Telkomsel Hadirkan Solusi Manajemen Bahan Bakar

Telkomsel Hadirkan Solusi Manajemen Bahan Bakar

Telkomsel Hadirkan Solusi Manajemen Bahan Bakar
Telkomsel Hadirkan Solusi Manajemen Bahan Bakar

Telkomsel bekerjasama dengan Pertamina Patra Niaga dan Mitratel

mengimplementasikan layanan inovatif untuk fuel management, yaitu IoT Intelligent Tank Monitoring System (INTANK) yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada tanggal 22 Maret 2019 yang lalu.

INTANK dihadirkan untuk mengatasi berbagai permasalahan fuel management tersebut. Solusi IoT industri end-to-end  ini berfungsi untuk memonitor tangki dari jarak jauh (remote tank monitoring) yang memungkinkan pemantauan inventaris dan konsumsi bahan bakar secara intensif kapanpun, dari manapun.

Dharma Simorangkir, SVP Enterprise Account Management Telkomsel

mengatakan, tren IoT sekarang ini tengah berkembang secara global. Oleh karenanya,Telkomsel secara konsisten meningkatkan kesiapan teknologi dan jaringan sebagai bagian dari upaya mengakselerasi terbentuknya ekosistem IoT di Indonesia.

“Upaya ini merupakan salah satu bentuk dukungan Telkomsel bagi roadmap pemerintah Indonesia yaitu

‘Making Indonesia 4.0’ dalam rangka memasuki era ‘Industry 4.0’, dimana aspek penguasaan teknologi, terutama teknologi informasi dan komunikasi menjadi kunci penentu daya saing Indonesia,” terangnya.

 

Sumber :

Falcon Squad – Classic Shoot ’em up 50.2 Apk + Mod (Unlimited Money) for android

Berubah Nama, Eks Google+, Kini Jadi Berbayar?

Berubah Nama, Eks Google+, Kini Jadi Berbayar?

Berubah Nama, Eks Google+, Kini Jadi Berbayar
Berubah Nama, Eks Google+, Kini Jadi Berbayar

Google telah menutup layanan jejaring sosial Google+,

tepatnya pada 2 April 2019, Google memutuskan untuk menghentikan layanan Google+.

Sebagai penggantinya, kini, Google memperkenalkan sebuah aplikasi baru yang merupakan hasil rebranding dari Google+ yakni Google Currents.

Selayaknya sebuah media sosial, Google Currents memungkinkan pengguna untuk saling berdiskusi dan berinteraksi. Namun kabarnya Currents, diperuntukkan bagi para pengguna korporasi.

Dilaporkan Android Authority, alasan hadirnya aplikasi ini adalah karena Google melihat bahwa sebuah perusahaan membutuhkan cara berkomunikasi baru yang lebih informal ketimbang e-mail.

Dengan begitu, para karyawan dapat menggunakan Google Currents

sebagai sarana komunikasi informal di dalam perusahaan.

Karena diperuntukan untuk perusahaan, ruang lingkup yang tersedia pada Google Currents pun terbatas hanya di dalam perusahaan yang menjadi tempat aplikasi ini digunakan.

Selain itu, Google Currents menjadi bagian dalam aplikasi G Suite dan menjadi salah satu dari rangkaian aplikasi berbasis web versi berbayar milik Google. Artinya, akan ada biaya yang dibebankan pada pengguna untuk menikmati layanan ini.

Seperti media sosial pada umumnya, pengguna Currents juga bisa melakukan update status

yang berisi ide-ide mereka untuk perusahaan. Nantinya, pengguna lain yang juga merupakan anggota atau karyawan perusahaan tersebut, bisa menuliskan komentar pada status tersebut.

Seperti diketahui tepatnya 2 April 2019, Google memutuskan untuk menghentikan layanan Google+.

Dirilis 2011 lalu, awalnya media sosial ini cukup laris dengan adanya miliaran orang yang mendaftar.

 

Sumber :

https://mvagusta.co.id/cool-goal-apk/

10 Ribu Lebih Orang Indonesia Tertipu FaceApp Palsu

10 Ribu Lebih Orang Indonesia Tertipu FaceApp Palsu

10 Ribu Lebih Orang Indonesia Tertipu FaceApp Palsu
10 Ribu Lebih Orang Indonesia Tertipu FaceApp Palsu

Sensasi aplikasi FaceApp yang mendunia mengundang para scammer

untuk mengambil keuntungan dalam waktu singkat. Peneliti ESET membongkar sebuah skema penipuan yang membonceng popularitas FaceApp menggunakan versi “Pro” sebagai umpan untuk memancing pengguna. Namun sayangnya banyak media lokal menggunakan kata FaceApp Pro sebagai rujukan padahal aplikasi tersebut merupakan versi palsunya.

Penjahat siber akan mencoba berbagai cara untuk mengeksploitasi semaksimal mungkin hype FaceApp, salah satunya dengan menyebarkan berita tentang versi fiktif berbahaya ini. Dalam pencarian Google menggunakan kata kunci “FaceApp Pro” hasilnya mencapai lebih dari 69 juta artikel.

Bahkan sebuah situs berita nasional di Indonesia menggunakan nama “FaceApp Pro

” sebagai nama perangkat lunak, walau secara contoh menggunakan screenshoot yang benar. Kita bisa lihat betapa dahsyatnya upaya penyesatan ini. Dari hasil riset ESET diketahui ada dua cara yang digunakan untuk menghasilkan uang melalui versi palsu “Pro” dari FaceApp.

Situs palsu “FaceApp Premium”

Salah satu metode penipuan yang digunakan adalah melalui website palsu yang menawarkan versi “Premium” FaceApp secara gratis, hal ini akan menarik, karena biasanya perangkat lunak Premium selalu berbayar.

Pada kenyataannya, scammer mengelabui korbannya untuk mengklik penawaran

yang tak terhitung jumlahnya untuk menginstal aplikasi lain dan langganan berbayar, iklan, survei, dan sebagainya. Korban juga menerima permintaan dari berbagai situs yang meminta menampilkan notifikasi. Ketika diaktifkan, pemberitahuan ini menyebabkan penawaran penipuan lebih lanjut.

Selama pengujian ESET, biasanya berakhir pada versi gratis FaceApp seperti yang tersedia di Google Play. Bedanya, pengunduhan tidak dilakukan di Google Play melainkan dari layanan populer file sharing mediafire.com. Ini berarti pengguna bisa dengan mudah berakhir mengunduh berbagai jenis malware jika itu adalah niat para pejahat siber.

 

Baca Juga :

 

 

Google Pixel 4 Usung RAM Lebih Besar

Google Pixel 4 Usung RAM Lebih Besar

Google Pixel 4 Usung RAM Lebih Besar
Google Pixel 4 Usung RAM Lebih Besar

Google dikabarkan sedang menyiapkan generasi smartphone seri pixel terbaru.

 

Google Pixel 4 XL disinyalir akan mengusung desain yang berbeda dengan Pixel generasi pendahulunya.

Seperti dilaporkan Android Authority,

berdasarkan bocoran Google Pixel 4 akan memiliki dua kamera belakang.

Ini tentunya satu kamera lebih banyak dibandingkan Google sebelumnya yakni Pixel 2 XL dan 3 XL.

Selain memiliki dua kamera belakang, kabar terbaru menyebutkan, jika ponsel akan memiliki konfigurasi RAM lebih besar dari pendahulunya, Google Pixel 3.

Ponsel Pixel memang terkenal sedikit ‘pelit’ pada spesifikasi, terutama dengan RAM. Untuk diketahu, RAM paling besar milik ponsel Google saat ini hanya mecapai RAM 4GB.

Pixel 4 dan Pixel 4 XL akhirnya akan membuat lompatan ke RAM 6GB

. Google juga dilaporkan akan meningkatkan resolusi layar menjadi 2280 × 1080 dan 3040 × 1440 untuk Pixel 4 dan 4 XL.

Seperti yang biasa dilakukan, Google kerap merilis smartphone Pixel buatannya setiap tahun pada bulan Oktober. Jadi besar kemungkinan Pixel 4 pun akan dirilis pada Oktober 2019 mendatang.

 

Sumber :

https://dolanyok.com/

VP Huawei: Hongmeng OS Bukan Untuk Smartphone

VP Huawei: Hongmeng OS Bukan Untuk Smartphone

VP Huawei Hongmeng OS Bukan Untuk Smartphone
VP Huawei Hongmeng OS Bukan Untuk Smartphone

Beberapa waktu lalu, Huawei tengah menyiapkan sistem operasi besutan

mereka sendiri yakni Hongmeng OS. Hongmeng OS ini dicanangkan sebagai pengganti sistem operasi Android.

Hongmeng OS disiapkan untuk mengantisipasi pemboikotan Google terhadap Huawei beberapa waktu lalu. Mengingat beberapa waktu lalu berhembus kabar bahwa semua smartphone Huawei tidak akan menerima update sistem operasi Android dan tidak bisa menjalankan sejumlah aplikasi milik Google.

Namun kini, Catherine Chen, VP Huawei mengkonfirmasi bahwa Hongmeng OS

bukan pengganti sistem operasi Android. Dilansir dari GSMArena, Chen menyebutkan Hongmeng OS bukan untuk pengguna Android. Hongmeng OS ini ditujukan untuk software lain, khususnya enterprise.
Catherine Chen, VP Huawei

Baca juga: Diboikot Google, Huawei Kembangkan OS Sendiri

“Hongmeng OS hanya memiliki sedikit line code, hanya ratusan ribu

. Bukannya puluhan juta seperti sistem operasi seluler. Jadi tidak tepat jika Hongmeng OS dijadikan sistem operasi Mobile,” ujar Chen.

Dikatakan Chen, sistem operasi ini memiliki latensi yang sangat rendah dibandingkan dengan sistem operasi smartphone.

Saat ini para pejabat Cina sedang melakukan diskusi tentang sistem operasi buatan Huawei sendiri untuk pengganti Android. Meskipun pemerintah AS sudah mencabut pemboikotan Huawei.

 

Sumber :

https://dunebuggyforsale.org/

Ini Fitur-Fitur Terbaru WhatsApp Tahun Depan

Ini Fitur-Fitur Terbaru WhatsApp Tahun Depan

Ini Fitur-Fitur Terbaru WhatsApp Tahun Depan
Ini Fitur-Fitur Terbaru WhatsApp Tahun Depan

Seperti yang sudah diinformasikan sebelumnya bahwa tahun depan,

aplikasi pesan singkat milik Facebook ini akan akan merilis fitur mode gelap dan hapus pesan lama obrolan group secara otomatis.

Seperti dilaporkan Digital Trends, bukan hanya dua fitur baru yang hadir di WhatsApp, akan ada tiga fitur terbaru lainnya yang tersemat di WhatsApp, berikut fitur-fitur terbarunya

Fitur Reserve Image Search

Fitur ini nantinya mampu mendeteksi gambar asli atau tidak pada obrolan. Fitur ini masih dalam tahap uji coba, dan dikabarkan akan dirilis pada 2020.

Fitur ini memungkinkan pengguna mengklik gambar yang dikirim melalui WhatsApp

dan mencari di Google untuk memverifikasi sumbernya. Fitur ini dapat membantu mengurangi penyebaran berita palsu.

Iklan di Status WhatsApp

Fitur ini telah diumumkan dalam acara Facebook Marketing Summit (FMS) 2019 di Berlin, Jerman beberapa waktu lalu Seperti Instagram Stories, nantinya iklan akan terselip di antara WhatsApp Status. Iklan tersebut akan lengkap dengan ikon “swipe-up” yang mengarah ke situs pengiklan. Nama perusahaan pengiklan atau produk akan muncul di sisi atas, sebagaimana nama kontak.

Kendati kabarnya baru akan dirilis 2020 mendatang, pro dan kontra fitur ini sudah mengemuka.

Sebab, selama ini WhatsApp adalah satu-satunya platform di bawah bendera Facebook.Inc yang bersih dari iklan.

Baca Juga :Tak Bisa Lihat Story Teman, Belum Tentu WhatsApp Anda Diblokir

Pengenalan Wajah

Dilansir Mashable, anak perusahaan Facebook ini juga bersiap merilis fitur keamanan face unlock yang fungsinya sama dengan pembuka akses pada ponsel. Dengan tambahan fitur pengaman ini, WhatsApp akan lebih sulit dibobol.

Emoji Baru

Pengguna WhatsApp pada pembaruan 2.19.315 pada 2020 bakal menikmati emoji versi 13.0. Emoji terbaru ini menambahkan ikon seperti cheese cake, waffle, es batu, emoji menguap, emoji manusia berdiri, dan lainnya.

 

Baca Juga :

Perkuat Segmen Gaya Hidup Digital, Traveloka Lakukan Inisatif Pengembangan

Perkuat Segmen Gaya Hidup Digital, Traveloka Lakukan Inisatif Pengembangan

Perkuat Segmen Gaya Hidup Digital, Traveloka Lakukan Inisatif Pengembangan
Perkuat Segmen Gaya Hidup Digital, Traveloka Lakukan Inisatif Pengembangan

Bertransformasi menjadi perusahaan teknologi penyedia layanan perjalanan, gaya hidup

, dan jasa keuangan berbasis digital, Traveloka menyadari bahwa kini masyarakat semakin memerlukan layanan yang mampu menunjang kebutuhan perjalanan dan gaya hidup mereka.

Hal ini lah yang mendasari Traveloka untuk memperkenalkan produk serta inisiatif terbarunya di tahun 2019, seperti Traveloka Xperience untuk kebutuhan gaya hidup, Traveloka Protect untuk kebutuhan asuransi, layanan penerbangan multi-kota, pemesanan Villa dan Apartemen, hingga sewa mobil tanpa sopir, dengan tujuan untuk memudahkan pengguna dalam memenuhi kebutuhan mereka.

Dionisius Nathaniel, CMO Traveloka, mengatakan, seluruh produk dan layanan terbaru

yang kami tawarkan kepada para pengguna berangkat dari komitmen Traveloka untuk menghadirkan solusi atas kendala yang dialami oleh pengguna terkait perjalanan dan gaya hidup.

“Kami juga melakukan analisa mendalam terkait perilaku pengguna dan target audience kami sebelum meluncurkan suatu produk, untuk memastikan bahwa produk yang tersedia di platform kami tepat guna,” ujarnya.

Guna memperkuat posisi Traveloka di sektor gaya hidup, tahun ini Traveloka

telah memperkenalkan Traveloka Xperience di Indonesia, Thailand, Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Singapura. Dilengkapi dengan 12 kategori produk, Traveloka Xperience memiliki lebih dari 15.000 inventori terbaik yang tersebar di 60 negara.

Selain Traveloka Xperience, Traveloka juga menghadirkan Traveloka Eats yang saat ini sudah bermitra dengan lebih 6.500 merchant di 38 kota di Indonesia untuk menegaskan posisinya di sektor gaya hidup.

 

Sumber :

https://solidaritymagazine.org/dancing-line-apk/

Generasi Muda jadi Inspirasi Transformasi Digital Telkomsel

Generasi Muda jadi Inspirasi Transformasi Digital Telkomsel

Generasi Muda jadi Inspirasi Transformasi Digital Telkomsel
Generasi Muda jadi Inspirasi Transformasi Digital Telkomsel

Generasi muda kerap menghadirkan nafas dan semangat baru dalam berkontribusi aktif

bagi kemajuan bangsa. Seperti melalui peringatan Sumpah Pemuda yang menjadi momen dalam perjuangan mempersatukan bangsa, kini anak muda juga berperan sebagai generasi digital native yang menjadi agen perubahan mewujudkan pemerataan ekosistem digital positif di Indonesia. Semangat ini menginspirasi Telkomsel untuk terus bergerak maju bertransformasi menjadi digital telco company yang senantiasa mengakselerasikan negeri.

Emma Sri Martini, Direktur Utama Telkomsel mengatakan, generasi muda selalu menjadi inspirasi Telkomsel dalam mengembangkan produk dan layanan berbasis digital yang relevan dengan kebutuhan dan perkembangan zaman. Segmen yang kini dikenal dengan Generasi Millennial dan Gen Z, juga menjadi insipirasi kami merancang inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan yang berfokus dalam mempersiapkan talenta muda Indonesia menjadi sumber daya unggul melalui pemanfaatan teknologi.

“Hal tersebut merupakan upaya nyata dari transformasi Telkomsel menjadi digital telco company

secara menyeluruh dengan tetap mengedepankan dampak sosial nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Komitmen transformasi bisnis berbasis digital diwujudkan Telkomsel dengan menghadirkan produk dan layanan yang inovatif dan sesuai dengan karakter generasi muda saat ini. Salah satunya dengan menghadirkan produk by.U, sebuah layanan seluler prabayar digital pertama di Indonesia yang dikembangkan dengan terinspirasi dari karakter segmen Gen Z yang mandiri, kreatif, selalu online, dan sangat mengutamakan kebebasan. Dalam prosesnya, platform layanan by.U juga dirancang oleh talenta-talenta muda Telkomsel, dengan harapan agar dapat konsisten pada tiga nilai utama yang relevan dengan kebutuhan Gen Z yaitu digitalisasi, personalisasi, dan transparansi.

Selain proses bisnis, inspirasi dari generasi muda juga dituangkan melalui berbagai program corporate

social responsibility (CSR) Telkomsel. Seperti program The NextDev yang hadir sebagai bentuk respon atas tingginya semangat anak muda Indonesia dalam menghadirkan solusi untuk berbagai tantangan di masyarakat melalui pemanfaatan teknologi berbasis aplikasi. Sejak 2015, program The NextDev telah menempatkan diri sebagai platform yang mendukung perkembangan early stage startup untuk memperkuat solusi positif berdampak sosial bagi masyarakat.

 

Sumber :

https://abovethefraymag.com/chronus-apk/

Hujan Lebat dan Angin Kencang Berpotensi Landa Jabodetabek

Hujan Lebat dan Angin Kencang Berpotensi Landa Jabodetabek

Hujan Lebat dan Angin Kencang Berpotensi Landa Jabodetabek
Hujan Lebat dan Angin Kencang Berpotensi Landa Jabodetabek

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kawasan Jakarta

dan sekitarnya bakal diterpa hujan cukup lebat dan angin kencang hari ini, Jumat (8/11). Potensi hujan lebat disertai angin kencang diperkirakan terjadi di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi.

Selain itu, potensi serupa juga terjadi di Aceh, Jambi, dan Papua. Sementara untuk daerah yang berpotensi hujan lebat tetapi tidak disertai angin kencang diperkirakan terjadi di Sumatera Utara, Riau, Jawa Tengah, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur.

Menurut hasil pantauan BMKG, terjadinya hujan lebat itu disebabkan massa udara

basah di lapisan rendah. Massa udara basah ini terkonsentrasi di sebagian besar wilayah Sumatera, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Papua Barat, dan Papua.

BMKG juga mencatat ada belokan angin di sejumlah wilayah di bagian barat, utara dan timur Indonesia.

“Terdapat belokan angin di wilayah Sumatera bagian utara dan tengah,

Kalimantan bagian barat, tengah dan timur, Sulawesi bagian tengah, Maluku bagian tengah, Papua Barat dan Papua,” tulis Bagian Hubungan Masyarakat Biro Hukum dan Organisasi melalui keterangan rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (7/11).
Lihat juga:Hujan Diprediksi Guyur Jakarta Selatan dan Jaktim Hari Ini

Gelombang 4 Meter

Selain itu, BMKG juga memperingatkan soal potensi gelombang setinggi 1,25 meter hingga 4 meter. Berdasarkan hasil pantauan BMKG, gelombang tinggi ini diperkirakan terjadi pada 8-10 November 2019.

 

Baca Juga :

Ratusan Bintang Laut Berduri di Raja Ampat Papua Dimusnahkan

Ratusan Bintang Laut Berduri di Raja Ampat Papua Dimusnahkan

Ratusan Bintang Laut Berduri di Raja Ampat Papua Dimusnahkan
Ratusan Bintang Laut Berduri di Raja Ampat Papua Dimusnahkan

Sebanyak 120 bintang laut berduri atau Crown of Thorns Starfish (CoTS)

yang merupakan hama perusak terumbu karang di Raja Ampat, Papua berhasil dimusnahkan.

Sekretaris Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Maikel Sada mengatakan anggota HPI Raja Ampat berhasil memusnahan musuh utama terumbu karang itu selama dua hari.

Aksi bakti sosial pembersihan bintang laut berduri itu dilakukan di Distrik Misool, Raja Ampat Selatan.

Di Pulau Jam Misool, pihaknya berhasil memusnahkan sebanyak 19 bintang laut berduri

. Sedangkan aksi pembersihan di Pulau Olobi, timnya berhasil memusnahkan sebanyak 101 bintang laut berduri yang telah merusak terumbu karang setempat.

Lihat juga:Molor dari Target, Renovasi Bandara Raja Ampat Rampung 2020

“Metode pemusnahan bintang laut berduri di Raja Ampat dilakukan dengan cara menjepit menggunakan alat penjepit yang terbuat dari bambu,” kata Maikel seperti dilaporkan Antara, Kamis (7/11).

Bintang laut berduri yang dimusnahkan tersebut berada di dasar laut pada kedalaman rata-rata

tiga sampai dengan empat meter.

“Tim ke dasar laut secara manual tanpa alat selam mengangkat bintang laut berduri tersebut guna dimusnahkan di darat,” kata Maikel.

 

Sumber :

https://zalala.co.id/