Lingkungan Sekolah jadi Fokus BNN

Lingkungan Sekolah jadi Fokus BNN

Lingkungan Sekolah jadi Fokus BNN
Lingkungan Sekolah jadi Fokus BNN

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bandung Barat terus menggenjot sosialisasi soal

Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba (Bangwawan) di lingkungan sekolah. Hal itu dikarena potensi penyalahgunaan obat terlarang bisa dilakukan di kalangan sekolah yang sangat membahayakan masa depan anak bangsa.

“Tahun ini ada 15 sekolah setingkat SMP yang akan mendapatkan sosialisasi soal bangwawan ini. Karena narkoba itu sekarang menyasar berbagai kalangan dan profesi apapun termasuk di lingkungan sekolah. Makanya, kami ajak mereka agar menjauhi narkoba dan menciptakan kawasan bebas narkoba,” kata Kepala BNN Kabupaten Bandung Barat, Sam Norati Martiana di Ngamprah, kemarin.

Dia menjelaskan, anak-anak siswa biasanya sangat rawan dalam membeli obat pil di apotek

untuk disalahgunakan. Itu juga yang menjadi perhatian BNN soal bahaya obat terlarang di lingkungan sekolah. “Apalagi obat-obat itu dijual bebas di apotek sehingga kami juga terus melakukan sosialisasi akan bahaya obat keras jika dikonsumsi,” ungkapnya.

Sebelumnya, untuk mencegah penyalahgunaan narkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bandung Barat juga menyasar sejumlah perusahaan untuk melakukan Diseminasi Informasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). “Dalam rangka memaksimalkan diseminasi informasi P4GN, kami mulai masuk ke perusahaan swasta sesuai dengan permintaan mereka. Karena perusahaan ada kewajiban dalam pencegahan narkoba yang diatur dalam Permenakertrans Nomor 11 tahun 2005 tentang P4GN,” katanya.

Menurut dia, sosialisasi soal P4GN ke sejumlah perusahaan sudah dilakukan seperti ke PT Nyalindung

, Perkebunan Karet di Cikalongwetan dan PTPN VIII Panglejar. Sementara, perusahaan yang berencana akan dilakukan P4GN seperti perusahaan PT. Combiphar dan PT. Indofood. “Sifatnya ini sesuai permintaan pihak perusahaan. Jika ingin mencegah penyalahgunaan para pegawai maka kami siap membantu,” katanya.

Tahun ini, sebut dia, ditargetkan ada 10 perusahaan yang bisa dilakukan kerjasama bersama BNN. Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Apindo untuk mendata perusahaan mana saja yang akan dilakukan P4GN.
“Kegiatan ini bukan tes urine, tapi sosialisasi dulu agar masyarakat paham soal bahaya narkoba. Karena potensi ada saja oknum pegawai yang bisa menggunakan narkoba,” tandasnya. (drx)

 

Baca Juga :

 

 

Kemendikbud Wacanakan Bakal Hapus PPDB

Kemendikbud Wacanakan Bakal Hapus PPDB

Kemendikbud Wacanakan Bakal Hapus PPDB
Kemendikbud Wacanakan Bakal Hapus PPDB

peserta didik baru yang menggunakan sistem zonasi disebut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

(Kemendikbud). Sistem ini diyakini akan memenuhi target wajib belajar 12 tahun.

Ke depan, Kemendikbud mewacanakan untuk mengubah sistem proses penerimaan peserta didik baru (PPDB). Siswa tak perlu lagi mencari sekolah. “Namanya mungkin juga tidak lagi PPDB,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Ke depan, sekolah melalui musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) yang proaktif bekerja sama

dengan aparat desa atau kelurahan untuk menjemput siswa masuk sekolah. Pada PPDB sebelumnya, sekolah pasif menunggu siswa datang.

Penerimaan siswa baru model anyar bisa dikembangkan lantaran pada awal tahun sudah bisa memproyeksikan siswa akan sekolah di mana. Sistem zonasi akan menghapuskan sekolah favorit dan tidak favorit. Jadi, sumber daya manusia maupun kemampuan sekolah akan sama. “Pedoman sudah disiapkan,” jelas Muhadjir.

Mendatang, sekolah bersama aparat daerah dapat lebih aktif mendorong anak-anak usia

sekolah untuk belajar di sekolah atau pendidikan kesetaraan. “Sehingga tidak boleh lagi anak usia wajib belajar 12 tahun yang tidak belajar,” ujar Muhadjir.

Dengan sistem zonasi, penerimaan siswa baru diyakini dapat berjalan lebih baik dan mencerminkan keberadilan. Melalui zona-zona yang ada, peta guru dan sarana-prasarana pendidikan menjadi lebih jelas sehingga memudahkan dalam penanganan permasalahan.

Menurut Muhadjir, jika sebelumnya populasi sumber daya unggulan terkonsentrasi pada sekolah-sekolah tertentu, ke depan akan berbeda. Semua sekolah bakal didorong memiliki kualitas yang baik

 

Sumber :

https://nashatakram.net/

Bekali Siswa Sesuai Zamannya

Bekali Siswa Sesuai Zamannya

Bekali Siswa Sesuai Zamannya
Bekali Siswa Sesuai Zamannya

Sebanyak 10 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Bandung wilayah Utara mengikti

Bimbingan Teknis (Bimtek) Integrasi Science Tekhnologi Engineering and Mathematics (STEM) dalam implementasi Kurikulum-13 di SMP Negeri 14 Bandung, kemarin (27/9).

Master Teacher, Dadan, memberikan alasan kenapa harus ada Bimtek STEM. Hal itu lantaran sebut dia, anak didik sekarang di era mileneal bisa diberikan keterampilan sesuai dengan zamannya.

”Alasannya, karena ingin anak anak sekarang. Anak anak abad XXI ini diberikan keterampilan yang sesuai dengan zamannya. Jadi dengan STEM itu, si anak bisa memecahkan masalah di kehidupan sehari hari,” kata Dadan pada Jabar Ekspres usai memberikan Bimtek di SMP Negeri 14 di Jalan Lapangan Supratman Nomor 8, Kota Bandung, kemarin (27/9).

Dia juga menilai Bimtek Integrasi STEM disebutnya merupakan terobosan yang baik. Apalagi STEM

sudah dilakukan sudah lama oleh negara-negara maju. Bahkan, kata Dadang, sejumlah negara tetangga Indonesia dalam satu dekade ini sudah menerapkan STEM.

“Sepertinya kalau tidak menerapkan STEM ini, kita akan ketinggalan. Negara tetangga saja sudah ada 10 tahunan menggarap STEM. Dan ternyata menurut penelitian, dan diteliti juga oleh ahli ahli kita, sebelum ini digulirkan betul betul masif misalnya ya. Karena ini kan baru di Kota Bandung, ternyata hasil penelitian itu meningkatkan minat belajar siswa, apalagi menghadapi era industri 4.0,” ungkapnya.

Tak heran dalam pemaparannya saat Bimtek, dia lebih menekankan pada sains, teknologi

dan matematika serta Teknik. Mernurutnya ruh dari semua itu terdapat pada teknik.

”Jadi si anak itu (nantinya) bisa merekayasa suatu barang sehingga bagi dia, bisa memudahkan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya untuk penjernihan air, hidroponik, itu ada kaitannya dengan teknik,” jelasnya.
Disinggung implementasi di lapangan untuk saat ini, dia menilai baru sebatas pada tahapan projek-projek. ”Misalnya membuat satu projek hidroponik, belum terintegrasi pada setiap mata pelajaran. Mungkin baru sains dan matematika. Dan tekniknya tentu saja dalam proses pembuatannya itu,” ungkapnya.

 

Sumber :

https://egriechen.info/

Guru Honorer Masih Mogok Ngajar

Guru Honorer Masih Mogok Ngajar

Guru Honorer Masih Mogok Ngajar
Guru Honorer Masih Mogok Ngajar

Aksi mogok mengajar tenaga honorer memasuki hari kedua, Selasa (16/10) lalu. Aksi

yang dilakukan para guru itu mendapat perhatian dari para orang tua. Karena aktivitas belajar mengajar jadi berantakan.

Orang tua siswa juga mulai resah sekalipun proses belajar tetap berjalan pasca Dewan Pendidikan (Wandik) Indramayu mengimbau Polri, TNI, Mahasiswa Universitas Wiralodra dan para guru purnatugas secara sukarela menggantikan posisi guru honor.

Salah satu orang tua siswa, Hasanah menegaskan, bersama orang tua lainya merasa resah dengan aksi mogok mengajar yang dilakukan tenaga honorer itu. Ia khawatir jika para pengajar sukarelawan yang menggantikan peran guru honorer sewaktu-waktu berhenti mengajar dengan berbagai alasan. Hal ini membuatnya sebagai orang tua merasa dirugikan.

”Polri dan TNI juga punya tugas sendiri. Tidak bisa mereka mengisi posisi itu (mengajar, red)

untuk selamanya,” ujar Hasanah, orang tua siswa yang mengantar anaknya di SDN Paoman III Indramayu.

Hasanah pun mengkritik langkah Kepala Dinas Pendidikan Kabupeten Indramayu, Ali Hasan, yang mempersilakan para guru honorer melakukan aksi mogok mengajar. Hasanah menegaskan, sikap Kadisdik mencederai dunia pendidikan.

Menurutnya, pemerintah khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu seharusnya memerhatikan nasib para guru honorer. ”Jangan bilang silahkan guru honor itu mogok, itu kan hak mereka. Pejabat model apa seperti itu? Memang cuma guru honor yang punya hak? Murid juga punya hak untuk mendapat pengajaran,” tandasnya ketus.

Kondisi itu membuat Hasanah dan para orang tua siswa mengaku prihatin. Aksi mogok mengajar

membuat anak- anak mereka tidak dapat menerima layanan pendidikan secara maksimal. Ia meminta pemerintah untuk turun tangan mengatasi masalah ini.

”Kami orang tua juga punya hak menuntut karena anak kami ditelantarkan,” lanjutnya.

Sementara Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Indramayu-Cirebon yang duduk di Komisi X, Dedi Wahidi sangat mendukung tenaga honorer, khususnya guru honorer untuk diangkat menjadi CPNS. Terutama mereka yang sudah mengabdi cukup lama.

”Saya sangat mendukung tenaga honorer diangkat menjadi CPNS asal sesuai mekanisme, terutama mereka yang sudah cukup lama mengabdi,” tuturnya.

Menurut Dedi, aksi mogok mengajar yang dilakukan guru honorer sebenarnya dipicu penghasilan mereka yang tidak memadai. Padahal mereka sudah mengabdi cukup lama. Untuk itulah pemerintah harus mengangkat mereka menjadi CPNS.

Kalaupun untuk saat ini belum bisa, tuturnya, maka harus ada upaya dari pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten untuk ikut memikirkan kesejahteraan mereka.

 

Baca Juga :

 

 

Tikomdik Dukung Pendidikan Berbasis TIK

Tikomdik Dukung Pendidikan Berbasis TIK

Tikomdik Dukung Pendidikan Berbasis TIK
Tikomdik Dukung Pendidikan Berbasis TIK

Tuntutan zaman akan kebutuhan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) semakin meningkat

setiap waktunya. Kebutuhan TIK ini pun tentunya penting diterapkan dalam dunia pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi mengatakan telah berupaya untuk melakukan inovasi dan kolaborasi pada pendidikan dengan berbasis TIK di Jawa Barat.

”Secara teknis, dari proses perencanaan sampai pelaporan, kami sudah konsisten menggunakan program berbasis TIK,” ujar Hadadi seperti dikutif dari laman resmi Disdik Jabar, kemarin.

Hadadi menjelaskan mereka telah memiliki Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan

(Tikomdik) untuk mendukung pendidikan berbasis TIK di Jawa Barat. Sesuai dengan visi Jawa Barat yaitu terwujudnya Jawa Barat Juara Lahir Batin dengan Inovasi dan Kolaborasi, pemerintah daerah Provinsi Jawa Barat pun mengembangkan media pembelajaran berbasis TIK.

Hadadi menjabarkan program TIK pendidikan yang telah dilaksanakan pada bidang pendidikan, meliputi manajemen Dapodik Jawa Barat; portal pendidikan SMA, SMK, SLB; sistem informasi aplikasi pendidikan jarak jauh (Siajar); pemetaan guru dan tenaga kependidikan (aplikasi DSO); anugerah karya TIK pendidik (Atikan); penilaian angka kredit online (Opak); gerakan literasi sekolah Jawa Barat online; dan sosial media meliputi instagram, facebook, twitter, dan youtube.

”Adapun rencana pembangunan tahunan daerah telah online seluruhnya, sudah konsistemn dari awal

, semua usulan-usulan harus di online, kemudian untuk pelaksanaan kami sekarang sudah banyak kegiatan-kegiatan yang sudah online. Ini adalah upaya kami, termasuk dalam hal penilaian kinerja pegawai membut laporan secara online,” ujar Hadadi.

Selain itu, Hadadi mengatakan dengan dilakukannya upaya peningkatan TIK di dunia pendidikan maka hal ini berdampak pada beberapa aspek pendidikan, diantaranya sekitar 5000 orang guru telah dilatih semenjak tahun 2018. Selain itu, layanan informasi kepada masyarakat lebih terbuka lewat media sosial. Adanya bahan ajar berbasis TIK dan bantuan komputer bagi sekolah. Serta, setiap sekolah telah melaksanakan pembelajaran berbasis TIK

 

Sumber :

https://s.id/6HWry

Pelajar Diminta Gemar Menabung

Pelajar Diminta Gemar Menabung

Pelajar Diminta Gemar Menabung
Pelajar Diminta Gemar Menabung

Sebelum sukses menjadi seorang publik pigur dan seorang petinggi di Kabupaten Bandung

Barat seperti saat ini, kehidupan Hengki Kurniawan tidak serta merta berada di titik aman. Untuk mewujudkan mimpinya menjadi artis di Ibu Kota, Hengki kecil bahkan harus membantu orangtua berjualan dan menyisihkan sebagian uangnya untuk ditabung.

Itulah sedikit cerita yang dipaparkan Wakil Bupati Bandung Barat ini dihadapan 400 siswa/siswi dari 22 sekolah SD dan SMP se-Kabupaten Bandung Barat yang hadir pada “Gebyar Ayo Menabung” Tabungan Simpanan Pelajar (Simpel) yang diselenggarakan Bank BJB Cabang Padalarang di Ballroom Lantai 4 Gedung B Komplek Pusat Perkantoran Pemerintah KBB, baru-baru ini.

“Jadi, menabung itu penting dan banyak sekali manfaatnya. Saya menghimbau seluruh pelajar

yang ada di Kabupaten Bandung Barat untuk membiasakan menabung dari usia dini,” terang Hengki.

Yang jelas, dia sangat merasakan banyak sekali manfaat yang diperoleh dari menabung, terlebih ketika dirinya tengah berada dalam keadaan darurat dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Dan uang yang ditabungkannya sangatlah berguna.

Hengki juga meminta pihak BJB untuk terus menyosialisasikan kegiatan gebyar menabung ini kepada seluruh pelajar. Bahkan, jika perlu harus disosialisasikan secara khusus ke setiap sekolah.

Sementara itu Kepala Cabang BJB Padalarang, Betty Rahmawati menuturkan bahwa “Gebyar Ayo Menabung”

ini merupakan apresiasi untuk para siswa/ siswi tingkat SD, SMP dan SMA yang ada di Kabupaten Bandung Barat yang telah setia menjadi nasabah Simpel.

“Intinya kami mengajak seluruh pelajar KBB agar lebih gemar menabung serta sebagai ajang untuk belajar melakukan pengelolaan keuangan pribadinya sebagai bekal di masa depan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut BJB Cabang Padalarang melakukan Perjanjian Kerjasama Baru dengan 3 sekolah, yaitu SMPN 3 Padalarang, SDN Buah Batu dan SDN Cibodas serta memberikan apresiasi kepada pemenang dengan kategori tabungan terbesar kepada Agus Perkasa (SMP 1 Batujajar), Agung Rezkialvin (SDN 4 Cimareme) dan Adzra Febria (SDN Kartika Lembang).

 

Sumber :

http://www.nikehuarache.me.uk/basketball-basics-the-rules-concepts-definitions/

Mengajarkan Pendidikan Seks Sejak Dini

Mengajarkan Pendidikan Seks Sejak Dini

Penyebab beda maraknya free seks ialah kurangnya pendidikan tentang seks yang diserahkan kepada anak sampai-sampai mereka tidak tahu apa dampak dan bahayanya dari mengerjakan free seks. Oleh karena tersebut perlu sekali untuk menyerahkan pendidikan seks untuk anak semenjak dini dan tidak boleh lagi memandang tabu urusan tersebut. Karena minimnya pengetahuanlah penyebab anak-anak tidak sedikit yang mengerjakan free seks. Lalu bagaimanakah menyerahkan pendidikan seks untuk anak itu? Berikut diuraikan penjelasan tentang hal tersebut:

Pada umur 2-3 tahun kamu bisa mulai guna menamakan perangkat reproduksi untuk anak kamu sesuai dengan nama aslinya tidak butuh dirubah atau disamarkan dengan nama beda karena tersebut akan membingungkan anak kamu nantinya. kita beri tahu ia bahwa penis ialah alat kelamin laki-laki dan vagina ialah alat kelamin perempuan.

Pada umur 3-4 tahun barangkali anak kamu sudah semakin tidak sedikit bertanya, barangkali saja ia menanyakan darimanakah bayi berasal, kenapa ia dapat dalam perut ibu. Bagi pertanyaan tersebut kamu harus menjawabnya dengan kalimat yang simpel yang sebisa mungkin dapat dimengerti oleh anak. Anda dapat menjawab bahwa di dalam perut seorang ibu ada lokasi yang mempunyai nama rahim, didalam rahinm bayi bakal tinggal sekitar 9 bulan dan setelah tersebut akan dicetuskan kedunia laksana kamu.

Pada umur 5-6 tahun seringkali anak mulai mempertanyakan bagaimana ia beserta adik dan kakaknya terdapat di dunia ini sebelum terdapat di rahim seorang ibu. Anda dapat menjelaskannya bahwa mereka ada sebab ayah dan ibu yang membuatnya dengan teknik yang spesial. Jika anak kamu masih terus bertanya maka hendaknya beri keterangan yang lebih detail namun tetap mesti dimengerti oleh anak.

Itulah salah satu nya edukasi seks yang bisa kamu berikan untuk anak kamu yang masih berusia dini. Pendidikan seks ini hendaknya tidak diserahkan hanya pada ketika usia dini saja namun pada umur selanjutnya pun kamu masih perlu menyerahkan ia edukasi seks hingga ia benar-benar mengerti. Pada ketika ia masuk Sekolah Dasar yaitu pada rentang umur 6-12 tahun ia barangkali saja bertanya tentang apa hubungan badan. ereksi, mimpi basah, menstruasi, sperma, ovum, dll. Anda mesti dapat menjelaskanya dengan baik, misalnya ketika kamu menjelaskan hubungan badan. Tidak apa-apa kamu berkata vulgar laksana “hubungan badan ialah hubungan yang seringkali dilakukan oleh suami istri dengan mempertemukan perangkat kelamin mereka yakni venis dan vagina dimana penis bakal menghasilkan sperma dan andai sperma itu bertemu dengan sel telur (ovum) yang sesuai maka bakal menghasilkan bayi”. Menjeleskan bukan berarti mengajak melakukann ya, namun ini supaya mereka memahami dan rasa hendak tahu mereka terjawab.

Nah barangkali pertanyaan ini bakal ditanyakan oleh anak-anak ruang belajar tinggi, jadi mereka akan lumayan mengerti. Setelah kamu menjelaskan urusan tersebut kamu bisa memberi penguatan bahwa mereka mesti mengawal alat kelamin mereka jangan ada yang menyentuhnya di samping dirinya sendiri ataupun orang tua (ibu dan ayah) . Kemudian kamu juga dapat menambahkan bahwa hubungan badan tadi melulu boleh dilaksanakan oleh suami istri yang sah, di samping suami istri jangan ada yang melakukannya karena tersebut dosa di samping itu dapat tertular penyakit. Kamu tidak inginkan kan tertular penyakit dan berdosa. Pasti dengan keterangan tersebut anak kamu akan memahami dan akan mengawal alat reproduksinya dengan baik. Begitu pula andai anak kamu bertanya urusan lain kamu harus dapat menjawabnya dengan baik dan bersikaplah terbuka andai anak bercerita mengenai alat kelamin atau unsur tubuhnya yang seiring waktu tidak banyak demi tidak banyak berubah. Jangan mengolok-olokan supaya ia tetap merasa bebas berkata dengan kamu dan kamu bisa mengawasi pertumbuhan dan pertumbuhan tubuhnya, sekaligus menghindarkan ia dari free seks maupun durjana seksual yang sedang marak terjadi.

Sumber : http://pandora.nla.gov.au/external.html?link=https://www.pelajaran.co.id

keajaiban DUNIA

keajaiban DUNIA

keajaiban DUNIA
keajaiban DUNIA

Ditulis oleh Syed Mohd Azlan
Piramida raksasa Mesir merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia saat ini, sejak dulu dipandang sebagai bangunan yang misterius dan megah oleh orang-orang. Namun, meskipun telah berlalu berapa tahun lamanya, setelah sarjana dan ahli menggunakan sejumlah besar alat peneliti yang akurat dan canggih, masih belum diketahui, siapakah sebenarnya yang telah membuat bangunan raksasa yang tinggi dan megah itu? Dan berasal dari kecerdasan manusia manakah prestasi yang tidak dapat dibayangkan di atas bangunan itu? Serta apa tujuannya membuat bangunan tersebut? Dan pada waktu itu ia memiliki kegunaan yang bagaimana atau apa artinya? Teka-teki yang terus berputar di dalam benak semua orang selama ribuan tahun, dari awal hingga akhir merupakan misteri yang tidak dapat dijelaskan. Meskipun sejarawan mengatakan ia didirikan pada tahun 2000 lebih SM, namun pendapat yang demikian malah tidak bisa menjelaskan kebimbangan yang diinisiasikan oleh sejumlah besar penemuan hasil penelitian.

Baca Juga :

Urbanisasi dan Perpindahan Penduduk

Urbanisasi dan Perpindahan Penduduk

Urbanisasi dan Perpindahan Penduduk
Urbanisasi dan Perpindahan Penduduk

Urbanisasi bukan hanya terjadi di Kota Serang tetapi hampir di semua kota – kota di Indonesia. Dampak laju urbanisasi yang tinggi sudah mulai dirasakan di Kota Serang salahsatunya dari segi transportasi.  Pada prinsipnya, kemacetan di jalan raya itu disebabkan terlampauinya kapasitas jaringan jalan yang ada oleh jumlah (arus Lalu Lintas) kendaraan yang lewat pada jaringan tersebut.  Jika di urut lebih jauh lagi, maka hal ini disebabkan oleh “semakin bertambahnya waktu (semakin lamanya ) seseorang melakukan perjalanan di dalam sistem jaringan jalan. Artinya, semakin lama seseorang melakukan perjalanan, maka semakin besar sumbangsih dia terhadap kemacetan di jalan.

a.       Saat ini Kota Serang terus mengembang seiring dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk. Pertambahan jumlah penduduk menuntut bertambahnya ruang untuk permukiman, niaga dan lain sebagainya.  Pertumbuhan kota sudah dengan sendirinya akan menaikkan harga lahan di pusat kota yang berdampak semakin banyaknya masyarakat yang tinggal di area pinggiran kota, namun mereka bekerja di pusat kota. Dengan demikian, semakin banyak masyarakat yang melakukan perjalanan dengan waktu tempuh perjalanan yang semakin panjang.

b.      Dampak lain dari pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi adalah semakin banyaknya profesi berarti semakin banyak juga aktivitas perjalanan. Jumlah pelajar dan mahasiswa semakin banyak, semakin bertambah kunjungan wisatawan, dan lain sebagainya. Kesemuanya itu menyebabkan adanya pergerakan tambahan di pusat kota.

Sumber : https://downloadapk.co.id/

Guru Madrasah Bentuk MGMP

Guru Madrasah Bentuk MGMP

Guru Madrasah Bentuk MGMP
Guru Madrasah Bentuk MGMP

Lembaga Yayasan Pendidikan Islam Mts Ash Shoheh lakukan pembinaan dan pembentukan Musyawarah

Guru Mata Pelajaran (MGMP) untuk tingkatkan kinerja para gurunya, Sabtu (14/10).

Pembinaan yang dihadiri kurang lebih 60 guru dari tiga sekolah tersebut merupakan pembinaan pada guru madrasah di wilayah Citeureup sebagai upaya meningkatkan kinerja mereka sekaligus membentuk MGMP.

Pengawas Madrasah wilayah Citeureup, Yati Supriyati hal lain yang dituju

dalam pembinaan dan pembentukan MGMP tersebut yaitu mempermudah dewan guru dalam mengelola administrasi. “Ini juga bisa dijadikan bahan evaluasi kinerja guru, sekaligus adanya kebersamaan dan keseragaman dalam memberikan materi terhadap siswa,” bebernya kepada Radar Bogor.

Menurutnya, pembinaan serta pembentukan MGMP juga sangat baik untuk meningkatkan

kompetensi kepala dan kedua kompetensi guru karena di K-13 atau Kurikulum 2013, guru maupun kepala sekolah dituntut untuk merencanakan persiapan pembelajaran yang optimal.

“Lagipula pemerintah sudah memberikan subsidi berbentuk tunjangan profesi yang nominalnya sesuai dengan SK. Makanya diharapkan dengan ini para guru bisa lebih meningkatkan kinerjanya, lebih bertanggung jawab dan lebih berdedikasi untuk kemajuan madrasah,” tegas Yati.(ran/c)

 

Baca Juga :