksi. Justru melalui karya budayanyalah, Gus Mus kerap kali menunjukkan sikap kritisnya terhadap “budaya” yang berkembang di dalam masyarakat. Tahun 2003, misalnya, saat goyang ngebor pedangdut Inul Daratista menyebabkan pro dan kontra di dalam masyarakat, Gus Mus justru memamerkan lukisannya yang berjudul “Berdzikir Bersama Inul”. Begitulah langkah Gus Mus mendorong “perbaikan” budaya yang berkembang selagi itu.

Bakat lukis Gus Mus terasah sejak era remaja, selagi mondok di Pesantren Krapyak, Yogyakarta. Ia kerap keluyuran ke rumah-rumah pelukis. Salah satunya bertandang ke tempat tinggal sang maestro seni lukis Indonesia, Affandi. Ia seringkali lihat langsung bagaimana Affandi melukis. Sehingga tiap-tiap kali tersedia selagi luang, di dalam bantinnya kerap muncul dorongan menggambar. “Saya ambil spidol, pena, atau cat air untuk corat-coret. Tapi kumat-kumatan, kadang-kadang, dan tidak pernah serius,” kata Gus Mus, perokok berat yang sehari-hari menghabiskan dua setengah bungkus rokok.

Gus Mus, terhadap akhir th. 1998, pernah memamerkan sebanyak 99 lukisan amplop, dilengkapi 10 lukisan bebas dan 15 kaligrafi, digelar di Gedung Pameran Seni Rupa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta. Kurator seni rupa, Jim Supangkat, menyebutkan, kapabilitas ekspresi Mustofa Bisri terkandung terhadap garis grafis. Kesannya ritmik menuju zikir sebabkan lukisannya beda bersama dengan kaligrafi. “Sebagian besar kaligrafi yang tersedia terkesan tulisan yang diindah-indahkan,” kata Jim Supangkat, berikan apresiasi kepada Gus Mus yang pernah lebih dari satu kali jalankan pameran lukisan.

Sedangkan bersama dengan puisi, Gus Mus mulai mengakrabinya selagi studi di Kairo, Mesir. Ketika itu Perhimpunan Pelajar Indonesia di Mesir membikin majalah. Salah satu pengasuh majalah adalah Gus Dur. Setiap kali tersedia halaman kosong, Mustofa Bisri diminta isikan bersama dengan puisi-puisi karyanya. Karena Gus Dur juga mengetahui Mustofa bisa melukis, maka, ia diminta membuat lukisan juga sehingga jadilah coret-coretan, atau kartun, atau apa saja, yang mutlak tersedia gambar pengisi halaman kosong. Sejak itu, Mustofa hanya menyimpan puisi karyanya di rak buku.

Namun adalah Gus Dur pula yang ‘mengembalikan’ Gus Mus ke habitat perpuisian. Pada th. 1987, saat jadi Ketua Dewan Kesenian Jakarta, Gus Dur sebabkan acara “Malam Palestina”. Salah satu mata acara adalah pembacaan puisi karya para penyair Timur Tengah. Selain pembacaan puisi terjemahan, juga dilaksanakan pembacaan puisi aslinya. Mustofa, yang fasih berbahasa Arab dan Inggris, mendapat tugas membaca karya penyair Timur Tengah di dalam bhs aslinya. Sejak itulah Gus Mus mulai bergaul bersama dengan para penyair.

Sejak Gus Mus tampil di Taman Ismail Marzuki, itu kepenyairannya mulai diperhitungkan di kancah perpuisian nasional. Undangan membaca puisi mengalir dari
berbagai kota. Bahkan ia juga diundang ke Malaysia, Irak, Mesir, dan lebih dari satu negara Arab lainnya untuk berdiskusi persoalan kesenian dan membaca puisi. Berbagai negeri sudah didatangi kyai yang saat muda pernah miliki permintaan aneh, yaitu salaman bersama dengan Menteri Agama dan menyampaikan salam dari orang-orang di kampungnya. Untuk maksud tersebut ia berulang-kali singgah ke kantor sang menteri. Datang pertama kali, ditolak, ke-2 kali juga ditolak. Setelah satu bulan, ia diizinkan ketemu menteri meskipun hanya tiga menit.

Kyai bertubuh kurus berkacamata minus ini sudah melahirkan ratusan sajak yang disatuka di dalam lima buku kumpulan puisi: Ohoi, Kumpulan Puisi Balsem (1988), Tadarus Antologi Puisi (1990), Pahlawan dan Tikus (1993), Rubaiyat Angin dan Rumput (1994), dan Wekwekwek (1995). Selain itu ia juga menulis prosa yang disatuka di dalam buku Nyamuk Yang Perkasa dan Awas Manusia (1990).

Tentang kepenyairan Gus Mus, ‘Presiden Penyair Indonesia’ Sutardji Calzoum Bachri menilai, jenis pengucapan puisi Mustofa tidak berbunga-bunga, sajak-sajaknya tidak mengusahakan bercantik-cantik di dalam jenis pengucapan. Tapi melalui kewajaran dan kesederhanaan berucap atau berbahasa, yang tumbuh dari ketidakinginan untuk mengada-ada. Bahasanya langsung, gamblang, tapi tidak menjadikan puisinya tawar atau klise. “Sebagai penyair, ia bukan penjaga taman kata-kata. Ia penjaga dan pendamba kearifan,” kata Sutardji.

Kerap berikan ceramah dan tampil di mimbar seminar adalah lumrah bagi Gus Mus. Yang menarik, pernah di dalam sebuah ceramah, hadirin berharap sang kiai membacakan puisi. Suasana hening. Gus Mus lalu beraksi: “Tuhan, kita amat sibuk. Sudah.”

Sebagai cendekiawan muslim, Gus Mus mengamalkan pengetahuan yang didapat bersama dengan langkah menulis lebih dari satu buku keagamaan. Ia juga produktif menulis buku yang tidak serupa bersama dengan buku para kyai di pesantren. Tahun 1979, ia bersama dengan KH M. Sahal Mahfudz menerjemahkan buku ensiklopedia ijmak. Ia juga menyusun buku tasawuf berjudul Proses Kebahagiaan (1981). Selain itu, ia menyusun tiga buku berkenaan fikih yaitu Pokok-Pokok Agama (1985), Saleh Ritual, Saleh Sosial (1990), dan Pesan Islam Sehari-hari (1992).

Ia lalu menerbitkan buku berkenaan humor dan esai, “Doaku untuk Indonesia” dan “Ha Ha Hi Hi Anak Indonesia”. Buku yang memuat kumpulan humor sejak zaman Rasullah dan cerita-cerita lucu Indonesia. Menulis kolom di fasilitas massa sudah dimulainya sejak muda. Awalnya, hatinya “panas” kecuali tulisan kakaknya, Cholil Bisri, dimuat fasilitas koran lokal dan guntingan korannya ditempel di tembok. Ia pun tergerak untuk menulis. Jika dimuat, guntingan korannya ditempel menutupi guntingan tulisan sang kakak. Gus Mus juga rajin sebabkan catatan harian.

Seperti biasanya kyai lainnya, Mustofa banyak menghabiskan selagi untuk aktif berorganisasi, seperti di NU. Tahun 1970, sepulang studi dari Mesir, ia jadi tidak benar satu pengurus NU Cabang Kabupaten Rembang. Kemudian, th. 1977, ia menduduki jabatan Mustasyar, semacam Dewan Penasihat NU Wilayah Jawa Tengah. Pada Muktamar NU di Cipasung, Jawa Barat, th. 1994, ia dipercaya jadi Rais Syuriah PB NU.

Enggan Ketua PB NU
Kesederhanaannya sudah berikan warna baru terhadap peta perjalanan kehidupan sosial dan politik para ulama. Ia didorong-dorong oleh Gus Dur dan kawan-kawan dari group NU kultural, untuk mau mencalonkan diri sebagai calon ketua lazim PB NU terhadap Muktamar NU ke-31 th. 2004, di Boyolali, Jawa Tengah. Tujuannya, untuk menandingi dan menghentikan langkah maju KH Hasyim Muzadi dari group NU struktural. Kawan karib Gus Dur selama studi di Kairo, Mesir, ini diakui tidak benar satu ulama yang berpotensi menghentikan laju ketua lazim lama. Namun Gus Mus justru bersikukuh menolak.

Alhasil, Hasyim Muzadi mantan calon wakil presiden berpasangan bersama dengan calon presiden Megawati Soekarnoputri dari PDI Perjuangan, terhadap Pemilu Preisden 2004, itu terpilih lagi sebagai Ketua Dewan Tanfidziah ‘berpasangan’ bersama dengan KH Achmad Sahal Makhfud sebagai Rois Aam Dewan Syuriah PB NU. Muktamar sukses meninggalkan catatan tersendiri bagi KH Achmad Mustofa Bisri, yaitu ia sukses menampik permintaan kuat Gus Dur, ulama ‘kontroversial’.

Ternyata langkah seperti itu bukan kali pertama dilakukannya. Jika tidak mulai cocok berada di suatu lembaga, dia bersama dengan elegan menarik diri. Sebagai misal, meskipun pernah tercatat sebagai bagian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah th. 1987-1992, mewakili PPP, demikianlah pula pernah sebagai bagian Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), mantan Rois Syuriah PB NU periode 1994-1999 dan 1999-2004 ini tidak pernah mau dicalonkan untuk menjabat lagi di ke-2 instansi tersebut. Lalu, saat NU ramai-ramai mendirikan partai PKB, ia senantiasa tak mau turun gelanggang politik lebih-lebih terlibat aktif di dalamnya.

Demikian pula di dalam Pemilu Legislatif 2004, meski namanya sudah ditetapkan sebagai calon bagian Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Jawa Tengah, ia lalu memilih mengundurkan diri sebelum akan penentuan itu sendiri digelar. Ia mulai dirinya bukan orang yang tepat untuk memasuki bidang pemerintahan. Ia merasa, bersama dengan jadi wakil rakyat, ternyata apa yang diberikannya tidak sebanding bersama dengan yang diberikan oleh rakyat. “Selama aku jadi bagian DPRD, kerap berlangsung pertikaian di di dalam batin saya, dikarenakan sebagai wakil rakyat, yang menerima lebih banyak dibandingkan bersama dengan apa yang bisa aku memberikan kepada rakyat Jawa Tengah,” kata Mustofa mengenang pengalaman dan pertentangan batin yang dia alami selama jadi politisi.

Dicalonkan jadi ketua lazim PB NU sudah seringkali dialami Gus Mus. Dalam lebih dari satu kali mukhtamar, namanya senantiasa saja dicuatkan ke permukaan. Ia adalah langganan “calon ketua umum” dan bersamaan itu ia senantiasa pula menolak. Di Boyolali 2004 namanya digandang-gandang sebagai calon ketua umum. Bahkan dikabarkan para kyai sepuh sudah berharap kesediaannya. Sampai-sampai utusan kyai sepuh menemui ibunya, Ma’rafah Cholil, sehingga mengizinkan anaknya dicalonkan. Sang ibu tambah hanya menjawab lugas khas warga ulama NU, ”Mustofa itu tak jadi Ketua Umum PB NU saja sudah tak pernah di rumah, lebih-lebih kecuali jadi ketua umum. Nanti aku tak pernah ketemu.”

Gus Mus sendiri yang terlihat enggan dicalonkan, bersama dengan cekatan menyebutkan, “Saya mempunyai hak prerogatif untuk menolak,” ucap pria bertutur kata lembut yang memang berkawan karib bersama dengan Gus Dur selama studi di Kairo, Mesir. Saking karibnya, Gus Mus pernah berharap makan kepada Gus Dur selama berbulan-bulan dikarenakan beasiswanya belum turun-turun. Persahabatan tetap berlanjut sampai sekarang. Kalau Gus Dur melawat ke Jawa Timur dan singgah di Rembang, biasanya singgah ke tempat tinggal Gus Mus. Sebaliknya, apabila dia singgah ke Jakarta, sebisa-bisanya bertandang ke tempat tinggal Gus Dur. Selain saling kunjung, mereka tak jarang pula berkomunikasi melalui telepon

Sumber : https://tokoh.co.id/

Baca Juga :

Biografi Pele (Edson Arantes Do Nascimento)

Biografi Pele (Edson Arantes Do Nascimento)

Edson Arantes Do Nascimento (lebih dikenal sebagai Pelé) lahir tanggal 23 Oktober 1940, dikenal sebagai legenda dan pemain sepakbola paling baik yang dulu ada. Ia dibesarkan didalam keluarga yang terlampau miskin di Tres Coracos, Brasil. Dia pertama kali studi permainan sepak bola berasal dari ayahnya, Dondinho, yang termasuk merupakan pemain bola, tetapi berhenti berasal dari bermain kora karene terkena cedera patah kaki.

Pelé mulai bermain sepak bola untuk liga lokal-klub kecil kala ia tetap remaja. Ketika dia tidak bermain sepak bola ia menyemir sepatu untuk melacak uang. Bakat Pele pertama kali ditemukan oleh mantan pemain Brasil Waldemar de Brito. Kala itu usia Pele baru menginjak 11 tahun. Brito membawa Pelé ke Sao Paulo ia meyakinkan kepada direktur tim profesional di Santos, “Anak ini akan jadi pemain sepakbola terbesar di dunia.” Menginjak usia 15 tahun Pele mulai direkrut ke klub Santos. Cukup satu tahun ia segera mengawali debut di Santos bersama sebuah gol selagi klubnya berjumpa Corinthians, September 1956. Kala itu publik sepakbola Brasil menyakini bahwa legenda sepakbola dunia telah lahir.

Di usianya yang ke-17, Pele mengawali debut di Piala Dunia Swedia 1958. Dalam ajang yang mirip termasuk Brasil untuk pertama kalinya berhasil merebut gelar Piala Dunia. Pele jadi pemain termuda yang dapat menjaringkan 6 gol didalam ajang Piala Dunia. Pele menjaringkan gol kemenangan selagi melawan Wales, mencetak hattrick selagi melawan Perancis di semifinal dan mencetak dua gol ulang selagi Brasil membungkam tuan tempat tinggal Swedia 5-2 di final.

Ukuran postur tubuh pele yang berukuran layaknya anak laki-laki pada umumnya, ia punya kecepatan yang luar biasa, mengontrol keseimbangan tubuh yang luar biasa, intelejensi yang luar biasa, kapabilitas untuk mengontrol bola yang luar biasa, dan kapabilitas untuk menembak kuat dan akurat bersama keliru satu kaki dan menyundul bersama kepalanya.

Empat tahun sesudah itu ia bermain di Piala Dunia. Cedera betul-betul yang dialami selagi bermain di partai pembuka melawan Meksiko membawa dampak Pele perlu bahagia lihat kejayaan rekan-rekan setimnya selagi keluar sebagai juara di Piala Dunia 1962.

Klub-klub kaya Eropa tawarkan ongkos besar untuk mendatangkan pemain muda layaknya pele, tetapi pemerintah Brasil menunjukkan Pelé adalah harta nasional dan mencegah dia untuk ditransfer ke luar negeri.

Pada Piala Dunia 1966 di Inggris, karena Pele punya kapabilitas yang luar dapat dan beresiko bagi tim lawan agar setiap gerak geriknya senantiasa diawasi setiap lawanya. Mengakibatkan setiap gerakan Pele dijegal oleh pemain tim lawan, lebih dari satu tackle brutal berasal dari Bulgaria dan Portugis membawa dampak Pele mangalami cidera serius. Sehingga pele tidak dapat mengikuti pertandingan selanjutnya. Ironisnya tanpa kehadiran Pele, selagi itu Brasil mengalami nasib tragis karena perlu tersingkir di babak awal. Tapi penampilan Pelé paling baik tetap akan dating pada piala dunia
berikutnya.

Pele perlu menanti hingga Piala Dunia 1970 diselenggarakan. Saat itu obsesinya untuk membawa Brasil memboyong tropi Jules Rimet untuk senantiasa akhirnya jadi kenyataan. Bersama Jairzinho, Tostao, Rivelino, dan Carlos Alberto, Pele berhasil jadi pemain pertama yang dapat merasakan tiga kali jadi juara dunia. Dalam partai final pada Piala dunia 1970 itu termasuk Pele dapat melengkapi rekor gol ke-100 yang dijaringkan Brasil sepanjang mengikuti Piala Dunia. Usai partai final Piala Dunia 1970 harian terkemuka Sunday Times didalam headline-nya mengangkat judul : “Bagaimana kamu mengeja Pele? G-O-D (T-U-H-A-N/red)”.

Dalam banyak hal, Pelé adalah atlet lengkap. Dengan keahlian dan kelincahan, dia dapat saja bermain di posisi apapun di lapangan, tetapi ia menentukan bermain pada sayap kiri dan senantiasa mengenakan kaos kebanggannay nomor-10. Dia punya keseimbangan yang hebat, yang sangat mungkin dia untuk menggiring bola bersama mudah, dan kapabilitas menempatkan posisi yang luar biasa.

Pada 1 Oktober 1977, merupakan pertandingan paling akhir pele, permainan antara Cosmos dan Santos, tiket telah terjual habis enam minggu sebelumnya, diliput oleh 650 wartawan dan disiarkan di 38 negara. Muhammad Ali memeluk dia di ruang ubah sebelum akan pertandingan diawali dan berkata, “Sekarang tersedia dua bintang besar.” Dalam konfresi persnya yang dihadiri pejabat, selebriti dan lebih berasal dari 75.000 penggemar, Pelé mendesak para masyarakat dunia untuk berikan perhatian kepada anak-anak dunia. Atas konfrensi pernya tersebut, audiens berteriak, “Cinta! Cinta! Love!”

Sepanjang kariernya sebagai pemain, Pele telah 92 memperkuat Brasil didalam partai internasional bersama koleksi 77 gol. Prestasinya di klub bersama Santos di Liga Brasil (1956-1974) maupun bersama New York Cosmo di Liga Amerika (1975-1977) termasuk terlampau spektakuler. Bersama Santos, Pele 11 kali menjuarai kompetisi Sao Paulo, 6 kali juara Piala Brasil, 2 kali juara Copa Libertadores serta 11 kali jadi topskor di kompetisi Sao Paulo. Secara total Pele telah mencetak 1281 gol didalam 1363 pertandingan. Bahkan setiap tanggal 19 November para pendukung Santos merayakan “Pele Day” atau “Hari-nya Pele” untuk mengenang gol ke-1000 yang dicetak Pele di Stadion Maracana.

Sejak menentukan pensiun berasal dari sepakbola, Pele yang kini menjabat sebagai duta besar keliling Brasil kerap jadi duta untuk mempromosikan negaranya. Dia termasuk jadi duta untuk badan dunia PBB dan UNICEF adalah satu-satunya pemain yang merasakan tiga kali mengangkat tropi Piala Dunia, pemain paling jenuis yang dulu terlahir di muka bumi. dijuluki sebagai pesepakbola paling sempurna. Setiap kali “Selecao” bermain cantik, orang pasti mengidentikannya bersama kehadiran si pemilik No. 10.

Di samping prestasi besar didalam sepak bola, ia menerbitkan lebih dari satu otobiografi terlaris, membintangi lebih dari satu film dokumenter dan semi-film dokumenter, dan terlibat banyak didalam pembuatan musik, termasuk seluruh sound track untuk film ‘Pelé’ (1977). Tahun 1978 ia menerima Penghargaan Perdamaian Internasional, dan pada 1980 ia diangkat jadi atlet abad ini.

Sumber : https://tutorialbahasainggris.co.id/

baca juga :

Biografi Diego Armando Maradona

Biografi Diego Armando Maradona

Para pecinta sepak bola pasti paham Diego Maradona. Maradona adalah seorang legenda sepak bola dunia. Ia lahir terhadap tanggal 30 Oktober 1960 di daerah kumuh Villa Fiorito dekat Buenos Aires anak kelima berasal dari delapan bersaudara. Maradona masuk sepak bola profesional terhadap umur 15. Pada sementara ia berusia 16, Diego disebut masuk kedalam tim nasional Argentinos Juniors. Terlepas berasal dari bakatnya, Diego diakui terlampau muda oleh pelatih Cesar Menotti, yang menolak dia berasal dari seleksi untuk Piala Dunia th. 1978. Setahun kemudian, ia jalankan debut internasional dengan timnas Argentina. Pada th. 1981, ia dibeli klub Boca Juniors seharga 1 juta poundsterling. Yang terhadap th. pertama bergabungnya dia segera mempersembahkan trofi bikin Boca Junior yakni Campeonato Metropolitano.

Kemudian terhadap th. 1982, ia dijual ke FC Barcelona dengan harga 3 juta pounsterling, yang merupakan rekor dunia. Namun baru lebih dari satu lama bergabung, ia telah wajib istirahat kurang lebih setahun akibat cidera keras terhadapnya. Dan dengan klub catalan ini sukses merebut Copa del Rey dan termasuk merupakan awal berkibarnya kiprah Sang Legenda di Eropa

Maradona lantas ditransfer ke SSC Napoli terhadap th. 1984 dan membawa tim berikut jadi juara Seri A untuk pertama kalinya di dalam histori Napoli (1986/87 dan sesudah itu 1989/1990). Selain itu, ia termasuk menopang Napoli menjuarai Piala Italia terhadap th. 1987. Setahun sesudah itu (musim 88/89), Napoli mengalahkan Stuttgart untuk jadi juara Piala UEFA.

Pertunjukkan kehebatan Maradona adalah terhadap sementara berlangsungnya Piala Dunia 1986 di Meksiko, di mana Argentina muncul sebagai Juara Dunia untuk ke dua kalinya, setelah yang pertama terhadap th. 1978 di Argentina.Pada Piala Dunia di Meksiko tersebut, Maradona sebabkan gol terbaik sepanjang era yakni ketika Argentina berjumpa Inggris di babak perempat final. Pada sementara itu Maradona menggiring bola berasal dari tengah lapangan, sesudah itu melalui 5 orang pemain Inggris dan menaklukkan kiper kenamaan Inggris, Peter Shilton.

Sayangnya, terhadap partai berikut pula, Maradona sebabkan gol yang terlampau kontroversial pula. Gol berikut tercipta melalui bantuan tangan, tanpa diketahui oleh wasit. Setelah pertandingan, ketika dihadapkan dengan cuplikan video berasal dari goal kontroversialnya, Maradona menjawab “Bahkan jika mengfungsikan tangan, itu pasti tangan Tuhan”. Sehingga goal berikut dijuluki sebagai goal Tangan Tuhan. Controversial memang. Tapi terlepas berasal dari itu Maradona sebabkan goal yang memukau termasuk terhadap sementara itu. Ia selanjutnya mengakui bahwa hal berikut dilaksanakan dengan sengaja terhadap 22 Agustus 2005
Pada Piala Dunia selanjutnya th. 1990 di Italia, semua mata terlalu fokus ke Argentina dan bintang paling terang Diego Maradona. Dengan kebolehan Maradona, Argentina mengalahkan
Brazil, Yugoslavia dan Italia di dalam perjalanannya ke final. Paling berkesan adalah semi-final pada Argentina dan Italia bermain di klubnya Diego sendiri yakni Napoli. Namun demikian, Argentina mengalahkan Italia setelah tendangan penalti. Namun terhadap partai puncak Piala Dunia 1990, Argentina dikalahkan 0-1 oleh Jerman Barat.

Karirnya sesudah itu menanjak turun setelah itu, karir Maradona merosot. Pada bulan Maret 1991, ia dinyatakan positif doping dan dilarang bermain sepakbola sepanjang 15 bulan. Setelah bebas Maradona menolak untuk ulang ke Napoli setelah insiden Piala Dunia. Ia lebih memilih dengan Sevilla namun dipecat setahun kemudian. Ia lantas ulang ke Argentina dan bermain dengan Newell’s Old Boys sepanjang 5 pertandingan sebelum saat lagi-lagi dilarang bermain sepanjang 15 bulan karena ulang diketahui doping sementara Piala Dunia 1994 berlangsung.

Setelah sempat jadi pelatih bagi Deportivo Mandiyú (1994) dan Racing Club (1995) dan mencoba melanjutkan karir bermain dengan Boca pada th. 1995 dan 1997, ia selanjutnya pensiun terhadap 30 Oktober 1997.
Pada th. 2004, Maradona nyaris meninggal dunia akibat serangan jantung karena overdosis kokain. Setelah muncul berasal dari rumah sakit, ia jalankan operasi perut terhadap Maret 2005 untuk kurangi beratnya. Pada Agustus 2005, ia memulai karir baru sebagai pemandu acara talk show.

Pada 2008, Maradona secara mengejutkan terpilih jadi pelatih kepala Timnas Argentina. Dan, terhadap debutnya sebagai pelatih baru Tim Tango , Maradona sukses membawa timnya menumbangkan Skotlandia 1-0 di Glasgow . Maradona termasuk menunjuk Maxi Rodriguez , gelandang Atletico Madrid sebagai kapten baru timnas.

Berikut Data lengkap Diego Armando Maradona
Nama : Diego Armando Maradona
Tanggal Lahir : 30 Oktober 1960
Tempat Lahir : Lanús, Provincia de Buenos Aires Argentina
Posisi Pemain : Supporting Striker, Attacking Midfielder

KARIR KLUB
Argentinos Junior ( 1976-1980 ) 166 laga ( 116 gol )
Boca Junior ( 1981 )
Bercelona ( 1982 – 1983 ) 58 laga ( 38 gol )
Napoli ( 1984 -1991 ) 259 laga ( 115 gol )
Sevilla ( 1992 – 1993 ) 29 laga ( 7 gol )
Newell’s Old Boy ( 1993 )
Boca Junior ( 1995 – 1997 ) 71 laga ( 35 gol ) di gabung dengan th 1981

KARIR TIMNAS
Argentina Junior ( 1977 – 1979 ) 23 laga ( 11 gol )
Argentina ( 1977 – 1994 ) 91 laga ( 34 gol )

PRESTASI KLUB
Campeonato Metropolitano th 1981 ( Boca Junior )
Copa del Rey th 1983 ( Barcelona )
Serie A th 1987 dan 1990 ( Napoli )
Coppa Italia th 1987 ( Napoli )
Piala UEFA th 1989 ( Napoli )
Super Coppa Italia th 1990 ( Napoli )

PRESTASI TIMNAS
Piala Dunia U-20 th 1979
Piala Dunia 1986
Copa Artemio Franchi 1993

Penghargaan
Pada th. 2001, ia dipilih FIFA sebagai “Pemain Terbaik Abad Ini” dengan dengan Pele. Golnya terhadap Piala Dunia 1986, di mana ia melalui lima bek Inggris dan kiper Peter Shilton untuk mencetak gol tersebut, terpilih sebagai “Gol Abad Ini” di dalam voting yang dilaksanakan Fédération Internationale de Football Association

Baca Juga :

Di Balik Penderitaan

Di Balik Penderitaan

Di Balik Penderitaan
Di Balik Penderitaan

Suatu ketika, sebuah kapal yang tengah berlayar

mengarungi lautan luas mengalami sebuah kecelakaan dan lalu tenggelam. Dari sekian banyak penumpang yang ada, hanya satu orang saja berhasil menyelamatkan diri dan kemudian terdampar di sebuah pulau yang tidak berpenghuni dengan keadaan pingsan.

 

Keesokan harinya saat tersadar

ia terus memandangi lautan luas yang terbentang di hadapannya sambil berteriak meminta pertolongan. Ia berharap kalau-kalau ada kapal yang melintas di sekitar pulau itu dapat mengetahui keberadaannya lalu memberikan pertolongan. Tapi setelah beberapa hari melakukan hal itu, tak ada satu pun kapal melintasi pulau itu. Ia pun menjadi lelah melakukan hal itu terus-menerus, maka didirikannyalah sebuah gubuk kecil sebagai tempat berlindung dari panas dan dinginnya cuaca.

 

Hari terus berganti, tanpa terasa kini sudah lebih satu tahun

ia berada di pulau itu. Ia sudah terbiasa hidup di di sana dan mulai melupakan harapan untuk dapat keluar dari pula itu. Hari-hari yang ia lalui, dihabiskannya dengan rutinitas yang sama, yaitu untuk terus dapat bertahan hidup.

 

Suatu hari sepulang dari mengumpulkan bahan makanan

ia mendapati gubuknya terbakar dengan asap yang membumbung tinggi ke angkasa. Dalam keadaan itu ia merasa sangat marah, “Tuhan, mengapa Engkau lakukan ini kepadaku?” teriaknya.

Keesokan paginya, ia terbangun dan dikejutkan oleh suara keras. Dengan perasaan yang hampir tidak percaya, dilihatnya sebuah kapal berlabuh di pantai pulau itu untuk menyelamatkan dirinya. Ia pun lalu menghampiri kapal itu dan bertanya kepada orang yang ada di sana. “Bagaimana kalian tahu bahwa aku ada disini?”

“Kemarin kami melihat tanda asap tebal yang telah kau kirimkan.” jawab mereka.

***

Kawan, terkadang keberuntungan itu datang di balik apa yang kita sebut dengan musibah. Maka tetaplah sabar dan cobalah untuk selalu berpikiran terbuka dalam menghadapi setiap cobaan itu. Mungkin saja di balik itu semua terdapat sebuah anugerah yang diperuntukkan Tuhan kepada kita, bukankah sering kali keberuntungan itu datang dari hal yang tidak kita duga?… Kawan, dalam hidup ini kita tidak pernah benar-benar tahu apa yang menjadi rahasia Tuhan kepada kita.

Baca Juga : 

Panduan Memilih Sepeda Gunung

Panduan Memilih Sepeda Gunung

 

Panduan Memilih Sepeda Gunung

Apakah Anda berencana membeli sepeda gunung?

Jika ya, ketahuilah bahwa desain, frame, bahan dan suspensi sepeda gunung memang dibuat untuk keperluan khusus, sehingga keputusan untuk membelinya bukan sekedar berdasarkan warna dan ukuran. Pertama-tama cobalah mengunjungi toko-toko sepeda yang menjual banyak jenis dan merk sepeda. Pastikan bahwa penjual atau stafnya adalah orang yang mengerti sepeda. Bertanyalah soal sepeda yang cocok untuk Anda, sekaligus berikan jawaban jujur jika penjual menanyakan kebiasaan Anda bersepeda.

Bila memungkinkan cobalah sebanyak mungkin sepeda dengan jenis yang berbeda sebelum membelinya

Ingat bahwa setiap toko ingin Anda belanja di situ, sehingga mereka akan mencocokkan kebutuhan Anda dengan sepeda yang mereka jual. Oleh karenanya bandingkanlah dengan toko lain, terutama ke tempat di mana banyak pesepeda datang. Penjual yang benar biasanya akan bertanya: Bagaimana dan di mana Anda akan bersepeda?

Untuk pertanyaan ini Anda sebaiknya berterus terang karena jawaban Anda akan menentukan jenis sepeda gunung apa yang cocok. Anda tidak perlu melebih-lebihkan kemampuan agar terdengar hebat. Kalau Anda tidak terlalu suka bersepeda di jalur menanjak, katakanlah. Atau kalau jalur turunan yang kencang membuat Anda takut, sampaikan juga. Bila Anda tidak yakin dengan jawaban Anda, katakanlah jalur seperti apa yang Anda sukai dan seberapa cepat Anda ingin melaluinya. Hal itu cukup untuk memberi rekomendasi. Bila Anda benar-benar belum pernah mencoba sepeda gunung sebelumnya, ada baiknya mencari informasi lewat internet atau media lain. Untuk memudahkan pencarian itu, berikut jenis-jenis sepeda gunung yang paling banyak dijual. Yang jelas, kita harus mulai dari pertanyaan: Ke mana dan bagaimana kita akan bersepeda.

Menurut Zack Vestal

Marketing manager di pabrikan sepeda Scott, bila Anda adalah pengendara biasa yang tidak berencana bersepeda di jalur yang sulit atau bukan pesepeda yang agresif, maka pilihlah sepeda jenis hard tail, sepeda gunung yang hanya memiliki suspensi depan, tanpa suspensi belakang. Hard tail biasanya menjadi pilihan bagi pengendara pemula atau mereka yang tidak ingin membelanjakan teralu banyak uangnya untuk sepeda. “Bila Anda belum pernah memiliki sepeda gunung sebelumnya, sepeda hard tail adalah pilihan awal yang baik. Sepeda ini simpel namun tangguh, selain juga harganya terjangkau,” ujar Vestal. “Selain itu hard tail juga masih nyaman digunakan di jalur pedesaan, kampus, atau kota.”

Sepeda XC dengan ban ukuran 29 inci cocok untuk kecepatan tinggi(inigofotografia) Bila Anda suka berkompetisi dan selalu ingin menjadi yang pertama sampai di puncak bukit atau garis finish, maka pilihan yang tepat adalah sepeda cross country (XC). “Sepeda XC bobotnya ringan dan kayuhannya efisien sehingga cocok untuk mereka yang suka mendaki atau bersepeda jarak jauh dengan kecepatan tinggi,” kata Vestal. “Meski begitu sepeda ini kurang cocok untuk menuruni jalur curam, sehingga pengendaranya harus memilih jalur yang lebih mudah.” Para pengguna sepeda XC kebanyakan memilih jenis hard tail karena lebih ringan dan lebih efisien. Namun ada juga yang menggunakan sepeda full suspension, yakni dengan suspensi depan di fork dan suspensi belakang dengan travel yang pas agar bisa melalui turunan lebih cepat, namun tetap bisa mendaki tanpa ngos-ngosan.

Sepeda full suspension

Bila Anda bukan penggila kecepatan namun menginginkan sepeda yang memiliki kemampuan seimbang antara tanjakan dan turunan, pilihlah sepeda gunung jenis trail bike. Sepeda full suspension ini memiliki travel lebih tinggi dari sepeda XC, sehingga lebih nyaman digunakan di jalur turunan atau berbatu. Namun travel itu sekaligus tidak terlalu tinggi sehingga tidak membuatnya terasa berat atau lamban di tanjakan, meski tidak seringan XC. “Sepeda trail adalah jenis yang paling cocok untuk menanjak sekaligus melalui jalur turunan,” kata Vestal. “Kita masih tetap bisa mengayuhnya ke atas bukit, sekaligus mudah dikendalikan saat menuruninya.”   Sepeda gunung(Thomas Northcut) Jika pilihan Anda adalah mendapatkan adrenalin sekaligus melatih kemampuan aerobik, dan tidak peduli berapa lama Anda harus mendaki bukit, tapi ingin menjadi yang tercepat menuruninya, pilihlah sepeda Enduro.

“Sepeda Enduro biasanya dipilih untuk jalur yang banyak turunan, untuk mereka yang ingin ngebut di jalur seperti itu,” kata Vestal. Sepeda Enduro ini memiliki travel lebih tinggi dibanding sepeda trail atau cross country, sekaligus lebih berat. “Anda masih bisa mengayuhnya di tanjakan, namun perlu usaha lebih keras. Meski begitu, di jalur turunan, sepeda ini bisa melibas medan-medan yang sangat menantang.” Sebagai pengetahuan, beberapa pabrikan menawarkan sepeda jenis All Mountain yang memiliki travel di antara sepeda Trail dan sepeda Enduro. Seperti namanya, sepeda ini bisa digunakan untuk semua medan bukit dan gunung. Bila Anda menjumpai jenis ini, tanyakanlah apakah sepeda ini cenderung ke Trail atau Enduro.

Selanjutnya, bila Anda pecinta gravitasi dan tidak ingin mengayuh sepeda Anda ke bukit, hanya ingin menuruninya, pilihannya adalah sepeda downhill. Sepeda jenis ini terlalu berat untuk dikayuh di tanjakan sehingga banyak orang membawanya dengan mobil ke atas bukit. Dengan travel yang lebih tinggi dibanding sepeda jenis lain, downhill dirancang untuk menuruni bukit secepat mungkin, menerabas segala rintangan di depannya. Sepeda ini membuat posisi pengendaranya lebih mendongak dibanding sepeda lain.

 

Sumber : https://merkterbaik.com/

Mengenal 10 Orang Yang Mengaku Pernah Dibawa Ke Neraka

Mengenal 10 Orang Yang Mengaku Pernah Dibawa Ke Neraka

Mengenal 10 Orang Yang Mengaku Pernah Dibawa Ke Neraka
Mengenal 10 Orang Yang Mengaku Pernah Dibawa Ke Neraka

Neraka belum pernah dilihat oleh manusia yang masih hidup. Namun ada beberapa orang yang mengaku dibawa ke neraka. Inilah orang-orang yang mengaku pernah dibawa ke neraka :

1. PDT. PHILLIP MANTOFA

Dibawa ke neraka oleh Tuhan tanggal 1 Januari 2000. Di sana beliau melihat bagaimana orang-orang yang tidak mengenal Tuhan disiksa oleh iblis terus menerus tanpa berhenti. Dia melihat jurang api tanpa dasar dan melihat wanita yang suka berselingkuh serta cowok yang suka masturbasi sedang disiksa.

2.`JENNIFER PEREZ

Dibawa Tuhan ke neraka pada tanggal 2 Mei 1997. Waktu itu umurnya baru 15 tahun. Di neraka dia melihat setan-setan menyiksa jiwa-jiwa yang belum diselamatkan. Ada yang dipancung, ada yang ditusuk-tusuk badannya. Pulang dari neraka dia langsung bertobat.

3. BILL WIESE

Beliau pernah ada di neraka selama 23 menit. Di sana dia merasa sendirian, ketakutan melihat setan sedang menyiksa orang-orang yang tidak percaya pada Tuhan, melihat daging terbakar dan bagaimana baunya yang membuat mual. Pengalamannya di neraka ditulis dalam buku “23 Minutes in Hell.”

4. ELIZABETH

September 2001 pada saat sedang doa syafat di gerejanya, Elizabeth dibawa Tuhan ke neraka. Di sana dia melihat bagaimana orang-orang minta tolong supaya dilepaskan dari penderitaan abadi (penderitaan selama-lamanya) di neraka, tapi sudah terlambat. Kebanyakan dari mereka digerogoti ulat yang makan daging mereka dan ada pula yang dibakar oleh api

5. MARY KATRIN BAXTER

Seorang hamba Tuhan yang sering dikunjungi Tuhan ini dibawa ke neraka tahun 1976. Di sana di melihat ada lembah berbentuk mangkuk yang berisi api yang tidak pernah padam . Di dalam api itu ada orang-orang yang tidak percaya pada Tuhan. Mereka dihukum disana selamanya. Kesaksian itu dibuat buku yang diberi judul “A Divine Revelation Of Hell.”

6. IAN MCCORMACK

Ian McCormack memang suka berenang. Suatu hari bulan Mei 1982, waktu sedang berenang di pantai dia disengat ubur-ubur. Dia langsung dibawa ke rumah sakit. Waktu dalam perjalanan ke rumah sakit itu, rohnya dibawa ke neraka. Neraka itu benar-benar gelap, tidak ada cahaya sedikitpun dan tidak bisa melihat apa-apa di sana. Tapi dia tahu, dari suara-suara yang ada di sekitarnya kalo dia sedang berada di neraka. Puji Tuhan, Tuhan mengeluarkan dia dari kegelapan dan membangkitkannya kembali.

7. (ALM) PDT. KENNETH HAGIN

Salah seorang hamba Tuhan yang pernah meninggal dan dibawa Tuhan ke neraka sampe 3 kali. Di neraka dia sempat mau dibawa masuk ke bagian terdalam oleh satu roh jahat, untungnya ada Tuhan (atau malaikat-Nya) yang mencegah Pdt. Hagin masuk. Kesaksiannya bisa dibaca di bukunya “Aku Pernah ke Neraka.”

8. P.S. DANIEL EKECHUKWU
Hamba Tuhan dari Nigeria ini mengalami kecelakaan mobil dan sudah dinyatakan meninggal. Tapi 3 hari kemudian dibangkitkan lagi oleh Reinhard Bonke. Selama 3 hari itulah beliau dibawa Tuhan ke neraka. Disana dia melihat orang-orang yang makan dagingnya sendiri, terus dimakan lagi. Terus begitu sampai selamanya.
9. REV. CHOO THOMAS

Hamba Tuhan ini terkenal dengan bukunya, “Heaven Is So Real”. Selain pernah ke surga, dia juga pernah dibawa Tuhan ke neraka sebanyak dua kali. Di neraka dia melihat orang-orang yang disiksa sampai mukanya tidak berbentuk lagi. Malahan dia tidak bisa mengenali neneknya sendiri.

10. BERNADA FERNANDEZ
Wanita latin yang tinggal di New York ini dibawa Tuhan ke neraka dan melihat proses penyiksaan abadi di sana. Yang membuat dia kaget adalah bahwa banyak orang Kristen yang dia kenal ternyata ada di neraka.

Baca Artikel Lainnya:

Monyet Mencuri Bayi, Menggigit Lalu Menjatuhkan dari Atap

Monyet Mencuri Bayi, Menggigit Lalu Menjatuhkan dari Atap

Monyet Mencuri Bayi, Menggigit Lalu Menjatuhkan dari Atap
Monyet Mencuri Bayi, Menggigit Lalu Menjatuhkan dari Atap

 

 

Tidak hanya orang jahat saja yang perlu diwaspadai

akan mencuri bayi yang baru dilahirkan. Bahkan monyet pun berpotensi untuk mencuri bayi, seperti yang terjadi di Malaysia.

Tragedi ini terjadi pada Rabu (6/10) pukul 13.15 waktu setempat. Seekor monyet masuk ke ruang tamu, mengambil bayi berusia 4 hari, lalu membawanya kabur ke atap rumah. Tak lama kemudian, bayi merah itu jatuh ke tanah dan tewas. Demikian dilansir The Star, Kamis (7/10/2010).

 

Saat kejadian, ibu bayi itu, V Revathty (26)

meninggalkan bayi di ruang tamu rumah berlantai satu yang terletak di dekat Taman Happy Garden itu untuk ke toilet. Sedangkan ayah mertuanya, A Valayutham  (70), juga sedang pergi mengambil segelas air minum.

Mayat bayi itu  ditemukan di luar rumah dengan wajah dan leher penuh gigitan. Bayi perempuan itu lalu dilarikan ke RS Tuanku Ja’afar, namun nyawanya tak tertolong.

“Kami mencari bayi itu dengan panik di penjuru rumah dan melihat mayatnya penuh darah tergeletak di luar rumah,” ujar Valayutham. Dia menyaksikan sejumlah monyet berada di sekitar rumah saat itu.

Mereka memang menetap di daerah yang diapit dua kompleks perumahan yang dipenuhi pepohonan. Pepohonan itu banyak dihuni monyet.

Direktur Taman Nasional Negri Sembilan

Ishak Muhamad, menyatakan, monyet itu telah ditembak mati pukul 16.00 waktu setempat. “Kami menduga monyet itu mengaduk-aduk makanan di dalam rumah. Dia lalu mengambil bayi ke atap karena berpikir bayi baru lahir adalah makanan,” duganya.

Ishak menuturkan, bayi itu tewas setelah jatuh ke tanah. “Monyet itu tiba-tiba melepas bayi itu mungkin setelah mendengar teriakan orangtuanya,” ujar Ishak. Kejadian tragis ini baru pertama kali terjadi di kawasan itu. Kejadian ini membuat keluarga yang semula bersuka setelah mendapatkan bayi, menjadi berdukacita.

Baca Juga :