Anak dan Keponakan Tidak Bisa Sekolah, Puluhan Warga Blokade Pintu Masuk SMAN 5 Bukittinggi

Anak dan Keponakan Tidak Bisa Sekolah, Puluhan Warga Blokade Pintu Masuk SMAN 5 Bukittinggi

Anak dan Keponakan Tidak Bisa Sekolah, Puluhan Warga Blokade Pintu Masuk SMAN 5 Bukittinggi
Anak dan Keponakan Tidak Bisa Sekolah, Puluhan Warga Blokade Pintu Masuk SMAN 5 Bukittinggi

Puluhan orang yang mengatasnamakan diri mereka sebagai Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan

, menutup dan memblokade gerbang sekolah SMAN 5 Bukittinggi, Senin 3 Juli 2017.

Karena diblokade, ratusan siswa di sekolah itu terpakasa tak bisa mengikuti proses belajar mengajar dihari pertama mereka sekolah setelah libur Lebaran Idul Fitri 1438 Hijriah.” Kami terpaksa melakukan penutupan dan blokade di sekolah ini, karena anak dan keponakan kami yang merupakan warga lokal dan berjumlah sekitar 40 orang tidak bisa diterima karena kebijakan dari Provinsi Sumbar dalam mengatur kuota penerimaan siswa yang diterima di sekolah ini. Tentu saja, selama tuntutan kami tak di penuhi oleh pihak Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar, mohon maaf dengan sangat terpaksa kami tidak mengizinkan adanya kegiatan di sekolah ini,” kata juru bicara aksi, Ibra Yaser pada gosumbar.

“Padahal, saat awal pembangunan sekolah SMA 5 ini, mantan Walikota Bukittinggi

yang kala itu dijabat oleh Djufri berjanji agar anak keponakan, terutama warga Garegeh dan Koto Selayan diprioritaskan diterima di sekolah ini. Bila di sekolah ini tak mau menerima anak dan keponakan kami, maka silakan bawa saja bangunan sekolah ini ke Pemerintah Provinsi di Padang karena zina sekolah ini adalah kampung kami,” ungkap Ibra.

Selain menutup sekolah, para pelaku aksi juga terlihat membawa belasan poster yang bertuliskan

, menolak prosedur kebijakan penerimaan siswa SMAN pada tahun ini. Bahkan dalam aksi itu, Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan juga menutup gerbang pintu masuk menuju SMAN 5 Bukittinggi dengan menggunakan sebuah mobil, sehingga siswa tak bisa memasuki areal sekolah itu dan akhirnya pihak sekolah memulangkan para siswa yang tidak bisa mengikuti proses belajar mengajar pada awal mereka sekolah.

 

Baca Juga :

 

 

6.296 Orang Lulus Seleksi Guru Garis Depan, Sebagian Berusia di Atas 35 Tahun

6.296 Orang Lulus Seleksi Guru Garis Depan, Sebagian Berusia di Atas 35 Tahun

6.296 Orang Lulus Seleksi Guru Garis Depan, Sebagian Berusia di Atas 35 Tahun
6.296 Orang Lulus Seleksi Guru Garis Depan, Sebagian Berusia di Atas 35 Tahun

 

Sebanyak 6.296 orang lulus seleksi Guru Garis Depan (GGD). Hasilnya segera diumumkan

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemenpan RB) dalam waktu dekat.

”Peserta yang lulus ada 6.296 orang,” kata Kepala Biro Hukum Komunikasi dan Informasi Publik Kemenpan RB Herman Suryatman dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Kamis (15/6).

Ia menjelaskan, seleksi GGD sedah dilakukan sejak sembilan bulan lalu.

Pun proses verifikasi dan validasi data sudah dilaksanakan dan ditetapkan sesuai kebutuhan.

Saat ini, ia mengatakan, Kemenpan RB telah menyerahkan penetapan kebutuhan PNS dari program GGD dan hasil seleksi kompetensi dasar pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Ia menuturkan, rencananya Kemendikbud akan menyerahkan hasil seleksi

pada para Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) daerah.

”Harapannya minggu depan semua PPK Daerah sudah mengumumkan,” ujar Herman.

Sebanyak 6.296 orang lulus seleksi  kompetensi dasar program GGD. Dari jumlah itu, sebanyak 40 orang berusia di atas 35 tahun.

Sehingga, menurutnya, penyelesaiannya nanti disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan. Jumlah GGD tersebar di 93 kabupaten dan 14 provinsi.

Herman menjelaskan seluruh peserta akan ditempatkan di daerah terdepan, terluar, tertinggal dan terpencil di pelosok Nusantara.

Ia menegaskan, seluruh proses pemberkasan sampai dengan terbitnya persetujuan NIP dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) tidak dipungut biaya apapun. ***

 

Sumber :

https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/Prjd/history-of-sports-football

 

Terkait Sekolah 8 Jam Sehari, Ini Jawaban Kemendikbud Atas Kekhawatiran MUI

Terkait Sekolah 8 Jam Sehari, Ini Jawaban Kemendikbud Atas Kekhawatiran MUI

Terkait Sekolah 8 Jam Sehari, Ini Jawaban Kemendikbud Atas Kekhawatiran MUI
Terkait Sekolah 8 Jam Sehari, Ini Jawaban Kemendikbud Atas Kekhawatiran MUI

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengkhawatirkan kebijakan Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy

memberlakukan sekolah delapan jam sehari akan menyebabkan madrasah (lembaga pendidikan Islam) gulung tikar.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan keberatan atas penilaian MUI tersebut.

”Sekolah lima hari itu, dilaksanakan dengan dua cara,” kata Dirjen Dikdasmen Kemendikbud Hamid Muhammad kepada wartawan, Ahad (11/6).

Hamid menerangkan, dalam program sekolah lima hari sepakan, siswa

bisa melaksanakan kegiatan belajar di satu sekolah secara penuh, mulai pagi hingga sore. Kegitan ini dilakukan dengan menggunakan fasilitas belajar di sekolah yang bersangkutan.

Kedua, ia melanjutkan, siswa belajar di sekolah sampai siang, setelah itu dilanjutkan di sekolah/lembaga lain seperti madrasah diniyah, pesantren, sanggar seni, olahraga, museum dan tempat belajar lain yang dipilih siswa sendiri.

”Jadi yg menyatakan madrasah gulung tikar tampaknya tidak akan terjadi, justru akan memperkuat keberadaannya,” jelasnya.

Sebelumnya, MUI meminta Kemendikbud mengkaji ulang kebijakan lima hari sekolah

dalam sepekan.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, MUI meyakini kebijakan itu akan berpengaruh pada praktik penyelenggaraan pendidikan keagamaan.**

 

Sumber :

https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/W6jZ/history-of-the-kutai-kingdom

PENGERTIAN CORPORATE GOVERNANCE

PENGERTIAN CORPORATE GOVERNANCE

PENGERTIAN CORPORATE GOVERNANCE
PENGERTIAN CORPORATE GOVERNANCE

OECD (2004) dan FCGI (2001) mendefinisikan corporate governance sebagai seperangkat peraturan yang menetapkan hubungan antara pemegang saham, pengurus, pihak kreditur, pemerintah, karyawan serta para pemegang kepentingan intern dan ekstern lainnya sehubungan dengan hak-hak dan kewajiban mereka, atau dengan kata lain system yang mengarahkan dan mengendalikan perusahaan. Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa corporate governance merupakan suatu mekanisme yang dapat digunakan untuk memastikan bahwa supplier keuangan atau pemilik modal perusahaan memperoleh pengembalian atau return dari kegiatan yang dijalankan oleh manajer, atau dengan kata lain bagaimana supplier keuangan perusahaan melakukan pengendalian terhadap manajer.
Lebih jauh, Corporate Governance concern dengan kepentingan stakeholder lainnya (Lukviarman, 2000)Salah satu cara yang paling efisien dalam rangka untuk mengurangi terjadinya konflik kepentingan dan memastikan pencapaian tujuan perusahaan, diperlukan keberadaan peraturan dan mekanisme pengendalian yang secara efektif
mengarahkan kegiatan operasional perusahaan serta kemampuan untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang mempunyai kepentingan yang berbeda. Mekanisme (pengendalian) internal dalam perusahaan antara lain struktur kepemilikan dan pengendalian yang dilakukan oleh dewan komisaris dalam hal ini komposisi dewan (World Bank,1999)
Melalui mekanisme kepemilikan institusional, efektivitas pengelolaan sumber daya perusahaan oleh manajemen dapat diketahui dari informasi yang dihasilkan melalui reaksi pasar atas pengumuman laba. Kepemilikan institusional memiliki kemampuan untuk mengendalikan pihak manajemen melalui proses monitoring secara efektif
sehingga mengurangi tindakan manajemen melakukan manajemen laba. Persentase saham tertentu yang dimiliki oleh institusi dapat mempengaruhi proses penyusunan laporan keuangan yang tidak menutup kemungkinan terdapat akrualisasi sesuai kepentingan pihak manajemen.
Ada empat prinsip dasar pengelolaan perusahaan yang baik. Keempat prinsip ini juga menjadi prinsip Corporate Governance, diantaranya adalah :
• Keadilan (fairness) yang meliputi : (a) Perlindungan bagi seluruh hak pemegang saham (b) Perlakuan yang sama bagi para pemegang saham.
• Transparansi (transparancy) yang meliputi (a) Pengungkapan informasi yang bersifat penting (b) Informasi harus disiapkan, diaudit dan diungkapkan sejalan dengan pembukuan yang berkualitas (c) Penyebaran informasi harus bersifat adil, tepat waktu dan efisien.
• Dapat dipertanggungjawabkan (accountability) yang meliputi meliputi pengertian bahwa (a) Anggota dewan direksi harus bertindak mewakili kepentingan perusahaan dan para pemegang saham (b) Penilaian yang bersifat independent terlepas dari manajemen (c) adanya akses terhadap informasi yang akurat, relevan dan tepat waktu.
• Pertanggungjawaban (responsibility) meliputi (a) Menjamin dihormatinya segala hak pihak-pihak yang berkepentingan (b) Para pihak yang berkepentingan harus mempunyai kesempatan untuk mendapatkan ganti rugi yang efektif atas pelanggaran hak-hak mereka (c) Dibukanya mekanisme pengembangan prestasi bagi keikutsertaan pihak yang berkepentingan (d) Jika diperlukan, para pihak yang berkepentingan harus
mempunyai akses terhadap informasi yang relevan.
• Dan independensi untuk auditor eksternal.

Baca Juga : 

Hubungan antara Persepsi Gaya Kepemimpinan

Hubungan antara Persepsi Gaya Kepemimpinan

Hubungan antara Persepsi Gaya Kepemimpinan
Hubungan antara Persepsi Gaya Kepemimpinan

Hubungan antara Persepsi Gaya Kepemimpinan Transformasional 38 Berkaitan dengan kepemimpinan transformasional, Bass (dalam Howell dan Hall-Merenda, 1999) mengemukakan adanya empat karakteristik kepemimpinan transformasional, yaitu:
1) karisma,
2) inspirasional,
3) stimulasi intelektual, dan
4) perhatian individual.
Selanjutnya, Bass (1990) dan Yukl (1998) mengemukakan bahwa hubungan pemimpin transaksional dengan karyawan tercermin dari tiga hal yakni:
1) pemimpin mengetahui apa yang diinginkan karyawan dan menjelasakan apa yang akan mereka dapatkan apabila kerjanya sesuai dengan harapan;
2) pemimpin menukar usaha-usaha yang dilakukan oleh karyawan dengan
imbalan; dan
3) pemimpin responsif terhadap kepentingan pribadi karyawan selama kepentingan tersebut sebanding dengan nilai pekerjaan yang telah dilakukan karyawan.
Bass (dalam Howell dan Avolio, 1993) mengemukakan bahwa karakteristik kepemimpinan transaksional terdiri atas dua aspek, yaitu imbalan kontingen, dan manajemen eksepsi.
Berkaitan dengan pengaruh gaya kepemimpinan transformasional terhadap perilaku karyawan, Podsakoff dkk. (1996) mengemukakan bahwa gaya kepemimpinan transformasional merupakan faktor penentu yang mempengaruhi sikap, persepsi, dan perilaku karyawan di mana terjadi peningkatan kepercayaan kepada pemimpin, motivasi, kepuasan kerja dan mampu mengurangi sejumlah konflik yang sering terjadi dalam suatu
organisasi.
Menurut Bycio dkk. (1995) serta Koh dkk. (1995), kepemimpinan transaksional adalah gaya kepemimpinan di mana seorang pemimpin menfokuskan perhatiannya pada transaksi interpersonal antara pemimpin dengan karyawan yang melibatkan hubungan pertukaran. Pertukaran tersebut didasarkan pada kesepakatan mengenai klasifikasi sasaran, standar kerja, penugasan kerja, dan penghargaan.
Judge dan Locke (1993) menegaskan bahwa gaya kepemimpinan merupakan salah satu faktor penentu kepuasan kerja. Jenkins (dalam Manajemen, 1990), mengungkapkan bahwa keluarnya karyawan lebih banyak disebabkan oleh ketidakpuasan terhadap kondisi kerja karena karyawan merasa pimpinan tidak memberi kepercayaan kepada karyawan, tidak ada
keterlibatan karyawan dalam pembuatan keputusan, pemimpin berlaku tidak objektif dan tidak jujur pada karyawan. Pendapat ini didukung oleh Nanus (1992) yang mengemukakan bahwa alasan utama karyawan meninggalkan organisasi disebabkan karena pemimpin gagal memahami karyawan dan pemimpin tidak memperhatikan kebutuhan-kebutuhan karyawan. Dalam kaitannya dengan koperasi, Kemalawarta (2000) dalam penelitiannya menunjukkan bahwa kendala yang menghambat perkembangan koperasi di Indonesia adalah keterbatasan tenaga kerja yang terampil dan tingginya turnover.
Pada dasarnya, kepemimpinan merupakan kemampuan pemimpin untuk mempengaruhi karyawan dalam sebuah organisasi, sehingga mereka termotivasi untuk mencapai tujuan organisasi. Dalam memberikan penilaian terhadap gaya kepemimpinan yang diterapkan pemimpin, karyawan melakukan proses kognitif untuk menerima, mengorganisasikan, dan memberi penafsiran terhadap pemimpin (Solso, 1998).
Berbagai penelitian yang dilakukan berkaitan dengan kepuasan kerja terutama dalam hubungannya dengan gaya kepemimpinan transformasional dan transaksional. Penelitian yang dilakukan oleh Koh dkk. (1995) menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kepemimpinan transformasional dan transaksional dengan kepuasan kerja. Penelitian yang dilakukan oleh Popper dan Zakkai (1994) menunjukkan bahwa pengaruh
kepemimpinan transformasional terhadap organisasi sangat besar.

Sumber : https://usgsprojects.org/

Kepemimpinan Transformasional dan Transaksional

Kepemimpinan Transformasional dan Transaksional

Kepemimpinan Transformasional dan Transaksional
Kepemimpinan Transformasional dan Transaksional

Teori Kepemimpinan. Salah satu teori yang menekankan suatu perubahan dan yang paling komprehensif berkaitan dengan kepemimpinan adalah teorikepemimpinan transformasional dan transaksional (Bass, 1990). Gagasan awal mengenai gaya kepemimpinan transformasional dan transaksional ini dikembangkan oleh James MacFregor Gurns yang menerapkannya dalam konteks politik. Gagasan ini selanjutnya disempurnakan serta diperkenalkan ke dalam konteks organisasional oleh Bernard Bass (Berry dan Houston, 1993).
Burn (dalam Pawar dan Eastman, 1997) mengemukakan bahwa gaya kepemimpinan transformasional dan transaksional dapat dipilah secara tegas dan keduanya merupakan gaya kepemimpinan yang saling bertentangan. Kepemimpinan transformasional dan transaksional sangat penting dan dibutuhkan setiap organisasi.
Selanjutnya Burn (dalam Pawar dan Eastman, 1997; Keller, 1992) mengembangkan konsep kepemimpinan transformasional dan transaksional dengan berlandaskan pada pendapat Maslow mengenai hirarki kebutuhan manusia. Menurut Burn (dalam Pawar dan Eastman, 1997) keterkaitan tersebut dapat dipahami dengan gagasan bahwa kebutuhan karyawan yang lebih rendah, seperti kebutuhan fisiologis dan rasa aman hanya dapat dipenuhi melalui praktik gaya kepemimpinan transaksional. Sebaliknya, Keller (1992) mengemukakan bahwa kebutuhan yang lebih tinggi, seperti harga diri dan aktualisasi diri, hanya dapat dipenuhi melalui praktik gaya kepemimpinan transformasional.
Sejauhmana pemimpin dikatakan sebagai pemimpin transformasional, Bass (1990) dan Koh, dkk. (1995) mengemukakan bahwa hal tersebut dapat diukur dalam hubungan dengan pengaruh pemimpin tersebut berhadapan karyawan. Oleh karena itu, Bass (1990) mengemukakan ada tiga cara seorang pemimpin transformasional memotivasi karyawannya, yaitu dengan:
1) mendorong karyawan untuk lebih menyadari arti penting hasil usaha;
2) mendorong karyawan untuk mendahulukan kepentingan kelompok; dan
3) meningkatkan kebutuhan karyawan yang lebih tinggi seperti harga diri dan aktualisasi diri.

Sumber : https://fascinasiansblog.com/

Cara Mendeteksi Bakat Si Kecil Sejak Dini

Cara Mendeteksi Bakat Si Kecil Sejak Dini

Berikut ini ialah 5 teknik mendeteksi bakat anak semenjak dini yang bisa Anda coba.

Menganalisis Anak pada Periode Penting

Langkah kesatu guna memaksimalkan pertumbuhan anak ialah mengamatinya pada periode penting. Periode tersebut dirasakan saat anak berusia 4 – 14 tahun. Pada umur 4 tahun, anak mulai tumbuh jasmani dan mentalnya. Di situlah, anak mulai tampak minatnya.

Usia 4 – 7 tahun sebenarnya periode urgen perkembangan anak. Saat masuk sekolah dasar pada umur 7 tahun, perkembangan jasmani anak sudah sempurna. Anak mengarah ke kematangan mental. Pada etape selanjutnya, umur 7– 14 tahun anak mulai menunjukkan potensinya.

Tugas orang tua guna mendeteksi bakat anak semenjak dini dapat dilaksanakan dengan mengawasi anak secara eksklusif pada periode tersebut. Pada usia-usia tersebut, kita sebagai orang tua dapat bakal mulai menyaksikan bakat anak. Apakah anak lebih menyenangi seni, sains, bahasa, olahraga, atau lainnya? Jadi, Bunda, tidak boleh lewatkan periode urgen tersebut, ya!

Mengamati Tipe Kecerdasan Anak

Untuk meneliti jenis bakat anak, kita dapat memutuskan menurut tingkat kepintaran anak dari sekian banyak tipe kecerdasan. Misalnya, anak memiliki kepintaran bahasa yang bagus. Ciri-cirinya gampang berkomunikasi dengan orang lain, tidak canggung pada kondisi tertentu, senang berkomentar, dan tidak jarang bertanya.

Ada pula yang sebaliknya, anak memiliki kepintaran matematis. Bisanya, dia menyenangi mata latihan berhitung. Anak tersebut seringkali teliti. Mungkin saja, anak kita berbakat di bidang seni. Dengan kelaziman bermusik atau berdendang setiap hari. Silakan amati tipe kepintaran anak Anda!

Memberikan Ruang guna Beraktivitas

Setelah Anda memahami minat anak, usahakan berikan masa-masa kepadanya guna mengembangkan bakat. Selain meneliti tipe kepintaran anak, Anda pun harus menyerahkan ruang untuk mereka guna berekspresi.

Anda pun usahakan memfasilitasi anak guna mengembangkan bakatnya. Misalnya, mengakomodasi mereka guna les musik untuk anak kita yang punya minat di bidang musik. Anak kita yang menonjol di bidang linguistik atau bahasa bisa diakomodasi untuk mengekor lomba pidato, lomba baca puisi, atau lomba mencatat cerita.

Ruang guna beraktivitas itu adalahslaah satu teknik untuk menajamkan bakat yang dipunyai anak. Selamat mencoba!

Mendukung Bakat Mereka

Jangan lupa pun untuk memberikan sokongan terhadap bakat mereka. Bentuk sokongan tersebut bermacam-macam. Dengan memperbolehkan dan memfasilitasi anak untuk mengekor les dan lomba misalnya.

Akan tetapi, Anda bisa memberikan sokongan lainnya dengan menyerahkan perhatian yang lebih terhadap urusan yang digemari anak. Perhatian tersebut contohnya menanyai mengenai hal-hal yang digemari anak, membahasnya bersama-sama, mengirimkan mereka les, maupun mengajar anak sebelum lomba.

Nah, perhatian-perhatian itu akan menciptakan anak kian semangat guna menekuni bakatnya.

Mendiskusikan Hasil Pengamatan dengan Anak

Mendetekasi bakat anak usahakan pun dilanjutkan dengan berdiskusi. Fungsi dari diskusi tersebut ialah mengonfirmasi anak sungguh-sungguh menyukai urusan yang kita simpulkan sebagai bakat anak.

Hasil diskusi itu akan menjadi penguat anak guna memilih jalur bakatnya. Akan tetapi, tidak boleh tutup ruang gerak anak untuk mengerjakan hal-hal baru di luar itu. Berikan anak sekian banyak pengalaman yang menjadi latihan baginya kelak.

Mendeteksi bakat anak semenjak dini pun dapat menguatkan karakter anak. Anak mempunyai tujuan dan bidang yang jelas dan terarah secara sistematis. Anak pun akan memenuhi hari-hari mereka dengan pekerjaan positif yang menyusun karakter baik.

Sumber : http://www.creativecraftsgroup.com/sessions/logout.php?return=https://www.pelajaran.co.id

Aktivitas Pintar guna Anak Batita

Aktivitas Pintar guna Anak Batita

Untuk anak di bawah 3 tiga tahun (Batita), kegiatan yang cocok ialah kegiatan yang bersangkutan dengan keterampilan motorik halus. Mengingat mereka tengah berada dalam proses membina kekuatan otot-otot jari, serta mengajar koordinasi antar unsur anggota tubuh. Nah, inilah 3 kegiatan pintar guna anak batita, yang dapat Anda terapkan.

Mewarnai dan Menggambar

Di umur ini, ajak anak guna mulai belajar mengenal alat-alat tulis, laksana pensil warna dan krayon, untuk lantas menikmati pekerjaan dengan alat-alat tersebut. Dampingi dan sibukkan mereka dengan kegiatan corat-coret, baik tersebut mewarnai maupun menggambar. Meski memang, yang mereka kerjakan masih sekedar menggerakkan perangkat tulis secara bebas cocok dengan kemauan mereka.

Aktivitas laksana ini pada dasarnya paling baik guna meningkatkan khayalan dan kreativitas anak, serta pun adalahsarana ekspresi dari emosi mereka. Melalui kegiatan ini pula, otot-otot jari tangan akan diajar untuk menjadi lebih kuat. Hal ini urgen sebagai pondasi untuk kegiatan motorik halus dan kasar di tahap umur selanjutnya.

Hanya saja, kita memang mesti meluangkan media kreatif yang cukup supaya anak-anak tidak menuangkan kreativitasnya di dinding, di lantai, atau di lokasi lainnya. Anda dapat menyediakan buku-buku mewarnai, kitab gambar, ataupun kitab wipe clean.

Menggunting – Menempel

Di samping mencorat-coret, kegiatan pintar guna anak batita lainnya ialah menggunting dan menempel. Dengan kegiatan ini, anak bakal mulai belajar guna mengenal sekian banyak macam bentuk, warna, dan karakter. Daya kreativitas dan khayalan mereka juga akan diajar ketika anak akan menyusun atau menempelkan stiker. Bebaskan mereka guna melakukannya cocok dengan keinginan.

Lebih dari itu, kegiatan pintar guna anak batita yang satu ini pun akan mengajar kekuatan otot-otot jari, baik tersebut selama proses menggunting maupun menempel. Daya konsetrasi anak pun akan diajar mengingat kegiatan ini memerlukan koordinasi antara mata dan pergerakan tangan.

Untuk keselamatan, usahakan pilihlah gunting khusus guna anak yang tercipta dari plastik, supaya tidak membahayakan anak maupun orang beda di sekitarnya. Tata teknik pengggunaan gunting yang benar pun penting guna Anda ajarkan, supaya proses menggunting dapat berjalan fasih dan aman. Serta, tidak boleh lupa untuk menyatakan pada anak bahwa tidak seluruh kertas dapat mereka gunting. Hal ini urgen untuk mengantisipasi antusiasme berlebih anak terhadap sebuah kegiatan yang tengah mereka senangi.

Finger Painting

Aktivitas pintar guna anak batita yang pun direkomendasikan guna Anda terapkan ialah Finger painting. Secara sederhana, Finger painting dapat ditafsirkan sebagai kiat melukis dengan memakai jari dan tangan. Dengan kegiatan ini, khayalan dan kreativitas anak –utamanya di bidang seni—akan diasah, melewati permainan warna, bentuk, tekstur, dan lainnya.

Di samping itu, sebanyak penelitian pun menuliskan bahwa finger painting ialah salah satu pekerjaan yang bisa mengoptimalkan pertumbuhan otak. Mengingat kegiatan ini melibatkan nyaris seluruh indra manusia, mulai dari penglihatan, sentuhan, sampai penciuman. Kegiatan ini juga akan menolong merangsang saraf motorik halus anak, saat tangan dan jari mereka saling bergerak dan bergesekan dengan media-media finger painting.

Agar kegiatan ini lebih aman dan ramah anak, usahakan pakai bahan cat eksklusif finger painting yang aman untuk kulit serta pencernaan anak. Hal ini urgen untuk mengantisipasi kejadian anak memakan atau menikmati cat-cat tersebut.

Sumber : http://topdj.ua/away/?uri=http%3A%2F%2Fwww.pelajaran.co.id

Wapres JK Paparkan Perbedaan Kampus dan Museum

Wapres JK Paparkan Perbedaan Kampus dan Museum

Wapres JK Paparkan Perbedaan Kampus dan Museum
Wapres JK Paparkan Perbedaan Kampus dan Museum

Wakil Presiden Republik Indonesia HM Jusuf Kalla (JK), menyampaikan kuliah umum di IAIN Manado.

Kuliah umum ini bertemakan “Peran Perguruan Tinggi Agama Islam dalam Memelihara Nilai-Nilai Kebinekaan”.

Dalam kesempatan itu, Wapres Jusuf Kala menjelaskan tentang beda kampus dan museum. Menurutnya, museum selalu melihat ke belakang, sementara kampus harus selalu melihat ke depan. Kampus harus senantiasa menjadi tempat yang mampu menjawab tantangan-tantangan ke depan.

“Kampus harus senantiasa berusaha meningkatkan kualitasnya di berbagai lini. Bila kampus memiliki kualitas, maka nama dan citranya dengan sendirinya akan terdongkrak,” lanjut orang nomor 2 di Indonesia ini di Manado.

Umat Islam, lanjut Wapres JK, jangan terperangkap dalam romantisme masa lalu

dengan hanya membanggakan tokoh terdahulu seperti Ibnu Sina, Al Khawarizmi, dan lainnya. Yang harus dilakukan adalah berkaca pada masa lalu sembari memikirkan cara untuk mencari Ibnu Sina dan Al Khawarizmi baru agar bisa menjawab tantangan kemodernan.

“Islam adalah agama yang senafas dengan kemodernan,” ujarnya.

“Islam Indonesia adalah Islam wasathiyah atau Islam jalan tengah. Islam Indonesia adalah islam yang khas secara sosio-kultural yang berbeda dengan praksis Islam di Timur Tengah yang penuh dengan konflik,” imbuhnya.

Wapres JK mengaku prihatin dengan fenomena konflik yang terjadi di banyak negara berpenduduk

Muslim di Timur Tengah. Padahal, mereka adalah negara-negara yang kaya minyak (energi). Hal itu terjadi salah satunya karena cara dalam menyikapi perbedaan pandangan.

Wapres JK memuji Sulawesi Utara (Sulut) sebagai daerah percontohan toleransi. Sulut memiliki masa silam yang tidak mudah tersulut konflik, meski saat daerah sekitarnya sedang terjadi konflik.

“Sulut harus senantiasa menggalakkan dialog untuk mencari persamaan dan menyikapi perbedaan dengan bijak,” pesannya.

Kuliah Umum ini diikuti ribuan mahasiswa dan civitas akademika IAIN Manado. Tampak hadir pula Rektor IAIN Manado, Gubernur Sulawesi Utara beserta jajarannya, unsur TNI, serta jajararan Polri.

 

Baca Juga :

 

 

Cek Mad Apresiasi Kegiatan Perkemahan Pramuka di SMAN Muara Batu

Cek Mad Apresiasi Kegiatan Perkemahan Pramuka di SMAN Muara Batu

Cek Mad Apresiasi Kegiatan Perkemahan Pramuka di SMAN Muara Batu
Cek Mad Apresiasi Kegiatan Perkemahan Pramuka di SMAN Muara Batu

Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib akrab disapa Cek Mad membuka kegiatan Youth Scout

Competition perkemahan pramuka di Stadion Mini Krueng Mane, Muara Batu, Aceh Utara, Kamis 20 April 2017.

Kegiatan ini digelar oleh Sekolah Menegah Atas (SMA) Negeri 1 Muara Batu bekerja sama dengan Kawacab Paramuka Aceh Utara. Perkemahan ini dilaksanakan di komplek sekolah tersebut.

Cek Mad dalam kata sambutan mengharapkan dengan kegiatan ini semua perserta dapat hidup mandiri dan jauh dari kehidupan narkoba dan kriminal. Karena peserta ini merupakan generasi pemimpin dimasa depan.

Selain itu, Cek Mad memberi apresiasi terkait kegiatan ini karena dapat menjadi benteng bagi remaja

dan pemuda dari pengaruh narkoba dan lainnya. “Kami harapkan kepada para peserta dapat mengikuti kegiatan ini secara sportif, agar prestasi yang diraih dapat menjadi kebangaan,” Ujar Cek Mad.

Cek Mad mengajak semua stakeholder untuk memberi kepdulian khusus terhadap pembinaan pramuka di Aceh Utara, terutama dari dinas Pendidikan dan Kantor Kement. Kegiatan pembukaan dimulai sekitar pukul 17:00 Wib dengan inspektur upacara Cek Mad, disertakan penampilan grup drumband SMP Negeri 1 Muara Batu.

Selain itu, Cek Mad juga menyambagi satu persatu perkemahan peserta kegiatan ini yang dibangun di halaman SMA Negeri 1 Muara Batu dan bahkan melaksanakan shalat magrib berjamahan di Mushola sekolah.

Lanjutnya, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Muara Batu, Mustafa mengatakan kegiatan Youth Scou

t Competition di SMA Negeri 1 Muara Batu di ikuti dari tingkat SMP dan SMA/ Sederajat se Kabupaten Aceh Utara yang berlangsung selam 20-23 April di Komplek sekolah tersebut.

“Sebanyak 800 anggota pramuka dari Aceh Utara dan Lhokseumawe yang akan berkompetensi dalam lomba pramuka bertajuk “Youth Scout Competition,” Ujar. “Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan kualitas pramuka dan mempererat siraturahmi sesama anggota pramuka,” Tutupnya.(rel)

 

Sumber :

http://student.blog.dinus.ac.id/handay/sejarah-masakan-rendang/