Hari Pahlawan, PT KAI Ajak Masyarakat Jadi Pahlawan Berlalu Lintas

Hari Pahlawan, PT KAI Ajak Masyarakat Jadi Pahlawan Berlalu Lintas

Hari Pahlawan, PT KAI Ajak Masyarakat Jadi Pahlawan Berlalu Lintas
Hari Pahlawan, PT KAI Ajak Masyarakat Jadi Pahlawan Berlalu Lintas

Dalam rangka menyambut Hari Pahlawan sekaligus sebagai ajang kampanye disiplin berlalu lintas di perlintasan sebidang, PT KAI Daop 8 Surabaya bersama Komunitas Pecinta Kereta Api, menggelar sosialisasi peduli keselamatan berlalu lintas di perlintasan sekitar Jalan A. Yani, Surabaya tepatnya seputar Mall Royal.

Guna menarik perhatian masyarakat yang melintas, panitia menampilkan kegiatan musik angklung dengan menyanyikan lagu perjuangan serta kostum ala pejuang. Selain itu, terlihat juga peserta dengan tampilan balutan perban dan robot merah putih.

Selain kostum menarik dan pagelaran musik jalanan, para peserta yang berjumlah 40 orang ini, dalam aksi simpatiknya diisi dengan pembagian stiker selamat di perlintasan, bunga, pin dan bendera merah putih.
Baca Juga:

Baru 36 Persen Tiket Kereta Api Lebaran yang Terjual
KAI Siap Tampung Pemudik
Pasuruan Banjir, KAI Daop 8 Kembalikan Uang Tiket Penumpang
Rayakan Valentine, KAI Daop 8 Bagikan Ratusan Bunga untuk Penumpang
Semarak Peringatan Hari Santri Nasional di Stasiun Gubeng

“Dalam kampanye peduli keselamatan ini, para peserta yang terdiri pegawai PT KAI Daop 8 Surabaya

bersama anggota komunitas pecinta kereta sebanyak 40 orang, menyelengarakan berbagai aksi simpatik kepada para pengguna jalan raya yang melintas di Jalan A.Yani – Surabaya. Kegiatan hiburan musik, orasi hingga pembagian secara gratis aneka souvenir menarik dengan jumlah 800 pcs dilakukan dalam kampaye yang bertanjuk Ayo Menjadi Pahlawan Berlalu Lintas,” jelas Suprapto, Manager PT KAI Daop 8 Surabaya, Minggu (10/11/2019).

Pihak Humas PT KAI Daop 8 Surabaya selalu menghimbau melalui berbagai cara pendekatan komunikasi,

agar masyarakat yang menggunakan angkutan kendaraan bermotor baik roda dua maupun empat, agar berhati – hati ketika melintas di perlintasan sebidang antara jalur rel Kereta Api dan jalan raya. Berbagai cara pendekatan komunikasi guna menyadarkan masyarakat akan penting keselamatan di perlintasan telah dilakukan seperti sosialisasi ke sekolah-sekolah, balai desa, di stasiun-stasiun, seminar di hotel-hotel, dan hingga aksi simpatik di jalanan.

“Kami ingatkan kembali, bahwa tata cara melintas di perlintasan sebidang adalah berhenti di rambu tanda STOP,

tengok kiri – kanan, apabila telah yakin AMAN, baru bisa melintas. Palang pintu, sirene dan penjaga perlintasan hanyalah alat bantu keamanan semata. Alat utama keselamatannya ada di rambu-rambu lalu lintas bertanda STOP tersebut,” Jelas Suprapto, Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya.

Sesuai dengan UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan, pasal 114 menyatakan : Pada perlintasan sebidang antara jalur KA dan jalan, pengemudi wajib:
a. Berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup dan/atau ada isyarat lain.
b. Mendahulukan kereta api, dan
c. Memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintasi rel.

 

Sumber :

https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/sejarah-gitar/

Terkait Situs Kumitir di Mojokerto, Ini Solusi dari Pemerintah Pusat

Terkait Situs Kumitir di Mojokerto, Ini Solusi dari Pemerintah Pusat

Terkait Situs Kumitir di Mojokerto, Ini Solusi dari Pemerintah Pusat
Terkait Situs Kumitir di Mojokerto, Ini Solusi dari Pemerintah Pusat

Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)

akan memberi kompensasi ke para perajin bata merah di sekitar lokasi Situs Kumitir di Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman (PCBP), Ditjen Kebudayaan, Kemendikbud, Fitra Arda Ambas berharap ada kerjasama sama dengan komunitas yang bisa menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah. “Sehingga semua aspirasi yang diinginkan warga bisa didengar,” ungkapnya, Jumat (8/11/2019.

Terkait kompensasi, pihaknya belum menerima usulan anggaran untuk kompensasi dari Balai

Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim. Sehingga sampai saat ini, kompensasi belum masuk dalam anggaran 2020. Sebagai solusinya, pihaknya akan mengambil dana dari pos anggaran penanganan kasus.

“Mungkin kami bisa memasukkan ke ranah penanganan kasus untuk memberi kompensasi ke para perajin bata merah

. Tahun ini pemerintah hanya mengalokasikan dana Rp2 miliar, itupun untuk penanganan kasus seluruh Indonesia. Karena saat ini anggaran Kemendikbud untuk tahun depan sedang dibahas dengan DPR RI dan akan segera disahkan,” jelasnya.

Pihaknya menjanjikan kompensasi bagi para perajin bata merah di Situs Kumitir agae bisa dicairkan tahun depan. Hanya saja, pihaknya meminta para perajin baru bata merah di sekitar lokasi Situs Kumitir bisa bersabar untuk menanti hingga kompensasi bisa dicairkan.

 

Sumber :

https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/sejarah-youtube/

97 Siswa Siap Diuji

97 Siswa Siap Diuji

97 Siswa Siap Diuji
97 Siswa Siap Diuji

Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bantarkemang 6, Kecamatan Bogor Timur

, Kota Bogor, telah sukses menyelenggarakan Try Out yang kedua. Kegiatan ini pun diikuti 97 murid kelas enam,A dengan lancar dan aman. Menurut Kepala SDN Bantar Kemang 6 agus Setianingsih, uji coba kedua ini sebagai upaya dalam mengukur kemampuan anak didiknya, terutama murid kelas 6 yang akan menghadapi ujian nasional Mei 2018 mendatang.

Dengan harapan, kata Agus, para siswa ini tak lagi merasa canggung, karena uji coba ini tidak akan berbeda jauh dengan soal-soal ujian nasional.

“Baik uji coba yang pertama dan kedua, semuanya berjalan lancar tanpa ada sisiwa

yang ijin sakit ataupun cuti,” ujar Agus saat ditemui Metropolitan, kemarin.

Ia menjelaskan, para siswa akan melaksanakan uji coba yang kedua ini, kedepannya mereka harus menjaga kesehatan dengan tidak jajan sembarangan, dan tetap belajar dirumah agar prestasi yang dicapai selama ini tidak mengalami penurunan.

“Kami menghimbau kepada orangtua murid untuk selalu mengawasi anak – anaknya usai

pulang sekolah, agar mereka terkontrol baik kesehatan dan pendidikannya,”pungkasnya.

 

Baca Juga :

 

 

Siswi SDN Bubulak Harumkan Nama Sekolah

Siswi SDN Bubulak Harumkan Nama Sekolah

Siswi SDN Bubulak Harumkan Nama Sekolah
Siswi SDN Bubulak Harumkan Nama Sekolah

Siswa kelas lima SDN Bubulak, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor, Eneng Putri Anasari, berhasil menyabet

medali emas dalam Festival Lomba Seni Nasional (FLSN) tingkat kecamatan pada Lomba Lukis.

Menurut Kepala SDN Bubulak, Hj Fatmawati, hal ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi sekolahnya. Terlebih, siswanya berhasil menumbangkan ratusan pelajar lainnya dalam perlombaan tersebut. “Saya bangga dengan prestasi yang diraih Eneng Putri Anasari,” ujarnya.

Fatmawati menjelaskan, kerja sama antara guru dan murid tanpa kenal lelah itu membuahkan hasil yang sangat baik.

Para pendidik terus memberikan dorongan dan semangat kepada anak didiknya, sampai meraih prestasi yang diinginkan sesuai bakat dan kemampuannya.

“Semoga prestasi yang telah diraih ini dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan,

baik di bidang akademik maupun nonakademik, sehingga dapat berperan dalam mengharumkan nama sekolah dan Kota Bogor,” pungkasnya.

 

Sumber :

https://www.bloglovin.com/@michael8984/you-can-get-best-educational-management-information-3699843

SMPIT Ar Rahman Bongkar Perpustakaan

SMPIT Ar Rahman Bongkar Perpustakaan

SMPIT Ar Rahman Bongkar Perpustakaan
SMPIT Ar Rahman Bongkar Perpustakaan

sekolah Menengah Islam Terpadu ( SMPIT ) Ar Rahman, Kecamatan Cijeruk, memperluas ruang

perpustakaan pasalnya minat baca peserta didiknya semakin meningkat pesat. Ketua yayasan Ar Rahman H. Dedy mengatakan, pembangunan perpustakaan ini dalam tahap pengerjaan oleh pihak ketiga, dan perpustakaannya itu sendiri memakai konsep taman perpustakaan yang menyatu dengan alam.

“Kami padukan ruang perpustakaan dengan lingkungan alam sekitar yang dapat memberikan

kenyamanan bagi murid – muridnya,” ujar Dedy.

Selain membaca buku, sambung dia, para muridnya bisa sambil belajar mengenai lingkungan hidup yang hijau, karena disekeliling ruang perpustakaan terdapat tanaman atau pohon yang dapat dipelajari.

“Saya berharap dengan adanya perpustakaan yang bernuansa alam dapat lebih meningkatkan

minat baca anak didiknya karena dengan membaca kita dapat mengenal dunia dengan luas,” pungkasnya.

 

Sumber :

https://www.evernote.com/shard/s390/sh/2eefe180-e729-4c7f-8400-37ff03174f1c/2118b646baac4758eb8056f5dab30243

 

Presensi murid dan guru di kelas

Presensi murid dan guru di kelas

Presensi murid dan guru di kelas
Presensi murid dan guru di kelas

Presensi atau kehadiran dianggap sebagai salah satu faktor yang sangat menentukan nilai para murid. Sayangnya, jumlah presensi tak serta-merta membuat nilai para murid bagus, terutama kalau KBM di kelas kurang maksimal. Sistem tersebut tidak akan Anda temukan pada e-learning. Mengapa? Pasalnya para murid bisa mendapatkan materi pembelajaran dari aplikasi atau software edukasi yang telah dipilih sekolah tanpa harus bertatap muka dulu dengan guru. Untuk mengoperasikannya,e-learning memakai sistem bernama Learning Management System atau LMS.

Jenis media untuk menyampaikan informasi
Kemampuan lisan dianggap sebagai keterampilan yang wajib dikuasai para pengajar. Jika mereka tak sanggup menyampaikan ilmu pengetahuan dengan baik, para murid juga sukar memahami informasi yang mereka cerna. Akibatnya, saat menghadapi ujian atau tes tertentu, para murid harus bekerja lebih keras untuk mencerna materi yang semestinya mampu diutarakan secara optimal oleh guru.

Syukurnya, e-learning memudahkan guru yang tak lihai dalam public speaking atau membutuhkan media tambahan untuk mendemonstrasikan materi mata pelajaran. Sistem pembelajaran ini mengandalkan audio dan visual sebagai medianya, sehingga murid-murid mudah memahami materi. Dalam hal ini, guru juga harus mampu memakai sarana multimedia yang dimanfaatkan dalam e-learning.

Sumber informasi dalam metode pembelajaran
Buku adalah jendela dunia. Frasa ini sering kali didengar di lingkungan sekolah dan menjadikan buku sebagai sumber informasi yang tak hanya diandalkan para pengajar, tetapi juga muridnya. Akan tetapi, pemakaian buku paket mulai dianggap kurang efektif belakangan ini. Semakin banyak buku yang dibutuhkan murid, semakin berat beban yang dia pikul ke sekolah. Orangtua juga mengeluarkan bujet yang tak sedikit untuk membelinya. Apalagi sebagian besar buku hanya sekali pakai.

E-learning, mengikuti konsepnya, memindahkan materi-materi yang dibutuhkan ke dalam format digital. Salah satu media yang akan sering digunakan adalah ­e-book. Media tersebut tak hanya ringan, tetapi juga hemat secara finansial. Dengan kata lain, siapa pun dapat mengaksesnya tanpa harus membuang anggaran besar.

Dinamika jadwal kegiatan belajar mengajar
Perbedaan terakhir di antara pembelajaran konvensional dengan e-learning terletak pada jadwal yang diterapkan. Dulu, murid dan guru akan mendapatkan jadwal KBM yang ditentukan pihak sekolah. Tidak jarang jadwal tersebut membuat KBM menjenuhkan karena durasinya terlalu lama. Situasi kadang terasa sulit kalau guru tidak hadir, karena itu berarti penyampaian materi mundur dari jadwal yang telah disusun.

Bagaimana dengan sistem yang diterapkan e-learning? Seperti yang telah disinggung, sistem KMB modern ini akan menjadi ‘jembatan’ di antara murid dengan guru walau mereka sedang tak berada di dalam ruangan yang sama. Dengan kata lain, para murid mempunyai kuasa juga untuk menentukan materi yang ingin mereka pelajari terlebih dahulu. Fleksibilitas jadwal tersebut dianggap bisa mengurangi tekanan emosi yang dialami kedua belah pihak.

SIDIA sebagai penyedia konten berkualitas e-learning

Dari penjelasan di atas, Anda dapat menilai sendiri efektivitas dari e-learning untuk sekolah. Selain mempunyai sarana multimedia yang memadai, lembaga pendidikan juga harus memakai software atau aplikasi berkualitas. Arfadia sebagai digital agency terbaik di Jakarta berpengalaman menghadirkan SIDIA sebagai fasilitator kegiatan belajar mengajar dengan teknologi modern.

SIDIA adalah aplikasi e-content yang didesain sedemikian rupa untuk memaksimalkan program e-learning—baik untuk sekolah yang sudah menyediakan sarana multimedia maupun baru terjun ke dalam sistem tersebut. Selain itu, SIDIA dianggap sebagai inovasi terkini yang bersahabat dengan murid SD dan SMP, karena spesifikasinya mudah dipelajari anak-anak sekolah. Materi yang disediakan pun tentunya telah disesuaikan kurikulum terbaru dan akan terus diperbaharui.

Sebagai pendamping dalam media pembelajaran e-learning, apa saja peran dan manfaat SIDIA yang akan didapatkan sekolah?

Sebagai aplikasi e-content, SIDIA dapat dimanfaatkan para pengajar untuk mengunggah materi dari subjek pelajaran yang dikuasai. Kemudian, para siswa bisa mengunduhnya dari mana dan kapan saja. Fungsi tersebut tentu sesuai dengan cara kerja e-learning yang fleksibel, sebab bisa diakses dari mana dan kapan saja;
Menyusun materi ajar bukan hal mudah bagi para pengajar. Mereka kadang membutuhkan waktu cukup lama sebelum menyampaikan kepada anak didiknya. Akan tetapi, aplikasi e-content akan memudahkan pekerjaan tersebut, karena pembuatan materi dapat dilakukan memakai sarana multimedia yang disediakan sekolah;
Tak hanya untuk kegiatan belajar mengajar, SIDIA juga dapat diandalkan untuk mengadakan kuis atau ujian walau guru yang bersangkutan berhalangan hadir. Pengajar bisa mengunggah soal-soal kuis atau ujian ke aplikasi e-content untuk kemudian diunduh para siswa untuk nantinya dikerjakan. Setelah selesai, mereka akan mengunggahnya kembali;
Selanjutnya, software sekolah ini ternyata dapat membantu para murid meningkatkan rasa percaya diri mereka. Hal ini disebabkan kemudahan akses terhadap sumber informasi seperti e-book dan jurnal yang disediakan SIDIA. Jadi, mereka tak harus tergantung dengan penjelasan guru di kelas;
SIDIA memungkinkan para pengajar maupun pihak sekolah mengunggah informasi lain seperti jadwal pelajaran, ekstrakurikuler, dan pengumuman lainnya. Guru juga bisa menyimpan data nilai dan daftar presensi untuk kebutuhan penilaian anak didiknya.
Demikian informasi seputar e-learning dan penggunaannya dengan sarana multimedia. Kehadiran SIDIA diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan berbagai kegiatan sekolah berbasis teknologi.

Baca Juga :

Manfaat dan Peran Aplikasi E-content

Manfaat dan Peran Aplikasi E-content

Manfaat dan Peran Aplikasi E-content
Manfaat dan Peran Aplikasi E-content

Dunia teknologi di Indonesia telah mengalami kemajuan pesat selama beberapa tahun terakhir. Jika dulu teknologi digunakan secara eksklusif oleh beberapa pihak saja, sekarang hampir semua sektor yang berkaitan dengan aspek kehidupan memanfaatkannya. Tak terkecuali dunia pendidikan yang dari tahun ke tahun semakin terbuka terhadap perkembangan teknologi.

Perubahan tersebut dapat Anda lihat dari upgrade sarana multimedia seperti komputer, laptop, maupun printer. Selain itu, sarana multimedia mulai dimanfaatkan untuk menjalankan sistem pembelajaran paling mutakhir, yakni e-learning.

Sesuai namanya, e-learning mengandalkan teknologi untuk kegiatan belajar mengajar di kelas maupun luar ruangan. Namun, masih ada pengajar dan institusi yang meragukan efektivitas e-learning atau belum siap menerima kehadiran metode KBM yang lebih canggih. Sebagai bahan pertimbangan, berikut ini sejumlah poin yang memaparkan perbedaan di antara KBM konvensional dengan e-learning.

  • Interaksi di antara guru dengan murid

Dalam sistem pembelajaran konvensional, guru dianggap sebagai satu-satunya tumpuan para murid. Metode ini sebenarnya berangsur ditinggalkan dan hanya akan Anda dapatkan pada kurikulum lama. Akan tetapi, jejaknya masih terasa di beberapa kurikulum baru. Menjadikan guru sebagai sumber ilmu dan pengetahuan memang tak sepenuhnya salah. Hanya saja, tanpa melibatkan murid dalam kegiatan di kelas akan membuat KBM membosankan.

Lain ceritanya dengan e-learning. Keberadaan guru masih dibutuhkan, tetapi tidak lagi mendikte para anak didiknya. Justru para murid akan diminta memperoleh materi, memahaminya, dan mengerjakan tes atau ujian secara daring. Guru berperan sebagai pengawas supaya pemakaian teknologi pada e-learning berjalan lancar

Gagasan Cerdas yang Disampaikan PGRI

Gagasan Cerdas yang Disampaikan PGRI

Gagasan Cerdas yang Disampaikan PGRI
Gagasan Cerdas yang Disampaikan PGRI

Dalam acara Forum Silaturahim Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang dilaksanakan pada tanggal 4 November 2019, bertempat di ruang sidang Graha I, Gedung A Lantai 2 Kemendikbud, Senayan, Jakarta, PGRI menyampaikan 12 gagasan penting untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Keduabelas gagasan tersebut adalah:

  1. Tingkatkan terus kesejahteraan guru, melalui pencairan dana sertifikasi tepat waktu dan melekat pada gaji sehingga bisa cair tiap bulan
  2. PPG dilaksanakan bagi calon guru atau para sarjana pendidikan yang akan menjadi guru, bagi guru-guru yang sudah mengajar buka kembali program PLPG dan dibiayai pemerintah.
  3. Kualitas guru perlu ditingkatkan melalui diklat/workshop yang memuliakan guru dengan konsep diklat/wo0rkshop living education, Inspiratif, dan motivatif.
  4. Mempermudah administrasi guru, kenaikan pangkat guru, memperpendek birokrasi pendidikan, dan mendorong guru untuk lebih mengembangkan Pembelajaran yang Demokratis, Beragam, Kolaboratif, Kreatif, Inovatif, Efektif, dan Menyenangkan (PADEBERKINEM) melalui berbagai aplikasi pembelajaran
  5. Pemetaan kualifikasi guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, dan pemetaan kualitas sekolah berbasis kinerja. Tunjangan kepala sekolah dan pengawas harus segera direalisasikan.
  6. Penilaian Kurikulum 2013 harus direvisi karena masih bertentangan dengan hakikat kurikulum 2013 dan menyulitkan guru dalam merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi pembelajaran serta masyarakat kesulitan membaca hasil penilaian kurikulum 2013.
  7. Terjadi kembali kamar-kamar pengembangan mutu yang sifatnya sektoral (pendidikan dasar tanggungjawab kab/kota, pendidikan menengah tanggungjwab provinsi, dikti tanggung jawab pemerintah pusat, sehingga harus ada kebijakan yang diskresi untuk mengatasi ini melalui percepatan secara masif, terstruktur, dan sistematis. Dari mulai tata kelola guru, kurikulum, sarana prasarana, pengembangan karier, dan harlindung.
  8. Pemerintah segera mengabulkan 11 tambahan kemaslahatan dan penghasilan bagi guru berdasar UUGD.
  9. Solusi bagi guru honorer dengan memberikan tunjangan minimal UMR atau setara dengan golongan III. a.
  10. Pemerintah segera menerbitkan Keppres terkait PGRI sebagai organisasi profesi.
  11. Pemerintah bersinergi dengan PGRI sebagai Organisasi Profesi dalam peningkatan mutu guru
  12. Pengelolaan dana BOS lebih mementingkan subtansi dari pengelolaan yang memudahkan sekolah, bermakna bagi peningkatan mutu dan pelayanan pendidikan, terutama di SD tidak ada tenaga administrasi yang khusus mengelola keuangan sekolah.

Jenis Cybercrime

Jenis Cybercrime

Jenis Cybercrime
Jenis Cybercrime

Berdasarkan jenis aktifitas yang dilakukannya, cybercrime dapat digolongkan menjadi beberapa jenis sebagai berikut:

a. Unauthorized Access

Merupakan kejahatan yang terjadi ketika seseorang memasuki atau menyusup ke dalam suatu sistem jaringan komputer secara tidak sah, tanpa izin, atau tanpa sepengetahuan dari pemilik sistem jaringan komputer yang dimasukinya. Probing dan port merupakan contoh kejahatan ini.

b. Illegal Contents

Merupakan kejahatn yang dilakukan dengan memasukkan data atau informasi ke internet tentang suatu hal yang tidak benar, tidak etis, dan dapat dianggap melanggar hukum atau menggangu ketertiban umum, contohnya adalah penyebaran pornografi.

c. Penyebaran virus secara sengaja

Penyebaran virus pada umumnya dilakukan dengan menggunakan email. Sering kali orang yang sistem emailnya terkena virus tidak menyadari hal ini. Virus ini kemudian dikirimkan ke tempat lain melalui emailnya.

d. Data Forgery

Kejahatan jenis ini dilakukan dengan tujuan memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang ada di internet. Dokumen-dokumen ini biasanya dimiliki oleh institusi atau lembaga yang memiliki situs berbasis web database.

e. Cyber Espionage, Sabotage, and Extortion

Cyber Espionage merupakan kejahatan yang memanfaatkan jaringan internet untuk melakukan kegiatan mata-mata terhadap pihak lain, dengan memasuki sistem jaringan komputer pihak sasaran. Sabotage and Extortion merupakan jenis kejahatan yang dilakukan dengan membuat gangguan, perusakan atau penghancuran terhadap suatu data, program komputer atau sistem jaringan komputer yang terhubung dengan internet.

f. Cyberstalking

Kejahatan jenis ini dilakukan untuk mengganggu atau melecehkan seseorang dengan memanfaatkan komputer, misalnya menggunakan e-mail dan dilakukan berulang-ulang. Kejahatan tersebut menyerupai teror yang ditujukan kepada seseorang dengan memanfaatkan media internet. Hal itu bisa terjadi karena kemudahan dalam membuat email dengan alamat tertentu tanpa harus menyertakan identitas diri yang sebenarnya.

g. Carding

Carding merupakan kejahatan yang dilakukan untuk mencuri nomor kartu kredit milik orang lain dan digunakan dalam transaksi perdagangan di internet.

h. Hacking dan Cracker

Istilah hacker biasanya mengacu pada seseorang yang punya minat besar untuk mempelajari sistem komputer secara detail dan bagaimana meningkatkan kapabilitasnya. Adapun mereka yang sering melakukan aksi-aksi perusakan di internet lazimnya disebut cracker. Boleh dibilang cracker ini sebenarnya adalah hacker yang yang memanfaatkan kemampuannya untuk hal-hal yang negatif. Aktivitas cracking di internet memiliki lingkup yang sangat luas, mulai dari pembajakan account milik orang lain, pembajakan situs web, probing, menyebarkan virus, hingga pelumpuhan target sasaran. Tindakan yang terakhir disebut sebagai DoS (Denial Of Service). Dos attack merupakan serangan yang bertujuan melumpuhkan target (hang, crash) sehingga tidak dapat memberikan layanan.

i. Cybersquatting and Typosquatting

Cybersquatting merupakan kejahatan yang dilakukan dengan mendaftarkan domain nama perusahaan orang lain dan kemudian berusaha menjualnya kepada perusahaan tersebut dengan harga yang lebih mahal. Adapun typosquatting adalah kejahatan dengan membuat domain plesetan yaitu domain yang mirip dengan nama domain orang lain. Nama tersebut merupakan nama domain saingan perusahaan.

j. Hijacking

Hijacking merupakan kejahatan melakukan pembajakan hasil karya orang lain. Yang paling sering terjadi adalah Software Piracy (pembajakan perangkat lunak).

k. Cyber Terorism

Suatu tindakan cybercrime termasuk cyber terorism jika mengancam pemerintah atau warganegara, termasuk cracking ke situs pemerintah atau militer. Beberapa contoh kasus Cyber Terorism sebagai berikut :

  • Ramzi Yousef, dalang penyerangan pertama ke gedung WTC, diketahui menyimpan detail serangan dalam file yang di enkripsi di laptopnya.
  • Osama Bin Laden diketahui menggunakan steganography untuk komunikasi jaringannya.
  • Suatu website yang dinamai Club Hacker Muslim diketahui menuliskan daftar tip untuk melakukan hacking ke Pentagon.
  • Seorang hacker yang menyebut dirinya sebagai DoktorNuker diketahui telah kurang lebih lima tahun melakukan defacing atau mengubah isi halaman web dengan propaganda anti-American, anti-Israel dan pro-Bin Laden.

Baca Juga :

MODUS KEJAHATAN DALAM TEKNOLOGI INFORMASI

MODUS KEJAHATAN DALAM TEKNOLOGI INFORMASI

MODUS KEJAHATAN DALAM TEKNOLOGI INFORMASI
MODUS KEJAHATAN DALAM TEKNOLOGI INFORMASI
  • Trend perkembangan teknologi informasi, terutama internet
  • Dampak negatif seperti pornografi Internet
  • “CyberCrime” → kejahatan melalui jaringan Internet:

–           pencurian kartu kredit

–          hacking situs

–          menyadap transmisi data orang lain

–          memanipulasi data dengan cara menyiapkan perintah yang tidak dikehendaki ke dalam program computer,

Dalam kejahatan komputer dimungkinkan adanya delik formil dan delik materil:

  • Delik formil adalah perbuatan seseorang yang memasuki komputer orang lain tanpa ijin.
  • Delik materil adalah perbuatan yang menimbulkan akibat kerugian bagi orang lain.

Pengertian Cybercrime

Cybercrime merupakan bentuk-bentuk kejahatan yang timbul karena pemanfaatan teknologi internet. Beberapa pendapat mengindentikkan cybercrime dengan computer crimeThe U.S. Department of Justice memberikan pengertien computer crimesebagai:

“…any illegal act requiring knowledge of computer technology for its perpetration, investigation, or prosecution”.

(www.usdoj.gov/criminal/cybercrimes)

Pengertian tersebut identik dengan yang diberikan Organization of European Community Development, yang mendefinisikan computer crime sebagai:

“any illegal, unehtical or unauthorized behavior relating to the automatic processing and/or the transmission of data”.

Adapun Andi Hamzah (1989) dalam tulisannya “Aspek-aspek Pidana di Bidang komputer”, mengartikan kejahatan komputer sebagai:

”Kejahatan di bidang komputer secara umum dapat diartikan sebagai penggunaan komputer secara illegal”.

Dari beberapa pengertian di atas, secara ringkas dapat dikatakan bahwa cybercrimedapat didefinisikan sebagai perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan menggunakan internet yang berbasis pada kecanggihan teknologi komputer dan telekomunikasi.

Karakteristik Cybercrime

Selama ini dalam kejahatan konvensional, dikenal adanya dua jenis kejahatan sebagai berikut:

a. Kejahatan kerah biru (blue collar crime)

Kejahatan ini merupakan jenis kejahatan atau tindak kriminal yang dilakukan secara konvensional seperti misalnya perampokkan, pencurian, pembunuhan dan lain-lain.

b. Kejahatan kerah putih (white collar crime)

Kejahatan jenis ini terbagi dalam empat kelompok kejahatan, yakni kejahatan korporasi, kejahatan birokrat, malpraktek, dan kejahatan individu.

Cybercrime sendiri sebagai kejahatan yang muncul sebagai akibat adanya komunitas dunia maya di internet, memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda dengan kedua model di atas. Karakteristik unik dari kejahatan di dunia maya tersebut antara lain menyangkut lima hal berikut:

  1. Ruang lingkup kejahatan
  2. Sifat kejahatan
  3. Pelaku kejahatan
  4. Modus Kejahatan
  5. Jenis kerugian yang ditimbulkan

Sumber : https://sam-worthington.net/